Jalan poros utama jurusan
Ciamis utara di antaranya Kecamatan Cikoneng, Sadananya, Cipaku, Kawali dan
sekitarnya terancam putus. Hal itu disebabkan sebagian badan jalan longsor,
akibat ambrolnya tebing Jembatan Cihantapheulang di Desa Kujang, Kecamatan Cikoneng.
Pantuan di lokasi, Selasa
(9/2/2016) bagian sayap atau tembok jembatan Sungai Cihantapheulang berikut
tebing di sisinya longsor. Sebagian badan jalan yang selama ini menjadi jalur
angkutan umum juga ambrol.
Menilik bentuknya, jembatan
tersebut merupakan bangunan lama. Setidaknya dapat dilihat dari bentuk
bangunannya melengkung dari tembok.
Pada sisi bagian tebing yang
sudah longsor, terdapat beberapa titik terdapat retakan baru, sehingga
dikhawatirkan retakan tersebut bakal semakin lebar hingga rawan terjadi ambol
susulan. Sebagian badan jalan di wilayah Dusun Cibodas itu longsor, dan
material longsoran hanyut terbawa air sungai Cihantapheulang.
Mengantisipasi kerusakan lebih
parah, kendaraan berat atau truk dilarang lewat. Hanya mobil kecil seperti
angkutan kota dan sejenisnya yang masih diperbolehkan melintas. Di dekat tebing
longsor sudah dipasang rambu dan penghalang.
Wahyudin (54) warga Desa
Kujang mengyungkapkan, ambrolnya Jembatan Hantapheulang, terjadi pada Hari
Minggu ( 7/2/2016), sekira pukul 4.00 WIB. Kejadian itu berlangsung paska
wilayah tersebut diguyur hujan semalaman.
"Beruntung kejadiannya
pagi hari, sehingga tidak ada kendaraan lewat. Jalan tersebut temasuk padat
kendaraan, karena jalan posos menuju beberapa kecamatan lain. Jembatan itu
bangunan lama," ungkapnya.
Dia khawatir arus lalulintas
di wilayah terseutakan terputus. Hal itu disebabkan karena sebagian badan jalan
terbawa longsor. Mengantisipasi agar tidak semakin rawan, kendaraan berat
dilarang melintas.
"Hanya mobil kecil masih
bisa lewat. Itu pun harus hati-hati. Kami berharap jembatan segera
diperbaiki," tutur Wahyudin.
Kepala Bidang Jalan dan
Jembatan, Dinas Binamarga Ciamis, Taufik Gumilar mengungkapkan Jembatan
Hantapheulang merupakan bangunan lama. Pihaknya juga sudah melakukan survei
tentang kondisi badan jembatan.
"Kami belum lama
melakukan survei lapangan melihat kondisi jembatan tersebut. Bangunan jembatan
sudah sangat lama, terlihat dari fisik bangunan jembatan yang masih setengah
lingkaran dan tembok," ungkapnya.
Dia mengaku khawatir, apabila
jalan poros menuju Ciamis utara, di antaranya Kecamatan Sadananya dan
sekitarnya terancam putus. Hal itu disebabkan hingga saat ini proses pergerakan
tanah masih berlangsung. mengantisipasi agar tidak semakin parah, kendaraan
berukuran besar, dilarang lewat.
"Bisa dikatakan jalan
posos tersebut terancam putus, karena sebagian badan jalan ikut terbawa
longsor. Jalan tersebut juga jalur perekonomian warga," tuturnya.
Sementara itu, Bupati Ciamis
Iing Syam Arifin dalam peninjauannya Selasa ( 9/2/2016) mengatakan bahwa
perbaikan jembatan tersebut harus menjadi prioritas. Selain merupakan urat nadi
perekonomian, banyak anak sekolah yang melintas jembatan Hantapheulang.
"Jembatan sudah tua, lama
sekali. perbaikannya harus mendapat prioritas, karena merupakan akses jalan
penting masyarakat," katanya.
Bupati Ciamis Iing Syam Arifin
menambahkan, Jembatan Hantapheulang termasuk salah satu jembatan yang masuk
dalam perencanaan perbaikan. Hanya saja sebelum dilakukan perbaikan, terlebih
dahulu longsor. "harusmasuk prioritas, karena darurat. Selain itu
keberadaan jembatan tersebut juga sangat penting, karena juga urat nadi
perekonomian masyarakat," tuturnya.
