Masyarakat Pangandaran
keluhkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di beberapa SPBU
pascapenurunan harga BBM oleh pemerintah.
Berdasarkan pantauan kami di
beberapa SPBU, Senin, (19/1/2015), banyak warga yang terpaksa kembali lagi
saat mendatangi SPBU tetapi pengelola dan petugas mengatakan stok habis. Bagi
warga yang sudah kadung berada di SPBU dan sangat membutuhkan BBM untuk melanjutkan
perjalanan, dengan terpaksa membeli BBM jenis pertamax yang selisih harganya
lebih mahal dari premium.
Misal diakui Sunarto (35)
salah seorang pengendara. Ia mengatakan dirinya sudah mendatangi beberapa SPBU
di Pangandaran, namun seluruh SPBU yang ada di Pangandaran, Senin, (19/1/2105)
hingga pukul 15.00 WIB semuanya habis.
“Beberapa SPBU yang saya datangi, semuanya
mengaku habis,”ungkapnya.
Dikatakan Sunarto, dirinya
tidak mengerti, disaat BBM jenis premium turun harga tetapi di pasaran malah
menghilang.
“Gimana ini, harga BBM turun
tapi kok malah langka,” tuturnya.
Hal senada dikatakan Heri
(40) salah seorang warga mengatakan, dirinya terpaksa menggunakan pertamax dikarenakan
di semua SPBU di Pangandaran BBM jenis premium habis.
“Terpaksa pakai pertamax,
dari pada motor harus didorong sampai ke tujuan,”ucapnya.
Dirinya berharap, pemerintah
daerah ataupun pihak Pertamina rayon terdekat segera mengatasi masalah
kelangkan BBM jenis premium di wilayah Pangandaran.
“Pemerintah harus bertindak
cepat untuk mengatasi kelangkaan BBM di Pangandaran ini. Dan saya sangat
berharap esok (hari ini) BBM jenis premium kembali normal,”tuturnya berharap.
Sementara itu petugas di
salah satu SPBU yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, kelangkaan BBM
jenis premium disebabkan SPBU mengalami kehabisan stok.
“Stok di kita habis. Mungkin
karena turun harga, jadi masyarakat berbondong-bondong mengisi premium dengan
jumlah yang banyak,” ungkapnya seraya mengatakan, BBM jenis selain premium
terbilang normal.
“Kalau pertamax dan biosolar
tidak mengalami kelangkaan,” tuturnya.(Ab@h**/KP-Online )
