Jumat, 28 Februari 2014
Kamis, 27 Februari 2014
Tewas Tertabrak Bus................
Wasimin (22), warga Desa
Neglasari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, tewas mengenaskan dengan luka parah
di bagian kepala setelah sepeda motor Honda Revo dengan nopol Z 5681 YE yang dikendarainya
dihantam Bus Pariwisata, di jalan raya Ciamis- Banjar, tepatnya di Dusun
Cimengger, Desa Bojongmengger, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Rabu
(26/02/2014).
Menurut Yayan (23), saksi
mata, kecelakaan ini berawal saat korban membonceng Nova (20) warga Cipeurih,
Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, ketika melintas di jalan raya Ciamis-
Banjar di daerah Cijeungjing. Saat itu korban khendak membelokan motornya.
Namun, entah karena korban tidak konsentrasi, tanpa diduga muncul sebuah Bus Pariwisata
dari arah Banjar dengan kecepatan tinggi.
“Saya menduga korban saat
berbelok arah tidak menoleh ke belakang atau melihat spion motornya. Karena,
saat berbelok arah, posisi korban dengan bus yang menabrak, jaraknya sangat
dekat, sehingga kecelakaan itu sulit dihindari,” katanya.
Korban pun langsung terkapar
di jalan setelah motor yang dikendarainya ditabrak oleh sebuah Bus Parawisata.
“Korban mengalami luka parah di bagian kepala serta dari hidung dan telinganya
mengeluarkan darah, hingga nyawanya tidak bisa tertolong. Sementara temannya
(Nova) mengalami luka lecet di bagian tangan dan kaki, “ terangnya.
Setelah terjadi kecelakaan
tersebut, kata Yayan, warga yang berada di sekitar lokasi langsung menolong
korban dan selanjutnya dilarikan ke RSUD Ciamis. “Akibat banyak mengeluarkan
darah, pengendara motor langsung tewas tidak lama setelah terjadi kecelakaan.
Sementara temannya, kini tengah mendapat pertolongan medis di RSUD Ciamis
akibat mengalami luka di bagian tangan dan kakinya, “ pungkasnya. (Ab@h=/HR-Online)
Rabu, 26 Februari 2014
Pembunuhan di salah satu Hotel ahirnya terbongkar........
Ahirnya terbongkar juga kasus Pembunuhan di salah satu Hotel Objek Wisata Pangandaran, Seperti diberitakan sebelumnya, warga di sekitar Pasar wisata Pangandaran digegerkan dengan penemuan mayat di sebuah kamar penginapan Pondok Sanur Dusun Karangsari RT 02 RW 02 Pananjung Pangandaran, Kamis (13/2/2014) petang.
Pelaku pembunuhan dengan
korban Ragil Imam Sutarno (40), sopir ‘Jam’ Rental Purwokerto, yang terjadi di
kamar nomor 6 Hotel Pondok Sanur, di Dusun Karangsari RT 02/RW 02, Desa
Pananjung, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Kamis (13/02/2014)
lalu, akhirnya terkuak. Polres Ciamis telah menetapakan lima tersangka dalam
kasus yang menggemparkan warga sekitar objek wisata Pangandaran ini.
Yang mengejutkan, lima dari 2
tersangka kasus pembunuhan ini adalah seorang pelajar di SMK Bina Putera Banjar
dan salah seorang oknum anggota kepolisian yang bertugas di Polresta Banjar
berpangkat Briptu dengan inisial MS.
Kapolres Ciamis AKBP Witnu
Urif Laksana, mengungkapkan, penangkapan pelaku berawal dari bukti dan
keterangan beberapa saksi dan kemudian mengarah kepada kawanan pelaku tersebut.
“Kami melakukan penyelidikan
kasus ini selama satu minggu. Setelah keterangan saksi dan bukti sudah lengkap,
baru kami melakukan penangkapan terhadap pelaku,” ujar Kapolres Ciamis AKBP
Witnu Urif Laksana, di Mapolresta Ciamis, Selasa (25/02/2014).
Menurut Kapolres Ciamis AKBP Witnu Urif Laksana, salah
seorang tersangka kasus ini tercatat sebagai anggota polisi di Polresta Banjar.
Kemudian, satu tersangka lainnya masih berstatus pelajar di SMK Bina Putra Banjar. “Kami pun telah
mengamankan senjata api jenis Repolver dengan lima peluru aktif yang digunakan
pelaku saat melakukan kejahatan ini, “ ungkapnya.
Witnu menambahkan, kasus
pembunuhan ini kini tengah ditangani Satreskrim Polres Ciamis untuk melakukan
pendalaman lebih lanjut. Kasus pembunuhan ini, lanjutnya, bermotif curas
(pencurian dan kekerasan). Pelaku membunuh korban untuk menguasai mobil jenis
APV yang digunakan (pelaku dan korban) saat berkunjung ke salah satu hotel di
Pangandaran.
“Sementara mobil yang dicuri
pelaku kini posisinya sudah berpindah tangan, setelah dijual ke orang lain.
Kami saat ini tengah mengejar penadah mobil dari hasil kejahatan tersebut.
Sedangkan untuk nasib oknum polisi yang terlibat kasus ini, dipastikan akan
dipecat,” tegasnya. (Ab@h=HR-Online)
Selasa, 25 Februari 2014
DALAM SATU MALAM, TIGA RUMAH DIBOBOL MALING
Masyarakat Kabupaten
Pangandaran harus lebih waspada, pasalnya saat ini maling tidak hanya mengincar
rumah-rumah yang berada di kota dengan bentuk yang mentereng tetapi saat ini
rumah biasa yang berada di kampung-kampung pun menjadi sasaran aksi kejahatan maling.
Buktinya, di Dusun Cogekan RT
01/03 Desa Kertajaya Kecamatan Mangunjaya, maling menggasak tiga rumah
sekaligus dalam waktu satu malam, yakni Senin, (24/2/2014) sekitar pukul 03.00
WIB. Pada kejadian tersebut, maling berhasil menggondol harta benda dan uang
dari pemilik rumah yang disantroninya.
Berdasarkan data yang
diperoleh dari kantor Polisi Sektor Padaherang, ketiga warga yang menjadi
korban masing-masing Sunari kehilangan Emas 21 gram, Laptop Note Book 1 unit,
Hp Nokia dan Hp Cina 2 unit dan Uang sebesar Rp50.000.
Selain Sunari, beberapa saat
kemudian maling menyantroni rumah Mad Sulaemi. Dari rumah ini, korban
kehilangan Uang sebesar Rp 1 Juta dan tas Korea 1 buah. Tidak puas dengan
jarahan di dua rumah, maling pun menyantroni rumah Koko sehingga di rumah ini
korban kehilangan Helm GM 1 buah.
Kepala Polisi Sektor
Padaherang Ajun Komisaris H Jumaeli melalui Kanit Reskrim Aiptu Agus Hartadin
Ripa’i, Senin, (24/2/2014) menuturkan, berdasarkan keterangan dari korban,
kronologis kejadiannya sekitar pukul 03.30 WIB, pencuri diduga masuk ke rumah
Sunari melalui pintu dapur belakang dangan cara mencongkel. Setelah terbuka, maling
menggasak barang-barang pemilik rumah.
“Lalu kemudian pelaku keluar
dan masuk lagi ke rumah Bapak Mad Sulaemi melalui jendela depan dengan cara yang
sama, yakni mencongkel. Setelah itu mengambil barang dan uang milik tuan rumah
yang tertidur pulas,”ungkapnya.
Agus kembali mengatakan,
mungkin karena belum puas dengan hasil jarahan di dua rumah, pelaku melanjutkan
lagi aksinya ke rumah Koko dengan cara mencongkel jendela bagian depan. Tetapi
di rumah ini hanya mengambil sebuah helm.
“Sekitar pukul 04.30 WIB saat
penghuni rumah terbangun dan hendak melaksanakan shalat Shubuh, baru mengetahui
bahwa rumahnya disantroni maling,”ujarnya.
Kanit Reskrim Polsek
Padaherang Aiptu Agus Hartadin menambahkan, setelah mendapati laporan aksi
pencurian, jajarannya langsung mendatangi TKP dan menggelar olah TKP guna
dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut.
“Kami langsung ke lokasi setelah
mendapatkan laporan dari warga setempat. Kami berusaha optimal buru pelakunya
yang sudah meresahkan warga”tutur Agus.
Kantor Desa Dibobol Maling
Sementara itu di tempa
terpisah, Kantor Desa Ciherang yang sedang membangun gedung aula pun
disantroni maling, Senin, (24/2/204) dini hari. Kepala Desa Ciherang
Kecamatan Banjarsari Dedi kepada Kami menuturkan, pada aksi pencurian
tersebut, pihak desa kehilangan besi yang sudah dianyam untuk pengecoran tiang
atas aula.
"Peristiwa ini terjadi
malam hari saat desa libur. Memang pihak Desa Ciherang tidak melaporkan
peristiwa ini ke pihak kepolisian karena besi yang di curi oleh maling tersebut
tidak seberapa. Namun nekadnya ini yang luar biasa karena besi itu kan sudah
dianyam dan panjang lagi. Dan untuk besi yang hilang untuk pengecoran masih
bisa ditanggulangi oleh pihak desa "Dedi.
Dedi melanjutkan, sampai saat
ini belum ada informasi pelakunya, tetapi Ia menduga dilakukan oleh orang di
sekitar wilayahnya.(Ab@h= KbPri-online.
Senin, 24 Februari 2014
PEMUSNAHAN NARKOBA SEBAGAI BUKTI PENEGAKKAN HUKUM
Jajaran Kepolisian Resort
Ciamis memusnahkan barang bukti narkoba seiring dengan diselenggarakannya gelar
pasukan pengamanan pemilihan umum (Pemilu) di Taman Raflesia Ciamis, pada Kamis
(20/2/14).
Barang bukti narkoba yang
dimusnahkan adalah narkotika jenis Ganja Kering seberat 8.168,3628 gram dari
pengungkapan 27 kasus dan 32 terdakwa, jenis Sabu seberat 1,5593 gram dari
pengungkapan 4 kasus dan 4 terdakwa,
serta obat-obatan berbahaya lainnya yang terdiri dari Pil Dekstrometorfan
(Dekstro) sebanyak 10.438 butir dan Pil Trihexyphenidyl sebanyak 2.225 butir
dari pengungkapan 5 kasus dan 6 terdakwa.
Barang bukti yang dimusnahkan
tersebut merupakan hasil pengungkapan dan penyitaan tahun 2012 dan 2013 di
wilayah hukum Polres Ciamis yang telah mendapatkan kepastian dan kekuatan hukum
tetap (Inkracht) dari Pengadilan Negeri Ciamis.
Proses pemusnahan barang bukti
narkoba ini dihadiri jajaran Muspida Ciamis dan Pangandaran, Pengadilan Negeri
Ciamis, Kejaksaan Negeri Ciamis dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Ciamis
beserta sejumlah pejabat lainnya.
Kapolres Ciamis AKBP. Witnu
Urip Laksana menjelaskan bahwa “barang bukti yang dimusnahkan bukanlah akhir
dari pengungkapan kasus peredaran narkoba, kami terus melakukan pengawasan dan
penindakan keras apabila ada oknum-oknum yang mencoba melakukan peredaran narkoba
di wilayah hukum Polres Ciamis”.
“Pemusnahan barang bukti
tersebut sebagai bentuk upaya pencegahan peredaran narkoba, juga sebagai bukti
penegakkan hukum, dimana peredaran narkoba saat ini turut menjadi perhatian
bersama”, pungkas AKBP. Witnu Urip Laksana.
Sementara Kepala BNN Kabupaten
Ciamis drg. Engkan Iskandar, MM mengapresiasi hasil kinerja Kepolisian Resort
Ciamis beserta penegak hukum lainnya dalam pemberantasan narkoba, “kami ucapkan
terimakasih atas hasil ungkap kasus tersebut, dengan harapan penyalahgunaan
narkoba di wilayah hukum Ciamis dapat ditekan sekecil mungkin, namun ungkap
kasus peredaran gelap narkoba dapat terus ditingkatkan hal ini sejalan dengan
Instruksi Presiden RI Nomor 12 tahun 2011 tentang pelaksanaan kebijakan dan
strategi nasional di bidang pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan
peredaran gelap narkoba tahun 2011-2015 (JAKSTRANAS P4GN 2011-2015), dimana
tiap tahunnya ungkap kasus narkoba harus naik 10 %, sementara korban
penyalahguna atau pecandu narkoba dapat ditekan di bawah 1,5 % dari angka
prevalensi 2,68 % di akhir tahun 2014, hal ini guna mewujudkan Indonesia Negeri
Bebas Narkoba 2015 yang diwujudkan melalui penurunan angka prevalensi
penyalahguna narkoba di bawah 2,8 %”.
Dalam kesempatan tersebut
Bupati Ciamis H. Engkon Komara mengaku merasa miris dengan banyaknya kasus
narkoba yang terjadi di wilayah Kabupaten Ciamis, maka ia mengajak seluruh
komponen masyarakat untuk turut serta dalam memberantas peredaran narkoba.
“Untuk memberantas narkoba bukan menjadi masalah pemerintah saja, akan tetapi
harus diseleseikan dengan bekerjasama antara pemerintah, polisi dan
masyarakat”.
Melalui pemusnahan barang
bukti narkoba tersebut diharapkan menjadi efek jera bagi para pengedar dan para
korban atau pecandu narkoba sadar akan bahayanya yang ditindaklanjuti dengan
upaya pengobatan atau terapi rehabilitasi untuk memulihkan dampak kecanduannya.(Ab@h=
Kamis, 20 Februari 2014
PULUHAN RUMAH RUSAK.....
Sebanyak 37 rumah warga mengalami rusak cukup parah akibat tanah ambles dan banjir yang terjadi Selasa (18/2/2014) sekitar pukul 20.00 WIB.
Dari 37 rumah yang rusak tersebut 22 rumah terjadi di
Desa Sukajaya Kecamatan Rajadesa, 15 rumah terjadi di empat desa di wilayah
Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis.
Dari 22 rumah yang rusak di Desa Sukajaya, 4 rumah
diantaranya rusak berat, 18 rumah rusak ringan.Sedangkan 15 rumah di wilayah
Kecamatan Panawangan, 10 rumah diantaranya jebol akibat diterjang banjir dari
sungai Cijolang.
Menurut Wasliom (55) warga Dusun Bentuk Sari Desa
Sukajaya, tanah ambles terjadi sekitar pukul 20.30 WIB, ketika turun hujan
deras mulai pukul 15.00-19.00 WIB.
“Saat kejadian, kami bersama keluarga sedang di dalam
rumah, tiba-tiba rumah goyang seolah ada yang mendorong. Dari atap terdengar
suara “ ting peletek ”, tanpa pikir panjang kami langsung lari menyelamatkan
diri, selang beberapa menit rumah kami ambruk, “ jelasnya.
Sementara itu, Camat Rajadesa, H. Dede, pascaterjadinya
bencana tanah ambles itu, pihaknya langsung melihat kondisi rumah warga yang
terkena musibah. Hasilnya dari ada 22 rumah warga yang terkena dampak dari
tanah ambles.
Dari rumah yang rusak, empat diantaranya rumah warga
yang sudah tak layak huni. Takut terjadi hal yang tidak diinginkan, untuk
sementara mereka disuruh mengosongkan rumahnya dan tinggal bersama saudaranya
yang berada di tempat yang lebih aman.
Camat Panawangan, Asep Dedi mengatakan dari hasil
pendataan sementara terdapat 15 rumah warga yang mengalami rusak berat yang
terjadi di empat desa yakni, Desa Sadapaingan 9 rumah, Bangun Jaya 3 dan di
Desa Mekar Buana 3 rumah, kerusakan rumah tersebut rata-rata mengalami
kerusakan cukup berat.
Sedangkan 18 rumah di Kec. Panawangan rusak akibat tanah
ambles, longsor dan banjir dari kali Cijolang.
“Kami belum bisa memprediksi berapa jumlah total
kerugian,” ujarnya. (Ab@h=KB Online.
Rabu, 19 Februari 2014
SATRES NARKOBA POLRES CIAMIS AMANKAN PENGEDAR SABU
Satuan Unit Narkoba Polres Ciamis berhasil mengamankan
seorang perempuan asal Tasikmalaya berinisial ND (40), karena kedapatan
menyimpan dua paket narkotika jenis sabu-sabu.
Kasat Narkoba Polres Ciamis, Agus Susanto, SH.,MM.,
Selasa (18/2/2014), mengungkapkan, saat penangkapan dilakukan, sabu-sabu
tersebut disembunyikan ND dalam plastik klip transparan, dibungkus dalam
kemasan rokok merk Polo Mild, dan dimasukan dalam jaket jeans warna biru, di
bagian kanan.
Menurut Agus, ND berhasil ditangkap Satuan Unit Narkoba
Polres Ciamis, pada Hari Senin (17/2/2014), sekitar pukul 19.00 WIB. ND
ditangkap di depan Counter Buana Cell, Pasar Sindangkasih, tepatnya di Dusun
Pengkolan, Desa Sindangkasih, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis.
Sebelumnya, ND sudah diintai terlebih dahulu oleh anggota
Satnarkoba selama satu minggu. Atas dasar itu, ND berhasil ditangkap, berikut
mengamankan barang bukti dua paket sabu-sabu.
Dari hasil interogasi, ND diketahui membeli sabu-sabu
tersebut dari YI, warga Bandung dengan harga Rp 1 juta. Guna melakukan
pengembangan lebih lanjut, Polres menetapkan YI sebagai DPO (Daftar Pencarian
Orang). Menurut Agus, ND dikenai pasal 112 Undang-Undang No 35 tahun 2009,
tentang Narkotika. ND mendapat ancaman hukuman 15 tahun penjara.
Ketika dikonfirmasi HR, janda beranak 5 yang mengaku
berprofesi sebagai penjual baju ini mengaku, sabu-sabu tersebut adalah miliknya
yang didapat dari YI. Sabu-sabu itu untuk dikonsumsi sendiri, bukan untuk
diperjualbelikan.
”Saya kenal YI baru satu bulan. Saya membelinya
(sabu-sabu) ini seharga Rp 1 juta. Rencananya ini akan saya konsumsi sendiri,”
pungkasnya. (Ab@h=/Koran-HR)
Selasa, 18 Februari 2014
POLISI TERUS BURU PELAKU PEMBUNUHAN DI PANGANDARAN
Pelaku pembunuhan terhadap sopir Jun Rent Purwokerto yang
terjadi di Pondok Sanur Pangandaran tepatnya di kamar 06 sampai saat ini masih
dalam pencarian pihak polisi sektor Pangandaran bersama Polisi resort Ciamis.
Pihak kepolisian juga masih menunggu hasil dari sidik jari dan sketsa wajah
pelaku.
Kepala Polisi Sektor Pangandaran Kompol Bujang Harapan
SH melalui Wakilnya AKP Shohet, SH, Senin, (17/2/2014) mengatakan,
pihaknya bekerja sama dengan Polisi Resort Ciamis berupaya terus mengungkap
keberadaan juga sketsa wajah pelaku pembunuhan.
“Kami masih menunggu hasil skesta gambar dari Polres
Ciamis,”ungkapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, warga di sekitar Pasar
wisata Pangandaran digegerkan dengan penemuan mayat di sebuah kamar penginapan
Pondok Sanur Dusun Karangsari RT 02 RW 02 Pananjung Pangandaran, Kamis
(13/2/2014) petang.
Beberapa hari kemudian, identitas mayat dalam keadaan
terikat dan mulut dilakbanterungkap. Berdasarkan penyidikan polisi, korban
pembunuhan tersebut ternyata Ragil Imam Sutarno (40), supir rental “Jan Rent”
yang beralamat di Purwokerto.
Identitas tersebut terungkap berdasarkan penuturan Januar
(40) pengusaha rental “Jan Rent” jalan Sukajaya RT 03/12 no.64 Sokanegara
Purwokerto Timur kepada Polisi Resort Pangandaran.
Ia menuturkan, mobil rentalan jenis inova nomor polisi R
8843 CH type G warna hitam metalik yang dikendarai korban hilang kontak
beberapa hari. Padahal sejak pertama dirental, Selasa, (11/2/2014), penyewa
hanya meminjam dua hari.
“Hingga Rabu, (13/2/2014) masih ada kontak dengan supir dan
GPS yang ada di mobil. Tetapi begitu Kamis, (13/2/2014), sudah hilang kontak,
baik dengan almarhum maupun di GPS. Kami pun langsung curiga,”ujarnya.
Karena saat akan meminjam berencana wisata ke Pangandaran,
maka Ia berusaha mencari keberadaan kendaraannya di Pangandaran. Sayangnya,
bukan kabar baik yang Ia terima, tetapi supir yang telah mengabdi beberapa
tahun kepada dirinya dilaporkan sudah menjadi mayat dan kondisi memprihatinkan.
“Yang menyewa sesuai dengan e-KTP atas nama Wh (34) warga
Pancar Kembar Purwokerto bersama empat temannya. Namun alih-alih saat
dicek ulang oleh pihak berwajib, kabarnya e-KTP yang bersangkutan
palsu,”ujarnya lagi di sela-sela pemeriksaan di Polsek Pangandaran. E-44***
Senin, 17 Februari 2014
EMPAT RUMAH PORAK PORANDA
Empat rumah milik warga di
Dusun Pasir Kadu Rt 04 Rw 07 Desa Petir Hilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten
Ciamis, mengalami rusak cukup parah setelah tertimpa pohon tumbang akibat
dihantam angin puting beliung, Sabtu ( 15/2/2014) sekitar jam 17.00 WIB.
Keemat rumah milik warga Dusun
Pasir Kadu Desa Petir Hilir Kecamatan Baregbeg, masing-masing mengalami rusak
di bagian atap pada ruangan dapur.
Menurut warga Dusun Pasir
Kadu, Uju ( 50), peristiwa angin puting beliung yang disertai hujan cukup deras
terjadi kurang lebih 1 jam.
Waktu itu angin berputar
kencang datang dari arah bawah lalu mendorong ke atas sehingga membuat puluhan
pohon tumbang seperti dicabut.
Menurut Uju, saat angin
puting beliung mengamuk, ia dan keluarganya sedang berada di dalam rumah.
”Kami langsung keluar rumah
sambil terus mengumandangkan takbir. Di luar angin berputar kencang disertai
hujan cukup deras seperti yang ditumpahkan dari dalam ember. Dari belakang
rumah tiba-tiba ada suara pohon tumbang menimpa dapur,” ujarnya.
Pada saat itu anak anaknya,
Erni (20) sedang menanak basi di dapur. Beruntung pas pohon kelapa tumbang
menimpa pada bagian dapur, anaknya langsung keluar hingga akhirnya selamat.
Hal yang sama dialami Dulman
( 47), tetangganya Uju. Dalam perisitiwa itu ia dan keluarganya berhasil
menyelamtakan diri dari ancaman pohon tumbang.
Tapi rumah semi permanen
miliknya yang berukuran 7 x 10 hampir ambruk akibat tertimpa pohon albasia yang
berada di samping rumah miliknya.
Sementara itu, Kepala Desa Petir
Hilir, Obang, membenarkan kejadian tersebut. Setelah terjadi bencana puting
beliung, pihaknya bersama Babimas Polsek Ciamis dan perangkat desa langsung
melihat kondisi rumah warga yang terkena musibah.
Hasil pemantauan ada empat
rumah warga yang mengalami rusak cukup berat. Akibat bencana itu masing-masing
korban mengalami kerugian antara Rp 14 -15 juta.
“Kami langsung
menginstruksikan kepada warga untuk gotong-royong membereskan kayu pohon yang
menimpa rumah warga. Agar tidak ada korban jiwa, ia mengimbau kepada warga
yang memiliki pohon besar di sekitar rumah agar segera ditebang,”
(Ab@h-KB=Online.
Jumat, 14 Februari 2014
Debu Gunung Kelud Sampai ke Ciamis
Hujan debu dari dampak letusan
Gunung Kelud di Jawa Timur, yang terjadi di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat,
tampaknya mengganggu aktivitas warga. Tak sedikit warga yang mengeluh saluran
pernapasannya terganggu akibat menghirup debu tersebut.
Meski begitu, Pemkab Ciamis
hingga saat ini belum melakukan upaya dengan membagikan masker gratis kepada
warga.
Kepala Dinas Kesehatan
Kabupaten Ciamis, dr. H. Dendi Rahayu, mengatakan, stok masker di gudang
kantornya sudah habis. Pihaknya hanya bisa menghimbau kepada warga agar waspada.
“Kita saat ini masih menunggu
pasokan bantuan masker dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa
Barat. Stok masker di gudang sudah kosong,” ujarnya, kepada HR, Jum’at
(14/02/2014).
Dendi menyarankan kepada warga
untuk membeli masker di apotek atau toko terdekat.”Debu vulkanik sangat
berbahaya terhadap saluran pernapasan. Jadi, penutup masker sangat diperlukan
di saat debu sudah mengganggu pernapasan,” ujarnya.
Sementara itu, akibat hujan
debu yang melanda Ciamis, membuat rumah warga, gedung perkantoran, jalan dan
pohon diselumuti abu berwarna putih. Tak luput pula kendaraan roda empat dan
dua.
“Dari pagi pukul 08.30 WIB,
debu sudah mulai turun ke Ciamis, ” ungkap warga,Melihat kondisi tersebut, dihimbau
kepada warga masyasakat kab Ciamis agar menggunakan masker pelindung. “Kalau
tidak pakai masker pasti debunya terhirup, karena sangat tebal sekali,” ujarnya.
Dari pantauan kami di
lapangan, debu kiriman dari letusan Gunung Kelud Jatim hampir merata melanda
seluruh daerah di Ciamis. Hal tersebut tampak dari sejumlah body kendaraan roda
dua dan empat yang melintasi di jalan-jalan seputar Ciamis yang dipenuhi debu.
Meletusnya Gunung Kelud di
Jawa Timur yang terjadi Kamis malam tadi, (13/02/2014), tidak hanya berdampak
di wilayah Provinsi Jawa Timur saja, namun juga sampai ke wilayah Kecamatan
Banjarsari, Kabupaten Ciamis.
Sebaran debu vulkanik dari
letusan Gunung Kelud cukup mengganggu aktifitas masyarakat Banjarsari. Seperti
diungkapkan Risma, salah seorang warga RT. 02, RW. 3, Dusun Sukasari, Desa
Cikohkol, Kec. Banjarsari, Kabupaten Ciamis, saat dijumpai kami, Jum’at pagi
tadi (14/02/2014).
“Akibat terkena kotoran debu vulkanik dari Gunung
Kelud, pakian yang sudah di jemur pun kembali diambil ke rumah karena takut
kotor oleh debu,” ujar Risma.
Hal serupa diungkapkan Jeje
Ruhanda, warga lainnya. Menurutnya, abu vulkanik dari letusan gunung tersebut
membuat jarak pandang di jalan menjadi terganggu. “Abu vulkanik juga menempel
di dedaunan, selain itu jarak pandang pun tidak seperti biasanya,” kata Jeje(
Ab@h= HR-Online.
Rabu, 12 Februari 2014
Di Ciamis Puluhan Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung
Ciamis, - Hujan disertai angin kencang membuat puluhan
rumah di Desa Sidarahayu, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, rusak akibat
disapu angin puting beliung.
Peristiwa tersebut terjadi Selasa (11/02/2014) sore,
sekitar pukul 15.00 WIB. Sedikitnya 39 rumah di tiga dusun yaitu dusun
Manganti, Talang Banteng, dan Pasungsari mengalami rusak berat, sedang,dan
ringan. Selain merusak puluhan rumah, angin puting beliung juga mengakibatkan
sejumlah pohon besar tumbang dan menimpa rumah warga.
Seperti rumah milik Tati (53) warga Pasungsari, akibat
tertimpa pohon besar, bagian samping rumah miliknya rusak. Pada saat itu
dirinya sedang berada di dapur, tiba-tiba pohon tumbang dan menimpa rumahnya,
beruntung dia selamat lantaran cepat keluar rumah.
“Ketika pohon tumbang, saya langsung lari keluar rumah,
kalau terlambat mungkin saya celaka,” ujarnya.
Camat Purwadadi, Drs Yusuf Maulana M.Si,mengatakan,
setelah mendapat informasi, dirinya bersama warga langsung datang ke lokasi
kejadian. Tidak ketinggalan aparat Kepolisian dan TNI dari Koramil pun
bergotong royong membantu warga membersihkan puing-puing rumah yang hancur.
“Upaya yang dilakukan, kami melaksanakan gotong royong
dan membersihkan puing-puing rumah yang hancur,” kata Yusuf.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun
kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. (Ab@h=/HR-Online)
Oknum Anggota DPRD Ciamis Dilaporkan ke Badan Kehormatan
Seorang oknum Anggota DPRD
Ciamis dilaporkan ke Badan Kehormatan DPRD Ciamis oleh salah seorang warga
berinisal De (50), Senin (10/02/2014). Pelapor dihadapan anggota BK mengatakan
bahwa oknum Anggota DPRD tersebut telah menjanjikan akan mengurus, bahkan mampu
meloloskan anaknya dalam menempuh tes calon Pegawai Negeri Sipil (PNS) di
Pemkab Ciamis.
Bahkan, korban pun mengaku
sudah memberikan sejumlah uang kepada oknum Anggota DPRD tersebut. Namun, meski
janji tersebut tidak ditepati, sejumlah uang yang sebelumnya sudah diserahkan
tidak kunjung dikembalikan.
Kedatangan korban langsung
diterima Anggota Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Ciamis, Wagino Thoyib, sekitar
pukul 11.00 WIB. Saat melapor, korban didampingi anggota Badan Konsultasi dan
Klinik Hukum (BKKH) Ciamis.
“Kami menemui BK DPRD Ciamis
agar bisa memfasilitasi penyelesaian permasalahan korban dengan salah seorang
anggota DPRD Ciamis. Sebab, sudah beberapa kali dilakukan secara kekeluargaan,
namun masalah ini tidak kunjung selesai,” kata Anggota BKKH Ciamis, Yuda
Kuswandi, kepada wartawan usai pertemuan dengan BK DPRD Kabupaten Ciamis.
Yuda menjelaskan, korban sudah
menyerahkan sejumlah uang kepada oknum anggota DPRD Ciamis tersebut secara
bertahap dengan total Rp 130 juta. Pemberian itu dimaksudkan agar anak korban
bisa diterima menjadi PNS. “Namun sampai
saat ini, anak korban tidak kunjung diangkat menjadi PNS,” ujarnya.
Yuda menerangkan, uang
tersebut diserahkan secara bertahap sejak tahun 2012. Penyerahan uang pun
disertai dengan bukti kuitansi. Namun, setelah berapa lama ditunggu, hingga
saat ini anak korban belum juga diangkat menjadi PNS. “Korban hanya meminta
uangnya segera dikembalikan. Karena saat ini korban sedang mempunyai masalah keuangan
di keluarganya,” katanya.
Menurut Yuda, keluarga korban
pun sempat menanyakan uang tersebut kepada oknum anggota DPRD tersebut. Namun,
upaya yang dilakukan keluarga korban belum membuahkan hasil yang diharapkan.
Yuda berharap, BK DPRD Ciamis
bisa menyelesaikan masalah tersebut. Sebab, uang yang telah diserahkan, sangat
dibutuhkan oleh korban.
Sementara itu, korban saat
dikonfirmasi sejumlah wartawan, enggan berbicara sepatah kata pun. Setelah
bertemu dengan Anggota BK DPRD Ciamis, korban langsung masuk mobil yang
dikendarainya.
Anggota BK DPRD Kabupaten
Ciamis, Wagino Thoyib, saat dikonfirmasi, mengatakan, pihaknya akan mempelajari
terlebih dahulu kasus yang dilaporkan korban. Selain itu, laporan yang
disampaikan ke BK DPRD harus sesuai prosedur, yaitu laporan tertulis yang
dilampiri fotokopi identitas pelapor.
“Korban yang didampingi
anggota BKKH Ciamis itu baru bersilaturahmi dan menyampaikan laporan dugaan
penipuan secara lisan, belum
menyampaikan laporan secara resmi sesuai dengan tata tertib DPRD. Jika sudah
ada laporan resmi, bisa disampaikan ke pimpinan dewan untuk ditindaklanjuti
dengan pemanggilan korban dan para saksi, termasuk anggota dewan yang diduga
terlibat,” pungkas Wagino. (Ab@h=HR-Online)
Senin, 10 Februari 2014
AKSES KE OBJEK WISATA CURUG BOJONG PUTUS
Warga masyarakat terutama yang berada di dekat hutan,
tepatnya Dusun Cihandiwung Desa Sukahurip Kecamatan Pangandaran begitu
semangat membuat jembatan yang menghubungkan ke lokasi wisata Curug Bojong,
Minggu, (9/2/2014).
Pasalnya, pembangunan jembatan dengan swadaya tersebut
sebelumnya terseret arus sungai ketika hujan lebat, padahal jembatan tersebut
sangat dibutuhkan warga sebagai akses penghubung daerah.
Ketua LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) Desa
Sukahurip Piping Heryana (35) warga Dusun Cihandiwung Desa Sukahurip
mengatakan, pada Selasa, (25/1/2014) lalu, jembatan tersebut putus oleh air
sungai yang mengalir deras.
“Kami kerja bakti dan kerja keras. Karena sampai saat ini
belum ada bantuan dari pihak mana pun juga. Sekali lagi, ini murni kerja keras
warga sini,”ungkapnya
Menurutnya sejak berdiri tahun 2012, LMDH sebagai mitra
Perhutani dengan anggota sebanyak 320 orang beritikad akan mensejahterakan
anggota dengan membuka lokasi Curug Bojong. “Tepatnya tanggal 22 Agustus
2013, kami mulai membuka lokasi wisata curug bojong dengan tujuan untuk
melestarikannya,”tutur Piping.
Selanjutnya walau sampai saat ini yang datang pengunjung
lokal, tetapi setiap harinya selalu ada. “Biarpun lokal, tetapi jumlah
pengunjung yang datang pada bulan Desember lalu mencapai 1700 orang,” lanjut
Piping.
Piping menambahkan untuk mendongkrak potensi wisata
tersebut, Ia dan masyarakat berharap kepada pemerintah untuk memberikan bantuan
pembangunan akses jalan ke lokasi wisata. Pasalnya potensi yang dimiliki di
wisata tersebut cukup mumpuni.
“Jenis permainan yang ada berupa jungle tracking,
climbing dan water tubing,”ujarnya seraya menambahkan, selain hal tadi juga
terdapat dua curug yaitu Curug Teko dan Cepuk. “Ada juga Saung batu, batu kuya,
kedung malang, cisawangan, wisata edukasi dan bisa untuk camping dan wisata
untuk keluarga,”katanya.)Ab@h= KP-Online.
Sabtu, 08 Februari 2014
Polisi Kembali berkabung, Peluru Tembus Dada Bharada Putu
PALU - Jenazah Bharada I Putu
Satria, personel Brimob Polda Sulawesi Tengah pagi tadi diterbangkan ke kampung
halamannya, Bali, dengan menggunakan pesawat komersil. Satria tewas saat
terlibat baku tembak dengan kelompok sipil bersenjata di Desa Taunca, Kabupaten
Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, kemarin siang.
Jenazah diberangkatkan dari
Bandara Mutiara, Kota Palu menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Prosesi
pelepasan jenazah dipimpin langsung oleh Kepolda Sulawesi Tengah, Brigjen Pol
Ari Dono Sukmanto.
Sesampainya di Bali nanti,
jenazah akan dibawa ke rumah duka di Jembrana. Sebelumnya jenazah disemayamkan
di Mako Brimob Polda Sulawesi Tengah.
Bharada I Putu Satria tewas
karena kehabisan darah saat dievakuasi turun dari gunung oleh rekan-rekannya.
Dadanya ditembus timah panas saat terjadi baku tembak dengan kelompok sipil
bersenjata di Desa Taunca. Ketika itu, ia dan personel Brimob lainnya sedang
melakukan penyisiran.
Batu tembak tidak hanya
menewaskan Satria, tapi juga dua anggota kelompok sipil bersenjata. Saat ini,
jenazah keduanya masih berada di RS Bayangkara Palu. Salah satunya sudah
diidentifikasi namun belum diketahui tempat tinggalnya. Sementara satu jenazah
lagi masih dalam proses identifikasi.
Aparat kepolisian menduga dua
jenazah kelompok sipil bersenjata tersebut merupakan jaringan kelompok Santoso
yang selama ini menjadi buronan.
Jenazah anggota Satuan Gegana
Brimob Detasemen B Polda Sulawesi Tengah, Bharada Putu Satria, dibawa ke RSUD
Poso untuk diautopsi. Autopsi berlangsung pada Kamis 6 Februari 2014 sekira
pukul 21.00 Wita.
Berdasarkan informasi yang
dihimpun dari pihak RSUD Poso, dari hasil autopsi diketahui bahwa Bharada Putu
tertembak di bagian dada kanan. Peluru menembus serong ke bagian belakang
tubuhnya.
Usai autopsi, jenazah polisi
yang masih berusia 21 tahun itu dibawa ke Mapolda Sulawesi Tengah di Kota Palu
untuk disemayamkan. Kemudian almarhum akan diterbangkan ke daerah asalnya di
Jembrana, Bali, untuk dimakamkan.
Seperti diberitakan, kontak
senjata terjadi saat Satuan Gegana Detasemen B Polda Sulteng hendak membebaskan
seorang warga yang disandera oleh kelompok bersenjata di area perkebunan di
Desa Taunca, Padalembara, Poso Pesisir Selatan, kemarin sekira pukul 14.00
Wita.
Dalam baku tembak tersebut,
Bharada dan seorang anggota kelompok bersenjata tewas. Namun identitas korban
tewas dari pihak kelompok bersenjata tersebut belum diketahui.
Polisi juga berhasil
mengamankan dua warga sipil. Satu ditangkap karena luka tembak dan seorang lagi
disergap di permukiman. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa senjata dan
bom.)Ab@h.
Imigran gelap terdampar di Pantai Barat Pangandaran
Puluhan imigran gelap ditemukan terdampar di Pantai Barat
Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Para imigran itu langsung
dibantu dan diamankan oleh Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) dan
petugas.
"Mereka ditemukan tadi malam terdampar di pantai barat Pangandaran depan hotel Malabar," kata Petugas Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Pangandaran, Asep Udel seperti yang dikutip Antara, Kamis (6/2).
Menurut keterangan Asep, para imigran ini hendak menuju ke wilayahAustralia. Setelah sampai di sana, kapal yang mereka tumpangi dihadang kepolisian Australia.
"Pengakuan dari imigran katanya sudah melewati perbatasan, tapi oleh petugas di Australia disuruh kembali ke perairan Indonesia," kata Asep.
Akhirnya mereka kembali ke Indonesia dengan bahan bakar yang tersisa dan terdampar di Pantai Pangandaran.
Dari para imigran tersebut, sebanyak tujuh belas orang diamankan di markas Polsek Pangandaran, enam orang oleh Satuan Polairud Pangandaran dan delapan orang oleh TNI Angkatan Laut.
"Dari mereka yang diamankan ada anak-anak dan ibu yang lagi hamil," jelas dia.
"Mereka ditemukan tadi malam terdampar di pantai barat Pangandaran depan hotel Malabar," kata Petugas Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Pangandaran, Asep Udel seperti yang dikutip Antara, Kamis (6/2).
Menurut keterangan Asep, para imigran ini hendak menuju ke wilayahAustralia. Setelah sampai di sana, kapal yang mereka tumpangi dihadang kepolisian Australia.
"Pengakuan dari imigran katanya sudah melewati perbatasan, tapi oleh petugas di Australia disuruh kembali ke perairan Indonesia," kata Asep.
Akhirnya mereka kembali ke Indonesia dengan bahan bakar yang tersisa dan terdampar di Pantai Pangandaran.
Dari para imigran tersebut, sebanyak tujuh belas orang diamankan di markas Polsek Pangandaran, enam orang oleh Satuan Polairud Pangandaran dan delapan orang oleh TNI Angkatan Laut.
"Dari mereka yang diamankan ada anak-anak dan ibu yang lagi hamil," jelas dia.
Sekoci Canggih
Kapal kapsul mirip sekoci yang
membawa 34 imigran gelap ke Pantai Pangandaran, Rabu (5/2) malam menjadi armada
tercanggih dalam sejarah pelarian orang asing di Indonesia.
Selain dilengkapi peralatan
komunikasi dan navigasi canggih, kapal tersebut bermesin diesel dengan sistem
gearbox (transmisi pemindah tenaga).
Kepala Seksi Tranportasi Lalu
Lintas Laut Dinas Pekerjaan Umum Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kabupaten
Pangandaran Dede Supriatman mengatakan kapal berwarna orange tersebut merupakan
buatan China. Daya mesinnya diperkirakan mencapai 140 PK (Paarde Kracht/tenaga
kuda).
“Kami tidak menemukan dokumen
kapal yang sepertinya sudah dihilangkan. Namun kalau melihat dari volume
baling-baling, daya kapal ini sekitar 140 PK atau sekitar 6 GT (Gross Tonage),”
ungkapnya kepada Radar di lokasi penemuan kapal imigran, Pantai Barat
Pangandaran, kemarin (6/2).
Menurut Dede, kapal tersebut
tergolong canggih karena dilengkapi peralatan berlayar cukup lengkap,
diantaranya sistem navigasi, peralatan komunikasi, GPS (Global Positioning
System), alat deteksi jarak dan dilengkapi pendingin ruangan (AC).
Hanya, kata dia, kapal
tersebut tidak dilengkapi sistem auto pilot dan sistem sonar seperti kapal
selam.
“Sepanjang sejarah pelarian
imigran ini yang tercanggih. Kecil kemungkinan kalau kapal ini dikendalikan
oleh orang awam. Nahkodanya harus yang mengetahui pelayaran makanya bisa sampai
di sini. Namun sayangnya menurut informasi nahkodanya kabur,” katanya.
Dede mengatakan kapal tersebut
mampu melaju dengan kecepatan maksimal sekitar 35 knot. Dari pengamatannya,
kapal berukuran 8,5 x 3,2 meter itu diperkirakan dimodifikasi khusus untuk
mengangkut banyak penumpang hingga mampu menampung 90 penumpang.
“Saya tidak tahu pasti apakah
ini memang dimodifikasi khusus untuk kepentingan ini (mengangkut imigran, red),
tapi yang jelas kapal ini didesain untuk bisa mengangkut banyak orang,” kata
Dede.
Biasanya, lanjutnya, kapal
sejenis digunakan untuk kepentingan survei atau rescue (penyelamatan). “Ini
bukan kapal komersil. Dari segi warna patut diduga kapal ini milik badan atau
lembaga pemerintah (Australia, red),” tuturnya.
“Tidak sembarangan kapal umum
bisa menggunakan warna orange karena diatur oleh IMO (International Maritime
Organization), ada kemungkinan juga kapal ini dijual oleh oknum,” imbuhnya.
(Ab@h=
Kamis, 06 Februari 2014
Anggota Polres Ciamis Latihan Pam Pemilu
Anggota Satuan Sabhara Polres
Ciamis berlatih beladiri di halaman markas mereka kemarin (5/2). Para petugas
pengendali massa ini menggunakan tongkat, borgol dan beladiri tangan kosong
guna mengamankan Pileg 2014.
Kasat Sabhara Polres Ciamis
AKP Kurnia SH, MH mengatakan anggotanya dilatih menenangkan dan mengatasi massa
yang brutal. ”Semua tahapan-tahapan itu diterapkan dalam latihan kepada seluruh
anggota,” jelas Kurnia.
Mengamankan tahapan-tahapan
pemilu, mulai dari kampanye hingga penghitungan suara, sebanyak 130 anggota
dalmas telah dipersiapkannya. Mereka dilengkapi baju robot, tameng, tongkat,
tambang, gas air mata, helm dan sebaginya. Bahkan 30 orang tim pengurai massa
yang menggunakan sepeda motor telah disiapkan.
”Kenapa sekarang saya
persiapkan latihan kepada anggota? agar saat pelaksanaan pileg nanti mereka
lebih paham bagaimana cara menangani massa,” paparnya.
Tambah AKP Kurnia SH, MH,
kebetulan saat ini juga ada penambahan anggota dalmas dari Polda Jawa Barat
sebanyak 31 orang. Mereka dilatih dan diperkenalkan kepada anggota yang lama.
”Semuanya kami latih tiap
hari. Selama satu atau dua jam dari mulai fisik serta mental juga,” ucap AKP
Kurnia SH, MH yang juga mengatakan anggotanya harus kuat mental hingga tidak
mudah terprovokasi pendemo. Namun untungnya sampai saat ini kegiatan-kegiatan
pesta demokrasi di Ciamis selalu berjalan lancar.
”Harapan saya (juga)
masyarakat Kabupaten Ciamis lebih menjaga kondusivitas dalam Pileg tahun 2014,”
pungkas Kurnia. (Ab@h= Rdr -Online.
Rabu, 05 Februari 2014
Rabu............., Rencana Hasil Tes CPNS Kategori II Diumumkan
Ciamis,- Pengumuman hasil tes
Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kategori II rencananya akan diumumkan pada
Hari Rabu (5/2/2014), di web resmi Kementrian Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi. Tentunya, kabar ini sangat ditunggu-tunggu oleh peserta tes CPNS
Kategori II.
Menurut Kabid Mutasi dan
Kepegawaian BKDD Kabupaten Ciamis, Drs. Achmad Yani, Senin, (3/2/2014),
pengumuman hasil tes CPNS Kategori II sudah dua kali mengalami pengunduran.
Pertama, pengumuman seharusnya
dilakukan akhir bulan Desember 2013, akan tetapi karena ada sesuatu hal,
pengumuman itu diundur menjadi minggu ke empat di bulan Januari 2014. Tapi
tidak juga dilakukan. “Sampai saat ini kami belum menerima surat pengunduran
pengumuman tes CPNS K 2,” ucapnya.
Achmad Yani mengaku, setelah
membuka Website resmi, dia mendapati pengumuman hasil tes CPNS akan dilakukan
Rabu (5/2/2014). Dia berharap, peserta tes CPNS K II bersabar, sampai hasil tes
diumumkan.
Di Ciamis sendiri, kata Achmad
Yani, peserta yang mengiktui tes CPNS Kategori II sebanyak 2.243 orang. Honorer
yang mengikuti ini, juga yang nantinya diterima menjadi PNS akan dinilai
berdasarkan passing grade yang telah ditentukan.
“Artinya, nanti nilainya masuk
passing grade. Misalkan dari Ciamis yang lolos 1500 orang, berarti akan dapat
CPNS dengan jumlah yang sama 1500,” katanya.
Achmad Yani menambahkan, pengumuman
hasil tes kategori II merupakan kewenangan pemerintah pusat. Dia juga berharap
peserta yang mengikuti tes bisa bersabar menunggu. Mudah-mudahan pengumumannya
sesuai dengan yang tertera di Website Menpan./Ab@h=-HR)
PULUHAN KIOS DIBONGKAR SATPOL PP
Puluhan kios milik pedagang
kaki lima (PKL) yang berada di sepanjang jalur trotoar tepatnya di depan Pasar
Wisata Pangandara yang sudah ditinggalkan pemiliknya dibongkar petugas Satpol
PP Pangandaran Senin (3/2/2014).
Pembongkaran tersebut
dilakukan oleh 120 petugas Satpol PP untuk menciptakan kawasan Pangandaran
nyaman. Pasalnya keberadaan kios yang sudah ditinggal pemiliknya itu terlihat
kumuh dan cukup mengganggu pemandangan.
Kepala Bidang Ketentramana,
Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat Badan Kesatuan Bangsa, Politik
Perlindungan Masyarakat dan Penanggungalan Bencana, Dadang Abdurochman
didampingi Kasi Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat,
Nandang Sugraha mengatakan ada 37 kios PKL di sepanjang trotoar depan pasar
wisata, namun yang dibongkar oleh petugas hanya 20 kios. “Sisanya sebanyak 19
kios yang masih berpenghuni pembongkarannya diserahkan kepada mereka untuk
membongkarnya sendiri,” kata dia Senin (3/2/2014).
Kata dia, kios- kios yang ada
di trotoar itu membuat kumuh kawasan pantai Pangandaran dan terpaksa harus di
bongkar. Dua bulan lalu pihak Satpol PP sudah melayangkan surat pemberitahuan
kepada para pemilik kios agar membongkr kiosnya masing-masing dalam rangka
penataan dan pembenahan kawasan pantai. Batas waktu yang diberikan petugas
untuk melakukan pembongkaran sendiri hingga Sabtu (1/2/2014) lalu.
“Dikarenakan batas waktu yang
telah ditentukan belum juga di bongkar maka kios kosong tersebut terpaksa kami
bongkar oleh petugas,” ujar Dadang.
Ujang(30) pemilik kios
bengkel motor warga Karanggedang, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran,
mengaku sudah ada dan berusaha di kios yang ada di trotoar itu sejak tahun 2005
silam, mendukung upaya penertiban itu. Hanya saja ia meminta kebijakan
pemerintah untuk menempatkan tempat usahanya tersebut di lokasi yang baru yang
tidak mengganggu ketertiban umum. Termasuk adanya biaya ganti rugi karena
memiliki kios itu tidak gratis.
“Kios ini dulu saya beli dari
seseorang yang bernama Yadi seharga RP 3 juta,” kata Ujang.
Pemilik kios lainya Eti
Rohayati(50) asal Bulaklaut Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, mengharapkan
pemerintah memberikan relokasi kepada dirinya untuk bisa membangun kembali kios
tersebut.
“Ya paling tidak uang
pengganti untuk biaya mendirikan kembali kios tersebut di depan rumah di
Bulaklaut,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Ketua
Gibas Regional Kabupaten Ciamis-Pangandaran Yana Macan mengatakan, para PKL
menyetujui adanya penataan. Namun, yang dihaparkan sampah bekas pembongkaran
dibersihkan dan diangkut. “Waktu yang diberikan petugas sudah sangat cukup
untuk melakukan penataan sendiri oleh para pemilik kios itu sendiri ini demi
pangandaran yang lebih indah dan bersih,” katanya./Ab@h=Kp Online.
Langganan:
Komentar (Atom)
.jpg)

+-+Copy.jpg)





.jpg)

.jpg)
.jpg)






