" Kejujuran,.. Integritas,.. Kerjasama,.. Hirarki, . . Loyalitas,... . . ."ds

Rabu, 30 April 2014

Peringatan Hari Buruh di Ciamis Diprediksi Bakal Kondusif

Menghadapi Hari Buruh Internasional yang jatuh 1 Mei 2014, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Ciamis memprediksi perayaan hari buruh atau may day di Kabupaten Ciamis akan berlangsung kondusif.
Kepala Dinsosnakertras Ciamis, Drs. Wawan S. Arifin, didampingi Bagian Hubungan Perindustrian, Dosi Suwondo, Senin (28/4/2014), menyebutkan, bahwa Kabupaten Ciamis bukanlah kabupaten Industri.
Selain itu, mulai tahun 2014 Hari Buruh Internasional yang jatuh 1 Mei, ditetapkan oleh pemerintah sebagai hari libur nasional. Diakui Wawan, gelombang unjuk rasa biasanya dilakukan secara instruksional oleh pengurus serikat buruh dari tingkat pusat.
Menurut Wawan, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan kabar dari kementerian maupun Dinsosnakertrans Provinsi Jawa Barat tentang instruksi serikat buruh di daerah untuk melakukan aksi pada peringatan hari buruh internasional.
Namun demikian, lanjut Wawan, sebagai upaya preventif menghadapi peringatan may day, Dinsosnakertrans Kabupaten Ciamis akan menyerap informasi dan melakukan komunikasi dengan perusahaan dan Dinsosnakertrans Provinsi.
“Harapan kita, may day nanti berlangsung kondusif. Ini tentunya bukan saja menjadi harapan pemerintah, tapi semua elemen masyarakat juga menginginkannya, tanpa mengenyampingkan esensi dan refleksi dari peringatan itu sendiri,” ujarnya.
Wawan menambahkan, pihaknya bukan berarti melarang para buruh untuk menyuarakan aspirasinya pada hari buruh internasional tersebut. Namun, sebagai kepanjangan tangan dari pemerintah, pihaknya berupaya mengimbau agar para buruh bisa menyuarakan aspirasinya tidak dalam hal negatif.
Menghadapi peringatan hari buruh, pihaknya juga sudah melayangkan surat ke 40 perusahaan yang tersebar di Kabupaten Ciamis. Melalui surat itu, pihaknya mendorong perusahaan agar memperingati hari buruh Internasional dengan hal-hal positif.
“Misalnya, para buruh dan pekerja merefleksikan momentum ini dengan menggelar syukuran, mengumpulkan anak-anak yatim dan kurang mampu, menggelar turnamen olahraga antar sesama buruh dan manajemen, serta kegiatan peduli lingkungan (kebersihan),” pungkasnya

Selasa, 29 April 2014

PABRIK PIPA DIMINTA DITUTUP

Diduga Belum Kantongi Izin.............
Puluhan massa yang tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara) Ciamis mendatangi kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Ciamis, Senin (28/4/2014) pagi. Mereka menuntut agar Sat Pol PP menutup parbik pipa plastik (peralon) yang berlokasi di Kecamatan Baregbeg karena diduga tidak memiliki izin.
Ketua DPC LSM Penjara, Pepi Irawan Setiawan, mengatakan pa­brik paralon tidak memiliki izin, tapi terus melakukan produksi.
“Segala aktivitas perusahaan yang tidak berizin harus dihentikan,” katanya.
Pelanggaran itu kata Pepi bukan hanya merugikan pemerintah daerah dalam hal ini Pendapatan asli daerah (PAD), tapi juga ada hal yang lebih substansif yakni penghinaan, pelecehan dan perlawanan terhadap aturan yang ada dan pemerintah.
“Indonesia adalah negara hukum yang berlandaskan asas hukum rechstaat bukan negara yang ber­landaskan atas kekuasaan (mach­staat), maka dari itu kami meminta agar hukum ditegakan tanpa pandang bulu, termasuk kepada pabrik paralon tersebut,” jelas Pepi.
Pepi menuturkan pabrik pipa paralon yang terletak persis didepan Universitas Galuh Ciamis me­rupakan contoh konkrit perusahaan yang bukan hanya tidak memiliki izin prinsip, tetapi juga me­rupakan contoh perusahaan yang jika tidak segera ditutup akan meruntuhkan wibawa pemerintah dan juga wi­bawa hukum itu sendiri.
“Kami meminta pemerintah da­lam hal ini, Sat Pol PP untuk segera menutup pabrik tersebut karena sudah jelas tidak memiliki izin dan juga manyelahi aturan tata ruang,” ungkapnya.
Pihaknya pun mendesak kepada Bupati Ciamis agar mengevaluasi kinerja semua instansi yang me­rencanakan, mengurusi dan mengawasi mengenai tata ruang dan perizinan. Selain itu tambah dia, aparat penegak hukum harus me­nyelidiki kemungkinan adanya ok­num-oknum pemerintah yang terlibat.
Ketua DPP LSM Penjara Agung Setiawan menambahkan perusahaan yang tak memiliki izin akan disiyalir melakukan pembuatan-pembuatan produk yang dapat merugikan masyarakat dan pemerintah.
Misalnya kata dia, dari luar diketahui sebagai pabrik penghasil produk tertentu namun nyatanya mem­produksi narkoba ataupun menjadi pabrik perakit senjata api.
Maka dari itu pihaknya meminta kepada seluruh jajaran pemerintah yang berhubungan dengan perencanaan, pengawasan tata ru­ang dan perizinan agar lebih tegas lagi menindak perusahaan yang tidak memiliki izin, karena segala kemungkinan akan terjadi jika terus dilakukan pembiaran terhadap perusahaan tak berizin.
“Kita akan menunggu tindak lanjut dari pemerintah menanggapi hal ini, jika tidak ada solusi atau tindak lanjut maka kami akan meng­erahkan personil yang lebih banyak lagi,” bebernya.
Menanggapi hal tersebut, Sekre­taris Sat Pol PP Ciamis, Khalid Fajari mengaku pihaknya akan me­lakukan koordinasi dengan semua instansi terkait yang menangani masalah perizinan pabrik pipa plastik tersebut.
Namun pihaknya tidak bisa secara langsung menutup atau me­nyegel perusahaan, karena ber­kaitan dengan nasib para pekerja yang notabene masyarakat sekitar Ciamis.
“Kita akan tindak lanjuti permasalahan ini, dan mencari solusi yang terbaik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Perizinan Badan Pe­layanan Perizinan Terpatu (BPPT) Kabupaten Ciamis, Tonton Guntari menyatakan dari dokumen yang dimiliki BPPT, pihak perusahaan pembuat peralon telah membuat surat pernyataan akan merelokasi pabrik dari Kecamatan Baregbeg ke wilayah jalan Lingkar Selatan Desa Ciharalang Kecamatan Ci­jeungjing.
Namun hingga saat ini belum juga terdengar kabar apapun tentang rencana relokasi tersebut.
Dia mengatakan lokasi di kecamatan Baregbeg sudah tidak me­mungkinkan lagi membangun sebuah pabrik sesuai dengan ketentuan tata ruang kecamatan.

“Sehingga bagaimana pun kami tidak akan menerbitkan izin untuk perusahaan tersebut karena telah menyalahi aturan dan pernyataannya sendiri,” katanya. (Ab@h=KP

Minggu, 27 April 2014

AVANZA TERJUN KE JURANG, DUA BALITA SELAMAT

Gara-gara kabut yang cukup tebal di wilayah jalan Emplak tepatnya di dusun Cibadak RT 14 RW 04 Desa Emplak Keca­matan Kalipucang, kendaraan roda empat jenis Avanza ber­nopol M 6 X yang akan menuju Pangandaran terjun ke jurang sedalam 15 meter, Minggu, (27/4/2014).
Tak ada korban jiwa pada musibah tersebut, padahal selain jatuh ke jurang dalam posisi terbalik, di dalam ken­daraan memuat 10 orang pe­num­pang dan dua di antaranya adalah balita.
Dari data yang diperoleh di anggota Lalu lintas Polisi Sektor Kalipucang, kecalakaan tunggal tersebut memuat 10 pe­numpang di antaranya Subur Rianto (32) warga kampung Cikedokan RT 01 RW 01 Desa Sukadana Cikarang, Andi Irwan (52) Panglayungan Tasikma­laya, Juju Jubaedah (48), Ogi Purnama (25),Nunung (20), Lusi (23), Rizki Maulana (18), Farij (15) dan dua orang balita masing-masing Aditia (2) dan Rista (3).
Salah satu penumpang Andi Irwan (52) warga Panglayungan Tasikmalaya mengatakan, saat kendaraan sampai ke lokasi kejadian tiba-tiba kabut menghalangi pandangan supir. Begitu sadar sudah ada terjungkal jatuh ke bawah jurang.
“Kabut cukup pekat, dan saat sedikit terlihat, tahu-tahu sudah di pinggir jalan dan langsung terjun ke bawah. Kami panik saat itu, apalagi ada balita di dalam kendaraan. Tapi Alhamdulillah, tak ada korban jiwa, kami hanya lecet-lecet dan panik saja,”ujarnya.
Petugas Lantas Polsek Kalipucang Bripka Bambang membenarkan telah terjadi kecelakaan tunggal satu unit mobil avanza masuk jurang dengan sepuluh penumpang, dan dua di antaranya balita.
“Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Dan atas keinginan para penumpang akhirnya kami mengantarkan ke Pangan­daran,”ungkap Bambang.
Dirinya menambahkan setelah kendaraan dievakuasi, kemudian membawanya ke kantor Polsek Kalipucang untuk diamankan. “Untuk sementara kendaraan di amankan di Polsek Kalipucang,”tambahnya.
Sementara itu salah seorang warga yang juga pemilik wa­rung kopi di sekitar lokasi kejadian Rapin (39) menuturkan, di tempat tersebut sering terjadi kecelakaan tetapi rata-rata penumpangnya selamat.
“Saya juga aneh setiap ada kendaraan masuk jurang, mobilnya rusak tapi penum­pang­nya selamat tanpa luka parah. Gak tau kebetulan saja atau memang ada hal yang aneh,” ka­tanya.(Ab@h=KP

Jumat, 25 April 2014

RETRIBUSI SEKTOR PARKIR BOCOR

Forum mahasiswa dan pemuda galuh Tabayun (Formagat) Ciamis meminta kepada Dinas Per­hubungan Kabupaten Ciamis agar membenahi retribusi dari sektor parkir dan terminal.
Tuntutan itu dilakukan karena dari kedua sektor itu disinyalir mengalami kebocoran.
Demikian disampaikan mahasiswa dan pemuda dari For­magat saat beraudiensi dengan Kepala Dinas Perhubungan Ciamis Aef Saefullah Kamis (24/4/2014). Koordinator Formagat Ivan Sofarudin Johari mengatakan beberap ahal yang perlu dibenahi di antaranya parkir di pinggir jalan khusus atau di kawasan taman Raflesia Ciamis. Selama ini jika masyarakat parkir tidak pernah diberi karcis.
“Kami menduga kebocoran PAD dari parkir adalah tidak ada tanda bukti parkir yang jelas, sehingga berapa kendaran yang parkir tidak bukti secara tertulis, itu sangat memungkinkan sekali ada indikasi kebocoran PAD,” kata Ivan.
Kemudian lanjut Ivan mengenai kesejahteraan parkir, Dia menganggap, jika pemerintah tidak memikirkan kesejahteraan parkir karena selama ini tukang parkir hanya mengandalkan uang lebih dari setoran ke Dinas Perhubungan untuk penghasilan juru parkir tersebut.
“Untuk kesejahateraan tukang parkir, jika pemerintah tidak bisa menggaji mereka, parkir bisa diserahkan ke pihak ketiga, dengan begitu kemungkinan pengelolaanya juga bisa lebih tertata lagi,” ucap Ivan. Ivan dan rekan-rekannya juga, menuntut agar dinas perhubungan menertibkan terminal bayangan yang memang jaraknya tidak jauh dari terminal, karena dengan ada terminal bayangan tersebut kebanyakan angkutan tidak masuk ke terminal dan tidak membayar retribusi angkutan, seperti contoh anggkutan “Elf” dan mini bus, serta angkutan kota yang “ngetem” tidak terminal.
“Belum lagi bis malam yang tidak pernah masuk ke terminal, berapa kebocoran PAD dari retribusi angkutan yang masuk keterminal,” tutur Ivan.
Ivan berharap, untuk mengantisipasi kebocoran tersebut, Dishub perlu melakukan pembenahan yang lebih serius lagi.
“Saya menganggap banyak sekali Perda yang dilanggar oleh angkutan. Kami juga berharap penegak Peraturan agar menertibkan hal tersebut,” ucapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Ciamis Aef Saefullah mengatakan, jika untuk kesejah­tera­an parkir pihaknya saat ini sudah merintis koperasi khusus juru parkir.
“Dengan koperasi ini juga mengikat juru parkir dengan pihak kami, selain itu kami juaga menyiapkan tempat untuk berjualan yang bisa dikelola oleh juru parkir,” ucapnya.
Kemudian mengenai angkutan yang biasa “ngetem” di terminal bayangan, kata Aef, sebetulnya mereka lewat terlebih dahulu ke terminal dan retribusinya pihak UPTD Terminal tarik, hanya saja mereka lebih memilih mencari penumpang di teminal bayangan karena calon penumpang memang lebih memilih naik di terminal bayangan.
“Namun kami juga akan benahi terminal agar para calon pe­numpang lebih betah lagi menunggu angkutan di terminal,” tutur Aef.
Kemudian Aef berharap, ada kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam hal ini tersebut juga pembuat peraturan daerah.

“Yang saya harapkan juga mahasiswa bisa mendorong semua tuntutanya tersebut ke DPRD Kabu­paten Ciamis, harus ada tindak lanjutnya jangan sampai di sini, karena kami pun akan menindak lanjuti tuntutan mahasiswa tersebut,” tutur Aef. (Ab@h=KP

Kamis, 24 April 2014

POTENSI WISATA CIAMIS.............

Kementerian Pariwisata dan eko­nomi kreatif (Kemen­keraf) RI mengimbau masya­rakat Kabupaten Ciamis jeli menangkap peluang peningkatan sektor pariwisata.  Karena Ciamis masih memiliki potensi wisata yang sangat besar dan tidak mustahil menjadi tujuan utama kunjungan wisatawan.
Demikian ditegaskan utusan khusus Kemenkeraf RI, Pranoto saat Aksi Sapta Pesona Pening­katan Kapasitas Masyarakat Des­tinasi Wisata Kluster III Jabar di Situs Ciungwanara Kabupaten Ciamis, Rabu (23/4/2014).
Di hadapan sekitar 100 peserta aksi, Pranoto menekankan agar semangat masyarakat membang­un sektor pariwisata tetap tinggi.
“Dengan modal semangat, kerja keras, dan selalu kreatif tidak mustahil Kabupaten Ciamis ke depan akan menjadi tujuan utama pariwisata.
Apalagi melihat kepadatan kota besar saat hari libur sudah over kapasitas, seperti di Bandung, Garut dan Tasikmalaya. Lambat laun masyarakat akan mencari tempat wisata yang sejuk seperti di Ciamis ini,” ujarnya.
Pranoto mengaku kagum melihat pusat kota Ciamis yang tertata rapi, bersih dan indah.
Potensi budayanya pun cukup tinggi dengan terpeliharanya kesenian daerah seperti pupuh, calung, gembyung, genjring ro­nyok dan seni tradisi lainnya.
“Anak-anak SMA di sini masih menyukai dan mau menggeluti Kesenian tradisi,” tutur Pranoto usai menikmati penampilan lantunan pupuh dari Sekar Ing Yogasmara yang beberapa personilnya masih mengenyam pendidikan SMP dan SMA.
Aksi Sapta Pesona yang melibatkan 100 orang perwakilan masyarakat yang berada di sekitar objek wisata di Kabupaten Ciamis langsung terjun membersihkan area situs Ciungwanara, sekitar pukul 14.00.  Sebelumnya sekitar pukul 09.00 hingga pukul 12.00 mereka dibe­rikan materi peningkatan kapasitas masyarakat di Wisma PGRI.

“Kami berharap tujuh unsur dalam sapta pesona di antaranya aman, tertib, bersih, nyaman se­juk, indah, ramah dan jadi kenangan bukan sekedar slogan, tapi mendarah daging dengan ma­syarakat Kabupaten Ciamis,” ujar Sekretaris Dinas Pariwisata Ka­bupaten Ciamis Deddy Mu­dyana. (Ab@h=KP -Online

Rabu, 23 April 2014

BUPATI CIAMIS H. IING SYAM ARIFIN LEPAS KAFILAH MQK ASAL KABUPATEN CIAMIS TINGKAT JAWA BARAT DI KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2014

Bupati Ciamis, H. Iing Syam Arifin minggu (20/4) di Pendopo Kabupaten Ciamis secara resmi melepas Kontingen Kafilah Musabaqah Qiroatul Kutub (MQK) Kabupaten Ciamis untuk mengikuti MQK Tingkat Jawa Barat Tahun 2014 yang akan dilaksanakan di Kota Tasikmalaya mulai tanggal 21 sampai dengan 25 April 2014. Kasubag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis Mohammad Aip Maftuh, S.Ag, M.Pd. dalam laporannya menyampaikan bahwa, ”MQK tahun 2014 kali ini akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Amin Kawalu Kota Tasikmalaya dengan waktu pelaksanaan selama 5 (lima) hari". Pembukaan akan dialaksanakan pada hari Senin (21/4). Pembekalan teknis dan substantif telah dilaksanakan oleh Tim dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis. Peserta asal Kabupaten Ciamis seluruhnya berjumlah 42 peserta untuk seluruh mata lomba kecuali mata lomba pidato. Pendamping berjumlah 5 orang sehingga keseluruhan kontingen asal Kabupaten Ciamis berjumlah 53 orang. Pra pembukaan akan dilaksanakan pada hari senin (21/4) dengan pawai ta’aruf dan defile seluruh peserta. MQK di tingkat kabupaten Ciamis telah dilaksanakan sebanyak 6 kali. Sedangkan di tingkat Provinsi dan Nasional baru dilaksanakan 5 kali. Sehingga kabupaten Ciamis lebih awal mendahului program di tingkat Provinsi dan Nasional. Dengan demikian kabupaten Ciamis menjadi inisiator serta memberi kontribusi pemikiran dan program di tingkat Provinsi dan Nasional. Inspirasi ini merupakan hasil pemikiran dan kerjasama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis, Alim Ulama (Forum Silaturahmi Pondok Pesantren). Inspirasi ini mendapatkan apresiasi yang sangat positif di tingkat Provinsi dan Nasional atas prakarsa penyelengaraan MQK. Masih dalam laporannya, Mohammad Aif menyampaikan bahwa selama ini Kafilah asal Kabupaten Ciamis menjadi wakil Provinsi Jawa Barat di Tingkat Nasional dan menjadi peserta yang sangat diperhitungkan oleh provinsi-provinsi lain dan sebagian besar kafilah Provinsi Jawa Barat berasal dari Kabupaten Ciamis”.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Ciamis H. Iing Syam Arifin dalam sambutannya memberikan apresiasi dan dorongan semangat kepada kafilah yang akan mengikuti lomba MQK Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2014. Masih dalam sambutannya Bupati Ciamis berharap agar kontingen Kabupaten Ciamis menjadi pionir/paling depan dalam meraih prestasi terbaik di tingkat provinsi maupun di tingkat nasional. Bupati Ciamis memberikan kepercayaan kepada seluruh jajaran FSPP, para Kiyai dan Alim Ulama bahwa para santri yang menjadi Duta Kabupaten Ciamis akan menjadi Juara dalam MQK tahun ini”. Selanjutnya Bupati berharap,”MQK yang akan digelar besok hari merupakan implementasi dan standar eksistensi Pondok Pesantren, ketika digelar MQK dalam tingkatan apapun juga pasti masyarakat akan berfikir erat kaitannya dengan partisipasi aktif dan eksistensi Pondok Pesantren, dengan kata lain sebagai perwujudan eksistensi pondok pesantren”.

Diakhir sambutannya, Bupati Ciamis menyampaikan kesiapan Kabupaten Ciamis untuk menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Jawa Barat yang akan datang.(Ab@h=

Selasa, 22 April 2014

6 Caleg Asal Ciamis dan 1 Banjar Mengaku Depresi

Sebanyak 13 Calon Anggota Legislatif (Caleg) yang gagal menang pada Pemilu 9 April lalu, mengaku mengalami depresi dan mendatangi Klinik Hipnoterapy Shot-Indonesia yang berlokasi di Dusun Panoongan, Desa Kertaraharja, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis.
Dari 13 Caleg stres tersebut, 6 diantaranya tercatat sebagai Caleg DPRD Kabupaten Ciamis dan 1 Caleg DPRD Kota Banjar. Sementara sisanya merupakan Caleg dari Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.
Owner Klinik Hipnoterapy Shot-Indonesia Cabang Panumbangan Kabupaten Ciamis, Dr. Gumilar, S.Pd.,MM., CH., CHt., pNNLP, mengatakan, dari 13 pasien yang berlatarbelakang Caleg tersebut, mayoritas mengalami depresi ringan hingga sedang. Sejauh ini, belum ada Caleg yang datang ke kliniknya hingga mengalami depresi berat.
“Dari 13 Caleg tersebut, 9 diantaranya sudah pulih setelah mendapat therapy di klinik kami. Sementara 4 orang lagi masih perlu dilakukan therapy lanjutan, mengingat tingkat depresinya masuk kategori sedang,” ujarnya, kepada HR, Minggu (20/04/2014).
Menurut Gumilar, dari 13 Caleg gagal tersebut, rata-rata mengalami depresi akibat belum siap mental menerima kekalahan. Mereka pun mengaku sudah mengeluarkan banyak uang untuk biaya politik, namun perolehan suaranya jeblog hingga menderita kekalahan.
“Mereka kecewa berat, merasa dikhianti oleh orang lain hingga memiliki rasa dendam. Ada juga yang merasa hilang harga diri setelah menderita kekalahan. Diantara mereka pun mayoritas mengaku sudah mengeluarkan banyak uang hingga harus berutang, tapi tetap saja gagal menang pada Pemilu kemarin,” terangnya.
Akibat dari peristiwa itu, lanjut Gumilar, kemudian terakumulasi hingga membuat mental mereka tertekan. Ke 13 Caleg ini mengaku sulit melupakan pengalaman pahit tersebut, hingga akhirnya mengalami depresi.
“Kalau dilihat dari latarbelakang ke 13 Caleg tersebut, mereka adalah politisi pemula yang baru turjun ke dunia politik. Rata-rata usia mereka pun dikisaran 35 sampai 45 tahun. Obsesi sukses di usia produktif seperti itu memang tengah puncak-puncaknya. Ketika obsesinya tidak tercapai, kemudian ada faktor lain yang mempengaruhi, akhirnya mereka tidak sanggup menerima takdir kalah,” ujarnnya.
Gumilar mengungkapkan, pihaknya tidak bisa membuka identitas ke 13 Caleg tersebut. Selain aturan kode etik yang tidak boleh dipublikasikan, juga alasan pertimbangan kemanusiaan. “Yang pasti, 6  pasien dari Ciamis dan 1 dari Banjar mereka adalah Caleg Kabupaten. Dan 6 pasien dari Tasik, 5 diantaranya Caleg Kabupaten dan 1 Caleg Provinsi. Dari 13 pasein tersebut, 3 diantaranya perempuan, “ jelasnya.
Menurut Gumilar, therapy yang diberikan di klinik-nya, yakni pengobatan Hipnoterapy guna memulihkan pysokologis si pasein. Metoda pengobatan ini bersifat medis yang berdasar pada ilmu pengetahuan. ” Jadi, meski ada istilah Hipnotis, tapi dalam metoda pengobatan ini bukan klenik supranatural yang memakai peranta mahluk gaib. Tetapi ini murni pengobatan medis psikologis yang diakui oleh ahli kedokteran,” terangnya.
Gumilar mengatakan, metoda pengobatan yang dilakukan, lebih ditekankan pada pemberian motivator kepada pasien agar tidak larut terhadap permasalahan yang terjadi. ” Metodanya dengan cara komunikasi, ketika si pasien tengah berada di alam bawah sadar,” ujarnya.

Cara pengobatan ini, lanjut Gumilar, sudah terbukti mampu menyembuhkan jutaan pasien di dunia yang mengalami permasalahan gangguan pysikologis atau kejiwaan. ” Pasien yang datang ke sini pun hampir semua dapat tertolong dan mereka kini sudah bisa bersosialisasi kembali dengan masyarakat sekitarnya,” pungkasnya. (Ab@h/HR-Online)

Kamis, 17 April 2014

RSUD Banjar Sudah Siap.......Kamar Caleg Stres

Guna mengantisipasi adanya Calon Anggota Legislatif (Caleg) yang mengalami depresi pasca Pemilihan Legislatif (Pileg) 9 April lalu, RSUD Banjar, Jawa Barat, sejak jauh hari sudah menyiapkan kamar khusus di Ruang Tanjung.
Ruang khusus itu disiapkan sebagai antisipasi adanya calon anggota legislatif yang jatuh stres atau depresi. Selain menyiapkan ruang khusus, pihak RSUD Banjar juga menyiapkan 12 tenaga medis, 2 orang diantaranya tenaga psikiater.
Mengenai fasilitas, di kamar khusus tersebut disediakan ruang perawatan dengan standar medis untuk pasien gangguan kejiawaan. Dimana pasien langsung ditangani oleh tim dokter spesialis kejiwaan. Sementara di ruang Intalasi Gawat Darurat, disediakan dua tempat tidur untuk melakukan tindakan pertama.
Kasubag. Humas RSUD Banjar, Muntiati, M.Kes., mengatakan, pasca digelarnya Pemilihan Legislatif, tim dokter psikiater dan ahli kejiwaan berikut perawatnya, sudah stanbye untuk mengantisipasi pasien depresi akibat gagal menjadi anggota dewan.
Namun, hingga hari Selasa (15/04/2014), pihaknya belum menerima pasien depresi dari Caleg yang gagal. Pasien yang ada di Ruang Tanjung saat ini berasal dari masyarakat umum.
“Sampai sejauh ini memang belum ada pasien dari Caleg yang gagal. Mungkin mereka sudah siap mental saat memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai Caleg, dan mudah-mudahan di Banjar jangan sampai ada Caleg gagal dalam Pileg yang mengalami depresi atau stres,” ujar Muntiati, kepada HR, Selasa (15/04/2014).
Hal serupa juga dikatakan dr. RR. Dyah, SpKj., dokter jaga di Klinik Psikiatri/Jiwa RSUD Banjar. Menurut dia, sejak hari Kamis (10/04/2014) hingga Selasa (15/04/2014), dirinya pun belum menerima pasien dari Caleg gagal yang datang, meski untuk sekedar berkonsultasi.

“Ya memang belum ada, dan mudah-mudahan tidak ada. Kalau pun ada, kami sudah siap. Tapi kita berharap jangan sampai ada Caleg yang mengalami depresi,” kata Dyah. (Ab@=Koran HR)

Rabu, 16 April 2014

Pendaftar Calon Polri Didominan Pelajar

Hingga Selasa (15/4), jumlah pendaftar anggota Polri di Polres Ciamis mencapai 606 orang. Pria sebanyak 401 orang dan perempuan sebanyak 205 orang. Pendaftar yang sudah mendapat nomor tes terdiri dari 203 pria dan 64 perempuan. Paurlat Bag Sumda Polres Ciamis Aiptu Agus Budi mengatakan pendaftar paling dominan berstatus pelajar yang sedang melaksanakan ujian nasional (unas). “Paling yang mendaftar bukan pelajar, saya catat ada 15 orang,” katanya di Polres Ciamis Selasa (15/4) sekitar pukul 10.00. Untuk itu, panitia pendaftaran memberi kesempatan kepada para pelajar yang mendaftar untuk konsen pada unas. Serangkaian tes akan dilakukan setelah unas atau akhir April di Polda Jawa Barat. Agus mengaku sempat bertanya kepada mereka, apakah pendaftaran mengganggu unas. Mereka menjawab tidak. “Memang animo pendaftar saat ini tinggi dari para pelajar yang baru akan keluar sekolah,” jelasnya. Karena pendaftarnya kebanyakan masih pelajar yang melaksanakan unas, panitia pendaftaran menghadirkan tiga petugas Disdikbud Kabupaten Ciamis. Mereka bertugas mengecek keabsahan rapot para pelajar. Bila rapotnya benar, baru bisa dilanjutkan. Bila meragukan, maka tidak akan diikutkan sebagai peserta tes. Selain melibatkan Disdikbud, panitia melibatkan tiga petugas dari Disdukcapil kabupaten Ciamis. Mereka mengecek keabsahan kartu keluarga (KK). “Jadi pendaftaran itu benar-benar detil serta ketat. Tidak bisa main-main, bila ingin jadi polisi itu,” kata Agus. Dia mengatakan pelajar yang mendaftar berasal dari beberapa kecamatan di Kabupaten Ciamis. Paling jauh dari Kecamatan Cimerak. Kecamatan itu sekarang masuk Kabupten Pangandaran namun masih termasuk wilayah hukum Polres Ciamis. “Meski jarak jauh, tidak jadi halangan untuk mendaftar,” paparnya. Staf Disdikbud Kabupaten Ciamis Budi Suhyadi menyatakan hasil pemeriksaan, semua pelajar yang mendaftar menjadi polisi benar berstatus siswa yang sedang unas. (Ab@h)

Senin, 14 April 2014

Laporkan Money Politik, 5 Parpol di Pangandaran Datangi Panwaslu Ciamis

Puluhan massa yang tergabung dari lima partai Politik (PDIP, Golkar, Nasdem, Gerindra dan PPP) di wilayah Kabupaten Pangandaran mendatangi Sekretariat Panitia Pengawas Pemilu. (Panwaslu) Kabupaten Ciamis, Senin (14/4/2014). Mereka melaporkan sekaligus mendesak Panwaslu agar mengusut tuntas dugaan money politik yang dilakukan oleh salah satu Caleg dari parpol tertentu.
Ketua PK Partai Golkar Kecamatan Cimerak, Dili Sadili, disela-sela unjukrasa, mengatakan, kedatangan massa 5 parpol dari Kabupaten Pangandaran ke Panwaslu ingin mempertanyakan sekaligus melaporkan adanya dugaan money politik yang dilakukan oleh Caleg dari salah satu parpol tertentu.
”Kami rela jauh-jauh dari Cimerak datang ke sini demi menegakan demokrasi yang bersih. Bukan masalah menang atau kalah, tetapi kalau praktik money politik dibiarkan mau bagaimana kedepannya negeri ini,” tegasnya.
Gabungan 5 parpol pun, lanjut Dili, melaporkan kasus dugaan money politik yang dilakukan oleh oknum Anggota KPPS di salah satu desa di Kecamatan Cimerak. Modusnya, anggota KPPS ini saat menyebarkan undangan pencoblosan kepada masyarakat sembari membagi-bagikan uang sebesar Rp. 30 ribu. Diduga pembagian uang tersebut dengan maksud untuk mempengaruhi masyarakat agar memilih Caleg dari partai tertentu.
“Saya berharap laporan ini bisa segera ditindaklanjuti oleh Panwaslu. Kita minta Panwaslu bersikap tegas untuk mengusut dugaan money politik ini. Karena bukti-bukti dan saksi yang kami laporkan sudah lengkap,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panwaslu Kabupaten Ciamis, Uce Kurniawan, mengatakan, pihaknya akan menerima semua laporan yang terjadi di lapangan, termasuk bilamana ditemukan dugaan money politik di Dapil V dan VI.

“Pada prinsipnya kami pun mendukung bahwa persoalan demokrasi ini harus lebih baik. Hal itu pun yang menjadi konsentrasi kami. Kita juga akan tampung semua, dan hal ini menjadi masukan yang berharga. Yang pasti,  setiap pelanggaran yang terjadi akan  segera kami tindaklanjuti,” pungkasnya. (Ab@h=HR-Online)

Minggu, 13 April 2014

DBD Diprediksi Meningkat......

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) sejak Januari hingga 12 April 2014 mencapai 98 Kasus. Sementara tahun 2013 tercatat penderita penyakit mematikan itu sebanyak 264 kasus dan dua orang pasien meninggal dunia. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis drg H Dendy Rahayu yang didampingi Kabid P2PL (Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan) dr H Yoyo menuturkan tahun 2014 kasus DBD diprediksi mengalami kenaikan. Pasalnya, menginjak awal bulan keempat saja sudah tecatat 98 kasus. “Sampai sekarang sudah sebanyak itu, jadi bisa dibilang mengalami peningkatan,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Jumat (11/4). Kata dia, penyebab dari DBD adalah virus dengue dengan vector aedes aigypty atau nyamuk dan jentik yang hidup di air bersih tanpa media tanah. Di Kabupaten Ciamis yang paling dominan ada di wilayah perkotaan karena banyaknya bangunan dan jalan dari tembok, sementara sedikit media tanah. “Sekarang ini cuaca tidak menentu, kadang dua hari panas satu hari hujan. Itu salah satu pemicu nyamuk aedes aigypty bersarang dan bertelur,” ungkapnya. Yoyo menjelaskan Dinkes saat ini telah melakukan upaya untuk menekan angka kasus DBD antara lain melakukan penyuluhan, pemeriksaan jentik berkala, pemberantasan sarang nyamuk dengan cara 3M plus yakni mengubur, menguras dan menutup ditambah obat nyamuk dan fogging (pengasapan). “Sebetulnya fogging ini tidak terlalu efektif karena hanya membunuh nyamuk dewasa sementara jentiknya akan tumbuh kembali menjadi nyamuk dewasa,” beber dia. Untuk itu, dia mengimbau kepada masyarakat untuk selalu melakukan pencegahan dengan menerapkan pola hidup bersih, sehat serta memberantas sarang nyamuk dengan cara 3M. Diberitakan sebelumnya, empat warga Lingkungan Bolenglang RT 03/05 Kelurahan Kertasari Kecamatan/Kabupaten Ciamis terserang demam berdarah dengue(Ab@h=Radar.

Kamis, 10 April 2014

Pemilu Berjalan Lancar

Bupati Ciamis Drs H Iing Syam Arifin dan istrinya, Hj Ai Ellah Rohilah menyalurkan hak pilihnya di tempat pemungutan suara (TPS) 8 Lingkungan Karangmawar Kelurahan Ciamis sekitar pukal 08.15. Usai pencoblosan, Iing meninjau pelaksanaan Pemilu Legislatif 2014 di beberapa TPS di beberapa kecamatan di Kabupaten Ciamis. Usai pencoblosan, bupati menuturkan berdasarkan hasil evaluasi sampai dengan hari pencoblosan, pelaksanaan pemilu berjalan dengan lancar dan kondusif. “Alhamdulillah sarana dan prasarana sudah dipenuhi dan pelaksanaan pileg ini berjalan lancar,” ungkapnya. Dia tidak menemukan kendala teknis yang signifikan. Kendala hanya pada cuaca. Hujan sedikit mempengaruhi partisapasi masyarakat dalam proses pemungutan suara, terutama yang berada di dearah pegunungan yang memerlukan perjuangan untuk sampai di TPS. Perlu diketahui pada saat Iing melakukan pencoblosan sedang turun hujan. “Warga Ciamis sudah berpengalaman dalam menyalurkan hak suaranya. Kemarin baru saja kita melaksanakan pilkada dan sekarang pileg, saya yakin masyarakat Ciamis antusias datang ke TPS,” bebernya. Dia memastikan penghitungan surat suara bakal sampai larut malam. Terpisah, Kapolres Ciamis AKBP Witnu Urip Laksana SIK melalui Paur Humas Polres Ciamis Ipda Hj Iis Yeni Idaningsih SH menyatakan Pileg 2014 dinyatakan kondusif. “Semua TPS relatif aman, tidak ada persoalan apa-apa,” paparnya. Meski dinyatakan kondusif, kata dia, penjagaan akan terus dilakukan sampai penghitungan selesai. Pasukan Polres Ciamis dan Brimob tetap siaga. “Kapolres mengajak masyarakat untuk menjaga kondusivitas pileg,” ungkap dia. (Ab@h=Rdr -Online

Jumat, 04 April 2014

Dampak Tsunami Chili, Warga Pangandaran Panik & Ngungsi ke Tempat Aman

Adanya informasi bahwa gempa di Chili akan berdampak pula ke sejumlah wilayah di Indonesia, salah satunya Pangandaran, Jawa Barat, membuat warga setempat panik dan mengungsi ke tempat yang lebih aman, Kamis (03/04/2014). Sementara hingga kemarin ketinggian air di pesisir pantai masih terlihat normal.
Meski begitu, namun ratusan warga dari beberapa kecamatan di Kabupaten Pangandaran sejak Kamis dinihari sudah mengungsi ke Masjid Agung setempat. Menurut Minah, salah seorang warga yang mengungsi, mengaku, masyarakat panik setelah mendengar akan adanya tsunami yang menerjang wilayah Pantai Pangandaran dan sekitarnya.
“Bahkan banyak diantara mereka yang memilih mengungsi ke dataran tinggi di wilayah Sidamulih dan Gunung Purbahayu, karena khawatir tsunami akan besar,” tutur Minah, saat dijumpai HR tengah mengungsi di Mesjid Agung Pangandaran.

Sementara itu, petugas dari Polisi Air dan Udara Polres Ciamis, dibantu aparat TNI dari Kodim Ciamis, menghimbau kepada warga agar tidak panik, tetapi mereka tetap harus waspada hingga ada informasi yang menyatakan bahwa kondisi sudah aman. (Ab@h=HR

Kamis, 03 April 2014

Merasa Terancam, Guru Lapor Polres

Guru honorer berinisial TH melapor ke Polres Ciamis Senin (31/3). Pasalnya, TH menerima SMS (pesan singkat) bahwa foto dan video bugil dirinya akan diunggah kembali melalui facebook. SMS bernada ancaman itu diduga dikirim mantan pacarnya, HS.
Paur Humas Polres Ciamis Ipda Hj Iis Yeni Idaningsih membenarkan ada pengaduan terkait tindak pidana informasi dan transaksi elektronik. Pengadunya, TH (28) guru honorer asal Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran. Teradunya mantan pacarnya, HS (37).
Iis mengatakan korban melapor karena merasa mendapat ancaman lewat pesan singkat pada hari Kamis (27/3). Korban menerima pesan singkat itu sewaktu berada di Dusun Babakansari Desa Ciganjeng Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran.
“Korban mengaku kepada kami, kata-kata SMS-nya, ‘akan menghancurkan hidup TH dengan mengunggah kembali foto maupun video bugil melalui media facebook’,” jelas Iis Selasa (1/4).
Iis menambahkan korban menyatakan suaminya, WS (30) pernah menerima informasi dari HS bahwa ada foto bugil TH yang diunggah di facebook. Setelah ditelusuri, ternyata benar ada foto bugil korban. Akun facebook tersebut diduga milik HS.
HS juga pernah mengirim pesan singkat lagi kepada TH bahwa penyebaran foto itu tidak seberapa dan akan menggugah video bugil TH melalui akun facebook. Setelah mendapat ancaman itu, hari Jumat (28/3) sekitar pukul 07.00, TH dan WS kembali membuka akun facebook TH. “Namun akun fecebook tersebut ternyata, sudah diblokir,” katanya.

Iis menyatakan saat ini polisi baru sebatas memeriksa korban dan saksi. Ke depan, polisi akan memanggil orang yang diduga mengirim pesan singkat bernama ancaman itu untuk dimintai keterangan. “Kasus ini kami akan proses sesuai hukum,” katanya. (Ab@h=Rdr.

Rabu, 02 April 2014

Kades Diberhentikan Sementara

Kepala Bagian Pemerintahan Umum dan Desa Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis Hendra Suhendra SSos MSi mengatakan kepala desa diberhentikan sementara oleh bupati tanpa melalui usulan Badan Perwakilan Desa (BPD) karena berstatus sebagai tersangka melakukan tindakan pidana korupsi, terorisme atau tindak pidana yang mengganggu keamanan negara.
Hal itu sesuai dengan pasal 60 Peraturan Daerah Kabupaten Ciamis Nomor 5 tahun 2006 tentang Tata Cara Pencalonan, Pemilihan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Desa. “Kasus yang menimpa Kepala Desa Sukanagara itu terkait kasus korupsi. Jadi (MAH diberhentikan sementara, red) tanpa melalui usulan BPD,” ujarnya saat dihubungi Radar, Senin (31/3).
Namun, Hendra mengaku sekarang belum menerima surat resmi dari Kejaksaan Negeri Ciamis mengenai penetapan MAH sebagai tersangka. Setelah mendapatkan surat resmi nanti akan ada disposisi dari bupati untuk mempersiapkan konsep pemerintahan sementara. “Diperiksa dan ditahannya juga pada hari itu, berhubung terpotong libur panjang mungkin surat akan diterima besok (Selasa, red),” kata dia.
Dalam pasal 62 juga disebutkan apabila kepala desa diberhentikan sementara berdasarkan pasal 60, maka sekretaris desa (sekdes) melaksanakan tugas dan kewajiban kepala desa sampai dengan adanya putusan pengadilan yang memperoleh kekuatan hukum tetap. “Selain tersangkut kasus korupsi, terorisme dan pidana yang mengganggu keamanan negara, maka pemberhentian sementara dilaksanakan di tingkat BPD,” paparnya.
Berdasarkan pasal 63, apabila kepala desa meninggal dunia atau berhenti atas permintaan sendiri atau diberhentikan, bupati mengangkat pejabat kepala desa dengan tugas pokok menyelenggarakan pemilihan kepala desa paling lama enam bulan terhitung sejak pengesahan pemberhentian atau sejak putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.
Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kabupaten Ciamis Candra Saptadji menyatakan akan segera mengirimkan surat resmi kepada Pemerintah Kabupaten Ciamis terkait penetapan Kepala Desa Sukanagara MAH sebagai tersangka dugaan penggelapan dana bantuan Provinsi Jabar. “Insya Allah Selasa (1 April 2014, red) surat akan dikirim,” ujar ketika dihubungi via telepon kemarin.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri Ciamis menetapkan MAH, kepala Desa Sukanagara Kecamatan Jatinagara Kabupaten Ciamis, sebagai tersangka kasus dugaan penggelapan dana bantuan Provinsi Jawa Barat tahun anggaran 2013 sebesar Rp 115 juta pada Kamis (27/3).

Hari itu kejaksaan menitipkan MAH di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ciamis. Sebelumnya, kejaksaan memeriksa oknum kepala desa yang menjabat sekretaris Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Ciamis ini selama dua jam. (Ab@h=)

Selasa, 01 April 2014

LONGSORAN TANAH MENUTUPI JALAN PEMDA

Sudah satu bulan lebih, bongkahan tanah longsor di Jalan Pemerintah Daerah ( Pemda) yang menghu­bung­kan Desa Linggapura Keca­mat­an Ka­wali dan Desa Da­yeuh Luhur Kecamatan Jati­na­gara Kabu­paten Ciamis, belum juga dipindah­kan. Pa­dahal bongkah­an tanah tersebut menggangu akses lalulintas. Selain jalan menjadi sempit, jika turun hujan jalan menjadi licin.
Sulaeman (37) warga se­tempat mengaku, hampir setiap hari mau pergi ke Ciamis atau sebaliknya, bongkahan tanah masih tetap ada. Pada­hal jalur jalan tersebut merupakan jalur padat kendaran . Kami menyayangkan sekali, material longsoran tidak ce­pat dipindahkan. Selain akan mengganggu para pengguna jalan, lumpur juga bisa me­rusak aspal,“ jelasnya.
Sementara Enceng warga Ja­tinagara, mengaku sejak ada longsoran tanah sudah ada tiga pengendara motor yang tabrakan atau terjatuh.

“Kami tidak mengerti kenapa pihak pemerintah belum membereskan juga. Kami sangat menyayangkan akibat dari tebing longsor itu jalan yang tadinya mulus kini jadi rusak lagi,” jelasnya. (Ab@h=KP.