" Kejujuran,.. Integritas,.. Kerjasama,.. Hirarki, . . Loyalitas,... . . ."ds

Kamis, 04 September 2014

BAN TRUK TERLEPAS, DIDUGA MELEBIHI TONASE


Diduga melebihi tonase roda belakang kanan truk bermuatan pasir terlepas di jalan Jenderal Sudirman Kabupaten Ciamis, Rabu (3/9/2014).
Akibat kejadian itu arus lalu lintas dari arah barat menuju timur terganggung, pasalnya truk berhenti tepat di tengah badan jalan.
Kejadian bermula ketika truk berwana kuning dengan nomor polisi Z 9741 T yang dikemudikan Ate Rusnandar (48) melaju dengan kecepatan sedang dari arah Tasikmalaya menuju ke arah timur.
Ketika sampai di tempat kejadian perkara (TKP), secara tiba-tiba ban truk terlepas dari AS-nya, hingga truk berhenti dalam posisi miring.
Sopir truk Ate mengaku sebelum ban terlepas, tidak ada tanda-tanda sama sekali. Saat ban truk yang dikendarai lepas bersamaan dengan suara keras dari arah belakang, sehingga membuat dirinya kaget.
“Saya kaget dengan dengan poisi truk yang langsung miring kekanan, dan melihat ban belakang melaju mendahului saya,” kata dia. Sementara di tempat kejadian truk yang tergeletak tak berdaya tersebut hanya di halangi oleh bangku milik warga sekitar, untuk diberikan tanda agar pengedara lainnya mengetahui agar mobil tersebut mogok. (Ab@h**

Website Seleksi CPNS Sulit Diakses, Pendaftar Mulai Khawatir


Sepanjang pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2014 dibuka, website Badan Kepegawaian Nasional (BKN), Menpan dan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) CPNS sulit diakses. Kesulitan tersebut cukup membuat sejumlah calon pendaftar di wilayah Kabupaten Pangandaran, ataupun wilayah lainnya di Jawa Barat khawatir.
Contohnya Eti Hanati (45), orang tua calon pendaftar asal Padaherang, Selasa (2/9/2014), mengatakan, sampai saat ini anaknya belum bisa mendaftar untuk mengikuti seleksi CPNS. Alasannya, karena anaknya kesulitan untuk mengakses website Panselnas CPNS tahun 2014.
“Anak saya sudah beberapa kali membuka webset tersebut,” jelasnya.
Menurut Eti, karena saking padatnya jumlah pendaftar, jaringan atau server Panselnas menjadi sulit diakses. Dia bersama sang anak akhirnya mencoba membuka website tersebut disaat malam dan dini hari. Sayangnya, website yang dituju masih juga sulit dikunjungi.
Akibat kondisi tersebut, eti mulai merasa khawatir anaknya tidak masuk menjadi salah satu peserta seleksi. Karena hal itu juga, dia memprediksi bakal bermunculan broker atau calon dalam pelaksanaan seleksi CPNS.
Kabag Kepegawaian Pangandaran, Drs. H. Yayat Kiswayat, menegaskan bahwa tidak bakal ada broker ataupun calo dalam pelaksanaan pendaftaran seleksi CPNS. Alasannya, penyelenggaraan pendaftaran dan seleksi dilakukan oleh Menpan dan BKN melalui website.
“Paling yang akan menjadi broker pendaftaran adalah orang yang memiliki kios warnet atau orang yang pandai mengakses internet. Dia akan menawarkan jasanya untuk membantu mendaftar ke website yang sudah ditetapkan Menpan & RB, BKN dan Panselnas,” ungkapnya. (Ab@h-HR)