Jembatan ternak di Pasar Ternak Kecamatan Pamarican
ambles. Padahal jembatan sepanjang 30 meter lebar 1,7 meter tersebut barus saja
selesai dibangun.
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Ciamis Wagino Toyib
menyesalkan amblesnya jembatan ternak tersebut.
“Masa baru seminggu selesai dibangun, sekarang sudah
ambles. Ini benar-benar keterlaluan. Ternyata proses pengurugan tanahnya tidak
menggunakan batu split, tapi menggunakan tanah lempung, jelas ambles,” ujar
wagino, Selasa (2/11/2014).
Menurut wagino, pembangunan jembatan didanai dari APBN
tahun 2014 dengan nilai Rp 355 juta merupakan bagian dari program pembangunan
sarana pemasaran hasil ternak kecamatan Pamarican. Namun dalam proses
pembangunannya tidak diawasi dengan ketat oleh instansi terkait.
“Amblesnya jembatan, karena lemah pengawasan dari Dinas
Peternakan dan Perikanan, hanya mengandalkan konsultan yang jarang datang ke
lokasi. Sehingga pengerjaannya asal-asalan,” ujar anggota DPRD dari daerah
pemilihan Pamarican tersebut.
Wagino mengaku sudah menegur secara langsung pekerja
saat proses pembangunan agar berkualitas dan tidak menimbulkan masalah. Namun
teguran demi teguran sama sekali tidak diindahkan.
“Bukan hanya jembatan, saya sempat menegur pembangunan
tembok penahan tebing yang tidak sesuai dengan kondisi saluran air, agar
dibetulkan, namun tidak didengar,” ujar wargono.
Menurutnya, program pembangunan sarana pemasaran hasil
ternak memang sangat bagus dan diharapkan oleh masyarakat.
Namun alangkah baiknya dikerjakan oleh instansi terkait pembangunan
infrastruktur yaitu Dinas Ciptakarya Kebersihan dan Tata Ruang.
“Idealnya dikerjakan oleh Instasi yang bertugas membangun
infrastruktur, sehingga pengawasan pun lebih ketat karena lebih memahami
masalah infrastruktur, ” ujarnya.( Ab@h**/ KP-Online).
