Bupati Ciamis H. Iing Syam
Arifin, mengaku salut dan bangga dengan penampilan PSGC Ciamis yang sudah
memperagakan sepakbola berkualitas dan mampu bersaing dengan klub-klub papan
atas Indonesia di turnamen Piala Presiden, meski akhirnya harus terhenti di
babak penyisihan.
“Yang membuat saya bangga,
ketika PSGC mampu menahan imbang klub sekelas Arema di kandangnya. Pada dua
laga sebelumnya pun PSGC bermain bagus, meski harus kalah tipis dari Sriwijaya
FC dan imbang lawan Persela, “katanya, Kamis (10/09/2015).
Iing mengatakan, setelah PSGC
berhasil membuat kejutan, dengan dua kali berhasil menahan imbang klub yang
berkasta di kompetisi ISL, tentunya menjadi pusat perhatian publik sepakbola
nasional.
“Ketika sudah menjadi
perhatian publik sepakbola nasional, otomatis PSGC berhasil mengangkat pretise
Ciamis di kancah nasional. Hal itu sangat luar biasa dan tentunya masyarakat
Ciamis akan bangga memiliki klub sepakbola yang mampu berbicara dilevel nasional,”
ungkapnya.
Hal senada pun dikatakan
Dandim 0613 Ciamis Letkol Ruddy Jan Pribadi. Dia mengatakan penampilan PSGC di
turnamen Piala Presiden sangat luar biasa.
“Meski gagal lolos ke babak 8
besar, tetapi PSGC yang terbilang klub baru bermain di level nasional sudah
mampu menunjukan taringnya dengan berhasil menahan imbang 2 klub ISL,” katanya,
Rudi pun mengaku dirinya
mendapat banyak pesan singkat (SMS) dan BBM dari rekan-rekannya di kalangan
petinggi TNI yang menyebut salut dengan penampilan yang ditunjukan PSGC di
turnamen Piala Presiden. “Jangankan saya, para petinggi TNI di beberapa daerah
pun menyatakan salut melihat penampilan PSGC yang bermain sangat luar biasa di
turnamen Piala Presiden,” ujarnya.
Setelah menempuh perjalanan darat
selama 13 jam dari Malang, rombongan PSGC diterima langsung oleh Bupati Ciamis,
Drs H Iing Syam Arifin di Pendopo Ciamis, Jumat (11/9) pukul 06.45 pagi.
Rombongan PSGC disambut hangat
para bobotoh fanatik yang tergabung dalam Balad Galuh yang mengiring bus PSGC
dengan konvoi sepeda motor saat akan memasuki halaman pendopo. Namun dalam
rombongan skuat yang berjuluk Laskar Ciung Wanara tersebut tak terlihat Osas
Saha dan sejumlah pemain lainnya.
“Osas danTile (kipper M Irpan)
langsung ke Jakarta naik pesawat. Enam pemain lainnya turun di Solo,” ujar
seorang official PSGC.
Meski PSGC gagal lolos ke
babak 8 besar setelah mengikuti 3 laga di babak penyisihan Grup B Piala
Presiden di Malang, Bupati Ciamis Drs H Iing Syam Arifin mengaku bangga dan
senang dengan prestasi yang sudah diraih PSGC bisa main dengan klub-klub papan
atas ISL.
“Dengan tampilnya PSGC di
Piala Presiden, nama Ciamis semakin sohor di tanah air. Ciamis makin terkenal.
Meski PSGC tidak lolos ke babak berikutnya, perjuangan jangan sampai terhenti.
PSGC harus berlanjut,” ingat Bupati Iing dalam pidato sambutannya.
Selain mendapatkan penyambutan yang terhormat di pendopo
dan suguhan jamuan sarapan pagi, pemain PSGC yang baru pulang dari Malang
tersebut pun mendapat kadedeuh dari pendukung PSGC yang diserahkan langsung
oleh Camat Ciamis, Drs Yayat.
