" Kejujuran,.. Integritas,.. Kerjasama,.. Hirarki, . . Loyalitas,... . . ."ds

Kamis, 31 Juli 2014

Polda Jabar Prediksi Puncak Arus Balik ......

Puncak arus balik Lebaran 2014 di jalur Pantura maupun selatan Jawa Barat diperkirakan terjadi mulai Jumat (1/8/2014) hingga Minggu (3/8/2014). Kepolisian Jawa Barat siap mengatur arus balik.
"Puncak arus balik akan terjadi mulai Jumat hingga Minggu. Kami antisipasi dengan penguatan personil di lapangan, termasuk memaksimalkan penggunaan jalur alternatif," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul di Bandung, Selasa (29/7/2014), seperti kami kutip.
Ia menyebutkan, gerakan arus balik dari arah timur ke barat atau ke sejumlah kota di Jabar dan DKI Jakarta akan mulai mengalir mulai Rabu ini, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

"Kami antisipasi agar gerakan arus balik tidak sampai menumpuk berbaur dengan arus wisata. Pengaturan akan dilakukan maksimal, meski hal itu sulit untuk dihindarkan di beberapa ruas jalan," katanya.
Kombes Pol Martinus Sitompul menambahkan, banyaknya titik kepadatan dan antrean di sepanjang jalur mudik mengakibatkan laju kendaraan tidak terlalu deras. Selain itu, kesadaran pemudik untuk berkendaraan aman dan tertib semakin meningkat.
"Pengamanan maksimal dan kesadaran pengendara di jalan raya menurunkan angka kecelakaan lalu lintas di jalur mudik sekitar 20 persen," ujarnya.
Padahal, dari sisi peningkatan jumlah arus mudik yang melintas di jalur pantura dan selatan Jabar meningkat sekitar dua persen dibandingkan Lebaran 2013.
Lebih lanjut, ia menyebutkan, arus balik sudah diantisipasi, termasuk hambatan di sejumlah titik seperti di Jalur Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis yang terganggu amblasnya jembatan sehingga hanya bisa dilintasi satu jalur.
"Arus lalu lintas dialirkan melalui jalur Kota Tasikmalaya dan sebagian dialirkan melalui jalur Singaparna - Garut," katanya.
Namun di sisi lain, karakter arus balik sedikit berbeda, sebab pada saat arus balik pengendara cenderung lebih santai dan tidak terburu-buru di jalanan. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan antisipasi maksimal dan mengingatkan pengendara untuk mentaati rambu lalu lintas dan berkendaraan secara aman. Sosialisasi dilakukan melalui pengeras suara di Pos pengamanan di sepanjang jalur mudik dan balik lebaran.
"Sosialisasi dan imbauan dilakukan di setiap Pospam, termasuk mengatur jam istirahat di jalan. Bila telah mengemudi selama empat jam, maka diimbau untuk beristirahat agar konsentrasi tetap terjaga," kata Kabid Humas Polda Jabar itu.
Sementara itu, titik kepadatan arus lalu lintas di jalur selatan diprediksi terjadi di kawasan Ciawi, Tanjakan Gentong, Malangbong, Limbangan dan persimpangan Cikaledong-Lingkar Nagreg.
Selain itu, di persimpangan Cileunyi juga menjadi titik rawan kepadatan, termasuk di jalur Tanjungsari Sumedang. Sedangkan di kawasan Pantura, kepadatan potensial terjadi di kawasan Palimanan, Tegalgubuk, Losari, Pamanukan, dan Simpang Jomin.

Sementara itu di Nagreg - Iring-iringan pemudik balik mulai memadati jalur selatan Nagreg dari arah Garut dan Tasikmalaya menuju Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis ini.
Kepadatan arus lalu lintas mulai terasa di jalur Limbangan menuju lingkar Nagreg. Pertemuan arus dari Garut sempat membuat antrean panjang. Namun, setelah memasuki jalan utama, ramai lancar hingga pertigaan Cicalengka.
Diperkirakan volume kendaraan akan makin padat, selain pemudik balik dari Tasikmalaya dan Garut, potensi di jalur wisata akan memicu kemacetan, seperti ke arah Cipanas dan Limbangan.
"Tiga hari setelah Idul Fitri 1435 Hijriah arus lalu lintas dari Garut dan Tasikmalaya melalui jalur lingkar Nagreg padat akibat tingginya volume kendaraan," kata Komisaris Polisi Edi pengawas Pos Pam Lebaran di Nagreg, Kamis (31/7/2014).

Prediksi kepadatan arus lalu lintas akan terjadi hari Jumat dan Sabtu 1-2 Agustus. Sehingga jalur Nagreg diberlakukan buka tutup dan mengalihkan pemudik melalui jalan alternatif Cijapati-Majalaya-Cicalengka.(Ab@h**