Pengunjung situs Ciungwanara
Karangkamulyan mengeluh dengan kondisi objek wisata budaya tersebut yang terkesan
tidak terawat dan kumuh. Kubangan air tepat di pintu gerbang situs seperti
kolam yang membuat tidak nyaman dan tidak enak dipandang.
“Hampir setiap lebaran atau
saat berangkat ke Jawa saya selalu singgah di objek wisata ini (situs
Karangkamulyan), tapi tidak ada perubahan sama sekali. Bahkan bisa dibilang
kumuh, masak banyak genangan air pas pintu masuk,” ujar Euis warga Kabupaten
Bandung usai mudik dari Jogjakarta
Selain itu kata Euis, penataan
area parkir juga semrawut sehingga sulit untuk masuk atau keluar kendaraan.
Seharusnya para pengunjung dibuat nyaman, aman dan enak. “Dulu tidak ada
batas-batas parkir yang menyulitkan kendaraan masuk atau keluar, kenapa
sekarang ada ya,” ujar Euis yang mengaku sengaja singgah untuk makan di
warung-warung sekitar objek wisata.
Keluhan yang sama juga
diungkapkan Reni salah seorang pedagang di area situs. Dia mengaku
pelanggannya setiap tahun terus berkurang, termasuk saat arus balik hari raya
idul fitri. Hal ini karena area parkir semakin menyempit dengan adanya pembatas
di dalam area parkir. “Kebanyakan pelanggan tidak singgah karena sulit masuk
area situs,” ujarnya.
Reni berharap Pemkab Ciamis
secepatnya membenahi area situs Ciungwanara dan menambah fasilitas wisata,
sehingga pengunjung semakin bertambah. Apalagi lokasi situs terbilang
strategis dilewati jalan nasional Jabar Selatan.
Sementara itu Kadisbupar Ciamis
Drs H. Jenal Abidin, S.Ip, MSi mengakui belum maksimalnya penataan objek
wisata di kabupaten Ciamis, khususnya objek wisata Situs Ciungwanara yang
menjadi salah satu objek wisata andalan pasca pemekaran Kabupaten Pangandaran.
“Kami sudah mengajukan program
penataan situs, dan berkoordinasi dengan instansi terkait, tapi sampai saat ini
belum direalisasikan. Anggaran penataannya sudah diajukan ke pemerintah
provinsi Jawa Barat, ” ujar Jenal. (Ab@h**

Tidak ada komentar:
Posting Komentar