" Kejujuran,.. Integritas,.. Kerjasama,.. Hirarki, . . Loyalitas,... . . ."ds

Rabu, 15 Juli 2015

Terios Hantam Motor karena Sopir Ngantuk, Dua Pemudik Tewas

Kecelakaan yang menewaskan dua orang terjadi di jalur selatan Ciamis-Banjar, Rabu (15/7/2015) siang. Kedua korban merupakan pemudik yang mengendarai motor, Paimin (53) dan Adi Kharisma (21), asal Desa Mekarsari, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Sesuai data yang dihimpun, saat kejadian, kedua orang tewas yang berboncengan dengan sepeda motor Mio melaju dari arah Ciamis ke Banjar dengan tujuan Cilacap. Dari arah berlawanan di gerbang perbatasan Ciamis-Banjar, sebuah mobil Toyota Terios bernomor polisi B 1825 FS tiba-tiba oleng ke tengah badan jalan dan menghantam motor yang ditumpangi kedua korban sampai ke pinggir jalan.

Adi Kharisma tewas di tempat, sedangkan Paimin yang diboncengnya tewas di perjalanan saat akan dibawa ke rumah sakit terdekat.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Ciamis AKP Yudi, membenarkan kecelakaan yang menewaskan dua orang pemudik tersebut. Keduanya tak tertolong karena mengalami luka parah di bagian kepala dan kaki.

Sementara itu, selain menabrak motor, pengendara Terios sempat menabrak seorang penjual Mi Ayam yang berada di pinggir jalan. Pedagang yang diketahui bernama Oji Suherlan (60) selamat dan hanya mengalami luka. Namun demikian, Oji juga dibawa ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan perawatan.

“Saat ini, kepolisian masih melakukan penyidikan dan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab kecelakaan,” ujar AKP Yudi saat dihubungi Rabu petang.

Kecelakaan maut itu, lanjut AKP Yudi, terjadi sekitar pukul 13.00 WIB siang tadi. Saat itu, kondisi jalan lurus Ciamis-Banjar masih terlihat kosong dan kendaraan melaju kencang di jalur tersebut.

“Memang saat kejadian tadi jalur itu kosong dan kendaraan melaju kencang,” kata AKP Yudi.

Kepala Polsek Cijeunjing Ciamis AKP Ipin Tasripin menambahkan, sesuai dengan pengakuan sang sopir saat berada di lokasi kejadian, dirinya mengaku mengantuk saat mengemudikan kendaraannya. Akibatnya, saat menyetir, mobilnya oleng ke tengah badan jalan.

Saat ini, sopir Terios yang belum diketahui identitasnya tersebut masih menjalani pemeriksaan polisi di Mako Polres Ciamis. Dua jenazah korban masih berada di rumah sakit setempat menunggu dijemput oleh pihak keluarga.( Ab@h*DS

Toyota Alphard Ringsek

Kecelakaan di jalur mudik kembali terjadi. Kali ini, Toyota Alphard nopol B 138 WAT yang dikemudikan Sanusi (41) rusak akibat tabrakan dengan truk nopol Z 9553 T yang dikemudikan Juna (45) di Jalan Raya Sindangkasih, Senin (13/7/2015).

Sanusi merupakan warga asal Jakarta yang hendak mudik ke Jawa Tengah. Dalam mobil dia membawa empat orang penumpang. Sedangkan mobil truk yang dikemudikan Juna baru pulang mengirim ikan dari Kota banjar menuju Kota Bandung. Akibat kejadian itu, mobil truk juga terguling. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan nahas itu namun kedua sopir langsung syok dan tidak bisa dimintai keterangan.

Saksi mata Nana Sumpena (45) menuturkan kecelakaan berawal ketika Toyota Alphard melaju kencang dari arah Ciamis menuju Banjar. Dari arah berlawanan truk yang dikemudikan Juna menyalip kendaraan di depannya. Ketika itu jarak kedua kendaraan sangat dekat dan langsung serempetan. “Saya lihat mobil truk langsung terjungkal miring sampai bergeser (terlempar, Red) sekitar 30 meteran dan berakhir di pinggir jalan,” katanya.

Toyota Alphard mengalami kerusakan pada bagian kanan depan. Sopir bersama para penumpangnya keluar dari mobil dalam keadaan selamat tanpa luka sedikit pun. Menurut Nana, kondisi jalanan saat itu cukup padat hingga arus kendaraan menjadi macet. “Namun saat itu kelihatan para sopirnya trauma,” kata dia.

Paur Humas Polres Ciamis Iptu Hj Iis Yeni Idaningsih SH menyebut lokasi kecelakaan tepat berada di Kampung Kalangari Desa Budiharja Kecamatan Sindangkasih. Kecelakaan diduga akibat kelalaian kedua belah pihak yang sama-sama memacu kendaraan pada kecepatan tinggi hingga lepas kontrol. Trek lurus di jalur Sindangkasih diakui sering jadi ajang memacu kecepatan para pengendara.

Setelah kejadian itu kedua kendaraan berikut pengemudinya dibawa ke kantor polisi untuk dimitai keterangan. “Kami simpulkan kejadian laka lantas itu akibat kelalain dan keduanya memacu kendaraanya dengan cepat,” katanya.


Iptu Hj Iis Yeni Idaningsih SH menjelaskan sejak H-7 sampai H-5 Lebaran, tercatat empat kali terjadi kecelakaan lalu lintas di jalur mudik wilayah Ciamis (lihat grafis). Umumnya kecelakaan disebabkan pengemudi yang kelelahan dan ngantuk. Dia mengimbau para pemudik tidak memaksa melanjutkan perjalanan ketika tubuh lelah. Sejumlah titik untuk peristirahatan telah disiapkan di sepanjang jalur mudik. “Jaga kondisi tubuh, perhatikan aturan lalu lintas, kurangi kecepatan dan jangan saling mendahului,” pungkasnya. ( Ab@h *DS.