" Kejujuran,.. Integritas,.. Kerjasama,.. Hirarki, . . Loyalitas,... . . ."ds

Rabu, 10 Februari 2016

Jalan Menuju Ciamis Utara Terancam Putus



Jalan poros utama jurusan Ciamis utara di antaranya Kecamatan Cikoneng, Sadananya, Cipaku, Kawali dan sekitarnya terancam putus. Hal itu disebabkan sebagian badan jalan longsor, akibat ambrolnya tebing Jembatan Cihantapheulang di Desa Kujang, Kecamatan Cikoneng.

Pantuan di lokasi, Selasa (9/2/2016) bagian sayap atau tembok jembatan Sungai Cihantapheulang berikut tebing di sisinya longsor. Sebagian badan jalan yang selama ini menjadi jalur angkutan umum juga ambrol.

Menilik bentuknya, jembatan tersebut merupakan bangunan lama. Setidaknya dapat dilihat dari bentuk bangunannya melengkung dari tembok.

Pada sisi bagian tebing yang sudah longsor, terdapat beberapa titik terdapat retakan baru, sehingga dikhawatirkan retakan tersebut bakal semakin lebar hingga rawan terjadi ambol susulan. Sebagian badan jalan di wilayah Dusun Cibodas itu longsor, dan material longsoran hanyut terbawa air sungai Cihantapheulang.

Mengantisipasi kerusakan lebih parah, kendaraan berat atau truk dilarang lewat. Hanya mobil kecil seperti angkutan kota dan sejenisnya yang masih diperbolehkan melintas. Di dekat tebing longsor sudah dipasang rambu dan penghalang.

Wahyudin (54) warga Desa Kujang mengyungkapkan, ambrolnya Jembatan Hantapheulang, terjadi pada Hari Minggu ( 7/2/2016), sekira pukul 4.00 WIB. Kejadian itu berlangsung paska wilayah tersebut diguyur hujan semalaman.

"Beruntung kejadiannya pagi hari, sehingga tidak ada kendaraan lewat. Jalan tersebut temasuk padat kendaraan, karena jalan posos menuju beberapa kecamatan lain. Jembatan itu bangunan lama," ungkapnya.

Dia khawatir arus lalulintas di wilayah terseutakan terputus. Hal itu disebabkan karena sebagian badan jalan terbawa longsor. Mengantisipasi agar tidak semakin rawan, kendaraan berat dilarang melintas.

"Hanya mobil kecil masih bisa lewat. Itu pun harus hati-hati. Kami berharap jembatan segera diperbaiki," tutur Wahyudin.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Dinas Binamarga Ciamis, Taufik Gumilar mengungkapkan Jembatan Hantapheulang merupakan bangunan lama. Pihaknya juga sudah melakukan survei tentang kondisi badan jembatan.

"Kami belum lama melakukan survei lapangan melihat kondisi jembatan tersebut. Bangunan jembatan sudah sangat lama, terlihat dari fisik bangunan jembatan yang masih setengah lingkaran dan tembok," ungkapnya.

Dia mengaku khawatir, apabila jalan poros menuju Ciamis utara, di antaranya Kecamatan Sadananya dan sekitarnya terancam putus. Hal itu disebabkan hingga saat ini proses pergerakan tanah masih berlangsung. mengantisipasi agar tidak semakin parah, kendaraan berukuran besar, dilarang lewat.

"Bisa dikatakan jalan posos tersebut terancam putus, karena sebagian badan jalan ikut terbawa longsor. Jalan tersebut juga jalur perekonomian warga," tuturnya.

Sementara itu, Bupati Ciamis Iing Syam Arifin dalam peninjauannya Selasa ( 9/2/2016) mengatakan bahwa perbaikan jembatan tersebut harus menjadi prioritas. Selain merupakan urat nadi perekonomian, banyak anak sekolah yang melintas jembatan Hantapheulang.

"Jembatan sudah tua, lama sekali. perbaikannya harus mendapat prioritas, karena merupakan akses jalan penting masyarakat," katanya.

Bupati Ciamis Iing Syam Arifin menambahkan, Jembatan Hantapheulang termasuk salah satu jembatan yang masuk dalam perencanaan perbaikan. Hanya saja sebelum dilakukan perbaikan, terlebih dahulu longsor. "harusmasuk prioritas, karena darurat. Selain itu keberadaan jembatan tersebut juga sangat penting, karena juga urat nadi perekonomian masyarakat," tuturnya.