Kabar tentang adanya lima
warga Ciamis, Jawa Barat yang ada dirombongan eks / mantan anggota Gafatar
(Gerakan Fajar Nusantara) langsung menyedot perhatian Wakil Bupati Ciamis, Oih
Burhanudin.
Menurutnya, mantan anggota
Gafatar akan diterima pulang ke Ciamis dan harus menjalani aktivitas sesuai
dengan norma serta syariat yang berlaku. “Mereka kita terima dan akan
dipikirkan juga masalah asetnya, juga harus segera insyaf,” ucapnya pada Kami,
Rabu (27/01) siang.
Ia sudah berkomunikasi dengan
Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Ciamis. “Saya pribadi
sudah berkomunikasi dengan Dinsosnakertrans dan akan dicari informasinya lebih
jauh,” jelasnya.
Sebagaimana dilansir Polda
Jabar, sebanyak 97 dari 439 orang bekas anggota Gafatar asal Jawa Barat akan
dipulangkan. Mereka akan dipulangkan rencananya menggunakan KRI Teluk Amboina
menuju Pelabuhan Tanjung Mas Semarang, Jawa Tengah.
Mereka antara lain berasal
dari wilayah Jabar seperti Tasikmalaya, Depok, Bogor, Cirebon, Banten, Bekasi,
Kuningan, Garut, dan Bandung. Bogor
menjadi daerah yang paling banyak memiliki warga bekas anggota Gafatar yaitu
sekitar 39 orang.
Selanjutnya Tasikmalaya (13
orang), Cirebon (12 orang), Bekasi 11 orang, Depok enam orang, Banten empat
orang, serta Kuningan, Garut, Kota Bandung masing-masing empat orang.
Gubernur Jawa Barat Ahmad
Heryawan (Aher) menekankan warga Jabar agar memperkuat ikatan keluarga guna
mencegah masuknya faham-faham sesat ini. Apalagi, dari sisi ajaran, sangat
mudah mengendus kesesatannya.
"Kita bisa sangat mudah
untuk mengetahui keanehnya. Misal tidak perlu shalat, bisa kawin berkali-kali
dengan mudah, ada nabi setelah Rasul, dan ajaran tidak logis lainnya. Semua ini
bisa mudah dikenali nalar jika ini menyimpang, terutama jika sesama anggota
keluarga saling menguatkan," ungkap Gubernur Jawa Barata.
Selanjutnya Wakil Bupati Ciamis
Oih Burhanudin berharap, masyarakat Tatar Galuh ini bisa menerima mereka dengan
baik. “Saya berharap mereka bisa langsung berbaur dengan masyarakat Ciamis.
Saya juga mengimbau kepada masyarakat Ciamis supaya dapat menerima mereka
dengan baik,” tukasnya menutup pembicaraan dengan kami.
Tabrak Lari di Ciamis, Sopir Kabur, Mobilnya
Ditinggalkan Begitu Saja
Insiden tabrak lari terjadi di Ciamis. Sebuah minibus
menabrak sepeda motor hingga menyebabkan pengendara terluka dan harus dilarikan
ke rumah sakit.
Peristwa tersebut terjadi Rabu (27/01) sekira pukul 07.15 WIB.
Sebuah mobil Toyota Avanza menabrak pengendara motor di jalan Raya
Ciamis-Banjar, tepatnya Dusun Batununggul RT 06 RW 02, Desa Mekarmukti,
Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis.
Seorang saksi mata, Ina (28), mengatakan Toyota Avanza
bernomor polisi A 1084 PE datang dari arah Banjar menuju Ciamis, melaju dengan
kecepatan cukup kencang.
“Kemudian bertabrakan dengan sepeda motor bebek Z 5323
VB yang datang dari arah berlawanan, dari Ciamis menuju Banjar,” jelasnya.
Pengendara
motor bebek diketahui seorang wanita bernama Uum Mulyasari. Ia terluka dan
langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Kota Banjar.
Sayangnya pengedaran mobil Avanza tidak
bertanggungjawab, ia langsung tancap gas meninggalkan tempat kejadian.
Untungnya, mobil Avanza dapat ditemukan di depan rumah makan lesehan Bagas,
Dusun Cibeka, Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis.
Namun
pengendara dan penumpang mobil Avanza tidak ada di tempat. Diduga mereka kabur
dan meninggalkan mobilnya. Pihak Kepolisian Resor Ciamis masih mencari pengemudi
dan penumpang Avanza tersebut. (Ab@h**/WP)

