Nasib naas menimpa Bahri (
85), warga Dusun Desa RT 3 RW 1 Desa Bunter, Kecamatan Sukadana Kabupaten
Ciamis, tewas mengenaskan di dalam kamar rumah miliknya dengan kondisi sekujur
tubuhnya sudah gosong, Jumat (26/6/2015) sekitar pukul 10.15 WIB. Penyebabnya diduga saat api
membakar rumahnya, korban tidak sempat menyelamatkan diri.
Saat pertama kali ditemukan,
korban masih dalam keadaan sujud di atas ranjang tempat tidur.
Salah seorang waraga setempat
Ahmad,menjelaskan, selama ini korban yang sudah tampak pikun tersebut hanya
tinggal sendiri di rumah semi permanen miliknya. Istri korban sudah beberapa
tahun meninggal.
Saat peristiwa kebakaran
terjadi, ia mengaku sedang siap-siap akan berangkat ke masjid untuk
melaksanakan salat Jumat, melihat ada kepulan asap hitam dari arah bagian
dapur rumah milik korban. Tak lama kemudian, asap itu
langsung disertai dengan api yang membumbung tinggi. Karena terbawa angin api
langsung membesar dan merambat ke semua bagian rumah.
“Kami mengira pak Bahri tidak
berada di dalam rumah, karena pada biasanya ketika jam- jam segitu suka
bepergian. Bahkan sebelumnya juga sempat hilang karena lupa jalan pulang, “
jelasnya.
Warga mencoba untuk
memadamkan api dengan alat apa adanya. Namun alangkah terkejutnya, saat api
sudah padam, warga menemukan tubuh korban gosong di atas ranjang.
Kapolsek Sukadana, Iptu, Agus
Badrudin, membenarkan, telah terjadi kebakaran satu unit rumah permanen ukuran
12 x 6 milik Bahri ( 85), warga Dusun Desa Desa Bunter.
Akibat kejadian itu kata Kapolsek,
satu orang korban yakni pemilik rumah tewas seketika. Korban yang selama ini
tinggal sendirian di rumahnya diduga sudah mengalami pikun, sehingga ketika
rumahnya terbakar tidak bisa menyelamatkan diri.
“Untuk penyelidikan lebih
lanjut terkait peristiwa itu, kini kami telah melimpahkan ke pihak Polres
Ciamis,” ucapnya.
Sementara jenazah korban, pada
saat itu juga langsung dilakukan pemeriksaan oleh tim medis dan tim forensik
dari Polres Ciamis. Setelah semua beres jenazah
diserahkan ke keluargnya untuk dimakamkan.
Mayat tak Dikenal Ditemukan Terapung di Sungai Cijulang Pangandaran.
Sementara itu sesosok mayat laki-laki tanpa identittas ditemukan
terapung di Sungai Cijulang, tepatnya di Blok Kanari, Dusun Sanghiyangkalang,
Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Sabtu (27/06/2015),
sekitar pukul 14.30 WIB. Penemuan mayat ini sontak membuat geger warga sekitar.
Dari informasi yang dihimpun, mayat pertama kali
ditemukan oleh 3 orang nelayan, yakni Beben (40), Aris Bahtiar (26) dan Sapjan
Rahmat (37). Saat itu, ketiga nelayan itu menggunakan perahu dari Sungai
Cijulang arah Mandala menuju ke arah Pantai Bojongsalawe. Namun, mereka
dikagetkan ketika melihat benda mirip boneka terapung di aliran sungai.
“Kami mencoba mendekati benda yang terapung itu. Ketika
dilihat dari dekat, ternyata benda itu seorang mayat manusia,” kata Beben,
Setelah mendapat temuan mayat, lanjut Beben, dirinya
bersama rekannya langsung melaporkan hal itu ke ke petugas Pintu Tol Gate
Batukaras. “ Petugas pintu tol langsung mengontek Polsek Cijulang,” katanya.
Setelah mendapat laporan, anggota kepolisian dari Polsek
Cijulang pun langsung datang ke lokasi. Mayat yang terapung itu kemudian
dievakuasi dan langsung dibawa ke Puskesmas Cijulang untuk dipulasara.
Kapolsek Cijulang AKP Alan Dahlan, SH, membenarkan adanya
temuan mayat tersebut. Dia mengatakan, dari hasil penyelidikan sementara,
korban tewas diduga akibat tenggelam.
“Hasil pemeriksaan anggota kami bersama tim medis, pada
seluruh bagian tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau
penganiayaan. Makanya, kami menyimpulkan bahwa korban tewas akibat tenggelam,”
katanya, kepada kami.
Setelah beberapa pelapor melihat mayat
korban, tidak ada satupun yang mengaku bahwa mayat itu adalah anggota
keluarganya. Setelah tidak ada yang mengaku, akhirnya mayat korban dikebumikan
di Pemakaman Umum Haurseah, Desa Cijulang, Kecamatan Cijulang, Kabupaten
Pangandaran, sekitar pukul 22.00 WIB, tadi malam.
Kapolsek Cijulang AKP Alan Dahlan, SH,
mengatakan, setelah tidak ada yang mengaku bahwa mayat itu anggota keluarganya,
mayat korban langsung dikebumikan. “Kami terpaksa mengkembumikan mayat korban
karena kondisinya semakin membusuk,” katanya, tadi malam.
Menurut Kapolsek, ciri-ciri mayat tanpa
identitas itu memakai baju kaos berwarna biru, celana warna hitam, tinggi badan
160 cm, umur sekitar 40 tahun, rambut berwarna hitam lurus dan kulit sawo
matang. “ Apabila ada yang merasa kehilangan anggota keluarganya dan
ciri-cirinya seperti itu, silahkan menghubungi Polsek Cijulang,” katanya.
Semetnara itu, Sapjan Rahmat, orang yang
pertama kali menemukan mayat tersebut, mengatakan, dirinya pernah melihat orang
yang mirip dengan korban saat berada di wilayah Nusa Gede.
“Orang ini dulu
pernah bertemu dengan saya di Nusa Gede. Saat ketemu orang ini sepertinya
mengalami sakit jiwa,” katanya, tadi malam.(Ab@h**/HR-Online)

