Setelah hampir 3 malam
dinyatakan menghilang dari rumah setelah pamitan hendak mengambil buah sawo dan
mencari kayu bakar di kebunnya yang berada di pegunungan, seorang pemuda yang
diduga alami keterbelakangan mental Mamat Sobarna ditemukan mengambang tak bernyawa
di sungai Sukalemba Dusun Kedngwuluh RT 17/04 Desa Panyutran Padaherang, Sabtu,
(3/5/2014) sore hari oleh warga yang hendak memancing ikan di sungai. Sontak
saja, penemuan jasad Mamat warga Dusun Nagrak RT 06 RW 03 Desa Karangsari
membuat geger kampung tersebut. Berdasarkan keterangan yang dihimpun “KP”,
Mamat Sobarna (30) putra Ayat (55) dan Ny Sapnah (50) warga Dusun Nagrak RT 06
RW 03 Desa Karangsari hilang selama tiga hari di kebun blok Tambaksari Desa
Bojongsari. Sebelumnya menghilang, Kamis, (1/5/2014) pagi korban pamit dari
rumah dengan tujuan akan memetik sawo di kebun. Namun hingga Sabtu kemarin,
korban tak pulang dan didapati kabar sore harinya ditemukan sudah tak bernyawa
mengambang di sungai. Salah satu kerabat korban Ny. Mila (46) warga setempat
mengatakan, sebelum meninggal, Ia pernah berpapasan dengan korban dan
mengatakan di sungai Sukalemba tersebut banyak ikan. Ikhwal penyakit yang
diderita korban, Ny. Mila ibu korban mengatakan, Mamat mengidap tumor otak
sejak 7 bulan lalu. Berdasarkan rotegen dirinya telah divonis dokter terkena
tumor otak, akibat penyakitnya itu korban tidak bisa melihat sama sekali. Di
tempat terpisah Kapolsek Padaherang Ajun Komisaris H Jumaeli dihubungi melalui
telepon membenarkan kejadian tersebut. “Setelah mendapatkan informasi dari
warga, kami langsung ke lokasi selanjutnya mengevakuasi jasad korban. Setelah
gelar pemeriksaan di TKP, kami serahkan ke pihak keluarga,”katanya. Sebelumnya,
setelah dinyatakan hilang, pihak keluarga, warga, aparat Desa Karangsari dibantu
pihak kepolisian dan Koramil Padaherang serta Tim SAR melakukan pencarian
korban. Namun sayangnya, pencarian berakhir dengan penemuan jasad korban
mengambang di sungai. (Ab@h=KP
