" Kejujuran,.. Integritas,.. Kerjasama,.. Hirarki, . . Loyalitas,... . . ."ds

Kamis, 14 Mei 2015

Warga Diminta Bersabar

Menanggapi aksi warga desa Kertaharja, Asisten Daerah I  ( Asda 1 ) Kabupaten Ciamis Drs Endang Sutrisna MSi meminta warga desa Kertaharja Kecamatan Cijeunjing tersebut bersabar. Penyelesaian masalah limbah tepung aren, saat ini tengah berjalan. Berdasarkan kesepakatan, pengusaha tepung aren harus menyelesaikan persoalan limbah dalam waktu tujuh bulan.

“Masyarakat harus bersabar. Saat ini, proses penyelesaian sedang berlangsung. Aksi kemarin itu (unjuk rasa, Red) saya tahu ada organisasi yang tidak tahu menahu permasalahan. Katanya ada yang dari Pangandaran juga, orang luar diharapkan jangan ikut-ikutan,” ujarnya kemarin (12/5/2015).

Endang mengatakan pe­me­rintah tetap berpegang kepada kesepakatan yang telah disepakati sebelumnya. Penyelesaian masalah limbah akan dituntaskan dalam waktu tujuh bulan. Selama proses itu, pemerintah melakukan pemantauan terhadap pembuatan IPAL oleh para pengusaha. Sehingga limbah pabrik tepung aren nantinya tidak lagi mencemari lingkungan.

“Beberapa waktu lalu kita telah melakukan evaluasi. Ada enam perusahaan yang telah kita panggil untuk mengurangi produksinya karena limbah yang dihasilkan over load. Ada juga yang menutup sendiri (usahanya) sementara,” jelas dia.

Dia menjelaskan pemerintah masih memberi kesempatan kepada pengusaha untuk menuntaskan masalah limbah dan perizinan. Alasannya, pabrik tepung aren merupakan aset daeraj yang perlu dikembangkan. Mereka juga memiliki ratusan pekerja yang harus dibayar.

“Intinya pemerintah ingin semua terselamatkan. Jadi tidak segampang itu menutup. Pekerja tepung aren juga harus terayomi, mereka masyarakat Ciamis juga. Kita tetap akan terus memantau dan mengevaluasi pengusaha untuk bisa mengatasi limbah itu,” tandasnya.


Seperti kami beritakan sebelumnya, sekelompok massa yang mengatasnamakan warga Desa Kertaharja berunjuk rasa ke sejumlah instansi pemerintah pada Senin lalu (11/5/2015). Mereka meminta pemerintah segera menutup pabrik tepung aren karena dianggap mencemari lingkungan. ( Ab@h**/Rdr )