" Kejujuran,.. Integritas,.. Kerjasama,.. Hirarki, . . Loyalitas,... . . ."ds

Minggu, 28 Juni 2015

DITEMUKAN GOSONG DALAM POSISI SUJUD TEWAS TERBAKAR

Nasib naas menimpa Bahri ( 85), warga Dusun Desa RT 3 RW 1 Desa Bunter, Kecamatan Sukadana Kabupaten Ciamis, tewas mengenaskan di dalam kamar rumah miliknya dengan kondisi sekujur tubuhnya sudah gosong, Jumat (26/6/2015) sekitar pukul 10.15 WIB. Penyebabnya diduga saat api membakar rumahnya, korban tidak sempat menyelamatkan diri.
Saat pertama kali ditemukan, korban masih dalam keadaan sujud di atas ranjang tempat tidur.
Salah seorang waraga setempat Ahmad,menjelaskan, selama ini korban yang sudah tampak pikun tersebut hanya tinggal sendiri di rumah semi permanen miliknya. Istri korban sudah beberapa tahun meninggal.

Saat peristiwa kebakaran terjadi, ia mengaku sedang siap-siap akan berangkat ke masjid untuk melaksanakan salat Ju­mat, melihat ada kepulan asap hitam dari arah bagian dapur rumah milik korban. Tak lama kemudian, asap itu langsung disertai dengan api yang membumbung tinggi. Ka­rena terbawa angin api langsung membesar dan merambat ke semua bagian rumah.
“Kami mengira pak Bahri tidak berada di dalam rumah, karena pada biasanya ketika jam- jam segitu suka bepergian. Bahkan sebelumnya juga sempat hilang karena lupa jalan pulang, “ jelasnya.

Warga mencoba untuk me­madamkan api dengan alat apa adanya. Namun alangkah ter­kejutnya, saat api sudah pa­dam, warga menemukan tubuh korban gosong di atas ranjang.
Kapolsek Sukadana, Iptu, Agus Badrudin, membenarkan, telah terjadi kebakaran satu unit rumah permanen ukuran 12 x 6 milik Bahri ( 85), warga Dusun Desa Desa Bunter.

Akibat kejadian itu kata Kapolsek, satu orang korban yakni pemilik rumah tewas seketika. Korban yang selama ini tinggal sendirian di rumahnya diduga sudah mengalami pikun, sehingga ketika rumahnya terbakar tidak bisa menyelamat­kan diri.
“Untuk penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa itu, kini kami telah melimpahkan ke pihak Polres Ciamis,” ucapnya.
Sementara jenazah korban, pada saat itu juga langsung dilakukan pemeriksaan oleh tim medis dan tim forensik dari Polres Ciamis. Setelah semua beres jenazah diserahkan ke keluargnya un­tuk dimakam­kan.

Mayat tak Dikenal Ditemukan Terapung di Sungai Cijulang Pangandaran.

Sementara itu sesosok mayat laki-laki tanpa identittas ditemukan terapung di Sungai Cijulang, tepatnya di Blok Kanari, Dusun Sanghiyangkalang, Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Sabtu (27/06/2015), sekitar pukul 14.30 WIB. Penemuan mayat ini sontak membuat geger warga sekitar.

Dari informasi yang dihimpun, mayat pertama kali ditemukan oleh 3 orang nelayan, yakni Beben (40), Aris Bahtiar (26) dan Sapjan Rahmat (37). Saat itu, ketiga nelayan itu menggunakan perahu dari Sungai Cijulang arah Mandala menuju ke arah Pantai Bojongsalawe. Namun, mereka dikagetkan ketika melihat benda mirip boneka terapung di aliran sungai.

“Kami mencoba mendekati benda yang terapung itu. Ketika dilihat dari dekat, ternyata benda itu seorang mayat manusia,” kata Beben,

Setelah mendapat temuan mayat, lanjut Beben, dirinya bersama rekannya langsung melaporkan hal itu ke ke petugas Pintu Tol Gate Batukaras. “ Petugas pintu tol langsung mengontek Polsek Cijulang,” katanya.
Setelah mendapat laporan, anggota kepolisian dari Polsek Cijulang pun langsung datang ke lokasi. Mayat yang terapung itu kemudian dievakuasi dan langsung dibawa ke Puskesmas Cijulang untuk dipulasara.

Kapolsek Cijulang AKP Alan Dahlan, SH, membenarkan adanya temuan mayat tersebut. Dia mengatakan, dari hasil penyelidikan sementara, korban tewas diduga akibat tenggelam.

“Hasil pemeriksaan anggota kami bersama tim medis, pada seluruh bagian tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Makanya, kami menyimpulkan bahwa korban tewas akibat tenggelam,” katanya, kepada kami. 

Setelah beberapa pelapor melihat mayat korban, tidak ada satupun yang mengaku bahwa mayat itu adalah anggota keluarganya. Setelah tidak ada yang mengaku, akhirnya mayat korban dikebumikan di Pemakaman Umum Haurseah, Desa Cijulang, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, sekitar pukul 22.00 WIB, tadi malam.

Kapolsek Cijulang AKP Alan Dahlan, SH, mengatakan, setelah tidak ada yang mengaku bahwa mayat itu anggota keluarganya, mayat korban langsung dikebumikan. “Kami terpaksa mengkembumikan mayat korban karena kondisinya semakin membusuk,” katanya, tadi malam.

Menurut Kapolsek, ciri-ciri mayat tanpa identitas itu memakai baju kaos berwarna biru, celana warna hitam, tinggi badan 160 cm, umur sekitar 40 tahun, rambut berwarna hitam lurus dan kulit sawo matang. “ Apabila ada yang merasa kehilangan anggota keluarganya dan ciri-cirinya seperti itu, silahkan menghubungi Polsek Cijulang,” katanya.

Semetnara itu, Sapjan Rahmat, orang yang pertama kali menemukan mayat tersebut, mengatakan, dirinya pernah melihat orang yang mirip dengan korban saat berada di wilayah Nusa Gede. 
“Orang ini dulu pernah bertemu dengan saya di Nusa Gede. Saat ketemu orang ini sepertinya mengalami sakit jiwa,” katanya, tadi malam.(Ab@h**/HR-Online)