Banjir bandang kembali menerjang Desa Padamulya, Kecamatan
Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Jum’at (06/02/2015) malam. Akibatnya, puluhan
rumah warga dan areal persawahan terendam banjir. Selain itu, sejumlah
fasilitas umum, seperti jalan dan bangunan benteng sekolah dilaporkan rusak
akibat bencana tersebut.
Kapolsek Cihaurbeuti, AKP Dies Ratmono, mengatakan,
banjir yang melanda Desa Padamulya terjadi setelah hujan deras yang mengguyur
wilayah Kecamatan Cihaurbeuti sejak kemarin sore.
“Air bah datang dari atas pegunungan Gunung Syawal dan
langsung menggenangi perumahan warga dan areal persawahan,” ujarnya, saat
dihubungi HR, Sabtu (07/02/2015).
Menurut Dies, banjir tidak hanya merendam rumah warga,
tetapi juga merusak ruas jalan hingga aspalnya mengelupas tergerus air banjir.
“Bangunan benteng salah satu sekolah pun dilaporkan jebol akibat banjir bandang
ini,” ujarnya.
Dari informasi yang diperoleh, Sabtu (07/02/2015) pagi,
air banjir yang semalam mengenangi rumah warga, kini sudah surut. Warga sejak
pagi disibukan membersihkan lumpur dan sampah yang terbawa banjir. Sementara
kerugian akibat bencana banjir ini masih dilakukan pendataan oleh pemerintah
desa setempat.
Sementara itu, banjir bandang yang melanda Desa
Padamulya, bukan pertama kali terjadi, tetapi beberapa tahun yang lalu, bencana
serupa menerjang daerah tersebut. Bahkan, banjir bandang sebelumnya hingga
merusak puluhan rumah dan areal persawahan warga.
Januari-Februari Terjadi 48 Bencana
Kabupaten Ciamis termasuk salah satu daerah rawan bencana
di Jawa Barat. Tahun 2015 saja dalam rentang waktu satu bulan lebih, Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menerima 48 laporan bencana alam.
Selama periode Januari hingga tanggal 6 Februari 2015 ada
sekitar 18 laporan bencana longsor, 17 laporan bencana angin puting beliung, 4
laporan bencana banjir, 8 laporan bencana kebakaran dan satu bencana tersambar
petir.
Bencana alam yang telah terjadi itu tersebar di Kecamatan
Banjarsari , Purwadadi, Pamarican, Rancah, Panawangan, Cijeungjing, Tambaksari,
Kawali, Sindangkasih, Cidolog, Cipaku, Panumbangan, Ciamis , Cidolog dan
Lakbok. Total kerugian dari keseluruhan bencana alam mencapai Rp 2.905.913.000
“Kabupaten Ciamis ini, memang lokasi rawan bencana alam
sehingga kami himbau masyarakat terus siaga bencana,”ujar Kabid Pencegahan dan
Kesiapsigaan BPBD Kabupatan Ciamis Dadang Suhendar kemarin (6/2/2015).
Menurut dia banyaknya bencana alam lebih disebabkan
kondisi geografis Kabupaten Ciamis. Banyak pemukiman warga berada di lahan
tebing yang rawan longsor. Termasuk area pesawahan dan perikanan yang berada di
kawasan dataran tinggi.
Saluran sungai yang kecil juga menjadi penyebab beberapa
kasus bencana banjir. Dia mengimbau aparat desa baik yang rawan banjir atau
bukan, tetap selalu siaga. “Harus peka menangulangi berbagai kemungkinan,”
tegasnya.
Dikatakannya, belakangan ini hujan selalu turun disertai
angin kencang, hal ini berpotensi menimbulkan bencana alam. Warga yang berada
di zona rawan becana diminta lebih berhati-hati saat hujan turun. (Ab@h**/HR-Online)
