" Kejujuran,.. Integritas,.. Kerjasama,.. Hirarki, . . Loyalitas,... . . ."ds

Selasa, 02 Juni 2015

Pasar Wisata Pangandaran Kebakaran

Sebanyak 48 kios di Blok D Pasar Wisata Pangandaran ludes terbakar saat hari libur Waisak, Selasa (2/6) sekitar pukul 12.10 siang. Api diduga berasal hubungan arus pendek salah satu kios di blok D tersebut. Amuk api tengah hari yang terik dan angin kencang tersebut tidak hanya membuat panik penghuni ribuan kios di Pasar Wisata Jl Bulak Laut Pantai Barat Pangandaran.
Tetapi juga sempat membuat cemas sejumlah wisatawan yang tengah berkunjung atau memarkirkan mobilnya di komplek Pasar Wisata tersebut.
Warga , penghuni pasar dan sebuah mobil pemadam kebakaran berjibaku memadamkan kobaran api sebelum merembet ke blok lainnya di Komplek Pasar Wisata. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.00 Wib.

“Tapi satu blok terlanjur ludes, yakni Blok D, Sebanyak 48 kios hangus. Cuaca panas dan angin cukup kencang membuat warga dan petugas pemadam kebakaran cukup sulit memadamkan api,” ujar Acim, warga Jalan Kidang Pananjung Pangandaran kepada Tribun Selasa (2/6).
Menyusul kejadian tersebut, Acim dan warga Pangandaran lainnya berdatangan ke lokasi kejadian. Menurut Oding Dori (30) salah seorang penghuni Pasar Wsata Pangandaran, kebakaran yang melanda Blok D Pasar Wisata tersebut meludeskan sejumlah kios kelontong, kafe, kios penjual kaus dan suvernir.
“Api sepertinya dari korseleting listrik,” ujarnya.

Menurut keterangan warga yang lain di sekitar lokasi, Teni (50), api diduga berasal dari hubungan pendek arus listrik di salah satu kios. Musim angin timur yang sedang terjadi di sekitar Pantai Pangandaran menyebabkan api cepat membesar dan merembet ke kios lainnya.
Melihat kobaran  api, warga langsung berdatangan. Warga sekitar kemudian menghubungi pemadam kebakaran dan bergotong royong memadamkan api dengan alat seadanya.

Selang setengah jam, satu unit mobil pemadam kebakaran datang ke lokasi kejadian. Tidak seimbangnya jumlah mobil pemadam kebakaran dengan luas area kebakaran serta angin yang bertiup kencang membuat api sulit ditaklukan. Setelah dua jam api baru bisa dijinakan.

Teni pun menjelaskan, saat kebakaran terjadi situasi pasar wisata sedang sepi, sehingga tidak ada korban jiwa dan luka akibat amukan si jago merah tersebut. “Kalau pasar wisata itu baru ramai di malam hari. Tadi kejadiannya siang, jadi sedang sepi. Hanya ada pemilik kios dan cafĂ© saja.”

Pegawai Dinas Pariwisata Kabupaten Pangandaran, Ade Daris mengatakan kerugian ditaksir mencapai Rp. 1,5 miliar. “Masih dilakukan penyelidikan oleh kepolisian, tapi kerugian ditaksir mencapai Rp. 1,5 miliar”. ( Ab@h**/WP)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar