" Kejujuran,.. Integritas,.. Kerjasama,.. Hirarki, . . Loyalitas,... . . ."ds

Kamis, 27 Februari 2014

Tewas Tertabrak Bus................

Wasimin (22), warga Desa Neglasari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, tewas mengenaskan dengan luka parah di bagian kepala setelah sepeda motor Honda Revo dengan nopol Z 5681 YE yang dikendarainya dihantam Bus Pariwisata, di jalan raya Ciamis- Banjar, tepatnya di Dusun Cimengger, Desa Bojongmengger, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Rabu (26/02/2014).
Menurut Yayan (23), saksi mata, kecelakaan ini berawal saat korban membonceng Nova (20) warga Cipeurih, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, ketika melintas di jalan raya Ciamis- Banjar di daerah Cijeungjing. Saat itu korban khendak membelokan motornya. Namun, entah karena korban tidak konsentrasi, tanpa diduga muncul sebuah Bus Pariwisata dari arah Banjar dengan kecepatan tinggi.
“Saya menduga korban saat berbelok arah tidak menoleh ke belakang atau melihat spion motornya. Karena, saat berbelok arah, posisi korban dengan bus yang menabrak, jaraknya sangat dekat, sehingga kecelakaan itu sulit dihindari,” katanya.
Korban pun langsung terkapar di jalan setelah motor yang dikendarainya ditabrak oleh sebuah Bus Parawisata. “Korban mengalami luka parah di bagian kepala serta dari hidung dan telinganya mengeluarkan darah, hingga nyawanya tidak bisa tertolong. Sementara temannya (Nova) mengalami luka lecet di bagian tangan dan kaki, “ terangnya.

Setelah terjadi kecelakaan tersebut, kata Yayan, warga yang berada di sekitar lokasi langsung menolong korban dan selanjutnya dilarikan ke RSUD Ciamis. “Akibat banyak mengeluarkan darah, pengendara motor langsung tewas tidak lama setelah terjadi kecelakaan. Sementara temannya, kini tengah mendapat pertolongan medis di RSUD Ciamis akibat mengalami luka di bagian tangan dan kakinya, “ pungkasnya. (Ab@h=/HR-Online)

Rabu, 26 Februari 2014

Pembunuhan di salah satu Hotel ahirnya terbongkar........

Ahirnya terbongkar juga kasus Pembunuhan di salah satu Hotel Objek Wisata Pangandaran, Seperti diberitakan sebelumnya, warga di sekitar Pasar wisata Pangandaran digegerkan dengan penemuan mayat di sebuah kamar penginapan Pon­dok Sanur Dusun Karangsari RT 02 RW 02 Pananjung Pa­ngandaran, Kamis (13/2/2014) petang.
Pelaku pembunuhan dengan korban Ragil Imam Sutarno (40), sopir ‘Jam’ Rental Purwokerto, yang terjadi di kamar nomor 6 Hotel Pondok Sanur, di Dusun Karangsari RT 02/RW 02, Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Kamis (13/02/2014) lalu, akhirnya terkuak. Polres Ciamis telah menetapakan lima tersangka dalam kasus yang menggemparkan warga sekitar objek wisata Pangandaran ini.
Yang mengejutkan, lima dari 2 tersangka kasus pembunuhan ini adalah seorang pelajar di SMK Bina Putera Banjar dan salah seorang oknum anggota kepolisian yang bertugas di Polresta Banjar berpangkat Briptu dengan inisial MS.
Kapolres Ciamis AKBP Witnu Urif Laksana, mengungkapkan, penangkapan pelaku berawal dari bukti dan keterangan beberapa saksi dan kemudian mengarah kepada kawanan pelaku tersebut.
“Kami melakukan penyelidikan kasus ini selama satu minggu. Setelah keterangan saksi dan bukti sudah lengkap, baru kami melakukan penangkapan terhadap pelaku,” ujar Kapolres Ciamis AKBP Witnu Urif Laksana, di Mapolresta Ciamis, Selasa (25/02/2014).
Menurut  Kapolres Ciamis AKBP Witnu Urif Laksana, salah seorang tersangka kasus ini tercatat sebagai anggota polisi di Polresta Banjar. Kemudian, satu tersangka lainnya masih berstatus pelajar di  SMK Bina Putra Banjar. “Kami pun telah mengamankan senjata api jenis Repolver dengan lima peluru aktif yang digunakan pelaku saat melakukan kejahatan ini, “ ungkapnya.
Witnu menambahkan, kasus pembunuhan ini kini tengah ditangani Satreskrim Polres Ciamis untuk melakukan pendalaman lebih lanjut. Kasus pembunuhan ini, lanjutnya, bermotif curas (pencurian dan kekerasan). Pelaku membunuh korban untuk menguasai mobil jenis APV yang digunakan (pelaku dan korban) saat berkunjung ke salah satu hotel di Pangandaran.

“Sementara mobil yang dicuri pelaku kini posisinya sudah berpindah tangan, setelah dijual ke orang lain. Kami saat ini tengah mengejar penadah mobil dari hasil kejahatan tersebut. Sedangkan untuk nasib oknum polisi yang terlibat kasus ini, dipastikan akan dipecat,” tegasnya. (Ab@h=HR-Online)

Selasa, 25 Februari 2014

DALAM SATU MALAM, TIGA RUMAH DIBOBOL MALING

Masyarakat Kabupaten Pangandaran harus lebih waspada, pasalnya saat ini maling tidak hanya mengincar rumah-rumah yang berada di kota dengan bentuk yang mentereng tetapi saat ini rumah biasa yang berada di kampung-kampung pun menjadi sasaran aksi kejahatan maling.
Buktinya, di Dusun Cogekan RT 01/03 Desa Kertajaya Kecamatan Mangunjaya, maling menggasak tiga rumah sekaligus dalam waktu satu malam, yakni Senin, (24/2/2014) sekitar pukul 03.00 WIB. Pada kejadian ter­sebut, maling berhasil menggondol harta benda dan uang dari pemilik rumah yang disantroninya.
Berdasarkan data yang diperoleh dari kantor Polisi Sektor Padaherang, ketiga warga yang menjadi korban masing-masing Sunari kehilangan Emas 21 gram, Laptop Note Book 1 unit, Hp Nokia dan Hp Cina 2 unit dan Uang sebesar Rp50.000.
Selain Sunari, beberapa saat ke­mudian maling menyantroni rumah Mad Sulaemi. Dari ru­mah ini, korban kehilangan Uang sebesar Rp 1 Juta dan tas Korea 1 buah. Tidak puas dengan jarahan di dua rumah, maling pun menyantroni rumah Koko sehingga di rumah ini korban kehilangan Helm GM 1 buah.
Kepala Polisi Sektor Pada­herang Ajun Komisaris H Jumaeli melalui Kanit Reskrim Aiptu Agus Hartadin Ripa’i, Senin, (24/2/2014) menuturkan, ber­dasarkan keterangan dari korban, kronologis kejadiannya sekitar pukul 03.30 WIB, pencuri diduga masuk ke rumah Sunari melalui pintu dapur belakang dangan cara mencongkel. Setelah terbuka, maling menggasak barang-barang pemilik rumah.
“Lalu kemudian pelaku keluar dan masuk lagi ke rumah Ba­pak Mad Sulaemi melalui jendela depan dengan cara yang sama, yakni mencongkel. Setelah itu mengambil barang dan uang milik tuan rumah yang tertidur pulas,”ungkapnya.
Agus kembali mengatakan, mungkin karena belum puas dengan hasil jarahan di dua rumah, pelaku melanjutkan lagi aksinya ke rumah Koko dengan cara mencongkel jendela bagian depan. Tetapi di rumah ini hanya mengambil sebuah helm.
“Sekitar pukul 04.30 WIB saat penghuni rumah terbangun dan hendak melaksanakan shalat Shubuh, baru mengetahui bahwa rumahnya disantroni maling,”ujarnya.
Kanit Reskrim Polsek Pada­herang Aiptu Agus Hartadin menambahkan, setelah mendapati laporan aksi pencurian, jajarannya langsung mendatangi TKP dan menggelar olah TKP guna dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut.
“Kami langsung ke lokasi setelah mendapatkan laporan dari warga setempat. Kami be­rusaha optimal buru pelakunya yang sudah meresahkan warga”tutur Agus.

Kantor Desa Dibobol Maling
Sementara itu di tempa terpisah, Kantor Desa Ciherang yang sedang membangun ge­dung aula pun disantroni maling, Senin, (24/2/204) dini hari. Kepala Desa Ciherang Ke­ca­mat­an Banjarsari Dedi kepada Kami menuturkan, pada aksi pen­curian tersebut, pihak desa kehilangan besi yang sudah dianyam untuk pengecoran tiang atas aula.
"Peristiwa ini terjadi malam hari saat desa libur. Memang pihak Desa Ciherang tidak me­laporkan peristiwa ini ke pihak kepolisian karena besi yang di curi oleh maling tersebut tidak seberapa. Namun nekadnya ini yang luar biasa karena besi itu kan sudah dianyam dan panjang lagi. Dan untuk besi yang hilang untuk pengecoran masih bisa di­tanggulangi oleh pihak desa "Dedi.

Dedi melanjutkan, sampai saat ini belum ada informasi pelakunya, tetapi Ia menduga dilakukan oleh orang di sekitar wilayahnya.(Ab@h= KbPri-online.

Senin, 24 Februari 2014

PEMUSNAHAN NARKOBA SEBAGAI BUKTI PENEGAKKAN HUKUM

Jajaran Kepolisian Resort Ciamis memusnahkan barang bukti narkoba seiring dengan diselenggarakannya gelar pasukan pengamanan pemilihan umum (Pemilu) di Taman Raflesia Ciamis, pada Kamis (20/2/14).
Barang bukti narkoba yang dimusnahkan adalah narkotika jenis Ganja Kering seberat 8.168,3628 gram dari pengungkapan 27 kasus dan 32 terdakwa, jenis Sabu seberat 1,5593 gram dari pengungkapan  4 kasus dan 4 terdakwa, serta obat-obatan berbahaya lainnya yang terdiri dari Pil Dekstrometorfan (Dekstro) sebanyak 10.438 butir dan Pil Trihexyphenidyl sebanyak 2.225 butir dari pengungkapan 5 kasus dan 6 terdakwa.
Barang bukti yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil pengungkapan dan penyitaan tahun 2012 dan 2013 di wilayah hukum Polres Ciamis yang telah mendapatkan kepastian dan kekuatan hukum tetap (Inkracht) dari Pengadilan Negeri Ciamis.
Proses pemusnahan barang bukti narkoba ini dihadiri jajaran Muspida Ciamis dan Pangandaran, Pengadilan Negeri Ciamis, Kejaksaan Negeri Ciamis dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Ciamis beserta sejumlah pejabat lainnya.
Kapolres Ciamis AKBP. Witnu Urip Laksana menjelaskan bahwa “barang bukti yang dimusnahkan bukanlah akhir dari pengungkapan kasus peredaran narkoba, kami terus melakukan pengawasan dan penindakan keras apabila ada oknum-oknum yang mencoba melakukan peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Ciamis”.
“Pemusnahan barang bukti tersebut sebagai bentuk upaya pencegahan peredaran narkoba, juga sebagai bukti penegakkan hukum, dimana peredaran narkoba saat ini turut menjadi perhatian bersama”, pungkas AKBP. Witnu Urip Laksana.
Sementara Kepala BNN Kabupaten Ciamis drg. Engkan Iskandar, MM mengapresiasi hasil kinerja Kepolisian Resort Ciamis beserta penegak hukum lainnya dalam pemberantasan narkoba, “kami ucapkan terimakasih atas hasil ungkap kasus tersebut, dengan harapan penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Ciamis dapat ditekan sekecil mungkin, namun ungkap kasus peredaran gelap narkoba dapat terus ditingkatkan hal ini sejalan dengan Instruksi Presiden RI Nomor 12 tahun 2011 tentang pelaksanaan kebijakan dan strategi nasional di bidang pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba tahun 2011-2015 (JAKSTRANAS P4GN 2011-2015), dimana tiap tahunnya ungkap kasus narkoba harus naik 10 %, sementara korban penyalahguna atau pecandu narkoba dapat ditekan di bawah 1,5 % dari angka prevalensi 2,68 % di akhir tahun 2014, hal ini guna mewujudkan Indonesia Negeri Bebas Narkoba 2015 yang diwujudkan melalui penurunan angka prevalensi penyalahguna narkoba di bawah 2,8 %”.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Ciamis H. Engkon Komara mengaku merasa miris dengan banyaknya kasus narkoba yang terjadi di wilayah Kabupaten Ciamis, maka ia mengajak seluruh komponen masyarakat untuk turut serta dalam memberantas peredaran narkoba. “Untuk memberantas narkoba bukan menjadi masalah pemerintah saja, akan tetapi harus diseleseikan dengan bekerjasama antara pemerintah, polisi dan masyarakat”.

Melalui pemusnahan barang bukti narkoba tersebut diharapkan menjadi efek jera bagi para pengedar dan para korban atau pecandu narkoba sadar akan bahayanya yang ditindaklanjuti dengan upaya pengobatan atau terapi rehabilitasi untuk memulihkan dampak kecanduannya.(Ab@h=

Kamis, 20 Februari 2014

PULUHAN RUMAH RUSAK.....


Sebanyak 37 rumah warga mengalami rusak cukup parah akibat tanah ambles dan banjir yang terjadi Selasa (18/2/2014) sekitar pukul 20.00 WIB.
Dari 37 rumah yang rusak ter­sebut 22 rumah terjadi di Desa Sukajaya Kecamatan Raja­desa, 15 rumah terjadi di empat desa di wilayah Keca­matan Pana­wangan Kabupaten Ciamis.
Dari 22 rumah yang rusak di Desa Sukajaya, 4 rumah dian­taranya rusak berat, 18 rumah rusak ringan.Sedangkan 15 rumah di wilayah Keca­matan Panawangan, 10 rumah diantaranya jebol akibat diterjang banjir dari sungai Cijolang.
Menurut Wasliom (55) warga Dusun Bentuk Sari Desa Suka­jaya, tanah ambles terjadi sekitar pukul 20.30 WIB, ketika turun hujan de­ras mulai pukul 15.00-19.00 WIB.
“Saat kejadian, kami bersama keluarga sedang di da­lam ru­mah, tiba-tiba rumah goyang seolah ada yang mendorong. Dari atap terdengar suara “ ting peletek ”, tanpa pikir panjang kami langsung lari menyelamatkan diri, selang beberapa menit ru­mah kami ambruk, “ jelasnya.
Sementara itu, Camat Raja­desa, H. Dede, pascaterjadinya bencana tanah ambles itu, pihaknya langsung melihat kondisi rumah warga yang terkena musibah. Hasilnya dari ada 22 rumah warga yang terkena dampak dari tanah ambles.
Dari rumah yang rusak, em­pat diantaranya rumah warga yang sudah tak layak huni. Takut terjadi hal yang tidak diinginkan, untuk sementara me­reka disuruh mengosongkan ru­mahnya dan tinggal bersama saudaranya yang berada di tempat yang lebih aman.
Camat Panawangan, Asep De­di mengatakan dari hasil pendataan sementara terdapat 15 rumah warga yang mengalami rusak berat yang terjadi di em­pat desa yakni, Desa Sada­paing­an 9 rumah, Bangun Jaya 3 dan di Desa Mekar Buana 3 rumah, kerusakan rumah tersebut rata-rata mengalami keru­sakan cu­kup berat.
Sedangkan 18 rumah di Kec. Panawangan rusak akibat ta­nah ambles, longsor dan banjir dari kali Cijolang.
“Kami belum bisa mempre­diksi berapa jumlah total kerugian,” ujarnya. (Ab@h=KB Online.

Rabu, 19 Februari 2014

SATRES NARKOBA POLRES CIAMIS AMANKAN PENGEDAR SABU

Satuan Unit Narkoba Polres Ciamis berhasil mengamankan seorang perempuan asal Tasikmalaya berinisial ND (40), karena kedapatan menyimpan dua paket narkotika jenis sabu-sabu.
Kasat Narkoba Polres Ciamis, Agus Susanto, SH.,MM., Selasa (18/2/2014), mengungkapkan, saat penangkapan dilakukan, sabu-sabu tersebut disembunyikan ND dalam plastik klip transparan, dibungkus dalam kemasan rokok merk Polo Mild, dan dimasukan dalam jaket jeans warna biru, di bagian kanan.
Menurut Agus, ND berhasil ditangkap Satuan Unit Narkoba Polres Ciamis, pada Hari Senin (17/2/2014), sekitar pukul 19.00 WIB. ND ditangkap di depan Counter Buana Cell, Pasar Sindangkasih, tepatnya di Dusun Pengkolan, Desa Sindangkasih, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis.
Sebelumnya, ND sudah diintai terlebih dahulu oleh anggota Satnarkoba selama satu minggu. Atas dasar itu, ND berhasil ditangkap, berikut mengamankan barang bukti dua paket sabu-sabu.
Dari hasil interogasi, ND diketahui membeli sabu-sabu tersebut dari YI, warga Bandung dengan harga Rp 1 juta. Guna melakukan pengembangan lebih lanjut, Polres menetapkan YI sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang). Menurut Agus, ND dikenai pasal 112 Undang-Undang No 35 tahun 2009, tentang Narkotika. ND mendapat ancaman hukuman 15 tahun penjara.
Ketika dikonfirmasi HR, janda beranak 5 yang mengaku berprofesi sebagai penjual baju ini mengaku, sabu-sabu tersebut adalah miliknya yang didapat dari YI. Sabu-sabu itu untuk dikonsumsi sendiri, bukan untuk diperjualbelikan.

”Saya kenal YI baru satu bulan. Saya membelinya (sabu-sabu) ini seharga Rp 1 juta. Rencananya ini akan saya konsumsi sendiri,” pungkasnya. (Ab@h=/Koran-HR)

Selasa, 18 Februari 2014

POLISI TERUS BURU PELAKU PEMBUNUHAN DI PANGANDARAN

Pelaku pembunuhan terhadap sopir Jun Rent Pur­wokerto yang terjadi di Pondok Sanur Pangandaran tepatnya di kamar 06 sampai saat ini masih dalam pencarian pihak polisi sektor Pangandaran bersama Polisi resort Ciamis. Pihak kepolisian juga masih menunggu hasil dari sidik jari dan sketsa wajah pelaku.
Kepala Polisi Sektor Pangan­daran Kompol Bujang Harap­an SH melalui Wakilnya AKP  Shohet, SH, Senin, (17/2/2014) menga­takan, pihaknya bekerja sama dengan Polisi Resort Ciamis berupaya terus mengungkap keberadaan juga sketsa wajah pelaku pembunuhan.
“Kami masih menunggu hasil skesta gambar dari Polres Ciamis,”ungkapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, warga di sekitar Pasar wisata Pangandaran digegerkan dengan penemuan mayat di sebuah kamar penginapan Pon­dok Sanur Dusun Karangsari RT 02 RW 02 Pananjung Pa­ngandaran, Kamis (13/2/2014) petang.
Beberapa hari kemudian, identitas mayat dalam keadaan terikat dan mulut dilakbanterungkap. Ber­dasar­kan peny­idikan polisi, korban pem­bu­nuhan tersebut ternyata Ragil Imam Sutarno (40), supir rental “Jan Rent” yang ber­alamat di Purwokerto.
Identitas tersebut terungkap berdasarkan penuturan Ja­nuar (40) pengusaha rental “Jan Rent” jalan Sukajaya RT 03/12 no.64 Sokanegara Pur­wokerto Timur kepada Polisi Resort Pangandaran.
Ia menuturkan, mobil rentalan jenis inova nomor polisi R 8843 CH type G warna hitam metalik yang dikendarai korban hilang kontak beberapa hari. Padahal sejak pertama dirental, Selasa, (11/2/2014), penyewa hanya meminjam dua hari.
“Hingga Rabu, (13/2/­2014) masih ada kontak dengan supir dan GPS yang ada di mobil. Tetapi begitu Kamis, (13/2/­2014), sudah hilang kontak, baik dengan almarhum mau­pun di GPS. Kami pun langsung curiga,”ujarnya.
Karena saat akan meminjam berencana wisata ke Pangan­daran, maka Ia berusaha mencari keberadaan ken­daraannya di Pangandaran. Sayangnya, bukan kabar baik yang Ia terima, tetapi supir yang telah me­ngabdi beberapa tahun kepada dirinya dilaporkan sudah menjadi mayat dan kondisi memprihatinkan.

“Yang menyewa sesuai dengan e-KTP atas nama Wh (34) war­ga Pancar Kembar Pu­r­wokerto bersama em­pat temannya. Na­mun alih-alih sa­at dicek ulang oleh pihak ber­wajib, kabar­nya e-KTP yang ber­sang­kutan pal­su,”ujarnya lagi di sela-se­la pemeriksaan di Polsek Pangan­daran. E-44***

Senin, 17 Februari 2014

EMPAT RUMAH PORAK PORANDA

Empat rumah milik warga di Dusun Pasir Kadu Rt 04 Rw 07 Desa Petir Hilir Kecamatan Baregbeg Ka­bupaten Ciamis, mengalami rusak cukup parah setelah tertimpa pohon tumbang akibat dihantam angin puting beliung, Sabtu ( 15/2/2014) sekitar jam 17.00 WIB.
Keemat rumah milik warga Dusun Pasir Kadu Desa Petir Hilir Kecamatan Baregbeg, ma­sing-masing mengalami ru­sak di bagian atap pada ruangan dapur.
Menurut warga Dusun Pasir Kadu, Uju ( 50), peristiwa angin puting beliung yang disertai hujan cukup deras terjadi kurang lebih 1 jam.
Waktu itu angin berputar kencang datang dari arah ba­wah lalu mendorong ke atas sehingga membuat puluhan po­hon tumbang seperti dicabut.
Menurut Uju, saat angin pu­ting beliung mengamuk, ia dan keluarganya sedang berada di dalam rumah.
”Kami langsung keluar rumah sambil terus mengumandang­kan takbir. Di luar angin ber­putar kencang disertai hu­jan cukup deras seperti yang ditumpahkan dari dalam ember. Dari belakang rumah tiba-tiba ada suara pohon tumbang me­nimpa dapur,” ujarnya.
Pada saat itu anak anaknya, Erni (20) sedang menanak basi di dapur. Beruntung pas pohon kelapa tumbang menimpa pada bagian dapur, anaknya langsung keluar hingga akhirnya selamat.
Hal yang sama dialami Dul­man ( 47), tetangganya Uju. Dalam perisitiwa itu ia dan keluarganya berhasil menyelamtakan diri dari ancaman po­hon tumbang.
Tapi rumah semi permanen miliknya yang berukuran 7 x 10 hampir ambruk akibat tertimpa pohon albasia yang berada di samping rumah miliknya.
Sementara itu, Kepala Desa Petir Hilir, Obang, membenar­kan kejadian tersebut. Setelah terjadi bencana puting beliung, pihaknya bersama Babimas Polsek Ciamis dan perangkat desa langsung melihat kondisi rumah warga yang terkena musibah.
Hasil pemantauan ada empat rumah warga yang mengalami rusak cukup berat. Akibat bencana itu masing-masing korban mengalami kerugian antara Rp 14 -15 juta.

“Kami langsung menginstruksikan kepada warga untuk gotong-royong membereskan kayu pohon yang menimpa ru­mah warga. Agar tidak ada korban ji­wa, ia mengimbau kepada war­ga yang memiliki pohon be­­sar di sekitar rumah agar se­gera ditebang,” (Ab@h-KB=Online.

Jumat, 14 Februari 2014

Debu Gunung Kelud Sampai ke Ciamis

Hujan debu dari dampak letusan Gunung Kelud di Jawa Timur, yang terjadi di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, tampaknya mengganggu aktivitas warga. Tak sedikit warga yang mengeluh saluran pernapasannya terganggu akibat menghirup debu tersebut.
Meski begitu, Pemkab Ciamis hingga saat ini belum melakukan upaya dengan membagikan masker gratis kepada warga.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, dr. H. Dendi Rahayu, mengatakan, stok masker di gudang kantornya sudah habis. Pihaknya hanya bisa menghimbau kepada warga  agar waspada.
“Kita saat ini masih menunggu pasokan bantuan masker dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat. Stok masker di gudang sudah kosong,” ujarnya, kepada HR, Jum’at (14/02/2014).
Dendi menyarankan kepada warga untuk membeli masker di apotek atau toko terdekat.”Debu vulkanik sangat berbahaya terhadap saluran pernapasan. Jadi, penutup masker sangat diperlukan di saat debu sudah mengganggu pernapasan,” ujarnya.
Sementara itu, akibat hujan debu yang melanda Ciamis, membuat rumah warga, gedung perkantoran, jalan dan pohon diselumuti abu berwarna putih. Tak luput pula kendaraan roda empat dan dua.
“Dari pagi pukul 08.30 WIB, debu sudah mulai turun ke Ciamis, ” ungkap warga,Melihat kondisi tersebut, dihimbau kepada warga masyasakat kab Ciamis agar menggunakan masker pelindung. “Kalau tidak pakai masker pasti debunya terhirup, karena sangat tebal sekali,” ujarnya.
Dari pantauan kami di lapangan, debu kiriman dari letusan Gunung Kelud Jatim hampir merata melanda seluruh daerah di Ciamis. Hal tersebut tampak dari sejumlah body kendaraan roda dua dan empat yang melintasi di jalan-jalan seputar Ciamis yang dipenuhi debu.
Meletusnya Gunung Kelud di Jawa Timur yang terjadi Kamis malam tadi, (13/02/2014), tidak hanya berdampak di wilayah Provinsi Jawa Timur saja, namun juga sampai ke wilayah Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis.
Sebaran debu vulkanik dari letusan Gunung Kelud cukup mengganggu aktifitas masyarakat Banjarsari. Seperti diungkapkan Risma, salah seorang warga RT. 02, RW. 3, Dusun Sukasari, Desa Cikohkol, Kec. Banjarsari, Kabupaten Ciamis, saat dijumpai kami, Jum’at pagi tadi (14/02/2014). 
“Akibat  terkena kotoran debu vulkanik dari Gunung Kelud, pakian yang sudah di jemur pun kembali diambil ke rumah karena takut kotor oleh debu,” ujar Risma.
Hal serupa diungkapkan Jeje Ruhanda, warga lainnya. Menurutnya, abu vulkanik dari letusan gunung tersebut membuat jarak pandang di jalan menjadi terganggu. “Abu vulkanik juga menempel di dedaunan, selain itu jarak pandang pun tidak seperti biasanya,” kata Jeje( Ab@h= HR-Online.

Rabu, 12 Februari 2014

Di Ciamis Puluhan Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung

Ciamis, - Hujan disertai angin kencang membuat puluhan rumah di Desa Sidarahayu, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, rusak akibat disapu angin puting beliung.
Peristiwa tersebut terjadi Selasa (11/02/2014) sore, sekitar pukul 15.00 WIB. Sedikitnya 39 rumah di tiga dusun yaitu dusun Manganti, Talang Banteng, dan Pasungsari mengalami rusak berat, sedang,dan ringan. Selain merusak puluhan rumah, angin puting beliung juga mengakibatkan sejumlah pohon besar tumbang dan menimpa rumah warga.
Seperti rumah milik Tati (53) warga Pasungsari, akibat tertimpa pohon besar, bagian samping rumah miliknya rusak. Pada saat itu dirinya sedang berada di dapur, tiba-tiba pohon tumbang dan menimpa rumahnya, beruntung dia selamat lantaran cepat keluar rumah.
“Ketika pohon tumbang, saya langsung lari keluar rumah, kalau terlambat mungkin saya celaka,” ujarnya.
Camat Purwadadi, Drs Yusuf Maulana M.Si,mengatakan, setelah mendapat informasi, dirinya bersama warga langsung datang ke lokasi kejadian. Tidak ketinggalan aparat Kepolisian dan TNI dari Koramil   pun bergotong royong membantu warga membersihkan puing-puing rumah yang hancur.
“Upaya yang dilakukan, kami melaksanakan gotong royong dan membersihkan puing-puing rumah yang hancur,” kata Yusuf.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. (Ab@h=/HR-Online)

Oknum Anggota DPRD Ciamis Dilaporkan ke Badan Kehormatan

Seorang oknum Anggota DPRD Ciamis dilaporkan ke Badan Kehormatan DPRD Ciamis oleh salah seorang warga berinisal De (50), Senin (10/02/2014). Pelapor dihadapan anggota BK mengatakan bahwa oknum Anggota DPRD tersebut telah menjanjikan akan mengurus, bahkan mampu meloloskan anaknya dalam menempuh tes calon Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemkab Ciamis.
Bahkan, korban pun mengaku sudah memberikan sejumlah uang kepada oknum Anggota DPRD tersebut. Namun, meski janji tersebut tidak ditepati, sejumlah uang yang sebelumnya sudah diserahkan tidak kunjung dikembalikan.
Kedatangan korban langsung diterima Anggota Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Ciamis, Wagino Thoyib, sekitar pukul 11.00 WIB. Saat melapor, korban didampingi anggota Badan Konsultasi dan Klinik Hukum (BKKH) Ciamis.
“Kami menemui BK DPRD Ciamis agar bisa memfasilitasi penyelesaian permasalahan korban dengan salah seorang anggota DPRD Ciamis. Sebab, sudah beberapa kali dilakukan secara kekeluargaan, namun masalah ini tidak kunjung selesai,” kata Anggota BKKH Ciamis, Yuda Kuswandi, kepada wartawan usai pertemuan dengan BK DPRD Kabupaten Ciamis.
Yuda menjelaskan, korban sudah menyerahkan sejumlah uang kepada oknum anggota DPRD Ciamis tersebut secara bertahap dengan total Rp 130 juta. Pemberian itu dimaksudkan agar anak korban bisa diterima menjadi PNS.  “Namun sampai saat ini, anak korban tidak kunjung diangkat menjadi PNS,” ujarnya.
Yuda menerangkan, uang tersebut diserahkan secara bertahap sejak tahun 2012. Penyerahan uang pun disertai dengan bukti kuitansi. Namun, setelah berapa lama ditunggu, hingga saat ini anak korban belum juga diangkat menjadi PNS. “Korban hanya meminta uangnya segera dikembalikan. Karena saat ini korban sedang mempunyai masalah keuangan di keluarganya,” katanya.
Menurut Yuda, keluarga korban pun sempat menanyakan uang tersebut kepada oknum anggota DPRD tersebut. Namun, upaya yang dilakukan keluarga korban belum membuahkan hasil yang diharapkan.
Yuda berharap, BK DPRD Ciamis bisa menyelesaikan masalah tersebut. Sebab, uang yang telah diserahkan, sangat dibutuhkan oleh korban.
Sementara itu, korban saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, enggan berbicara sepatah kata pun. Setelah bertemu dengan Anggota BK DPRD Ciamis, korban langsung masuk mobil yang dikendarainya.
Anggota BK DPRD Kabupaten Ciamis, Wagino Thoyib, saat dikonfirmasi, mengatakan, pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu kasus yang dilaporkan korban. Selain itu, laporan yang disampaikan ke BK DPRD harus sesuai prosedur, yaitu laporan tertulis yang dilampiri fotokopi identitas pelapor.

“Korban yang didampingi anggota BKKH Ciamis itu baru bersilaturahmi dan menyampaikan laporan dugaan penipuan  secara lisan, belum menyampaikan laporan secara resmi sesuai dengan tata tertib DPRD. Jika sudah ada laporan resmi, bisa disampaikan ke pimpinan dewan untuk ditindaklanjuti dengan pemanggilan korban dan para saksi, termasuk anggota dewan yang diduga terlibat,” pungkas Wagino. (Ab@h=HR-Online)

Senin, 10 Februari 2014

AKSES KE OBJEK WISATA CURUG BOJONG PUTUS

Warga masyarakat terutama yang berada di dekat hutan, tepatnya Dusun Cihandiwung Desa Sukahurip Kecamatan Pa­ngandaran begitu semangat membuat jembatan yang meng­hubungkan ke lokasi wisata Curug Bojong, Minggu, (9/2/­2014).
Pasalnya, pembangunan jembatan dengan swadaya tersebut sebelumnya terseret arus sungai ketika hujan lebat, padahal jembatan tersebut sangat dibutuhkan warga sebagai akses penghubung daerah.
Ketua LMDH (Lembaga Mas­yarakat Desa Hutan) Desa Su­kahurip Piping Heryana (35) warga Dusun Cihandiwung De­sa Sukahurip mengatakan, pada Selasa, (25/1/2014) lalu, jembatan tersebut putus oleh air sungai yang mengalir deras.
“Kami kerja bakti dan kerja keras. Karena sampai saat ini belum ada bantuan dari pihak mana pun juga. Sekali lagi, ini murni kerja keras warga sini,”ungkapnya
Menurutnya sejak berdiri tahun 2012, LMDH sebagai mitra Perhutani dengan ang­gota sebanyak 320 orang beritikad akan mensejahterakan anggota dengan membuka loka­si Curug Bojong. “Tepat­nya tang­gal 22 Agustus 2013, kami mulai membuka lokasi wisata curug bojong dengan tujuan untuk meles­tari­kan­nya,”­tu­­tur Piping.
Selanjutnya walau sampai saat ini yang datang pengunjung lokal, tetapi setiap harinya selalu ada. “Biarpun lokal, teta­pi jumlah pengunjung yang datang pada bulan Desember lalu mencapai 1700 orang,” lanjut Piping.
Piping menambahkan untuk mendongkrak potensi wisata tersebut, Ia dan masyarakat berharap kepada pemerintah untuk memberikan bantuan pembangunan akses jalan ke lokasi wisata. Pasalnya potensi yang dimiliki di wisata tersebut cukup mumpuni.

“Jenis permainan yang ada berupa jungle tracking, climbing dan water tubing,”ujarnya seraya menambahkan, selain hal tadi juga terdapat dua curug yaitu Curug Teko dan Cepuk. “Ada juga Saung batu, batu kuya, kedung malang, cisawangan, wisata edukasi dan bisa untuk camping dan wisata untuk keluarga,”katanya.)Ab@h= KP-Online.

Sabtu, 08 Februari 2014

Polisi Kembali berkabung, Peluru Tembus Dada Bharada Putu

PALU - Jenazah Bharada I Putu Satria, personel Brimob Polda Sulawesi Tengah pagi tadi diterbangkan ke kampung halamannya, Bali, dengan menggunakan pesawat komersil. Satria tewas saat terlibat baku tembak dengan kelompok sipil bersenjata di Desa Taunca, Kabupaten Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, kemarin siang.
Jenazah diberangkatkan dari Bandara Mutiara, Kota Palu menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Prosesi pelepasan jenazah dipimpin langsung oleh Kepolda Sulawesi Tengah, Brigjen Pol Ari Dono Sukmanto.
Sesampainya di Bali nanti, jenazah akan dibawa ke rumah duka di Jembrana. Sebelumnya jenazah disemayamkan di Mako Brimob Polda Sulawesi Tengah.
Bharada I Putu Satria tewas karena kehabisan darah saat dievakuasi turun dari gunung oleh rekan-rekannya. Dadanya ditembus timah panas saat terjadi baku tembak dengan kelompok sipil bersenjata di Desa Taunca. Ketika itu, ia dan personel Brimob lainnya sedang melakukan penyisiran.
Batu tembak tidak hanya menewaskan Satria, tapi juga dua anggota kelompok sipil bersenjata. Saat ini, jenazah keduanya masih berada di RS Bayangkara Palu. Salah satunya sudah diidentifikasi namun belum diketahui tempat tinggalnya. Sementara satu jenazah lagi masih dalam proses identifikasi.
Aparat kepolisian menduga dua jenazah kelompok sipil bersenjata tersebut merupakan jaringan kelompok Santoso yang selama ini menjadi buronan.

Jenazah anggota Satuan Gegana Brimob Detasemen B Polda Sulawesi Tengah, Bharada Putu Satria, dibawa ke RSUD Poso untuk diautopsi. Autopsi berlangsung pada Kamis 6 Februari 2014 sekira pukul 21.00 Wita.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak RSUD Poso, dari hasil autopsi diketahui bahwa Bharada Putu tertembak di bagian dada kanan. Peluru menembus serong ke bagian belakang tubuhnya.
Usai autopsi, jenazah polisi yang masih berusia 21 tahun itu dibawa ke Mapolda Sulawesi Tengah di Kota Palu untuk disemayamkan. Kemudian almarhum akan diterbangkan ke daerah asalnya di Jembrana, Bali, untuk dimakamkan.
Seperti diberitakan, kontak senjata terjadi saat Satuan Gegana Detasemen B Polda Sulteng hendak membebaskan seorang warga yang disandera oleh kelompok bersenjata di area perkebunan di Desa Taunca, Padalembara, Poso Pesisir Selatan, kemarin sekira pukul 14.00 Wita.
Dalam baku tembak tersebut, Bharada dan seorang anggota kelompok bersenjata tewas. Namun identitas korban tewas dari pihak kelompok bersenjata tersebut belum diketahui.

Polisi juga berhasil mengamankan dua warga sipil. Satu ditangkap karena luka tembak dan seorang lagi disergap di permukiman. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa senjata dan bom.)Ab@h.

Imigran gelap terdampar di Pantai Barat Pangandaran

Puluhan imigran gelap ditemukan terdampar di Pantai Barat Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Para imigran itu langsung dibantu dan diamankan oleh Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) dan petugas.
"Mereka ditemukan tadi malam terdampar di pantai barat Pangandaran depan hotel Malabar," kata Petugas Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Pangandaran, Asep Udel seperti yang dikutip Antara, Kamis (6/2).
Menurut keterangan Asep, para imigran ini hendak menuju ke wilayahAustralia. Setelah sampai di sana, kapal yang mereka tumpangi dihadang kepolisian Australia. 
"Pengakuan dari imigran katanya sudah melewati perbatasan, tapi oleh petugas di Australia disuruh kembali ke perairan Indonesia," kata Asep.
Akhirnya mereka kembali ke Indonesia dengan bahan bakar yang tersisa dan terdampar di Pantai Pangandaran. 
Dari para imigran tersebut, sebanyak tujuh belas orang diamankan di markas Polsek Pangandaran, enam orang oleh Satuan Polairud Pangandaran dan delapan orang oleh TNI Angkatan Laut.
"Dari mereka yang diamankan ada anak-anak dan ibu yang lagi hamil," jelas dia.

Sekoci Canggih

Kapal kapsul mirip sekoci yang membawa 34 imigran gelap ke Pantai Pangandaran, Rabu (5/2) malam menjadi armada tercanggih dalam sejarah pelarian orang asing di Indonesia.
Selain dilengkapi peralatan komunikasi dan navigasi canggih, kapal tersebut bermesin diesel dengan sistem gearbox (transmisi pemindah tenaga).
Kepala Seksi Tranportasi Lalu Lintas Laut Dinas Pekerjaan Umum Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kabupaten Pangandaran Dede Supriatman mengatakan kapal berwarna orange tersebut merupakan buatan China. Daya mesinnya diperkirakan mencapai 140 PK (Paarde Kracht/tenaga kuda).
“Kami tidak menemukan dokumen kapal yang sepertinya sudah dihilangkan. Namun kalau melihat dari volume baling-baling, daya kapal ini sekitar 140 PK atau sekitar 6 GT (Gross Tonage),” ungkapnya kepada Radar di lokasi penemuan kapal imigran, Pantai Barat Pangandaran, kemarin (6/2).
Menurut Dede, kapal tersebut tergolong canggih karena dilengkapi peralatan berlayar cukup lengkap, diantaranya sistem navigasi, peralatan komunikasi, GPS (Global Positioning System), alat deteksi jarak dan dilengkapi pendingin ruangan (AC).
Hanya, kata dia, kapal tersebut tidak dilengkapi sistem auto pilot dan sistem sonar seperti kapal selam.
“Sepanjang sejarah pelarian imigran ini yang tercanggih. Kecil kemungkinan kalau kapal ini dikendalikan oleh orang awam. Nahkodanya harus yang mengetahui pelayaran makanya bisa sampai di sini. Namun sayangnya menurut informasi nahkodanya kabur,” katanya.
Dede mengatakan kapal tersebut mampu melaju dengan kecepatan maksimal sekitar 35 knot. Dari pengamatannya, kapal berukuran 8,5 x 3,2 meter itu diperkirakan dimodifikasi khusus untuk mengangkut banyak penumpang hingga mampu menampung 90 penumpang.
“Saya tidak tahu pasti apakah ini memang dimodifikasi khusus untuk kepentingan ini (mengangkut imigran, red), tapi yang jelas kapal ini didesain untuk bisa mengangkut banyak orang,” kata Dede.
Biasanya, lanjutnya, kapal sejenis digunakan untuk kepentingan survei atau rescue (penyelamatan). “Ini bukan kapal komersil. Dari segi warna patut diduga kapal ini milik badan atau lembaga pemerintah (Australia, red),” tuturnya.

“Tidak sembarangan kapal umum bisa menggunakan warna orange karena diatur oleh IMO (International Maritime Organization), ada kemungkinan juga kapal ini dijual oleh oknum,” imbuhnya. (Ab@h=

Kamis, 06 Februari 2014

Anggota Polres Ciamis Latihan Pam Pemilu

Anggota Satuan Sabhara Polres Ciamis berlatih beladiri di halaman markas mereka kemarin (5/2). Para petugas pengendali massa ini menggunakan tongkat, borgol dan beladiri tangan kosong guna mengamankan Pileg 2014.
Kasat Sabhara Polres Ciamis AKP Kurnia SH, MH mengatakan anggotanya dilatih menenangkan dan mengatasi massa yang brutal. ”Semua tahapan-tahapan itu diterapkan dalam latihan kepada seluruh anggota,” jelas Kurnia.
Mengamankan tahapan-tahapan pemilu, mulai dari kampanye hingga penghitungan suara, sebanyak 130 anggota dalmas telah dipersiapkannya. Mereka dilengkapi baju robot, tameng, tongkat, tambang, gas air mata, helm dan sebaginya. Bahkan 30 orang tim pengurai massa yang menggunakan sepeda motor telah disiapkan.
”Kenapa sekarang saya persiapkan latihan kepada anggota? agar saat pelaksanaan pileg nanti mereka lebih paham bagaimana cara menangani massa,” paparnya.
Tambah AKP Kurnia SH, MH, kebetulan saat ini juga ada penambahan anggota dalmas dari Polda Jawa Barat sebanyak 31 orang. Mereka dilatih dan diperkenalkan kepada anggota yang lama.
”Semuanya kami latih tiap hari. Selama satu atau dua jam dari mulai fisik serta mental juga,” ucap AKP Kurnia SH, MH yang juga mengatakan anggotanya harus kuat mental hingga tidak mudah terprovokasi pendemo. Namun untungnya sampai saat ini kegiatan-kegiatan pesta demokrasi di Ciamis selalu berjalan lancar.

”Harapan saya (juga) masyarakat Kabupaten Ciamis lebih menjaga kondusivitas dalam Pileg tahun 2014,” pungkas Kurnia. (Ab@h= Rdr -Online.

Rabu, 05 Februari 2014

Rabu............., Rencana Hasil Tes CPNS Kategori II Diumumkan

Ciamis,- Pengumuman hasil tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kategori II rencananya akan diumumkan pada Hari Rabu (5/2/2014), di web resmi Kementrian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Tentunya, kabar ini sangat ditunggu-tunggu oleh peserta tes CPNS Kategori II.
Menurut Kabid Mutasi dan Kepegawaian BKDD Kabupaten Ciamis, Drs. Achmad Yani, Senin, (3/2/2014), pengumuman hasil tes CPNS Kategori II sudah dua kali mengalami pengunduran.
Pertama, pengumuman seharusnya dilakukan akhir bulan Desember 2013, akan tetapi karena ada sesuatu hal, pengumuman itu diundur menjadi minggu ke empat di bulan Januari 2014. Tapi tidak juga dilakukan. “Sampai saat ini kami belum menerima surat pengunduran pengumuman tes CPNS K 2,” ucapnya.
Achmad Yani mengaku, setelah membuka Website resmi, dia mendapati pengumuman hasil tes CPNS akan dilakukan Rabu (5/2/2014). Dia berharap, peserta tes CPNS K II bersabar, sampai hasil tes diumumkan.
Di Ciamis sendiri, kata Achmad Yani, peserta yang mengiktui tes CPNS Kategori II sebanyak 2.243 orang. Honorer yang mengikuti ini, juga yang nantinya diterima menjadi PNS akan dinilai berdasarkan passing grade yang telah ditentukan.
“Artinya, nanti nilainya masuk passing grade. Misalkan dari Ciamis yang lolos 1500 orang, berarti akan dapat CPNS dengan jumlah yang sama 1500,” katanya.

Achmad Yani menambahkan, pengumuman hasil tes kategori II merupakan kewenangan pemerintah pusat. Dia juga berharap peserta yang mengikuti tes bisa bersabar menunggu. Mudah-mudahan pengumumannya sesuai dengan yang tertera di Website Menpan./Ab@h=-HR)

PULUHAN KIOS DIBONGKAR SATPOL PP

Puluhan kios milik pedagang kaki lima (PKL) yang berada di sepanjang jalur trotoar tepatnya di depan Pasar Wisata Pangandara yang sudah ditinggalkan pemiliknya dibongkar petugas Satpol PP Pangandaran Senin (3/2/2014).
Pembongkaran tersebut dilakukan oleh 120 petugas Satpol PP untuk menciptakan kawasan Pangandaran nyaman. Pasalnya keberadaan kios yang sudah ditinggal pemiliknya itu terlihat kumuh dan cukup mengganggu pemandangan.
Kepala Bidang Ketentramana, Ketertiban Umum dan Per­lindungan Masyarakat Badan Kesatuan Bangsa, Politik Perlin­dungan Masyarakat dan Pe­nanggungalan Bencana, Da­dang Abdurochman didampingi Kasi Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Ma­syarakat, Nandang Sugraha mengatakan ada 37 kios PKL di sepanjang trotoar depan pasar wisata, namun yang dibongkar oleh petugas hanya 20 kios. “Sisanya sebanyak 19 kios yang masih berpenghuni pembong­karannya diserahkan kepada mereka untuk membongkarnya sen­diri,” kata dia Senin (3/2/2014).
Kata dia, kios- kios yang ada di trotoar itu membuat kumuh kawasan pantai Pangandaran dan terpaksa harus di bongkar. Dua bulan lalu pihak Satpol PP sudah melayangkan surat pemberitahuan kepada para pemilik kios agar membongkr kiosnya masing-masing dalam rangka penataan dan pembenahan kawasan pantai. Batas waktu yang diberikan petugas untuk melakukan pembong­karan sendiri hingga Sabtu (1/2/2014) lalu.
“Dikarenakan batas waktu yang telah ditentukan belum juga di bongkar maka kios kosong tersebut terpaksa kami bongkar oleh petugas,” ujar Dadang.
Ujang(30) pemilik kios beng­kel motor warga Karanggedang, Desa Babakan, Kecamatan Pa­ngandaran, mengaku sudah ada dan berusaha di kios yang ada di trotoar itu sejak tahun 2005 silam, mendukung upaya penertiban itu. Hanya saja ia meminta kebijakan pemerintah untuk menempatkan tempat usahanya tersebut di lokasi yang baru yang tidak mengganggu ketertiban umum. Termasuk adanya biaya ganti rugi karena memiliki kios itu tidak gratis.
“Kios ini dulu saya beli dari seseorang yang bernama Yadi seharga RP 3 juta,” kata Ujang.
Pemilik kios lainya Eti Rohayati(50) asal Bulaklaut Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, mengharapkan pemerintah memberikan relokasi kepada dirinya untuk bisa membangun kembali kios tersebut.
“Ya paling tidak uang pengganti untuk biaya mendirikan kembali kios tersebut di depan rumah di Bulaklaut,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua Gibas Regional Kabupaten Ci­amis-Pangandaran Yana Macan mengatakan, para PKL me­nye­tujui adanya penataan. Namun, yang dihaparkan sampah bekas pembongkaran di­ber­sihkan dan diangkut. “Waktu yang di­berikan petugas sudah sangat cukup untuk melakukan penataan sendiri oleh para pemilik kios itu sendiri ini demi pangandaran yang lebih indah dan bersih,” katanya./Ab@h=Kp Online.