Lalu lintas Ciamis kian padat. Rata-rata kendaraan yang
melintas melaju dengan kecepatan cukup tinggi. Salah satunya di Jalan Jenderal
Sudirman, depan Polres Ciamis, dimana terdapat beberapa sekolah di dekatnya.
Salah satunya SDN 2 Sindangrasa yang berseberangan dengan Mapolres Ciamis.
Kondisi lalu lintas yang padat dianggap membahayakan para
pelajar yang setiap pagi dan siang menyeberang jalan. Guru SDN 2 Sindangrasa
Endang Suyatman meminta pemerintah mulai memikirkan pembangunan jembatan
penyeberangan untuk menjaga keselamatan pejalan kaki. “Tiap hari anak-anak itu
nyeberang di jalur cepat, sehingga terancam keselamatanya. Saya khawatir bila
tidak terpantau anak-anak nyeberang sendiri,” ujarnya kemarin (6/3/2015).
Dia mengaku setiap pagi selalu menyempatkan diri
menyeberangkan anak didiknya. Juga setiap pukul 09.30 saat bubar anak-anak
kelas 1, 2 dan pada pukul 12.10 menyeberangkan anak-anak kelas 4, 5 dan 6.
Aktivitas seperti itu sudah dilakukan selama dua tahun. “Saya lakukan itu demi
keselamatan anak-anak,” tuturnya.
Menurutnya, sebelumnya sudah hampir tujuh orang siswa SD
keserempet mobil dan motor ketika menyeberang di jalur tersebut. Jumlah itu
belum ditambah siswa dari sekolah lain yang sama-sama ada di jalur tersebut
seperti SMKN 1 dan sekolah lain. “Sudah saatnya ada jembatan layang untuk
penyeberangan para pelajar agar lebih nyaman,” ungkap Endang.
Dia mencontohkan Kota Banjar sudah memiliki jembatan
penyeberangan untuk para pelajar. Sarana itu dinilai akan membuat pejalan kaki
lebih aman dan nyaman. Ciamis dilalui jalur nasional yang menghubungkan
Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah. Sudah seharusnya memiliki jembatan
penyeberangan untuk keselamatan pelajar dan pejalan kaki lain. “Sudah pantas
ada jembatan layang guna keamanan anak-anak,” kata dia.
Yuyun (30), orang tua murid SDN 2 Sindangrasa mengaku
sering merasa waswas ketika menanti anaknya pulang sekolah. Dia khawatir sang
anak menyeberang sendiri di tengah padatnya kendaraan di Jalan Jenderal
Sudirman. “Harapan saya juga ada jembatan layang agar lebih nyaman lagi anak
menyeberang. Tidak khawatir akan ketabrak kendaraan,” singkat dia.(Ab@h ** / isr)
