Sekitar 150 orang kepala siskamling dari Kabupaten Ciamis
dan Kabupaten Pangandaran dikumpulkan Polres Ciamis. Mereka diberi peningkatan
kemampuan dan pembinaan untuk menangkal penyebaran paham radikal. Hal itu
berkaitan dengan dugaan lima orang warga Ciamis yang ditahan di Turki karena
ingin bergabung dengan ISIS.
“Kegiatan ini memang rutin dilakukan tapi sekarang untuk
peningkatan kemampuan. Artinya me-refresh (mengingatkan, Red) kembali, apa yang
harus dilakukan di masyarakat terutama dalam keamanan dan ketertiban
lingkungan,” ujar Kapolres Ciamis AKBP Hari Santoso kepada Radar di Aula Pusat
Gatra Kamis (19/3/2015).
Dengan peningkatan kemampuan itu, dia berharap para
petugas siskamling dapat memberi informasi kepada masyarakat tentang isu yang
sedang berkembang. Terutama, soal adanya paham ISIS. Masyarakat harus melakukan
antisipasi dan pencegahan.
“Nantinya para kepala siskamling dan anggotanya bisa
turut serta memberikan penyuluhan mengenai masalah ISIS. Mereka dibantu
babinkamtibmas dan babinsa,” kata Kapolres Ciamis menambahkan.
Rencananya, Polres Ciamis juga akan menyelenggarakan diskusi
kelompok bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda serta Kodim 0613 dan
pemerintah untuk membahas fenomena ISIS dan keamanan wilayah.
Kasat Binmas Polres Ciamis AKP Salim Aziz menambahkan
kegiatan tersebut merupakan upaya menekan tindakan kriminalitas seperti
pencurian, pencurian sepeda motor maupun begal yang kerap terjadi. Masyarakat
juga diminta memberdayakan kembali pos ronda yang saat ini jarang digunakan.
Dalam waktu dekat, di bulan April, Polres Ciamis akan
melakukan uji petik di tujuh desa untuk memantau keamanan di daerah.
“Ini juga dalam rangka silaturahmi antara kepolisian
dengan para kepala siskamling dan anggotanya di Ciamis dan Pangandaran. Di sini
saling bertukar pikiran untuk sama-sama meningkatkan keamanan lingkungan,”
tandas Kasat Binmas Polres Ciamis AKP Salim Aziz.
Sementara di Desa Ancol Sindangkasih Alat Perakam e KTP
diembat Maling
Seperangkat alat elektronik untuk pembuatan KTP (Kartu
Tanda Penduduk) seperti Kamera dan Komputer di kantor Kecamatan
Sindangkasih di jalan raya Cihaurbeuti Desa Ancol Kecamatan Sindangkasih,
Kabupaten Ciamis raib diembat maling. Aksi pencurian yang terjadi, Jumat (20/3/2015) dini
hari, pertama kali diketahui oleh operator KTP, Yanti, sekitar pukul 08.00
WIB. Waktu masuk ruangan sudah berantakan, setelah dicek dua kamera, empat
monitor, dua CPU, dua mouse dan dua keyboard hilang.
“Maling berhasil masuk ke ruangan dengan mencongkel pintu
ruangan tersebut. Semua barang di ruangan lenyap. Maling hanya menyisakan
tripod kamera saja,” kata Yanti.
Lanjut Yanti, melihat kondisi itu ia langsung melaporkan
kepada pimpinannya, dan kepolisian. Tidak lama kemudian anggota polsek
Cikoneng datang dan memeriksa tempat kejadian perkara.
Panit Reserse Kriminal Polsek Cikoneng Aiptu Ono
membenarkan kejadian tersebut. Maling diduga melakukan aksinya pada subuh
ketika petugas piket tertidur.
”Petugas piket sekitar pukul 01.00 masih bangun, dan
saat itu tidak ada orang yang mencurigakan,” ujarnya. Kerugian akibat kejadian
itu ditaksir sekitar Rp 50 juta.
”Kami akan selidiki pencurian ini karena
kemungkinan para pencuri mengetahui seluk beluk kantor kecamatan,” ujar Panit Reserse Kriminal Polsek Cikoneng Iptu Ono.
Kepala Bidang Administrasi kependudukan, Disdukcapil
Kabupaten Ciamis Didin, menjelaskan, dengan kejadian ini pelayanan E-KTP akan
terganggu. Antisipasi untuk perekaman E-KTP warga ikut ke kantor Kecamatan
terdekat seperti Cihaurbeuti atau Cikoneng. Didin menambahkan alat elektronik itu bantuan hibah dari
Dirjen Kemendagri yang belum diserahkan ke Pemkab Ciamis. ( Ab@h**/Kp/Rdr Online )

Tidak ada komentar:
Posting Komentar