" Kejujuran,.. Integritas,.. Kerjasama,.. Hirarki, . . Loyalitas,... . . ."ds

Jumat, 07 Maret 2014

Satpam Karaoke Ditembak

Seorang petugas satpam Reyhans Karaoke ditembak Satuan Narkoba Polres Tasikmalaya karena melawan saat ditangkap kemarin (5/3) pukul 14.07. Pria berinisial San (33) ini mengalami luka di pundak. Dia kini dirawat di RSUD dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya.
Menurut Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota AKP Sandy Budiman, San alias Tupai ditembak anggotanya karena melawan petugas.
Sebelumnya, kata putra AKBP (Pur) Yono Kusyono ini, anggotanya telah memberikan tembakan peringatan. “Terus kita tembak karena sudah membahayakan petugas yang akan melakukan penangkapan,” ujarnya kemarin di RSUD dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya.
Tupai ditangkap Satuan Narkoba Polres Tasikmalaya Kota di rumahnya di Nusawangi Kelurahan Nagarawangi Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya.
Dari Tupai, kata Sandy, pihaknya mendapatkan barang bukti satu paket sabu-sabu. Namun polisi belum menyimpulkan status pria 33 tahun itu pengedar atau pemakai.
Meski demikian, hasil pengembangan polisi dari penangkapan-penangkapan sebelumnya, Tupai memiliki keterkaitan dengan dua pria yang ditangkap sebelumnya, As (44) alias Toke, warga Nagrog, Mangkubumi dan UBI (33), warga Perum Kota Baru Kecamatan Cibereum Kota Tasikmalaya.
“Dari pengembangan kemarin, jadi saling terkait. Si As (mendapatkan) dari si U (BI). Setelah kita tanya kita pancing dapat barang darimana dari yang jelas dari si S(an) (atau Tupai) ini,” ujar kasat.
As dan UBI, kata kasat, ditangkap pada Selasa (4/3). As menjadi yang pertama ditangkap. Setelah dites urine, hasilnya As positif mengonsumsi narkoba.
Saat polisi sedang memeriksa As, datang UJB —mendatangi temannya itu. Setelah itu, anggota Satuan Narkoba Polres Tasikmalaya Kota mengetes urine UJB. Hasilnya, sama-sama positif.
Kemudian polisi mengeledah mobil UJB hingga ditemukan satu kantung sabu-sabu.
Total barang bukti sabu yang disita polisi dari tiga orang itu, terangnya, ada dua kantung sabu seberat 2,4 gram.
Analisis Sandy, besar kemungkinan ada bandar besar di atas mata rantai tersebut. “Kemungkinan di atasnya ada lagi. Insya Allah kita kembangkan lagi,” janjinya.
Lalu darimana sabu-dabu tersebut? Kata Sandy, pengakuan tersangka bahwa barang haram itu diperoleh dari Jakarta. “Tapi belum dapat kita pastikan karena kita harus melakukan pemeriksaan dan pengembangan terlebih dahulu,” tandasnya.
Kata Sandy, sementara ini para tersangka diancam pasal 112 dan 114 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. “Ancaman hukuman penjara lima sampai dengan 20 tahun (penjara),” ujarnya.
Sandy pun mengiyakan saat ditanya seputar pekerjaan Tupai yang sehari-harinya menjadi satpam di karaoke. “Ya (dia satpam, red),” ujarnya.
Dalam kesempatan berbeda, warga Nagarawangi yang enggan disebutkan namanya mengatakan saa polisi menangkap Tupai, terdengar suara seperti barang pecah. “Tahu-tahu ada orang yang berguling-guling dan ternyata anak itu (Tupai),” ujarnya.
Menurut dia, San memang benar warga Nagarawangi. Kesehariannya, kata dia, San dikenal baik.

Sementara itu saat Radar mengkonfirmasi seputar San, Sekretaris Asosiasi Pengusaha Karaoke Junaedi sampai tadi malam belum memberikan jawaban. (Ab@h=KP-Online.

RATUSAN RUMAH RUSAK.....Disapu Angin dan Hujan Deras

Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi di wi­layah Kecamatan Cipa­ku Ka­bu­paten Ciamis, yang terjadi Rabu ( 5/3/2014) sekitar pukul 16.00 WIB, mengakibatkan sebanyak 105 rumah milik warga mengalami rusak cukup parah setelah tertimpa po­hon yang tumbang.
Dari 105 rumah yang rusak tersebut, di antaranya terjadi di Desa Jalatrang sebanyak 3 rumah, Desa Selamanik 29 rumah ditambah 1 mushola dan 1 pabrik heuler, Desa Buniseuri 1 rumah, Desa Selacai sebanyak 69 rumah dan Desa Pusakasari 1 rumah.
Hadi (56) salah seorang korban orang warga Dusun Cimanggu Desa Jalatrang mengatakan saat peritistiwa terjadi dirinya sedang membetulkan talang air yang mampet untuk ke kolam yang berada dibelakang rumah. Sedangkan istrinya masih berada di warung.
Menurut Hadi, peristiwa angin puting beliung yang disertai hujan deras terjadi selama kurang lebih 1 jam.
Waktu itu angin berputar kencang datang dari bawah dari arah bagian timur lalu mendorong ke atas sehingga membuat puluhan pohon tumbang bahkan banyak yang terbawa terbang hingga beberapa meter,“ jelasnya.
Hal yang sama dialami Ojoh ( 60) warga Dusun Cikananga Desa Selamanik, dalam peristiwa itu, ia sedang berada di dalam rumah sendirian. Namun ia berhasil menyelamatkan diri.
“Waktos kajantenan bumi ka tinggang tangkal kai, abi nuju ngaringkuk dina korsi bari ningalikeun angina di luar anu sakitu ageungna, teulami kadangngu aya sora pak dorokdok ti palih pengkereun bumi, abi langsung lumpat ka luar, teu lami ti harita bumi abdi langsung ambruk dibagian tengah sareng bagian kamar dugi keun ka kasur sareng sagala rupi anu aya di bumi oge jalibergeg, tos lir ari lomari mah parotong, “ jelasnya.
Sementara itu, Camat Cipaku, Wawan Setiawan, mengatakan pascaterjadi bencana angin puting beliung, dirinyabersama dengan staf kecamatan langsung terjun ke lapangan untuk melihat kondisi rumah warga yang terkena musibah.
Kebetulan saat itu, aliran listrik di wilayah Kecamatan Cipaku mengalami padam selama sembilan jam karena ada satu tiang listrik di wilayah Desa Selamanik patah tertimpa pohon.
Hasil dari pemantauan, akibat musibah angin puting beliung itu, 105 rumah warga di 5 desa yang mengalami rusak berat dan sedang.
Kejadian itu kata Wawan semua sudah dilaporkan ke Bupati melalui Dinas BPBD dan Dinas Sosial.

“Kami langsug mengintruksikan kepada warga untuk membereskan kayu-kayu pohon yang tumbang ke rumah. Agar tidak ada korban serupa kami mengimbau kepada warga segera menebang pohon yang berdekatan dengan rumah,” tandasnya.(Ab@h=KP=Online..