Polres Ciamis akan menyiagakan
100 orang personel untuk mengamankan kelulusan SMA yang tinggal seminggu lagi.
Jumlah itu khusus untuk berjaga-jaga di wilayah kota, sedangkan pengamanan di
pelosok diserahkan kepada masing-masing polsek.
Kabagops Polres Ciamis Kompol
Sutisna mengatakan, pengamanan akan difokuskan pada pelajar yang melakukan
konvoi sepeda motor, corat-coret dan pelajar yang berpenampilan seronok saat
merayakan kelulusan. Polisi juga menjaga kemungkinan adanya pesta miras pelajar
saat kelulusan nanti.
“Kami himbau kepada semua
pelajar, alangkah baiknya kelulusan itu memanjatkan doa. Jangan sampai (ada)
aksi hura-hura,” kata Sutisna saat ditemui di kantornya kemarin (7/5/2015).
Dia menjelaskan, setiap
tindakan yang mengganggu ketertiban akan ditindak sesuai dengan kewenangan
kepolisian. Polisi juga akan menggelar razia agar perayaan kelulusan tidak
mengganggu kenyamanan masyarakat umum.
Dia menyarankan para pelajar
menyerahkan pakaian mereka kepada siswa yang membutuhkan daripada digunakan
untuk corat-coret. “Saya sarankan kepada pelajar untuk menjaga kondusifitas
saat kelulusan tanggal 15 (Mei) nanti,” jelasnya.
Dihubungi melalui telepon,
anggota Komisi IV DPRD Ciamis Jaenal Arifin mengimbau meminta Dinas Pendidikan
mengeluarkan imbauan kepada sekolah agar melakukan pengawasan kelulusan. Dia
berharap kelulusan tidak dirayakan berlebihan dengan berbuat hal yang melanggar
hukum dan norma-norma.
Salah satu yang paling sering
terjadi saat kelulusan adalah aksi corat-coret. Baik coretan pada baju maupun sarana
atau fasilitas umum.“Kegiatan itu (corat-coret, Red) saya rasa tidak ada azas
manpfaatnya,” kata Jaenal. ( Ab@h**\isr ).
