Hari ini, Senin, (13/4/2015), Ribuan
siswa SMA/MA dan sederajat di seluruh Indonesia termasuk di Kabupaten
Pangandaran menggelar ujian nasional SMA/MA tahun pelajaran 2013/2014 hingga
tiga hari ke depan.
Artinya, untuk peserta dari
SMA dimulai Senin hingga Rabu mendatang. Sedangkan untuk siswa SMK dan paket
C digelar selama empat hari, yang dimulai Senin, (13/5/2015) hingga Kamis,
(16/4/2105). Jumlah peserta UN di
Kabupaten Pangandaran atau masuk dalam rayon 27, untuk SMK Negeri sebanyak
1154 siswa dan SMK swasta 513 siswa. Sementara siswa SMA Negeri 795 siswa dan
Swasta 108 siswa, MA Negeri 193 siswa sedangkan swastanya 458 siswa. Dari
semua itu, jumlah total keseluruhan yang mengikuti ujian nasional SMA/MA di
Kabupaten Pangandaran sebanyak 3221 siswa.
Kepala Dinas Pendidikan
Kebudayaan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Pangandaran Drs. Sobar Sugema
melalui Sekretarisnya yang juga sebagai ketua penyelenggara Drs. H. Tahyo MSi,
Minggu, (12/4/2015) mengatakan, pelaksanaan ujian nasional SMA/MA sederajat
di Kabupaten Pangandaran berharap berjalan dengan tertib dan mendapatkan
hasil yang baik.
“Soal UN sudah tiba,
Kamis,(9/4/2015) sekitar pukul 01:00 WIB lalu, dan hari ini, Minggu dilakukan
pembongkaran soal selanjutnya distribusikan dari titik simpan yaitu SMA
Negeri 1 Pangandaran ke masing-masing sekolah penyelenggara,”katanya.
Menurut Tahyo, untuk soal
jawaban masih ada kekurangannya seperti ekonomi amplop besar satu, soal
matematika dan IPS amplop besar isi 20 soal satu buah dan amplopp kecil isi 15
soal satu buah. Kendala itu ucap Tahyo semuanya sudah dilaporkan ke pusat.
“Soal yang kurang akan diambil
secara bersambung dan untuk penjemputannya di Ciamis,”tuturnya.
Sedangkan peserta ujian
nasional untuk Paket C Tahyo menambahkan, ada sebanyak 306 siswa dan jumlah
soal UN dari setiap mata pelajaran sejumlah pesertanya.
“Semua titik simpan di SMA
Negeri 1 Pangandaran, baik untuk soal SMA, SMK, MA termasuk paket C. Dan Insya
Allah kesiapan kami sudah maksimal. Terkait pengamanan di titik simpan, kami
sudah kordinasi dengan pihak kepolisian untuk menjaga soal dan kunci jawaban UN
di titik simpan untuk menghindari hal-hal yang tidak diharapkan,”ucapnya lagi.
Disinggung untuk ujian online,
Tahyo menegaskan, Pemkab Pangandaran tak menyelenggarakan UN berbasis online
tersebut dengan alasan kendala teknis dan jaringan. Namun ke depan ia
berharap bisa menggelar UN online seperti yang akan dilakukan oleh
sekolah-sekolah di kota besar.
Ia pun menjelaskan, aabila ada
peserta yang sakit, akan dilaksanakan ujian susulan. Tetapi ia berharap semua
siswa bisa mengikuti UN dengan berjalan sukses dan lancar bahkan dengan hasil
memuaskan.
“Kami berharap semua peserta
100 persen lulus. Tak hanya sekedar lulus tetapi dengan jujur dan
berprestasi,”ucapnya.(Ab@h**/Kp )
