" Kejujuran,.. Integritas,.. Kerjasama,.. Hirarki, . . Loyalitas,... . . ."ds

Jumat, 10 Juli 2015

Polres Ciamis Bentuk Timsus Mudik

Untuk Mengatur Arus Lalu Lintas
Selama pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2015, Polres Ciamis akan menyiagakan tim khusus (timsus) untuk merespon setiap peristiwa di jalur mudik. Baik keamanan maupun gangguan lalu lintas yang terjadi pada jalur Ciamis-Pangandaran. Timsus terdiri dari tim reaksi cepat dan tim urai kemacetan.

“Kita sudah menyiapkan tim khusus untuk mengantipasi dan mengatasi semua potensi gangguan baik kamseltibcarlantas (Keamanan Keselamatan Ketertiban Kelancaran Lalulintas ) maupun kamtibmas ( Keamanan Ketertiban Masyarakat ) dengan membentuk tim khusus,” ujar Kapolres Ciamis AKBP Hari Santoso S.Ik, usai gelar pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2015 di Alun-Alun Ciamis kamis (9/7/2015).

Kapolres Ciamis menjelaskan tim reaksi cepat terdiri dari 15 anggota Satuan Reskrim, sedangkan tim pengurai kemacetan terdiri dari 15 anggota Satuan Lalu Lintas. Tim tersebut akan mendukung sepeda motor Kawasaki KLX untuk mempercepat pergerakan. “Apabila terjadi kemacetan di satu titik, dengan tim urai bisa langsung dengan cepat mendatangi titik kemacetan untuk membantu mengurai kemacetan,” ungkapnya.

Jumlah personel yang diterjunkan mencapai 2/3 kekuatan atau sekitar 760 personel. Dibantu sejumlah anggota dari Kodim 0613, Satpol PP dan Dishubkominfo. Untuk pemantauan, kepolisian telah mendirikan 83 pos gatur dan pos pemantau di sepanjang jalur mudik dan balik.
“Kita sudah memberikan imbauan dan melakukan penjagaan di titik itu,” jelasnya.

Hari mengimbau masyarakat yang akan mudik menitipkan rumah mereka kepada orang terdekat dan melapor kepada aparata desa atau kepolisian. Hal itu untuk memudahkan kepolisian melakukan patroli keamanan.
“Setelah mendapat laporan, tentunya kita bisa memetakan wilayah mana saja yang bisa kita laksanakan patroli. Jangan lupa mematikan tempat atau hal yang bisa menimbulkan kebakaran, seperti kompor dan jaringan listrik,” tandasnya.

Sementara itu Satuan Lalu Lintas Polres Ciamis juga mulai memasang sarana dan prasarana (Sarpras) penunjang arus mudik dan balik. Pemasangan dimulai dari Cihaurbeuti hingga Kecamatan Cisaga. “Kami imbau para pengguna jalan mematuhi rambu-rambu dan papan imbauan yang telah dipasang,” ujar Kanit Dikyasa Polres Ciamis Ipda Dian Susila S.Sos.

Kanit Dikyasa mengatakan jalur Sindangkasih saat ini telah dibuat satu jalur. Sebaliknya kendaraan dari arah Ciamis menuju Sindangkasih harus berbelok ke arah jalan baru menuju Tasikmalaya. Sejumlah traffic cone, water barier dan bendera kecil juga telah dipasang di semua pertigaan dan perempatan. “Kami di sana pasang tolo-tolo serta penunjuk arah Bandung, Garut dan Tasikmalaya,” terang dia.

Kanit Dikyasa mengimbau pengendara tidak saling mendahului karena jalan tidak terlalu lebar untuk jalur dua arah menuju Ciamis. Sejumlah tanjakan juga perlu diwaspadai karena sering ada truk mogok di tengah. Kondisi itu bisa membahayakan pengendara lain di belakangnya dan akan membuat arus menjadi macet. “Saya berharap (pengendara) bisa tertib berlalu lintas,” tuturnya.


Selain tanjakan, aspal di sejumlah titik juga kurang bagus. Ada yang bergelombang dan berlubang. Kondisi jalan yang buruk itu harus diwaspadai agar tidak membahayakan pengendara. “Ciamis salah satu jalur yang memang menjadi rawan kecelakaan, untuk itu selalu tingkatkan kewaspadaan,” tuturnya. ( Ab@h**/isr)