" Kejujuran,.. Integritas,.. Kerjasama,.. Hirarki, . . Loyalitas,... . . ."ds

Kamis, 28 Agustus 2014

MESIN PENGOLAH LIMBAH RSUD?CIAMIS DIBIARKAN MERANA

Mesin pengolahan limah me­dis Insenerator milik RSUD Ciamis mubazir. Mesin bantuan dari Kemen­terian Kesehatan tersebut tidak dapat digunakan setelah di protes warga sekitar beberapa tahun kebelakang.
Akibatnya saat ini untuk pengolahan limbah medis diserah­kan ke pihak ketiga dengan bia­ya yang cukup besar. Pada­hal jika alat pengolahan medis ter­sebut digunakan secara maksimal bisa memangkas anggaran.
Kepala Tata Usaha RSUD Cia­mis, Masanton Wahyu saat ditemui di ruangannya, Rabu (27/8/2014) menjelaskan, sekitar tahun 2012 ijin operasi sudah keluar dari BPLH (Ba­dan Pengendalian Ling­kungan Hi­dup) dengan dipilih tempat di belakang Istalasi Pemu­lasaran Jenazah dengan alasan jauh dari pemukiman, tetapi ditengah jalan ada pengoperasian berhenti, dengan alasan asap dari alat tersebut mencemari lingkungan dan rumah warga.
“Padahal pembangunan alat pengolahan limbah lebih dulu ada dari rumah warga. Posisi bangunan rumah juga lebih tingi dari cerobong asap.
Dikatakan Anton, protes dari samapi ada yang melempari alat tersebut jika sedang beroprasi, akhirnya pihak rumah sakit mengalah untuk meng­hentikan pengolahan libah, sehingga saat ini alat tersebut hanya teronggok tak berguna.
Lanjut Anton, sebetulnya alat pengolahan sampah medis ter­sebut dapat digunakan kembali dengan memindahakan alat ter­sebut, misalnya ke TPA (Tem­pat Pembuangan Akhir) Han­dap­herang.
Hanya saja pihaknya harus memilik mobil angkut khusus untuk mengangkut agar limbah B3 khususnya,tidak tercecer di jalanan.
“Saya yakin jika di pindaha­kan ke TPA akan lebih aman, ta­pi terkendala dengan ken­da­raan angkut yang bersetandar un­tuk limbha B3 masih di­mi­liki oleh kita, sebab untuk mem­ba­wa limbah medis jangan sembarang mobil biasa,” ucap dia.

Jelas Anton, rencana untuk pemindahan alat pengolahan sudah dibicarakan dengan pim­pinan dan bupati, dan mere­ka merespon dengan rencana ters­ebut, tetapi renacana tersebut juga harus didukung dengan instasi lain seperti Cipta Karya dan BPLH. “Jadi jika sudah pindah ke TPA dan sudah memiliki ken­daraan angkutnya maka bukan hanya bisa dimanfaat­kan oleh RSUD saja tetapi juga oleh Pus­kesmas, serta bisa sebagai penarik PAD,” ujarnya.(Ab@h**

Perkuat Bukti Penyelidikan, Makam Korban Pembunuhan di Ciamis Dibongkar


Kasus pembunuhan dengan korban Karsim (52), warga Dusun Desa RT 08/RW 02 Desa Margaharja, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, hingga saat ini belum terungkap. Polisi belum berhasil mengungkap siapa pelaku pembunuhan tersebut.
Guna memastikan penyebab kematian korban dan memperkuat bukti-bukti lainnya, Rabu (27/08/2014), tim forensik dari Polres Ciamis melakukan pembongkaran makam korban yang kemudian akan dilakukan otopsi terhadap mayat korban.
Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Erisyadi Cahyadi, mengatakan, otopsi terhadap mayat korban dilakukan guna memperkuat penyelidikan dan memastikan penyebab kematian korban. “Setelah dilakukan pembongkaran makam, kita langsung lakukan otopsi. Namun untuk hasilnya masih harus menunggu,” katanya.
AKP Erisyadi menambahkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap motif maupun pelaku pembunuhan Karsim.”Kita memang belum menetapkan tersangka dalam kasus pembunuhan ini. Karena orang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan korban masih dalam pengejaran anggota kami,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Karsim (52), warga Dusun Desa RT 08/RW 02 Desa Margaharja, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan, di semak-semak sebuah kebun di blok Cikangkareng petak 2 A RPH Bunter, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, Kamis (14/08/2014).
Diduga kuat Karsim merupakan korban pembunuhan. Hal itu diketahui setelah tim medis dari Puskesmas setempat menemukan luka pada bagian kepala dan ulu hati korban.
Mayat Karsim pertama ditemukan oleh Nurdin (34), warga setempat, sekitar pukul 08.00 WIB, Kamis (14/08/2014). Saat itu dia bersama rekannya Khendak pergi ke hutan untuk mencari semut keroto. Namun, di tengah perjalanan, dia dikagetkan dengan adanya sesosok mayat laki-laki yang terlentang di parit petak kebun dengan keadaan sudah tidak bernyawa.
“Tadinya saya mengira laki-laki itu tidur akibat dipengaruhi minuman keras. Namun, setelah saya melihat lebih dekat, ternyata laki-laki itu sudah tidak bernyawa dan dari telinganya keluar darah,” ujarnya.
Kemudian, Nurdin pun langsung melaporkan penemuan mayat tersebut ke Polsek Sukadana. Tidak lama kemudian, petugas kepolisian dari Polsek Sukadana dan Polres Ciamis pun datang dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. (Ab@h**HR-Online.