Angin puting beliung melanda wilayah Kabupaten
Pangandaran pada Sabtu malam(14/2/2015) sekitar pukul 21.30 WIB. Belasan rumah
rusak dan ratusan pohon tumbang.
Satu mobil juga rusak akibat terjangan angin
puting beliung. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Menurut informasi yang dihimpun kami, belasan rumah dan
ratusan pohon tumbang tersebut terjadi di dua Kecamatan yang ada di Kabupaten
Pangandaran yaitu di Desa Cintaratu, Kecamatan Parigi dan Desa Sukaresik
Kecamatan Sidamulih.
Camat Kecamatan Parigi, Haryono didampingi oleh Danramil
Parigi, Kapten Nursaid, dan Kapolsek Parigi AKP R Lubis menjelaskan, berdasarkan data yang ada, dari 8 desa
yang ada di wilayah Kecamatan Parigi, ada 2 desa yang terkena dampak angin
puting beliung yang disertai hujan lebat.
“Bencana angin puting beliung itu terjadi di Dusun
Panglanjan dan Dusun Gunungtiga Desa Cintaratu dan Desa Selasari,” ungkapnya.
Jumlah rumah yang rusak akibat putung beliung dan
tertimpa pohon tumbang terang dia di Desa Cintaratu ada 12 rumah. Sementara di
Desa Selasari ada 6 rumah yang rusak. Dua daerah tersebut merupakan dataran
tinggi dan lembah pegunungan yang dikelilingi oleh hutan.
12 rumah warga Desa Cintaratu Dusun Panglanjan dan
Gunungtiga yang rusak tersebut yaitu milik Anwar Risdianto, Kipid, Ubad, Sarwin,
Radim, Endang, Sajum, Sajidin, Saliman, Bahri, Rali dan Tori. Sedangkan 6 warga
Desa Selasari lainya belum ada laporannya. pihak kecamatan masih terus
melakukan penyisiran bersama TNI dan Polri serta petugas BPBD Kabupaten
Pangandaran.
“Setelah dilakukan pendataan, rumah rusak itu rata-rata
semi permanen dan permanen, Ada juga mobil yang rusak diterjang angin puting
beliung. Kerugian mencapai ratusan juta,” ungkapnya.
Korban Luka
Di tempat terpisah, Iwan mulyana(29) warga Dusun Ciokong
Rt 03/01, Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, mengaku rumahnya rusak akibat
tertimpa pohon kepala dan pohon albasia yang tumbang akibat putung beliung.
Istrinya Dede Srimulyati(24) dan putranya Raka cahya mualana(2) sempat
dilarikan ke Puskesmas terdekat akibat tertimpa runtuhan rumah miliknya.
“Pada saat itu, saya sedang ngobrol di rumah teman saya.
Saat hujan deras dan angin kencang saya dikagetkan dengan suara keras dentuman
pohon tumbang yang membentur rumah,” katanya.
Ia pun memutuskan untuk pulang dan ternyata yang tertimpa
pohon rumah miliknya. Tanpa basa basi Iwan pun langsung menerobos pohon tumbang
untuk menyelamatkan anak dan isterinya yang berada di dalam rumah.
“Istri saya mengalami luka pada bagian kepala dan pundak
akibat terkena runtuhan pohon dan kayu rumah. Sementara anak saya selamat
karena di peluk sama istri saya,” jelasnya.
Kepala Desa Sukaresik, Ikin Asikin mengatakan, jumlah rumah
warga yang terkena angin puting beliung di wilayah Desa Sukaresik ada 4 rumah
dan satu pabrik.
“Tiga rumah rusak sedang dan satu rumah rusak berat serta
bangunan mess dan sebagian bangunan pabrik PT Pecu. Berapa besar kerugiannya
saya belum tahu persisi,” katanya.(Ab@h**/KP-Online ).
