Untuk Mengatur Arus Lalu
Lintas
Selama pelaksanaan Operasi
Ketupat Lodaya 2015, Polres Ciamis akan menyiagakan tim khusus (timsus) untuk
merespon setiap peristiwa di jalur mudik. Baik keamanan maupun gangguan lalu
lintas yang terjadi pada jalur Ciamis-Pangandaran. Timsus terdiri dari tim
reaksi cepat dan tim urai kemacetan.
“Kita sudah menyiapkan tim
khusus untuk mengantipasi dan mengatasi semua potensi gangguan baik
kamseltibcarlantas (Keamanan Keselamatan Ketertiban Kelancaran Lalulintas ) maupun kamtibmas ( Keamanan Ketertiban Masyarakat ) dengan membentuk tim khusus,” ujar Kapolres
Ciamis AKBP Hari Santoso S.Ik, usai gelar pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2015 di
Alun-Alun Ciamis kamis (9/7/2015).
Kapolres Ciamis menjelaskan
tim reaksi cepat terdiri dari 15 anggota Satuan Reskrim, sedangkan tim pengurai
kemacetan terdiri dari 15 anggota Satuan Lalu Lintas. Tim tersebut akan
mendukung sepeda motor Kawasaki KLX untuk mempercepat pergerakan. “Apabila
terjadi kemacetan di satu titik, dengan tim urai bisa langsung dengan cepat
mendatangi titik kemacetan untuk membantu mengurai kemacetan,” ungkapnya.
Jumlah personel yang
diterjunkan mencapai 2/3 kekuatan atau sekitar 760 personel. Dibantu sejumlah
anggota dari Kodim 0613, Satpol PP dan Dishubkominfo. Untuk pemantauan,
kepolisian telah mendirikan 83 pos gatur dan pos pemantau di sepanjang jalur
mudik dan balik.
“Kita sudah memberikan imbauan
dan melakukan penjagaan di titik itu,” jelasnya.
Hari mengimbau masyarakat yang
akan mudik menitipkan rumah mereka kepada orang terdekat dan melapor kepada
aparata desa atau kepolisian. Hal itu untuk memudahkan kepolisian melakukan
patroli keamanan.
“Setelah mendapat laporan,
tentunya kita bisa memetakan wilayah mana saja yang bisa kita laksanakan
patroli. Jangan lupa mematikan tempat atau hal yang bisa menimbulkan kebakaran,
seperti kompor dan jaringan listrik,” tandasnya.
Sementara itu Satuan Lalu
Lintas Polres Ciamis juga mulai memasang sarana dan prasarana (Sarpras)
penunjang arus mudik dan balik. Pemasangan dimulai dari Cihaurbeuti hingga
Kecamatan Cisaga. “Kami imbau para pengguna jalan mematuhi rambu-rambu dan
papan imbauan yang telah dipasang,” ujar Kanit Dikyasa Polres Ciamis Ipda Dian
Susila S.Sos.
Kanit Dikyasa mengatakan jalur
Sindangkasih saat ini telah dibuat satu jalur. Sebaliknya kendaraan dari arah
Ciamis menuju Sindangkasih harus berbelok ke arah jalan baru menuju
Tasikmalaya. Sejumlah traffic cone, water barier dan bendera kecil juga telah
dipasang di semua pertigaan dan perempatan. “Kami di sana pasang tolo-tolo
serta penunjuk arah Bandung, Garut dan Tasikmalaya,” terang dia.
Kanit Dikyasa mengimbau
pengendara tidak saling mendahului karena jalan tidak terlalu lebar untuk jalur
dua arah menuju Ciamis. Sejumlah tanjakan juga perlu diwaspadai karena sering
ada truk mogok di tengah. Kondisi itu bisa membahayakan pengendara lain di
belakangnya dan akan membuat arus menjadi macet. “Saya berharap (pengendara)
bisa tertib berlalu lintas,” tuturnya.
Selain tanjakan, aspal di
sejumlah titik juga kurang bagus. Ada yang bergelombang dan berlubang. Kondisi
jalan yang buruk itu harus diwaspadai agar tidak membahayakan pengendara.
“Ciamis salah satu jalur yang memang menjadi rawan kecelakaan, untuk itu selalu
tingkatkan kewaspadaan,” tuturnya. ( Ab@h**/isr)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar