" Kejujuran,.. Integritas,.. Kerjasama,.. Hirarki, . . Loyalitas,... . . ."ds

Jumat, 26 Desember 2014

Retakan Tanah Ancam Seret 11 Rumah di Desa Cisadap

Sebanyak sebelas rumah di Dusun Desa RT 01 dan RT 02 RW 04 Desa Cisadap, Kecamatan Ciamis, terancam retakan tanah sejak Kamis (24/12) malam. Bahkan dua rumah di antaranya sudah ditinggalkan penghuninya karena sudah rusak parah, tembok retak, lantai jebol, dinding rengkah. Mereka dikhawatir setiap rumah itu saat bisa runtuh.
Penghuni kedua rumah tersebut sudah diungsikan ke rumah keluarganya yang berada masih di dusun yang sama. Mereka adalah Salmi sekeluarga ( 3 jiwa) dan Tarlan (4 jiwa).
Lokasi tanah retak yang menghantui warga Cisadap ini berada di lereng tebing selokan Cianemsari, anak Sungai Cipalih, sekitar 400 meter dari balai desa, sisi jalan menuju Bukit Ardilaya. Retakan tanah yang menimpa 11 rumah tersebut dipicu hujan lebat yang turun hamper tiap hari beberapa minggu terakhir.
“Panjang retakan tanahnya sampai 100 meter lebar rengkahan sampai 5 cm lebih. Lebar rengkahan ini terus melebar. Padahal di lokasi tidak ada kolam, Cuma berada di lereng. Delapan rumah yang rusak berada di atas lereng dan dibawahnya tiga rumah,” ujar Kades Cisadap H Muslih kepada Tribun Jumat (26/12).
Warga khawatir retakan tanah yang mengepung 11rumah di Dusun Desa, Desa Cisadap tersebut memicu terjadinya longsor.

Terjadi juga di Desa Nasol Kecamatan Cikoneng

Hujan deras yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menyebabkan pergeseran tanah di kaki Gunung Syawal di Kecamatan Cikoneng, Ciamis.
Akibatnya sekitar 300 rumah dan beberapa masjid, serta sejumlah fasilitas umum lainnya yang tersebar di tujuh dusun di Desa Nasol, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, mengalami retak-retak dan nyaris ambruk.
Tujuh dusun yang berada di kaki Gunung Syawal kini menjadi prioritas tanggap bencana. Diantaranya Dusun Babakan, Dusun Carik, Dusun Cikuda, Dusun Batu Malang, Dusun Palasari, dan Dusun Cisukahurip.
Retakan dinding dan lantai bangunan rumah penduduk dan fasilitas umum di desa tersebut bervariatif, mulai dari 2-10 centimeter. Selain rumah, sejumlah kolam ikan milik warga juga mengalami surut secara mendadak.
Menurut sejumlah warga, keretakan bangunan rumahnya terjadi akibat pergeseran tanah yang kembali terjadi sejak Kamis, 25 Desember malam kemarin. Saat pergeseran tanah terjadi, mereka sempat panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Salah seorang warga dusun, Lukman Hakim, Jumat (26/12/2014), mengatakan peristiwa serupa sempat terjadi pada tahun 2002 dan saat ini kembali terjadi akibat kontur tanah yang labil, setelah wilayah tersebut diguyur hujan terus-menerus beberapa waktu terakhir.
Sementara itu Asisten Daerah I Kabupaten Ciamis, Sukirman, mengatakan pihaknya akan terus memantau pergeseran tanah di Desa Nasol. Jika menunjukan perkembangan yang signifikan, maka pihak pemda akan melakukan rapat koordinasi untuk relokasi warga.

Sukirman mengimbau warga setempat untuk menghentikan aksi penebangan pohon, segera menambal bangunan rumahnya yang retak.(Ab@h**

Tidak ada komentar:

Posting Komentar