Seorang warga Dusun
Cilengkong, Desa Neglasari, Kec Banjar DH (33), diduga menjadi korban setelah
minum oplosan alkohol murni 75 persen yang dicampur minuman berenergi, Sabtu
(1/3/2014). Nyawa duda beranak satu yang sebelumnya berprofesi jadi sopir angkot
ini tak tertolong lagi meski sempat ditangani petugas medis di ruang Instalasi
Gawat Darurat (IGD) RSU Banjar sekitar 12 jam.
Berdasarkan informasi yang
dihimpun “KP”, korban mengalami gonjangan jiwa yang cukup kuat menyusul
banyaknya permasalahan yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu
diantaranya yakni diberhentikan jadi sopir angkot. Kapolsek Banjar, Kompol.
Suwignyo melalui Panit I Rekrim Polsek Banjar, Aipda Nur Roozi mengatakan,
korban diduga meninggal dunia itu akibat over dosis setelah minum oplosan
alkohol murni pencuci luka yang minuman energi.
“Diduga yang minum oplosan itu
hanya sendiri saja. Kendati itu, kami terus melakukan pengawasan perkembangan
kasus tersebut,” kata Aipda Nur Rozi, Minggu (2/3/2014). Berdasarkan
keterangan dokter Jaga, dr.Marisa, korban meninggal dunia akibat minum alkohol
murni. Pihak keluarga korban menyatakan sudah menerima permasalahan tersebut
sebagai takdir. (Ab@h=KP-Online
