" Kejujuran,.. Integritas,.. Kerjasama,.. Hirarki, . . Loyalitas,... . . ."ds

Rabu, 17 September 2014

Suporter Persis Solo Mengamuk di Jalur Ciamis- Banjar

Setelah kocar- kacir saat mendapat hadangan dan perlawanan dari suporter Ciamis, hingga salah satu Bus yang ditumpangi suporter Persis Solo mengalami kecelakaan di perempatan Pasar Ciamis, Selasa (16/09/2014) malam, ternyata mereka mengamuk dan melakukan aksi balasan di tempat lain.
Saat melintas di jalur Ciamis- Banjar, suporter Persis Solo yang menumpangi rombongan Bus dan truk bantuan dari Polres Ciamis, melempari sejumlah kendaraan yang berplat nomor D dan Z, tepatnya di daerah Bojong, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis. Selain kendaraan, warga pun tak luput dari amukan mereka.
Akibatnya, mobil Honda CR-V dengan nopol D 1385 RD milik Tamrin, warga Limbangan Kabupaten Garut, menjadi korban aksi pelemparan batu tersebut. Mobil naas itu kaca depannya pecah dan salah satu penumpangnya terkena lemparan batu.
Menurut Tamrin, saat melintas di daerah Bojong Cijeungjing, mobil yang dikendarainya berpapasan dengan rombongan Bus dan Truk yang ditumpangi suporter Persis Solo. “ Tiba-tiba dari dalam Bus rombongan tersebut, ada orang yang melempar batu ke arah mobil saya. Tak hanya kaca mobil pecah, tetapi wajah ibu saya pun terkena lemparan batu hingga mengalami luka,” katanya, saat ditemui di Alun-alun Ciamis, tadi malam.
Tamrin pun mengaku bingung harus meminta pertanggungjawaban kepada siapa untuk mengganti kerugian akibat insiden tersebut. “ Saya sudah melaporkan kejadian ini ke Polsek Cijeungjing. Dan saya akan mencoba meminta ganti rugi ke Panpel PSGC Ciamis sebagai pihak penyelenggara pertandingan tersebut,” ujarnya.
Selain itu, suporter Persis Solo pun melakuan aksi pelemparan batu saat melintas di jalan Pabuaran Kelurahan Cigembor, Kecamatan Ciamis. Saat suporter Ciamis menghadang mereka di perempatan Pasar Ciamis, kemudian pihak kepolisian mengevakuasi suporter Persis Solo dengan menggunakan truk dan melewati jalan Lingkar Selatan via jalan Cigembor.
Hal itu dilakukan untuk menghindari bentrok susulan dengan suporter Ciamis. Namun, saat dievakuasi, suporter Persis Solo malah berulah. Di sepanjang jalan Cigembor, mereka melakukan pelemparan batu terhadap warga.
Akibatnya, Iwa Kartiwa, warga Desa Panyingkiran, Kecamatan Ciamis, mengalami luka di bagian kepala setelah mendapat lemparan batu dari kelompok suporter Solo. Saat itu, Iwa tengah mengendarai sepeda motor dan melintas di jalan Cigembor. Tiba-tiba dari arah berlawanan datang sebuah mobil truk yang bermuatan rombongan suporter Solo.
“Saya langsung dilempar oleh batu sebanyak 2 kali. Hingga saya jatuh tersungkur setelah mendapat hantaman batu tersebut,” katanya, saat ditemui di RSUD Ciamis, tadi malam. Akibat kejadian itu, dia harus mendapat 16 jaitan di bagian kepala.

Bus Suporter Persis Solo Alami Kecelakaan Saat Bentrok di Ciamis

Bentrok antara suporter PSGC Ciamis dengan Persis Solo kembali terjadi saat 6 Bus Parawisata yang ditumpangi suporter tamu melintas di depan Pasar Ciamis, Selasa (16/09/2014) malam. Pemicunya, lagi-lagi dimulai oleh suporter Persis yang saat itu menembakan petasan kembang api dari dalam Bus ke arah kerumunan massa yang berada di depan ruko Pasar Ciamis.
Menurut Husen Maharaja, warga Ciamis, yang saat itu berada di lokasi kejadian, ketika 6 Bus Parawisata melintas di depan ruko Pasar Ciamis, tiba-tiba dari dalam Bus menembakan petasan kembang api ke arah kerumanan massa. Sontak saja, kerumunan massa yang didominasi suporter PSGC Ciamis itu langsung melakukan aksi balasan.
Aksi penghadangan pun terjadi di perempatan Toko Netral atau tepatnya di depan Pasar Ciamis. Secara bergelombang kerumuanan massa dari suporter Ciamis dan warga yang jumlahnya hampir ribuan berkumpul di perempatan tersebut. Satu persatu Bus yang ditumpangi suporter Persis tak luput dari lemparan batu. Hampir seluruh kaca Bus yang melintas pecah.
Nasib sial menimpa rombongan suporter Persis yang menumpangi Bus Timbul Jaya dengan nopol AD 1456 AG. Bus yang melintas pada rombongan ketiga ini, menabrak trotoar jalan hingga terperosok dan menambrak kios bunga yang berada di perempatan tersebut.
Menurut Husen, penyebab Bus naas itu hingga mengalami kecelakaan, akibat sopir terkena lemparan batu saat melaju dalam kecepatan tinggi. Saat itu Bus tersebut tiba-tiba oleng dan kemudian menabrak trotoar hingga akhirnya terperosok menabrak sebuah kios bunga.
“Saat Bus mengalami kecelakaan, seluruh penumpangnya sempat keluar dan langsung dikejar oleh warga dan suporter Ciamis yang sudah berkerumun. Namun beruntung, pihak kepolisian sigap mengamankan suporter Persis dan menghalau warga dan suporter Ciamis yang khendak melakukan penyerangan,” ungkapnya.
Sementara itu, dari pantauan HR di lapangan, Bus naas tersebut mengalami kerusakan hampir di seluruh bagian. Selain seluruh kaca pecah, juga body depan mengalami kerusakan yang cukup parah akibat benturan yang sangat keras.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kecelakan tersebut. Hanya, sang sopir mengalami luka-luka akibat lemparan batu dan benturan saat menabrak trotoar.
Saat melakukan evakuasi terhadap Bus naas tersebut, sempat mengalami kesulitan. Pasalnya, posisi Bus sudah naik ke atas trotoar dan sudah masuk ke areal sebuah kios bunga. Mobil derek yang diterjunkan untuk mengevakuasi Bus naas itu pun mengalami kesulitan saat khendak menurunkan posisi Bus ke bawah trotoar.
Hingga pukul 01. 00 WIB, dini hari tadi, tim evakuasi belum berhasil menurunkan Bus naas itu ke bawah trotoar.(Ab@h** /HR-Online.

Diwarnai Keributan Suporter, PSGC Ciamis Ditahan Persis 1-1


Langkah PSGC Ciamis untuk mendapat tiket ke semifinal kompetisi Divisi Utama tampaknya berat setelah pada laga kandang melawan Persis Solo berakhir imbang dengan skor 1-1, pada babak 16 besar Divisi Utama, di Stadion Galuh Ciamis, Selasa (16/09/2014). Bahkan. hasil ini semakin membenamkan posisi Laskar Galuh di posisi juru kunci klasemen sementara Grup K.
Dari jalannya laga, di menit awal babak pertama skuad Laskar Galuh langsung melakukan inisiatif menyerang. Alhasil, di menit kedua PSGC langsung mendapat peluang emas melalui sundulan Eko. Namun sayang, sundulannya masih bisa ditepis penjaga gawang Persis Solo, Agung Prasetya.
Sepanjang babak pertama, kedua tim terlihat bermain ngotot. Pasalnya, sama-sama ingin meraih poin penuh. Namun sayang, pada menit ke 17 wasit memberhentikan pertandingan karena terlihat terjadi aksi lempar antar dua pendukung suporter.
Setelah melihat kondisi sudah tak terkendali, sejumlah aparat keamanan dari Polres Ciamis dan TNI diterjunkan untuk melerai keributan suporter. Akhirnya, keributan pun mereda dan pertandingan kembali digelar setelah terhenti selama 28 Menit.
Setelah pertandingan dilanjutkan, terlihat skuad PSGC Ciamis terus melakukan serangan. Namun sayang, serangan yang dibangun anak-anak Ciamis dapat dipatahkan oleh lini pertahanan Persis Solo.
Para pemain PSGC Ciamis tidak patah semangat untuk memenangkan pertandingan. Akhirnya, di menit 43, M Arozi berhasil mencetak gol lewat tendangan kerasnya yang mengarah ke sisi kiri gawang. Skor pun berubah 1-0 untuk keunggulan PSGC Ciamis. Sampai pluit babak pertama dibunyikan, skor tetap 1-0 untuk keunggulan PSGC.
Memasuki babak kedua, skuad PSGC langsung memberikan tekanan ke kubu lawan. Namun serangannya selalu dipatahkan oleh lini pertahanan Persis.
Sebaliknya, Persis Solo lebih mengandalkan umpan-umpan balap dengan strategi serangan balik. Dan akhirnya di menit ke 63, petaka datang ke gawang PSGC. Bayu Nugroho berhasil membobol gawang PSGC sekaligus mengubah skor menjadi 1-1.
Setelah kedudukan 1-1, membuat motivasi pemain PSGC meningkat. Serangan demi serangan terus dibangun. Namun peluang yang tercipta tidak ada satupun yang berhasil dikonversi menjadi gol. Sampai pluit babak kedua dibunyikan, tidak merubah keadaan tetap 1-1.
Setelah pertandingan usai, kembali terjadi aksi saling lempar antar suporter dari Ciamis dan Solo. Dari informasi yang diperoleh di lapangan, ada beberapa suporter dari Ciamis dan Solo yang mengalami luka-luka akibat terkena lemparan batu.

Bentrok Antar Suporter Pecah Usai Laga PSGC Ciamis Kontra Persis Solo

Setelah terjadi bentrok antara suporter PSGC Ciamis dengan Persis Solo, di babak pertama, hingga laga sempat dihentikan selama 28 menit, ternyata kembali pecah usai laga yang berakhir imbang 1-1, di Stadion Galuh Ciamis, Selasa (16/09/2014) sore.
Dari informasi yang dihimpun di lapangan, bentrok antar suporter ini berawal dari saling ejek ketika kedua kubu pendukung memberikan dukungan langsung di stadion. Tiba-tiba pendukung Persis Solo yang berada di tribun timur melemparkan batu ke arah kerumunan suporter Balad Galuh Ciamis yang berada di tribun selatan.
Mendapat serangan batu, suporter Ciamis pun tidak terima. Akhirnya bentrokan pun pecah saat laga babak pertama baru berjalan 17 menit. Melihat situasi yang semakin tidak terkendali, akhirnya wasit menghentikan pertandingan selama 28 menit.
Aparat gabungan dari Polres Ciamis dan Kodim Ciamis langsung melerai keributan. Setelah bentorkan bisa diredam, kemudian wasit kembali melanjutkan pertandingan.
Meski keributan sudah dilerai, aksi saling ejek antar dua pendukung suporter ini terus terjadi sepanjang laga. Puncaknya, ketika laga usai, pendukung Persis Solo langsung turun ke lapangan kembali melakukan penyerangan ke suporter Ciamis. Aparat keamanan pun kembali bergerak dan menghalau kedua kubu suporter yang akan melakukan bentrok di dalam stadion.

Suporter Ciamis yang berseragam Balad Galuh dan Viking Galuh ini mencoba melakukan aksi balasan dengan mengejar pendukung Persis Solo. Namun, upaya mereka dihadang oleh aparat keamanan yang menjaga ketat suporter tamu. Supoter Persis Solo dikumpulkan di lapangan dan suporter Ciamis dihalau untuk keluar stadion.
Ketika berada di luar stadion, suporter Ciamis pun sempat menunggu kelurnya suporter Persis. Namun, lagi-lagi aparat keamanan membubarkan kerumanan suporter Ciamis yang akan melakukan aksi balasan terhadap suporter tamu.
Akhirnya, suporter Ciamis melampiaskan kekesalannya dengan merusak kendaraan milik suporter Persis Solo yang terparkir di halaman Gedung GGT Ciamis. Akibatnya, belasan mobil dan puluhan motor milik suporter tamu mengalami kerusakan.
Dari informasi yang dihimpun di lapangan, aksi pengrusakan kendaraan suporter tamu oleh suporter Ciamis tidak hanya karena keributan di dalam stadion, tetapi dipicu juga oleh tindakan suporter Persis Solo yang melakukan pengrusakan terhadap fasilitas Stadion Galuh.
Suporter Persis Solo melakukan pengrusakan terhadap keramik yang terpasang di tempat duduk penonton yang berada di tribun timur. Keramik yang dirusak itu dijadikan senjata untuk melempar kerumunan suporter Ciamis.
Setelah dua jam berselang, ribuan pendukung Persis Solo yang tertahan di dalam stadion secara bertahap dikelurkan oleh aparat keamanan. Rombongan pertama yang keluar adalah suporter yang menggunakan Bus Parawisata.
Ternyata, suporter Ciamis menunggu mereka di sepanjang jalur Ciamis- Banjar. Bentrokan pun kembali pecah di perempatan toko netral atau depan Pasar Ciamis dan berlanjut hingga ke perempatan Kodim. Dikabarkan, 6 Bus yang ditumpangi pendukung Solo dilempari batu saat melintas dari Pasar Ciamis hingga perempatan Kodim.
Pecahan kaca mobil pun berserakan di sepanjang jalan mulai dari Pasar Ciamis hingga ke jalur Ciamis- Banjar. Bahkan, satu Bus yang ditumpangi rombongan suporter Solo menabrak trotoar jalan hingga akhirnya menabrak sebuah kios bunga yang berada di perempatan toko Netral atau depan Pasar Ciamis.
Menurut Apoy, salah seorang suporter Ciamis, pihak yang memulai memancing keributan adalah suporter Persis Solo yang tergabung dalam kelompok suporter Casual Solo. “ Mereka yang memulai melakukan pelemparan ke kerumunan suporter Ciamis,” katanya, usai pertandingan.
Apoy mengatakan, kelompok suporter Persis Solo yang tergabung dalam kelompok Pasoepati justru tidak terlibat bentrok dengan suporter Ciamis saat berada di dalam stadion.
”Hanya, ketika suporter Ciamis marah, mereka tidak tahu mana suporter Pasoepati dan mana suporter Casual Solo. Memang banyak dari suporter Ciamis yang tidak mengetahui adanya perbedaan kelompok suporter di tubuh pendukung Persis Solo. Makanya, Pasoepati pun terkena sasaran amukan suporter Ciamis,” terangnya. (Ab@h**=HR-Online.