Sebanyak 48 kios di Blok D
Pasar Wisata Pangandaran ludes terbakar saat hari libur Waisak, Selasa (2/6)
sekitar pukul 12.10 siang. Api diduga berasal hubungan arus pendek salah satu
kios di blok D tersebut. Amuk api tengah hari yang
terik dan angin kencang tersebut tidak hanya membuat panik penghuni ribuan kios
di Pasar Wisata Jl Bulak Laut Pantai Barat Pangandaran.
Tetapi juga sempat membuat
cemas sejumlah wisatawan yang tengah berkunjung atau memarkirkan mobilnya di
komplek Pasar Wisata tersebut.
Warga , penghuni pasar dan
sebuah mobil pemadam kebakaran berjibaku memadamkan kobaran api sebelum
merembet ke blok lainnya di Komplek Pasar Wisata. Api berhasil dipadamkan
sekitar pukul 14.00 Wib.
“Tapi satu blok terlanjur
ludes, yakni Blok D, Sebanyak 48 kios hangus. Cuaca panas dan angin cukup
kencang membuat warga dan petugas pemadam kebakaran cukup sulit memadamkan
api,” ujar Acim, warga Jalan Kidang Pananjung Pangandaran kepada Tribun Selasa
(2/6).
Menyusul kejadian tersebut,
Acim dan warga Pangandaran lainnya berdatangan ke lokasi kejadian. Menurut Oding Dori (30) salah
seorang penghuni Pasar Wsata Pangandaran, kebakaran yang melanda Blok D Pasar
Wisata tersebut meludeskan sejumlah kios kelontong, kafe, kios penjual kaus dan
suvernir.
“Api sepertinya dari
korseleting listrik,” ujarnya.
Menurut keterangan warga yang
lain di sekitar lokasi, Teni (50), api diduga berasal dari hubungan pendek arus
listrik di salah satu kios. Musim angin timur yang sedang terjadi di sekitar
Pantai Pangandaran menyebabkan api cepat membesar dan merembet ke kios lainnya.
Melihat kobaran api, warga langsung berdatangan. Warga
sekitar kemudian menghubungi pemadam kebakaran dan bergotong royong memadamkan
api dengan alat seadanya.
Selang setengah jam, satu unit
mobil pemadam kebakaran datang ke lokasi kejadian. Tidak seimbangnya jumlah
mobil pemadam kebakaran dengan luas area kebakaran serta angin yang bertiup
kencang membuat api sulit ditaklukan. Setelah dua jam api baru bisa dijinakan.
Teni pun menjelaskan, saat
kebakaran terjadi situasi pasar wisata sedang sepi, sehingga tidak ada korban
jiwa dan luka akibat amukan si jago merah tersebut. “Kalau pasar wisata itu baru
ramai di malam hari. Tadi kejadiannya siang, jadi sedang sepi. Hanya ada
pemilik kios dan cafĂ© saja.”
Pegawai Dinas Pariwisata
Kabupaten Pangandaran, Ade Daris mengatakan kerugian ditaksir mencapai Rp. 1,5
miliar. “Masih dilakukan penyelidikan oleh kepolisian, tapi kerugian ditaksir
mencapai Rp. 1,5 miliar”. ( Ab@h**/WP)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar