Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Kebersihan Kabupaten
Ciamis sudah melakukan penghitungan kerugian fasilitas stadion akibat
terjadinya kericuhan yang berujung bentrok antar suporter saat PSGC Ciamis
menjamu Persis Solo, pada babak 16 besar Divisi Utama, di Stadion Galuh Ciamis,
Selasa (16/09/2014) lalu.
Dari perhitungan secara teknis, diketahui kerugian materil
akibat insiden tersebut mencapai Rp. 39 juta. Kerugian itu dihitung dari
kerusakan keramik di bangku penonton tribun timur dan fasilitas lainnya yang
mengalami hal serupa.
“Paling besar kerugian akibat kerusakan pada keramik di
bangku penonton. Ada juga beberapa fasilitas lainnya seperti pagar pembatas,
rumput lapangan dan fasilitas di tribun VIP yang sama rusak, tetapi tidak
terlalu parah,” kata Kabid Permukian dan Perumahan Dinas Cipta Karya, Tata
Ruang dan Kebersihan Ciamis, Agus Komara, kepada HR, Kamis (18/09/2014).
Terkait pecahan kaca mobil dan keramik yang bertebaran di
rumput lapangan, Agus mengatakan, pihaknya sudah menerjunkan petugas kebersihan
yang dibantu masyarakat dan PNS untuk membersihkan pecahan tersebut. Namun,
kata dia, perlu kembali dilakukan pengecekan sebelum lapangan dipergunakan
kembali untuk pertandingan sepakbola.
“Kita juga sudah menggunakan facum cleaner (penyedot
debu) saat membersihkan pecahan kaca dan keramik di rumput lapangan. Namun,
kami belum berani memastikan apakah rumput lapangan sudah bersih dari pecahan
kaca, karena perlu dilakukan pengecekan ulang,” ujarnya.
Pihaknya, lanjut Agus, pada hari Jum’at (19/09/2014),
akan kembali menerjunkan petugas kebersihan untuk mengecek kondisi lapangan
apakah sudah bersih dari pecahan kaca dan keramik. “ Besok Jum’at (hari ini)
kita akan cek lagi ke lapangan,” pungkasnya.
Seperti diketahui, saat bentrok antar superter tersebut,
terjadi aksi pengrusakan di tribun timur yang dilakukan oleh suporter Persis
Solo. Mereka merusak keramik yang berada di bangku panonton.
Kemudian pecahan keramik tersebut dijadikan senjata untuk
melempar kerumunan suporter Ciamis yang barada di tribun selatan. Mereka pun
melemparkan pecahan keramik ke lapangan sepakbola saat pertandingan baru berakhir.
Sementara terkait pecahan kaca mobil yang bertebaran di
rumput lapangan, terjadi setelah belasan mobil milik suporter Persis Solo yang
terparkir di halaman Gedung GGT dirusak oleh suporter Ciamis.
Untuk menghindari kerusakan kendaraan yang lebih parah,
kemudian pihak kepolisian mengevakuasi belasan mobil tersebut ke dalam stadion.
Entah kronologis seperti apa, pecahan kaca mobil sudah
tampak berserakan di rumput lapangan ketika ratusan suporter Persis Solo yang
menggunakan belasan mobil yang dirusak itu meninggalkan Stadion Galuh pada saat
situasi keamanan di luar stadion sudah terkendali. Ab@h**HR-Online.
