Warga Dusun Majingklak, Desa Pamotan, Kecamatan
Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Minggu (26/01/2014), digegerkan dengan
penemuan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas mengambang di aliran Sungai
Citanduy.
Setelah beredarnya kabar tersebut, warga setempat pun
langsung beamai-ramai melihat keberadaan mayat itu. Namun, tidak ada satupun
warga yang mengenali identitas mayat tersebut.
Dari pantauan HR di RSUD Ciamis, ciri-ciri mayat tak
dikenal ini diperkirakan berumur 55 tahun, dengan memakai baju kemeja strip
biru, merah dan putih. Tinggi badan diperkirakan 60 kilogram dan memakai celana
training biru bergaris putih.
Ketua Tim SAR Majingklak Pangandaran, Suparman,
menerangkan, saat itu pihaknya tengah melakukan patroli rutin di sekitar tempat
kejadian. Tanpa disengaja, dari kejauhan terlihat benda yang mencurigakan,
seperti sebuah boneka yang mengambang di pusaran aliran Sungai Citanduy,
tepatnya di dekat bendungan.
“Setelah kami dekati, ternyata benda yang mengapung
dipermukaan sungai itu sesosok mayat manusia,” terangnya, kepada HR, saat
ditemui di RSUD Ciamis, Minggu (27/01/2014).
Setelah yakin bahwa benda yang mengambang mirip boneka
itu adalah mayat manusia, sambung Suparman, tim SAR yang dibantu warga setempat
langsung membawa mayat tersebut ke darat. Setelah itu pihaknya langsung
melaporkan penemuan mayat tersebut ke Polsek Kalipucang.
“Untuk menjaga agar mayat tidak hanyut lagi, maka kita
berinisiatif dengan dibantu warga setempat langsung mengangkat mayat tersebut
ke daratan,” ujarnya. Menurut Suparman, dari pakaian mayat itu tidak ditemukan
kartu identitas. Dan warga setempat pun tidak ada yang mengenali sosok mayat
tersebut.
Sementara itu, mayat tanpa identitas ini, kini berada di
kamar Intalasi Pemulasaraan Jenazah (IPJ) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciamis
untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Menurut dokter jaga RSUD Ciamis, Rastam, penyebab
tewasnya mayat tanpa identitas itu belum diketahui. Hanya saja, dari
pemeriksaan sementara ditemukan luka benturan di kepala serta lidahnya
menjulur.
“Diperkirakan mayat ini mengambang di sungai sekitar seminggu
lalu. Sedangkan luka yang terdapat di tubuh mayat belum ditemukan ciri-ciri
penganiayaan. Adapun luka di kepala merupakan kebiasaan dari mayat yang hanyut.
Karena saat terombang-ambing terbawa arus sungai, mayat tersebut membentur
benda-benda yang berada di aliran sungai, “ ungkapnya. (Ab@h=/HR-Online)
.jpg)