" Kejujuran,.. Integritas,.. Kerjasama,.. Hirarki, . . Loyalitas,... . . ."ds

Rabu, 05 November 2014

SUPIR SERANGAN JANTUNG, TABRAK TIANG LALU MENINGGAL SEKETIKA


Diduga terkena serangan jan­tung, Cucu Hidayat sopir truk warga Kampung Sukasari RT 03/07 Desa Bungursari Kecamatan Bungursari Tasik­malaya oleng dan menabrak tiang telepon di jalan Ban­jar­sari tepatnya depan rumah ma­kan Intan Cikotok, Selasa, (4/11/2014) sekitar pukul 19.30 WIB.
Bahkan, saat warga berusaha mengevakuasi supir, kondisinya sudah terkulai lemas dan tak bergerak sedikit pun. Setelah diperiksa, korban diketahui telah meninggal dunia di lokasi kejadian.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kejadian na­has menimpa Cucu Hidayat (44) yang sedang mengendari truk bernopol Z 9323 melaju dari arah Pangandaran menuju Tasikmalaya. Namun tiba di lokasi kejadian, mobil mendadak oleng ke kiri selanjutnya menabrak tiang telepon hingga rubuh dan menimpa mobil nisan bernopol Z 1116 WF.
Saksi mata Fahrudin (41) me­n­gatakan, saat kejadian ter­sebut dirinya tengah berada di rumah yang kebetulan jarak­nya tidak jauh dari lokasi kejadian. Ia kaget ada truk tiba-ti­ba oleng tanpa kendali dan menabrak tiang.
“Tiang yang tertabrak mobil truk ini langsung roboh dan menimpa sebuah mobil milik salah seorang tamu yang se­dang makan,”ungkapnya.
Ia kembali menuturkan, beberapa detik kemudian orang-orang termasuk tamu yang se­dang makan berhamburan ke luar untuk menyaksikan kejadian tersebut. Selah diketahui ada truk yang menabrak, langsung berupaya menolong sopir namun kondisinya sudah ter­kulai lemah.
“Setelah kami tolong dan dikeluarkan dari da­lam mobil, sopir sudah tidak bernyawa lagi”tutur fahrudin
Kepala Unit Satuan Lalu Lin­tas Polisi Sektor Banjarsari Aiptu Agus dirinya yang da­tang ke lokasi segera mengamankan suasana dan mela­ku­kan olah TKP.
“Sementara jasad sopir, setelah dilakukan identifikasi lalu dibawa ke RSUD Kota Banjar,”katanya
Agus menambahkan dari kronologis kejadian, korban diduga terkena serangan jantung saat sedang membawa truk. Hal itu dilihat saat warga hendak menolong tetapi kondisi sopir tidak ada sedikitpun luka-luka yang berarti.
“Bahkan mobil truk yang ia bawa juga tidak mengalami ke­rusakan yang cukup parah, hanya penyok di bagian depan saja,”ucapnya.(Ab@h**/K-Priangan Online.

Motif Pembunuhan Mayat Dalam Karung di Ciamis, Karena Masalah Utang


Setelah memastikan indentitas mayat tak dikenal yang ditemukan mengembang terbungkus dalam karung, di aliran Sungai Citanduy, tepatnya di Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, jajaran kepolisian Polsek Lakbok Kabupaten Ciamis kemudian bergerak cepat untuk mengusut siapa pelaku pembunuhan tersebut.
Tak perlu waktu lama, polisi pun akhirnya mengantongi identitas si pelaku. Setelah dilakukan pengejaran, pelaku yang diketahui bernama Ade Karna (55), warga Dusun Cikawung RT 33/RW 09 Desa Cintaratu, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, akhirnya berhasil diciduk polisi di rumah temannya di Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap. (Baca juga: Mayat Wanita Dalam Karung Diketahui Warga Lakbok Ciamis)
Kapolsek Lakbok AKP, Edih Permana, membenarkan hal itu. Menurutnya, berbekal dari keterangan saksi dan barang bukti, akhirnya pelaku pembunuhan dengan korban Komoh berhasil ditangkap. “Pelaku adalah tetangga korban,” Kapolsek Lakbok.
Saat diperiksa penyidik, di Mapolsek Lakbok, Ade Karna, pelaku pembunuhan, mengaku motif pembunuhan dilatarbelakangi dari kekesalannya terhadap korban yang sulit membayar utang.
“Dia (korban) punya utang kepada saya sebesar Rp. 1.6 juta. Namun, setelah beberapa kali ditagih, dia sulit membayar utangnya,” katanya.
Saking kesal saat menagih utang selalu tidak berhasil, kata Ade, dirinya pun akhirnya melampiaskan kekesalannya dengan membantingkan batu besar ke kepala korban. Tak hanya itu, pelaku pun mencekik leher korban hingga akhirnya tewas.
“ Waktu itu saya panik, karena tidak menyangka korban sampai tewas,” katanya.
Setelah diketahui korban sudah tak bernyawa, pelaku pun mencoba menghilangkan jejak pembunuhan. Saat itu, dia memasukan korban ke dalam karung dan kemudian diberi pemberat batu besar bekas memukul korban. Hal itu agar mayat korban tenggelam ke dasar Sungai Citanduy.
Kini, pelaku terancam pasal ‎​Pasal 340 jo 338 jo 365 dengan ancaman 20 tahun penjara.

Mayat Wanita Dalam Karung Diketahui Warga Lakbok Ciamis

Seperti yg dimuat sebelumnya, Sesosok mayat wanita tanpa identitas yang saat ditemukan mengembang terbungkus dalam karung, di aliran Sungai Citanduy, tepatnya di Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, akhirnya terkuak. Diketahui mayat tersebut adalah Komoh, warga Dusun Cikawung RT 33/RW 09 Desa Cintaratu, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis.
Kapolsek Lakbok, AKP Edih Permana, mengatakan, setelah ditemukan warga Wanareja Kabupaten Cilacap, Senin (27/10/2014), mayat tanpa identitas itu sempat dimakamkan oleh warga setempat. Pasalnya, setelah disebarluaskan informasi oleh pihak kepolisian, tidak ada satupun warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya.
Namun, sambung Kapolsek Lakbok, AKP Edih Permana, selang beberapa hari kemudian, pihaknya mendapat laporan dari warga Desa Cintaratu Lakbok yang mengaku kehilangan anggota keluarganya.
“Kemudian kita melakukan koordinasi dengan Polsek Wanareja dan Polres Cilacap. Setelah ciri-ciri mayat tak dikenal itu hampir mirip dengan ciri-ciri orang hilang tersebut, akhirnya diputuskan untuk dilakukan pembongkaran makam,” ujarnya, Selasa (04/11/2014).
Setelah dilakukan pembongkaran makam, lanjut Edih, ternyata benar mayat tersebut adalah Komoh warga Dusun Cikawung RT 33/RW 09 Desa Cintaratu, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Akhirnya, mayat korban pun dibawa oleh keluarganya dan dikebumikan di TPU Lakbok.
Sebelumnya, warga Wanareja yang berada di bantaran Sungai Citanduy digegerkan dengan temuan mayat yang mengambang dalam karung. Setelah karung dibuka, ternyata mayat tersebut seorang wanita yang saat ditemukan tanpa identitas.
Setelah disebarluaskan oleh pihak kepolisian Cilacap, tak ada satupun warga yang mengaku kehilangan keluarganya. Setelah dilakukan perundingan, akhirnya disepakati mayat wanita yang sudah membusuk itu dikuburkan di Wanareja.

Menurut Sunaryo, saksi mata, saat memberikan keterangan di hadapan penyidik, sebelum menemukan mayat tersebut, dirinya mencium bau busuk yang menyengat saat tengah memancing di Sungai Citanduy. Setelah dicari sumber bau tersebut, ternyata dari sebuah karung yang mengambang di aliran sungai.
Melihat adanya kejanggalan, Sunaryo pun langsung bergegas melaporkan temuannya itu ke kantor kepolisian setempat. “ Setelah bersama polisi membuka karung tersebut, tampak sesosok mayat wanita dengan kondisi sangat mengenaskan,” pungkasnya. (Ab@h**/HR-Online)