" Kejujuran,.. Integritas,.. Kerjasama,.. Hirarki, . . Loyalitas,... . . ."ds

Kamis, 24 Juli 2014

Cibaruyan Amblas, Pemerintah Siapkan Jembatan Darurat

Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap merampungkan dengan cepat perbaikan Jembatan Cibaruyan, Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis. Mereka menargetkan jembatan bisa dilewati kembali tiga hari ke depan, Ahad (27/7/2014), atau satu hari sebelum (H-1) Lebaran.

Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat berencana memasang jembatan darurat sepanjang 50 meter dan lebar tiga meter di Cibaruyan. "Kami akan berusaha melakukan pemasangan jembatan darurat menggunakan besi belly dan diperkirakan akan memakan waktu tiga hari pekerjaan," kata Yayat, staf Bina Marga Provinsi Jawa Barat Balai V, Kamis (24/7/2014).
Namun, target itu bisa saja meleset jika cuaca di sekitar Cibaruyan tidak mendukung. "Kalau hujan mungkin lebih dari tiga hari," jelas Yayat.
Dari pantauan kami, petugas Bina Marga telah berupaya membangun jembatan darurat sejak kamis pagi tadi.

Sementara itu, arus mudik Idul Fitri 2014 mengalami kemacetan di sekitar Cibaruyan, baik di wilayah Ciamis maupun Tasikmalaya. Kemacetan tampak di jalur Sindangkasih Ciamis-Karangresik-Simpang Lima-Mitra Batik-Ir Juanda-Indihiang-Rajapolah-Ciawi-Pamoyanan-Gentong. Kemacetan juga terjadi di jalur Cimaragas-Manonjaya-Sutisna Senjaya-Mitra Batik-Indihiang, Rajapolah, Ciawi, Pamoyanan, dan Gentong. (Ab@h**

Kapolda Jawa Barat

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol M. Iriawan mengunjungi jembatan Cibaruyan, Kampung Cianda, Desa Sukahaji, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat yang mengalami ambrol dari tiang penyangga. Dimana sebelumnya Kapolda melalukan pantauan dari udara.
Kapolda Jawa Barat mengungkapkan, untuk arus lalu lintas berada di arah Timur – Barat tepatnya Ciamis – Bandung bisa menggunakan jalur Singdangkasih, Karangresik, Simpanglima, RE Martadinata, Indihiang menuju Rajapolah arah Bandung atau bisa melalui jalur Ir Juanda, Singaparna, Garut menuju Bandung sampai Jakarta.
Sedangkan untuk jalur Barat – Timur atau Bandung – Ciamis, Banjar dan Jawa Tengah bisa menggunakan jalur Pamoyanan, Jamanis, Rajapolah dan melalui Kota Tasikmalaya menuju Karangresik menuju Ciamis, Banjar dan Jateng.
"Kalau arus mudik dari arah Gentong akan menuju Ciamis bisa melalui jalur Pamoyanan Suryalaya Panumbangan – Panjalu – Kawali Ciamis, tanpa menggunakan jalur Cihaurbeuti menuju jalur Ciamis," ungkapnya, saat meninjau lokasi longsor, kamis (24/7). Iriawan didampingi Kapolres Ciamis dan Kapolres Tasikmalaya Kota.
Kepadatan arus lalu lintas berada di jalur selatan Jawa Barat akan terjadi kepadatan penumpang pada H-3 besok. Karena semua arus mudik akan memenuhi jalur Kota Tasikmalaya.
"Besok puncaknya arus mudik lebaran dan jalur selatan Jawa Barat akan terjadi kepadatan kendaraan, akan tetapi untuk anggota berada di jembatan ini. Polres Ciamis akan menurunkan jumlah penuh," ungkap Iriawan.

Sementara di tempat terpisah Ciamis, Bupati Ciamis, Iing Syam Arifin, mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk dilanjutkan ke pemerintah pusat menyusul Jembatan Cibaruyan di Desa Sukahaji, Kecamatan Cihaurbeuti,Kabupaten Ciamis, proteksi dan abudmen penahan gelagar jembatan ambrol tergerus aliran sungai tersebut, Rabu (24/07/2014). Hal itu dilakukan, karena jalan dan jembatan berstatus jalan nasional.
“Kami dari pemerintah daerah sifatnya koordinasi. Secara teknis, jalan ini merupakan kewenangan pemerintah provinsi dan pusat. Kami hanya membantu memfasilitasi,” ungkap Iing saat ditemui di lokasi kejadian.
Selain berkoordinasi dengan pemerintah, Iing pun mengaku koordinasi pun sudah dilakukan dengan jajaran kepolisian. Koordinasi dengan kepolisian dilakukan karena jembatan tersebut berada di jalur utama mudik.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Binamarga Ciamis, Ika Damaswara, saat meninjau lokasi bencana, mengatakan, kerusakan jembatan tersebut berpangkal di pondasi jembatan yang tergerus air Sungai Cibaruyan.
“Kalau melihat kondisi yang rusak akibat kejadian ini, perbaikan tidak bisa dilakukan cepat,  berbeda dengan Jembatan Comal di jalur Pantura,” ujar Ika.
Lebih lanjut diungkapkan Ika, jembatan yang berusia 32 tahun tersebut, mengalami kerusakan parah pada bagian proteksi dan abudmen penahan gelagar. Namun demikian, perbaikan Jembatan Cibaruyan bukan kewenangan Pemerintah Kabupaten  Ciamis, karena status jalan tersebut merupakan jalan nasional.
“Kami sebatas membantu melaporkan dan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.
Disinggung mengenai beresnya perbaikan jembatan sehingga jalan pun bisa kembali digunakan untuk jalur mudik, Ika tidak bisa memperkirakan hal tersebut. Namun yang pasti, kata Ika, jalur di jembatan itu sudah tidak bisa digunakan untuk mudik dalam beberapa waktu ke depan.
Dari pantauan di lapangan, akibat kerusakan proteksi dan penahan gelagar jembatan itu, mengakibatkan kondisi aspal retak-retak. Bagian gelagar jembatan pun keropos dan hanya meninggalkan lapisan aspal. Untuk menghindari beban berlebih di sekitar jembatan dan dikhawatirkan menimbulkan korban, polisi pun langsung memasang garis polisi. (Ab@h**

                                                                    

Jembatan Cibaruyan Ambrol, arus mudik tersendat,,,,,,

Kapolsek Cihaurbeuti, AKP Dies Ratmono mengungkapkan, kondisi jembatan Cibaruyan kritis. Oleh karena itu, penutupan arus lalu lintas Jalur Selatan via Cihaurbeuti harus dilakukan lantaran satu tiang jembatan (land hoop) ambrol tergerus luapan sungai di bawahnya.
Jembatan diberi garis polisi agar tidak digunakan. Sejumlah personel polisi juga disiagakan di lokasi. Sejumlah petugas diturunkan untuk mengatur kepadatan kendaraan yang terjadi di sekitar lokasi pada arus mudik ini.
Luapan sungai ini tidak hanya meruntuhkan tiang jembatan yang berlokasi tak jauh dari rumah pemotongan ayam “Jabal Nur” tersebut, tetapi juga menumbangkan satu tiang listrik. Pondasi setinggi sekitar 8 meter dan selebar 15 meter tergerus air sungai. Cukup mengkhawatirkan jika dilewati kendaraan.
Diberitakan sebelumnya, hujan lebat yang mengguyur wilayah Dusun Cianda Desa Sukahurip, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis mengakibatkan Sungai Ciburial meluap dan membuat jembatan Cibaruyan runtuh, Kamis (24/7/2014) dinihari.
Arus kendaraan mudik Jalur Selatan via Cihaurbeuti dialihkan ke Tasikmalaya. Dari arah Barat ( Bandung), kendaraan dialihkan di fly over Rajapolah masuk ke arah Kota Tasikmalaya.
Sementara kendaraan dari arah Timur (Ciamis) dialihkan dipertigaan Sindangkasih ke Kota Tasikmalaya untuk terus melanjutkan perjalanan ke arah Bandung. Juga  bisa melewati Indihiang dari arah pertigaan Sukamulya setelah melewati jalan raya Gunung Cupu.

Derasnya arus sungai menyebabkan pondasi Jembatan Cibaruyan, Kabupaten Ciamis, di jalur mudik Selatan ambrol, Kamis (24/7/2014) dini hari tadi. Akibatnya, jalur mudik utama selatan menuju Ciamis-Banjar dan Cilacap dialihkan ke Kota Tasikmalaya.
Kondisi jembatan tersebut dilaporkan sudah membahayakan, aspal sudah ngegantung, tanpa ada penahan. “Sekarang jalur utama ini ditutup karena aspalnya menggantung dan bawahnya tergerus air,” jelas Kepala Satlantas Polres Ciamis, AKP Yudi Sadikin, di lokasi kejadian, Kamis (24/7/2014) pagi.

Penutupan total jalur selatan ini, sebagaimana dikutip TribunNews, ditujukan untuk menghindari korban jiwa saat kendaraan melintasi jembatan tersebut.
Jalur mudik dari arah Bandung, dialihkan dari Rajapolah menuju Kota Tasikmalaya, kemudian tembus kembali di Sindangkasih, Kabupaten Ciamis. Dari arah Ciamis atau Jawa Tengah, jalur dibelokkan ke kiri dari Sindangkasih menuju Kota Tasikmalaya.
“Kita terpaksa ditutup total jalur utama ini. Arus dialihkan ke wilayah Kota Tasikmalaya,” tambah Yudi.
Terkait dengan kondisi Jembatan Cibaruyan, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Ciamis Aef Saefulloh mengatakan, ambrolnya jembatan diduga akibat pondasi terkikis arus sungai yang sangat deras. Soalnya di daerah ini sejak sore kemarin terus menerus diguyur hujan deras. Terlebih terjadi banjir di hulu sungai ini sejak malam kemarin.
“Ditemukan saat itu ada laporan dari PLN. Ada tiang listrik hampir roboh karena terbawa longsor,” ungkap dia.

Sampai berita ini diturunkan, petugas kepolisian bersama pemerintahan setempat masih menutup jalan nasional tersebut. Beberapa petugas terlihat tengah meneliti pondasi jembatan ambrol itu untuk diperbaiki.(Ab@h**