Hanya dalam hitungan satu jam, beras murah langsung habis
terjual pada Operasi Pasar Murni (OPM) yang digelar di Pasarmanis Ciamis, Kamis
(5/3/2015). Bahkan banyak warga yang kecewa karena tidak sempat membeli beras
kualitas medium yang harganya terbilang murah Rp. 7.400.
Seperti yang dikeluhkan Iis (43) warga Kelurahan
Kertasari Kecamatan Ciamis yang datang sesaat setelah OPM beras selesai sekitar
pukul 10.00 WIB. Ia kecewa karena jauh-jauh datang ke pasar dengan
tergesa-gesa namun beras yang akan dibeli ternyata habis.
ìSaat melihat tetangga menjinjing keresek berisi beras,
saya tanya beras dari mana. Para tetangga menjawab ada operasi beras murah Rp
7.400 di pasar. Saya langsung pergi ke pasar, namun terlambat, berasnya habis ujarnya.
Padahal saat OPM mulai digelar sekitar pukul 09.00,
sebagian pengunjung pasar tampak ragu untuk membeli beras Bulog yang diangkut
Truk Dalmas Satpol PP tersebut. Bahkan Tim OPM pun harus menggunakan
pengeras suara (Megaphone) agar pengunjung pasar mau membeli beras OPM.
Beru setelah beras yang dikemas keresek hitam itu dilihat
dan diraba para warga, mereka langsung membeli tanpa ragu.”Berasnya bagus ,
beruntung hari ini bisa ke pasar jadi bisa beli beras murah, namun hanya 5 kg.
Kalau 10 kg, selisihnya lumayan buat keperluan lain,” ujar Dedeh Warga
kelurahan Maleber.
OPM beras di kabupaten Ciamis kemarin tidak hanya digelar
di Pasar Manis Ciamis, juga di Pasar Kecamata Banjarsari, Sindangkasih, Kawali
dan Rancah. Pelaksanaan OPM yang direncakan pekan lalu melibatkan pedagang
beras tersendat, karena para pedagang menolak. Pemkab Ciamis akhirnya mengelar
OPM dengan membentuk Tim yang berasal dari Bagian Ekonomi Setda,
Diskoperindag, Bulog, dan Satpol PP.
Menurut , Wakil Kepala Bulog Sub Divre Ciamis, Fitri
Nur, beras OPM yang dijual di pasar manis Ciamis sebanya satu ton itu baru
percobaan pada hari pertama. “ Tim baru mengeluarkan satu ton untuk
percobaan dan akan dievaluasi lagi. Kalau ternyata OPM ini efektif menurunkan
harga beras, akan dilanjutkan kembali sampai harga normal,” ujar Fitri.
Rela Menunggu
Untuk mendapatkan beras dengan harga murah, warga
Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis harus menunggu sampai 5 jam lebih. Warga
sangat antusias menyambut Oprasi Pasar Murah ( OPM) beras dengan harga Rp.
7.400. per kilo gram, yang diselengarakan oleh pihak Pemda Ciamis kerjasama
dengan Kabulog, Kamis ( 5/3/2015).
Ratusan warga rela menunggu sejak pukul 07.00 Wib hingga
pukul 11.00 Wib di halaman pendopo Kawali. Ny Iis, warga Dusun Banjarwaru Desa
Kawali, mengaku sudah berada di halaman Pendopo Kawali sejak pukul 07.00 Wib
bersama ratusan warga lainnya. Karena sesuai dengan ucapan panitia yang
menyebutkan akan menggelar OPM sejak pukul 07.00 Wib.
“Takut kehabisan, jadi datang ke lokasi lebih awal.
Namun ternyata pasar murah baru digelar pukul 11.00 Wib,” katanya.
Ia mengharapkan situasi harga beras bisa segera normal
kembali agar tidak tersiksa seperti sekarang ini, harus antri berjam-jam untuk
mendapatkan beras.
Camat Kawali, Hidayat Taupik, mengatakan, jumlah warga
yang berminat membeli besar benar-benar di luar dugaan. Jumlahnya sangat
banyak.
“Awalnya, kami hanya menyediakan beras itu sesui yang
telah di ajukan pada bagian ekonomi Pemda Ciamis sebanyak 1 ton, untuk
kapasitas masing - masing warga hanya mendapatkan jatah 5 kg, tetapi
berhubung warga yang datang di luar perdiksi, maka untuk mengantispasi terjadi
hal yang tidak diinginkan kami langsung melakukan kordinasi lagi untuk ke
Kawali jatahnya itu ditambah, dan alhamdulilah dari semula 1 ton jadi 5,2 ton,
“ jelasnya.
Bulog Jamin Kualitas Beras OPM
Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan
(Diskoperindag) dan Bulog Sub Divre Ciamis menggelar Operasi Pasar Murah (OPM).
OPM digelar di sejumlah wilayah seperti Pasar Ciamis, Kecamatan Sindangkasih,
Kecamatan Rajadesa, Kecamatan Rancah, Kecamatan Banjarsari, Kecamatan Panumbangan
dan Kecamatan Kawali. “Operasi pasar ini kami lakukan guna menekan harga beras
di pasaran yang terus merangkak naik,” ujar Wakil Kepala Bulog Sub Divre Ciamis
Fitri Nur kemarin (5/3/2015).
Fitri menjamin kualitas beras yang dijual dalam operasi
pasar kemarin adalah kualitas bagus. Bulog bersedia mengganti, apabila warga
menemukan beras yang dijual tidak layak konsumsi. Pelaksanaan OPM juga dijamin
tidak akan mengganggu stok raskin.
“Kami memastikan pasokan raskin untuk enam kota dan
kabupaten hingga bulan April mendatang dalam kondisi aman,” ungkapnya.
Operasi pasar berjalan lancar dengan kawalan kepolisian
dan Satpol PP. Pembelian beras dalam operasi itu dibatasi. Satu orang hanya
boleh membeli lima kilogram dengan harga Rp 7.400 per kilo. Hal itu dilakukan
dengan menggunakan kupon. “Total beras untuak tujuh kecamatan ini sebanyak
delapan ton,” tutur Fitri.
Unah (40), pembeli beras, menyambut baik pelaksanaan OPM.
Setidaknya dia bisa membeli beras kualitas bagus dengan harga murah. Saat ini
beras dengan kualitas sama di pasaran dijual dengan harga Rp 12.000 per
kilogram. “Berasnya pun tidak terlalu buruk, murah lagi. Sering-sering saja
OPM,” singkat warga Sindangkasih itu. (Ab@h**/KP-Rdr )

Tidak ada komentar:
Posting Komentar