Penolakan terhadap aksi teror
dengan slogan “Kami Tidak Takut” bergema di Kabupaten Ciamis. Sekira 500 orang
yang tergabung dalam Forum Ciamis Anti Teror (FCAT) mendeklarasikan aksi
menolak terorisme di Alun-Alun Ciamis, Jawa Barat, Senin (18/01).
Massa aksi tersebut terdiri
dari gabungan beberapa organisasi masyarakat dan LSM seperti GMBI, GIBAS,
Badar, Pemuda Pancasila, KBPPP, Pemuda Panca Marga, OI, Ikatan Motor Ciamis,
dan FPI beberapa elemen lainnnya.
Evi Wahyudin koordinator aksi
mengatakan, gerakan FCAT merupakan cara menyikapi teror bom yang terjadi di Ibu
Kota Jakarta. FCAT juga mengajak masyarakat Kabupaten Ciamis untuk tidak takut
pada terorisme. “Kita harus bisa bersatu padu untuk memerangi radikalisme dan
aksi terorisme,” jelasnya.
Menurutnya, aksi radikalisme
dan terorisme merupakan salah satu bentuk gerakan memecah Negara Kesatuan
Republik Indonesia. “Aksi teror bom telah merusak infrastruktur dan
suprastruktur Negara Indonesia juga menghancurkan ide dasar Pancasila,”
ucapnya.
Setelah menggelar deklarasi
dan menandatangani pernyataan sikap penolakan terorisme di Alun-alun Ciamis.
Mereka menggelar konvoi dengan menggunakan kendaraan baik roda dua maupun empat
mengkelilingi sekitar Ciamis Kota.
Konvoi kendaraan yang cukup
panjang sempat memacetkan jalur utama di Kota Ciamis. Selama konvoi koordinator
aksi terus berorasi menyuarakan sikap anti teror. Iring-iringan kendaraan
kembali di Alun-alun Ciamis dan membuka mimbar bebas.
Di akhir aksi solidaritas,
massa juga membubuhkan tanda tangan dalam spanduk putih sebagai bentuk
pernyataan menolak segala bentuk terorisme.
Ribuan Santri Ciamis
Deklarasikan Anti Radikalisme dan Terorisme
Dua hari sebelumnya Ribuan
santri se-Kabupaten Ciamis mendeklarasikan perang terhadap aksi radikalisme dan
aksi terorisme di Gedung Islamic Center Jalan Mr. Iwa Kusumasumantri Ciamis,
Jawa Barat, Minggu (17/01).
Dalam acara tersebut, ada lima
poin yang menjadi isi deklarasi. Pembacaan deklarasi dipimpin oleh pimpinan
Pondok Pesantren Al-Hasan Kabupaten Ciamis, K.H. Syarif Hidayat.
“Kami mendukung keutuhan
negara kesatuan Republik Indonesia. Menentang segala bentuk kekerasan,
radikalisme, terorisme, dan faham-faham yang akan meruntuhkan kehidupan
bernegara dan beragama,” tegas K.H. Syarif saat membacakan isi dari deklarasi.
Dilanjutkannya, ribuan santri
dan pimpinan pesantren yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Pondok Pesantren
akan selalu menjunjung nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945, dan Bhineka Tunggal Ika.
“Melawan segala bentuk
kegiatan yang akan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar K.H.
Syarif dengan antusias.
Selanjutnya deklarasi tersebut
ditandatangani oleh seluruh pimpinan pondok pesantren yang hadir, Bupati
Ciamis, H. Iing Syam Arifin dan Kapolres Ciamis AKBP Arif Rachman, S.IK., MTCP. ( Ab@h** / WP )

