" Kejujuran,.. Integritas,.. Kerjasama,.. Hirarki, . . Loyalitas,... . . ."ds

Selasa, 17 Februari 2015

Rumah Hancur tertimpa Pohon

Nasib malang menimpa keluarga Muhidin (56), warga Dusun Handapherang RT 37 RW 15 Desa Handapherang Kecamatan Cijeungjing. Rumah permanent miliknya ditimpa pohon albasiah dan kelapa saat hujan disertai angin kencang mengguyur Ciamis Minggu malam (16/2/2015). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu tapi kerugian materil diprediksi mencapai Rp 5 juta.

Bagian tap rumah rusak parah, setelah kedua pohon itu menimpa genting dalam waktu bersamaan. Peristiwa tersebut terjadi ketika Muhidin tengah berkumpul di ruang keluarga bersama anak dan istrinya. Muhidin mengaku sempat mendengar suara benturan keras di atap rumah ketika sedang berbincang bersama keluarganya.

“Saya kaget pas pohon menimpa rumah. Untung (anggota keluarga, Red) tidak ada yang tertimpa genting. Saya dan keluarga langsung keluar rumah, ternyata pohon albasiah menimpa rumah dan pohon kelapa menimpa saung dan sebagian kerumah,” ujar Muhidin saat ditemui kemarin.
Menurutnya atap yang rusak tertimpa pohon membuat air dengan cepat menggenangi bagian dalam rumah.

Pagi-pagi Muhidin dibantu warga setempat dan aparat desa menyingkirkan pohon yang tumbang dan membersihkan sisa reruntuhan. Kedua pohon digergaji dan atap rumah langsung dibenahi.
“Saya tetap di rumah saja. Gak ngungsi,” tuturnya.

PJS Kepala Desa Handapherang Abdurachman mengaku telah melakukan pendataan dan melaporkan peristiwa tersebut ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). 
Dia Berharap pemerintah Kabupaten Ciamis memberikan bantuan kepada keluarga Muhidin.

Kejadian Serupa di Cihaurbeuti

Rumah Ugan Suryana (50) di Dusun Buniasih Tongoh RT 02/12 Desa/Kecamatan Cihaurbeuti tertimpa tembok penahan tebing (TPT). Musibah itu terjadi sekitar pukul 03.00 dini hari kemarin (16/2/2015). Tembok tersebut ambruk dan membuat sebagian rumah Ugan rusak. Tidak ada korban jiwa tapi kerugian materil diperkirakan mencapai Rp 15 juta.

Tetangga Ugan, Solehudin (48) mengaku sempat mendengar suara gaduh cukup keras malam itu. Dia bergegas keluar memeriksa keadaan dan mendapati TPT didepan rumahnya sepanjang 12 meter sudah ambruk menimpa rumah Ugan yang berada persis dibawah TPT tersebut.

Bagian samping rumah Ugan jebol terkena material longsoran. Pagi kemarin warga dan sejumlah anggota polsek bergotong royong membersihkan sisa longsoran. Mereka juga membantu mebenahi rumah Ugan yang rusak. “Untuk sementara ini saya bereskan longsoran itu. Nanti bila punya uang akan dibangun, namun harapan adanya bantuan pemerintah, “ jelasnya.

Sementara itu, Ugan, kemarin tidak bisa dijumpai. Dia tengah pergi keluar rumah untuk mencari tukang bangunan. Kaur Umum Desa Cihaurbeti Dian Andrian mengaku sudah melaporkan kejadian itu kepada BPBD Ciamis untuk ditindaklanjuti. Masyarakat juga dikerahkan untuk membereskan bekas longsoran.

Ketua Tagana Kabupaten Ciamis Ade Deni mengatakan satu ruma terancam terbawa longsor yang satu rumah jebol akibat kena longsoran. Rumah yang terancam itu adalah rumah milik Solehudin.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsigaan BPBD Kabupatan Ciamis Dadang Suhendar mengaku telah mendapat laporan bencana itu. Dia mengimbau masyarakat selalu tingkatkan kewaspadaan. Musim hujan cukup rawan bagi sebagian wilayah Ciamis. “Tingkatkan ronda malam. Kalau ada potensi akan longsor segera lapor kepada aparat desa,” ungkapnya.(Ab@h**/RO)