" Kejujuran,.. Integritas,.. Kerjasama,.. Hirarki, . . Loyalitas,... . . ."ds

Sabtu, 07 Maret 2015

Butuh Sarana Penyeberangan

Lalu lintas Ciamis kian padat. Rata-rata kendaraan yang melintas melaju dengan kecepatan cukup tinggi. Salah satunya di Jalan Jenderal Sudirman, depan Polres Ciamis, dimana terdapat beberapa sekolah di dekatnya. Salah satunya SDN 2 Sindangrasa yang berseberangan dengan Mapolres Ciamis.

Kondisi lalu lintas yang padat dianggap membahayakan para pelajar yang setiap pagi dan siang menyeberang jalan. Guru SDN 2 Sindangrasa Endang Suyatman meminta pemerintah mulai memikirkan pembangunan jembatan penyeberangan untuk menjaga keselamatan pejalan kaki. “Tiap hari anak-anak itu nyeberang di jalur cepat, sehingga terancam keselamatanya. Saya khawatir bila tidak terpantau anak-anak nyeberang sendiri,” ujarnya kemarin (6/3/2015).

Dia mengaku setiap pagi selalu menyempatkan diri menyeberangkan anak didiknya. Juga setiap pukul 09.30 saat bubar anak-anak kelas 1, 2 dan pada pukul 12.10 menyeberangkan anak-anak kelas 4, 5 dan 6. Aktivitas seperti itu sudah dilakukan selama dua tahun. “Saya lakukan itu demi keselamatan anak-anak,” tuturnya.

Menurutnya, sebelumnya sudah hampir tujuh orang siswa SD keserempet mobil dan motor ketika menyeberang di jalur tersebut. Jumlah itu belum ditambah siswa dari sekolah lain yang sama-sama ada di jalur tersebut seperti SMKN 1 dan sekolah lain. “Sudah saatnya ada jembatan layang untuk penyeberangan para pelajar agar lebih nyaman,” ungkap Endang.

Dia mencontohkan Kota Banjar sudah memiliki jembatan penyeberangan untuk para pelajar. Sarana itu dinilai akan membuat pejalan kaki lebih aman dan nyaman. Ciamis dilalui jalur nasional yang menghubungkan Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah. Sudah seharusnya memiliki jembatan penyeberangan untuk keselamatan pelajar dan pejalan kaki lain. “Sudah pantas ada jembatan layang guna keamanan anak-anak,” kata dia.


Yuyun (30), orang tua murid SDN 2 Sindangrasa mengaku sering merasa waswas ketika menanti anaknya pulang sekolah. Dia khawatir sang anak menyeberang sendiri di tengah padatnya kendaraan di Jalan Jenderal Sudirman. “Harapan saya juga ada jembatan layang agar lebih nyaman lagi anak menyeberang. Tidak khawatir akan ketabrak kendaraan,” singkat dia.(Ab@h ** / isr)