" Kejujuran,.. Integritas,.. Kerjasama,.. Hirarki, . . Loyalitas,... . . ."ds

Jumat, 08 Agustus 2014

OBJEK WISATA KARANGKAMULYAN KUMUH

Pengunjung situs Ciung­wa­nara Karangkamulyan mengeluh dengan kondisi objek wi­sata budaya tersebut yang ter­kesan tidak terawat dan kumuh. Kubangan air tepat di pintu gerbang situs seperti kolam yang membuat tidak nyaman dan tidak enak dipandang.
“Hampir setiap lebaran atau saat berangkat ke Jawa saya selalu singgah di objek wisata ini (situs Karangkamulyan), tapi tidak ada perubahan sama se­ka­li. Bahkan bisa dibilang ku­muh, masak banyak genangan air pas pintu masuk,” ujar Euis warga Kabupaten Ban­dung usai mudik dari Jogja­kar­ta
Selain itu kata Euis, penataan area parkir juga semrawut sehingga sulit untuk masuk atau keluar kendaraan. Seharusnya pa­ra pengunjung dibuat nyaman, aman dan enak. “Dulu ti­dak ada batas-batas parkir yang menyulitkan kendaraan masuk atau keluar, kenapa sekarang ada ya,” ujar Euis yang menga­ku sengaja singgah untuk ma­kan di warung-warung sekitar objek wisata.
Keluhan yang sama juga diungkapkan Reni salah seorang pedagang di area situs. Dia me­ngaku pelanggannya setiap ta­hun terus berkurang, termasuk saat arus balik hari raya idul fitri. Hal ini karena area par­­kir semakin menyempit de­ngan adanya pembatas di da­lam area parkir. “Kebanyakan pelanggan tidak singgah karena sulit masuk area situs,” ujarnya.
Reni berharap Pemkab Cia­mis secepatnya membenahi area situs Ciungwanara dan menambah fasilitas wisata, sehingga pengunjung semakin ber­tambah. Apalagi lokasi situs terbilang strategis dilewati jalan nasional Jabar Selatan.
Sementara itu Kadisbupar Cia­mis Drs H. Jenal Abidin, S.Ip, MSi mengakui belum mak­simalnya penataan objek wisata di kabupaten Ciamis, khu­susnya objek wisata Situs Ciungwanara yang menjadi sa­lah satu objek wisata andalan pasca pemekaran Kabupaten Pangandaran.

“Kami sudah mengajukan program penataan situs, dan berkoordinasi dengan instansi terkait, tapi sampai saat ini belum direalisasikan. Anggaran penataannya sudah diajukan ke pemerintah provinsi Jawa Ba­rat, ” ujar Jenal. (Ab@h**