Nasib malang menimpa keluarga Muhidin (56), warga Dusun
Handapherang RT 37 RW 15 Desa Handapherang Kecamatan Cijeungjing. Rumah
permanent miliknya ditimpa pohon albasiah dan kelapa saat hujan disertai angin
kencang mengguyur Ciamis Minggu malam (16/2/2015). Tidak ada korban jiwa dalam
kejadian itu tapi kerugian materil diprediksi mencapai Rp 5 juta.
Bagian tap rumah rusak parah, setelah kedua pohon itu
menimpa genting dalam waktu bersamaan. Peristiwa tersebut terjadi ketika
Muhidin tengah berkumpul di ruang keluarga bersama anak dan istrinya. Muhidin
mengaku sempat mendengar suara benturan keras di atap rumah ketika sedang
berbincang bersama keluarganya.
“Saya kaget pas pohon menimpa rumah. Untung (anggota
keluarga, Red) tidak ada yang tertimpa genting. Saya dan keluarga langsung
keluar rumah, ternyata pohon albasiah menimpa rumah dan pohon kelapa menimpa
saung dan sebagian kerumah,” ujar Muhidin saat ditemui kemarin.
Menurutnya atap yang rusak tertimpa pohon membuat air
dengan cepat menggenangi bagian dalam rumah.
Pagi-pagi Muhidin dibantu warga setempat dan aparat desa
menyingkirkan pohon yang tumbang dan membersihkan sisa reruntuhan. Kedua pohon
digergaji dan atap rumah langsung dibenahi.
“Saya tetap di rumah saja. Gak
ngungsi,” tuturnya.
PJS Kepala Desa Handapherang Abdurachman mengaku telah
melakukan pendataan dan melaporkan peristiwa tersebut ke Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD).
Dia Berharap pemerintah Kabupaten Ciamis memberikan
bantuan kepada keluarga Muhidin.
Kejadian Serupa di Cihaurbeuti
Kejadian Serupa di Cihaurbeuti
Rumah Ugan Suryana (50) di Dusun Buniasih Tongoh RT 02/12
Desa/Kecamatan Cihaurbeuti tertimpa tembok penahan tebing (TPT). Musibah itu
terjadi sekitar pukul 03.00 dini hari kemarin (16/2/2015). Tembok tersebut
ambruk dan membuat sebagian rumah Ugan rusak. Tidak ada korban jiwa tapi
kerugian materil diperkirakan mencapai Rp 15 juta.
Tetangga Ugan, Solehudin (48) mengaku sempat mendengar
suara gaduh cukup keras malam itu. Dia bergegas keluar memeriksa keadaan dan
mendapati TPT didepan rumahnya sepanjang 12 meter sudah ambruk menimpa rumah
Ugan yang berada persis dibawah TPT tersebut.
Bagian samping rumah Ugan jebol terkena material
longsoran. Pagi kemarin warga dan sejumlah anggota polsek bergotong royong
membersihkan sisa longsoran. Mereka juga membantu mebenahi rumah Ugan yang
rusak. “Untuk sementara ini saya bereskan longsoran itu. Nanti bila punya uang
akan dibangun, namun harapan adanya bantuan pemerintah, “ jelasnya.
Sementara itu, Ugan, kemarin tidak bisa dijumpai. Dia
tengah pergi keluar rumah untuk mencari tukang bangunan. Kaur Umum Desa
Cihaurbeti Dian Andrian mengaku sudah melaporkan kejadian itu kepada BPBD
Ciamis untuk ditindaklanjuti. Masyarakat juga dikerahkan untuk membereskan
bekas longsoran.
Ketua Tagana Kabupaten Ciamis Ade Deni mengatakan satu
ruma terancam terbawa longsor yang satu rumah jebol akibat kena longsoran.
Rumah yang terancam itu adalah rumah milik Solehudin.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsigaan BPBD Kabupatan Ciamis
Dadang Suhendar mengaku telah mendapat laporan bencana itu. Dia mengimbau
masyarakat selalu tingkatkan kewaspadaan. Musim hujan cukup rawan bagi sebagian
wilayah Ciamis. “Tingkatkan ronda malam. Kalau ada potensi akan longsor segera
lapor kepada aparat desa,” ungkapnya.(Ab@h**/RO)
