Sebanyak
sebelas rumah di Dusun Desa RT 01 dan RT 02 RW 04 Desa Cisadap, Kecamatan
Ciamis, terancam retakan tanah sejak Kamis (24/12) malam. Bahkan dua rumah di
antaranya sudah ditinggalkan penghuninya karena sudah rusak parah, tembok
retak, lantai jebol, dinding rengkah. Mereka dikhawatir setiap rumah itu saat
bisa runtuh.
Penghuni
kedua rumah tersebut sudah diungsikan ke rumah keluarganya yang berada masih di
dusun yang sama. Mereka adalah Salmi sekeluarga ( 3 jiwa) dan Tarlan (4 jiwa).
Lokasi tanah
retak yang menghantui warga Cisadap ini berada di lereng tebing selokan
Cianemsari, anak Sungai Cipalih, sekitar 400 meter dari balai desa, sisi jalan
menuju Bukit Ardilaya. Retakan tanah yang menimpa 11 rumah tersebut dipicu
hujan lebat yang turun hamper tiap hari beberapa minggu terakhir.
“Panjang
retakan tanahnya sampai 100 meter lebar rengkahan sampai 5 cm lebih. Lebar
rengkahan ini terus melebar. Padahal di lokasi tidak ada kolam, Cuma berada di
lereng. Delapan rumah yang rusak berada di atas lereng dan dibawahnya tiga
rumah,” ujar Kades Cisadap H Muslih kepada Tribun Jumat (26/12).
Warga
khawatir retakan tanah yang mengepung 11rumah di Dusun Desa, Desa Cisadap
tersebut memicu terjadinya longsor.
Terjadi juga
di Desa Nasol Kecamatan Cikoneng
Hujan deras
yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menyebabkan
pergeseran tanah di kaki Gunung Syawal di Kecamatan Cikoneng, Ciamis.
Akibatnya
sekitar 300 rumah dan beberapa masjid, serta sejumlah fasilitas umum lainnya
yang tersebar di tujuh dusun di Desa Nasol, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten
Ciamis, mengalami retak-retak dan nyaris ambruk.
Tujuh dusun
yang berada di kaki Gunung Syawal kini menjadi prioritas tanggap bencana.
Diantaranya Dusun Babakan, Dusun Carik, Dusun Cikuda, Dusun Batu Malang, Dusun
Palasari, dan Dusun Cisukahurip.
Retakan
dinding dan lantai bangunan rumah penduduk dan fasilitas umum di desa tersebut
bervariatif, mulai dari 2-10 centimeter. Selain rumah, sejumlah kolam ikan
milik warga juga mengalami surut secara mendadak.
Menurut
sejumlah warga, keretakan bangunan rumahnya terjadi akibat pergeseran tanah
yang kembali terjadi sejak Kamis, 25 Desember malam kemarin. Saat pergeseran
tanah terjadi, mereka sempat panik dan berhamburan keluar rumah untuk
menyelamatkan diri.
Salah
seorang warga dusun, Lukman Hakim, Jumat (26/12/2014), mengatakan peristiwa
serupa sempat terjadi pada tahun 2002 dan saat ini kembali terjadi akibat
kontur tanah yang labil, setelah wilayah tersebut diguyur hujan terus-menerus
beberapa waktu terakhir.
Sementara
itu Asisten Daerah I Kabupaten Ciamis, Sukirman, mengatakan pihaknya akan terus
memantau pergeseran tanah di Desa Nasol. Jika menunjukan perkembangan yang
signifikan, maka pihak pemda akan melakukan rapat koordinasi untuk relokasi warga.
Sukirman
mengimbau warga setempat untuk menghentikan aksi penebangan pohon, segera
menambal bangunan rumahnya yang retak.(Ab@h**
