Walau diguyur hujan lebat,
apel upacara bendera dalam rangka memperingati hari Pahlawan 10 Nopember di
lingkup Pemkab Pangandaran, Senin, (10/11/2014) di alun-alun Parigi Kab.
Pangandaran tetap digelar meski tanpa diikuti peserta upacara yang sibuk “ngiuhan”
dari hujan.
Pada prosesi apel upacara yang
dihadiri Kasdim Ciamis Mayor A Suryana, Penjabat Bupati Pangandaran H.
Endjang Naffandy dan jajaran pejabat tinggi lingkup Pemkab Pangandaran
tersebut, terlihat hanya Inspektur Upacara (Irup) dan tamu kehormatan yang
berada di tenda podium terlindungi hujan. Selain mereka, ada pula Paskibra yang
membawakan sekaligus mengibarkan bendera RI merah putih.
Namun, para generasi muda ini
tak seperti tamu undangan yang terlindungi dari hujan, mereka dengan semangat
jiwa kepahlawan membawa dan mengibarkan bendera RI merah putih dengan kondisi
hujan yang terus mengucur dari langit Pangandaran.
Usai apel, Komanda Koramil
Kalipucang Kapten Inf. Erik Sukmana mengatakan, berdasarkan aturan yang ada
bahwa apabila dalam keadaan darurat, upacara peringatan dapat dilakukan seperti
saat itu.
“Walaupun tanpa peserta
upacara, yang penting ada inspektur dan komandan upacara serta pasukan
pengibar bendera,”ujarnya.
Di tempat yang sama Kepala Sub
Bagian Protokoler Setda Kab. Pangandaran Megi R Parlumi S.Sos, pelaksanaan
upacara darurat ini berdasarkan Undang-Undang protokoler. “Acuannya apabila
upacara terpaksa tidak dapat dilaksanakan di lapangan terbuka, pengibaran
bendera merah putih bisa diganti bendera merah putih yang sudah terpasang di
tiang. Tapi kita tetap gelar pengibaran bendera oleh Paskibra meski dalam
kondisi hujan,”ujarnya.
Ia pun menjelaskan,
berdasarkan UU nomor 9 tahun 2010 tentang protokoler pasal 19 yang
berbunyi, tata urutan upacara bendera sebagaimana dimaksud pasal 17 huruf a
sekurang-kurangnya meliputi, pengibaran bendera negara diiringi dengan lagu
kebangsaan Indonesia Raya, mengheningkan cipta, pembacaan naskah
Pancasila, pembacaan pembukaan UUD RI 1945 dan pembacaan doa.
Sementara itu di luar
lapangan, sejumlah masyarakat yang menyaksikan apel upacara tersebut mangaku
salut dengan pasukan pengibar bendera. Meski memang tugasnya mengibarkan
bendera, tetapi para remaja generasi bangsa terlihat tetap semangat
mengibarkan bendera merah putih, padahal cuaca saat itu sedang tidak
bersahabat.
Sekedar mengingati, peringatan
Hari Pahlawan 10 Noepmber yang kerap diperingati rakyat Indonsia untuk
mengenang pertempuran sengit di Surabaya 10 Nopember 1945 pasca terbunuhnya
Brigjen Malaby, pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur, pada 30 Oktober
1945 di Jembatan Merah Surabaya.
Kematian Mallaby ini
menyebabkan pihak Inggris marah kepada pihak Indonesia dan berakibat pada
keputusan pengganti Mallaby, Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh
untuk mengeluarkan ultimatum 10 November 1945 untuk meminta pihak Indonesia
menyerahkan persenjataan dan menghentikan perlawanan pada tentara AFNEI dan
administrasi NICA.
Tetapi ultimatum itu tak
digubris rakyat Indonesia, sehingga terjadilah perang sengit selama sejarah
perjuangan bangsa Indonesia melawan kolonia.( Ab@h**/KPriangan Online )
