" Kejujuran,.. Integritas,.. Kerjasama,.. Hirarki, . . Loyalitas,... . . ."ds

Senin, 16 Februari 2015

Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah

Angin puting beliung melanda wilayah Kabupaten Pangandaran pada Sabtu malam(14/2/2015) sekitar pukul 21.30 WIB. Belasan rumah rusak dan ratusan pohon tumbang. 
Satu mobil juga rusak akibat terjangan angin puting beliung. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Menurut informasi yang dihimpun kami, belasan rumah dan ratusan pohon tumbang tersebut terjadi di dua Keca­matan yang ada di Kabupaten Pangandaran yaitu di Desa Cintaratu, Kecamatan Parigi dan Desa Sukaresik Kecamatan Sidamulih.
Camat Kecamatan Parigi, Haryono didampingi oleh Danramil Parigi, Kapten Nursaid, dan Kapolsek Parigi AKP R Lubis menjelaskan, berdasarkan data yang ada, dari 8 desa yang ada di wilayah Kecamatan Parigi, ada 2 desa yang terkena dam­pak angin puting beliung yang disertai hujan lebat.

“Bencana angin puting beliung itu terjadi di Dusun Pang­lanjan dan Dusun Gunungtiga Desa Cintaratu dan Desa Se­lasari,” ungkapnya.

Jumlah rumah yang rusak akibat putung beliung dan ter­timpa pohon tumbang terang dia di Desa Cintaratu ada 12 rumah. Sementara di Desa Selasari ada 6 rumah yang rusak. Dua daerah tersebut merupakan dataran tinggi dan lembah pegunungan yang dikelilingi oleh hutan.

12 rumah warga Desa Cintaratu Dusun Panglanjan dan Gunungtiga yang rusak tersebut yaitu milik Anwar Ris­dianto, Kipid, Ubad, Sarwin, Radim, Endang, Sajum, Sajidin, Saliman, Bahri, Rali dan Tori. Sedangkan 6 warga Desa Selasari lainya belum ada laporannya. pihak kecamatan masih terus melakukan penyisiran bersama TNI dan Polri serta petugas BPBD Kabupaten Pangandaran.
“Setelah dilakukan pendataan, rumah rusak itu rata-rata semi permanen dan permanen, Ada juga mobil yang rusak diterjang angin puting beliung. Kerugian mencapai ratusan juta,” ungkapnya.

Korban Luka

Di tempat terpisah, Iwan mulyana(29) warga Dusun Ciokong Rt 03/01, Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, mengaku rumahnya rusak akibat tertimpa pohon kepala dan pohon albasia yang tumbang akibat putung beliung. Istrinya Dede Srimulyati(24) dan putranya Raka cahya mualana(2) sempat dilarikan ke Puskesmas terdekat akibat tertimpa runtuhan rumah miliknya.

“Pada saat itu, saya sedang ngobrol di rumah teman saya. Saat hujan deras dan angin kencang saya dikagetkan dengan suara keras dentuman pohon tumbang yang membentur rumah,” katanya.

Ia pun memutuskan untuk pulang dan ternyata yang tertimpa pohon rumah miliknya. Tanpa basa basi Iwan pun langsung menerobos pohon tumbang untuk menyelamatkan anak dan isterinya yang berada di dalam rumah.

“Istri saya mengalami luka pada bagian kepala dan pundak akibat terkena runtuhan pohon dan kayu rumah. Sementara anak saya selamat karena di peluk sama istri saya,” jelasnya.

Kepala Desa Sukaresik, Ikin Asikin mengatakan, jumlah rumah warga yang terkena angin puting beliung di wilayah Desa Sukaresik ada 4 rumah dan satu pabrik.

“Tiga rumah rusak sedang dan satu rumah rusak berat serta bangunan mess dan sebagian bangunan pabrik PT Pecu. Berapa besar kerugiannya saya belum tahu persisi,” kata­nya.(Ab@h**/KP-Online ).