" Kejujuran,.. Integritas,.. Kerjasama,.. Hirarki, . . Loyalitas,... . . ."ds

Jumat, 28 Agustus 2015

PSGC Ciamis Butuh Anggaran Rp 2 Miliar Ikuti Piala Presiden

Kesebelasan Persatuan Sepak Bola Galuh Ciamis (PSGC) membutuhkan anggaran sekira Rp 2 miliar untuk mengikuti seluruh agenda Piala Presiden 2015. Ada atau tidak ada bantuan dari sponsor, tim kebanggaan warga tatar Galuh Ciamis tetap bertekad untuk menyukseskan agenda tersebut.

"Tidak dipungkiri untuk mengikuti event tersebut tentu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Kami menghitung keseluruhan biaya yang dibutuhkan mencapai Rp 2 miliar. Hal itu dengan asumsi mulai persiapan hingga pertandingan dan lainnya berlangsung selama dua bulan," ungkap Manajer PSGC Herdiat, Sunarya.

Didampingi Bendarahara PSGC, Erwan Darmawan, dia mengatakan, bahwa dari total kebutuhan, sebagian di antaranya yakni sebesar Rp 500 juta diperoleh dari pihak penyelenggara Piala presiden. Dengan demikian, PSGC, masih mencari kekurangan sebesar Rp 1,5 miliar.

"Pihak Mahaka Sports selalu promotor turnamen Piala Presiden, telah menjanjjikan dana subsidi tersebut. Meskipun sampai sekarang belum mendapat pendukung dana , ada atau tidak ada sponsor, kami akan tetap berangkat dalam turnamen Piala Presiden," kata Herdiat, menegaskan.

Dia mengungkapkan saat PSGC mengikuti Divisi Utama 2014, ada dua sponsor utama yakni Sumber Jaya dan BJB. Saat ini saat ini, pihaknya bersama dengan kedua sponsor tersebut sudah melakukan pembicaraan.

"Kami akan kembali menggandeng sponsor utama tersebut. Saat ini masih dalam tahap pembicaraan, negosiasi dengan Sumber Jaya dan BJB. Sudah ada pembicaraan lisan, tinggal tindak lanjutnya," ujarnya.

Langkah lainnya adalah menggalang dana dari masyarakat. Hal itu juga sempat dilakukan PSGC saat menjalani divisi Utama 2014. Langkah tersebut juga dilakukan oleh tim lain yakni Arema Malang serta Persis Solo.

"Seiring adanya larangan penggunaan anggaran APBD untuk membantu klub sepak bola, kami melakukan berbagai terobosan untuk menggalang dana. Kami sangat berterima kasih dengan sambutan tatar Galuh Ciamis, serta pihak lain yang telah ikut membantu persebakbolaan

Dua Pemain Asing Telah Bersama PSGC

Dua pemain asing yang dipanggil sudah ikut latihan bersama dengan pemain persatuan Sepak Bola Galuh Ciamis (PSGC) yang tengah mempersiapkan diri mengikuti Turnamen Piala Presiden.

Pemain yang sebelumnya juga pernah memperkuat kesebelasan kebanggaan warga tatar galuh Ciamis, yakni Morris Power Bayour asal Liberia, serta Emile Linkers.

Dalam latihan yang dipimpin pelatih Heri Rafni Kotari, pada hari Jumat (7/8/2015), kedua pemain yang mengenakan kostum PSGC, langsung bergabung dengan pemain lainnya. Sementara dua pemain lain yang masih ditunggu kedatangannya adalah Raphael Maitimo pemain naturalisasi kelahiran Belanda berdarah Indonesia, dan Osas Saha.

"Selain dua yang sudah ikut laihan, masih ada dua pemain lagi yang belum tiba. Kedua pemain tersebut sudah menyatakan kesediaannya, hanya saja saat ini masih di perjalanan. Apabila tidak ada perubahan rencana, latihan hari Senin  seluruhnya sudah lengkap," kata Manajer PSGC, Herdiat.

Di sela-sela memantau latihan bersama dengan Asisten manajer Aep Saepuloh, dia mengatakan kehadian pemain tersebut akan menambah kekuatan PSGC. Saat ini seluruh pemain lokal, sudah berlatih.

"Komposisi pemain saat ini 80 persen sama dengan tim sebelumnya. Sekarang ini pemain harus fokus untuk berlatih, sehingga mampu mengimbangi tim lainnya. Kami selalu menekankan agar seluruh pemain, menunjukkan permainan yang bagus," tuturnya.


Seperti diketahui, PSGC dan Martapura FC , dua klub Divisi Utama bakal ikut ambil bagian dalam Turnamen Piala Presiden yang digelar Mahaka Sport and Entertainmen yang diikuti oleh 16 klub. Sebanyak 14 klub sudah diambil dari kesebelasan LSI, sedang dua lainnya yakni PSGC dan Martapura FC. (Ab@hDS**

Kamis, 27 Agustus 2015

Pasar Wisata Pangandaran Kembali Terbakar

setelah beberapa waktu lalu terbakar, pagi tadi kios di Pasar Wisata Pangandaran kembali terbakar. Tepatnya di blok A sebanyak empat kios yang berada di jalan Bulak Laut, Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, sekitar pukul 10.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kapolsek Pangandaran, Kompol Suyadi, membenarkan kejadian kebakaran tersebut. Tapi penyebab kebakaran belum diketahui, karena pihaknya masih melakukan penyelidikan.

“Kita belum berani berspekulasi mengenai penyebab kebakaran ini. Kita tunggu saja hasil penyelidikan anggota kami. Hanya, akibat kebakaran ini kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah,” katanya.

Warga Pasar Wisata bersama petugas Damkar dibantu pihak kepolisian, TNI, tim Balawista dan Satpol PP Pangandaran, bekerjasama memadamkan api dengan alat seadannya. Karena mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Pangandaran hanya satu unit.

“Warga yang dibantu petugas gabungan sempat kesulitan memadamkan api, karena mobil Damkar milik Pemkab Pangandaran hanya satu unit, itu pun kondisinya sudah rusak,” kata Kapolsek.

Dari pantauan kami di TKP, saat berita ini diturunkan api sudah berangsur padam. Namun warga dan petugas pemadam kebakaran masih berada di lokasi kejadian. ( Ab@h**)

Kamis, 20 Agustus 2015

Pendirian Polres Pangandaran Ditargetkan Rampung 2017

Komisi I DPRD Kabupaten Pangandaran melakukan koordinasi dengan Polres Ciamis terkait pendirian Polres Pangandaran di Mapolres Ciamis kemarin (19/8).

“Kita melakukan rapat koordinasi untuk pembentukan Polres Pangandaran, lahan kita menyediakan lahan seluas 5 hektar dan kami kordinasikan terus bagaimana supaya pembentukan Polres Pangandaran secepatnya terlaksana,” Ujar Ketua Komisi I DPRD Pangandaran Jajang Mustofa usai rapat kepada radartasikmalaya.com kemarin.

Lokasi Polres Pangandaran rencananya akan ditempatkan di wilayah Wonoharjo, menurutnya pembentukan Polres Pangandaran sangat penting, pasalnya Pangandaran merupakan daerah wisata dan pertumbuhan ekonomi di Pangandaran cukup tinggi sehingga perlu adanya kenyamanan dan keamanan terutama dari investor yang akan masuk ke Pangandaran.

“Itu akan lebih baik dilakukan apabila Polres Pangandaran segera terwujud, karena kepolsian adalah bagian dari mitra kerja kami yang sangat penting, maksimal target kami di tahun 2017 sudah terlaksana, di 2016 nanti persiapan akan lebihb dioptimalkan,” jelasnya.

Menanggapi hal terdsebut, Wakapolres Ciamis Kompol Irfan Nurmansyah SIK menuturkan pertemuan tersebut dilakukan komunikasi dalam pembentukan Pores Pangandaran. Menurutnya kebutuhan keamanan di setiap wilayah sangat penting terutama di Pangandaran.

“Melihat dari faktor kemananan tentunya kita sebagai Polres Ciamis akan mengajukannya ke pimpinan pusat, dengan dukungan dari DPRD dan masyarakat Pangandaran,” ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut, Kompol Irfan Nurmansyah  dapat menyimpulkan dari DPRD sudah mendukung dari penyediaan lokasi yang strategis untuk Polres Pangandaran, selanjutnya Polres Ciamis akan membentuk tim untuk nantinya dilaporkan ke tingkat Polda dan selanjutnya ke Mabes Polri.


“Untuk nantinya para personelnya akan diajukan sesuai dengan kebutuhan standar personel polres minimal 596 personel,” tandasn Kompol Irfan Nurmansyah. ( Ab@h**)

Selasa, 18 Agustus 2015

HUT Kemerdekaan Ri, Banyak Peserta Upacara Jatuh Pingsan

Saat upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke 70 tingkat Kabupaten Ciamis dilaksanakan di Taman Lokasana, Senin (17/08/2015), sejumlah peserta upacara jatuh pingsan.

Para peserta upacara yang jatuh pingsan itu diantaranya dari kalangan pegawai negeri sipil (PNS), anggota kepolisian resor Ciamis dan pelajar SMA. Mereka pun langsung mendapat penanganan dari tim medis.

Sholeh, petugas medis dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Ciamis, ketika ditemui HR Online, Senin (17/08/2015), membenarkan para peserta upacara HUT Kemerdekaan RI banyak yang hatuh pingsan. Menurut dia, hal itu disebabkan karena mereka merasa keletihan.

”Apalagi, suasana upacara HUT RI di taman Lokasana memang terasa panas dibandingkan dengan di alun-alun dan stadion Ciamis,” katanya.

Sementara itu, Febriyanti, pelajar SMA yang pingsan, ketika ditemui kami seusai dirinya siuman, mengaku belum sempat sarapan saat akan pergi mengikuti upacara peringatan HUT RI tersebut.

”Waktu upacara sedang berjalan, saya sudah tidak kuat. Mungkin salah saya sendiri karena tidak sarapan dulu. Ditambah cuaca panas sangat menyengat di lokasi upacara,” tuturnya.

24 Warga Binaan Lapas Ciamis Dapat Remisi

Pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke 70, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Ciamis memberikan remisi kepada 24 orang narapidana atau warga binaan.

Kepala Lapas Ciamis, Dasep Rana Budi, ketika ditemui kami, Senin (17/08/2015), mengatakan, remisi sengaja diberikan kepada warga binaan yang memenuhi persyaratan tertentu sebagai bentuk reward (penghargaan).

“Pemberian remisi juga merujuk peraturan perundang-undangan, serta memberi kesempatan bagi warga binaan untuk memperbaiki diri dan berperan dalam pembangunan,” ucapnya.


Dasep menjelaskan, selama warga binaan berada di Lapas, pihaknya berupaya memberikan pembinaan dan pemberdayaan. Diantaranya memberikan pembinaan dari sisi mental, pengamanan, agama, olahraga, keterampilan, kesenian, pendidikan kebangsaan dan bela negara. ( Ab@h**HR-Online)

Rabu, 12 Agustus 2015

PENDAFTARAN PENDIDIKAN BRIGADIR POLRI KHUSUS SARJANA


Telah dibuka Pendaftaran
"Bintara Polri Khusus Penyidik Pembantu T.A. 2015 "
Silakan jika telah mengetahui persyaratan dan tata cara mendaftar.
Jika ingin mengetahui persyaratan dan tata cara mendaftar tekan link Informasi Pendaftaran. ( http://penerimaan.polri.go.id/syarat_bintara_ss )
Pendaftaran Mulai Tgl : 13-Agustus-2015 sampai dengan 08-September-2015.


Persyaratan Umum :

a.      warga Negara Indonesia (pria atau wanita);
b.      beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
c.       setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD Negara 
        Republik Indonesia tahun 1945;
d.      sehat jasmani dan rohani (surat keterangan sehat dari institusi kesehatan);
f.        tidak pernah dipidana karena melakukan suatu kejahatan (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) 
        dari polres setempat;
g.      berwibawa, jujur, adil dan berkelakuan tidak tercela;
h.      bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Persyaratan Lain :

a.      pria dan wanita belum pernah menjadi anggota Polri;
b.      berijazah minimal S1, dengan program studi yang terakreditasi BAN-PT dan wajib 
       melampirkan tanda lulus / ijazah yang dilegalisasi / diketahui oleh Pembantu Dekan Bidang         
       Akademik, dengan nilai rata-rata IPK minimal 2,50 (dua koma lima nol);
c.       umur pada saat buka pendidikan Bintara Polri Khusus Penyidik Pembantu T.A. 2015
        maksimal 26 (dua puluh enam) tahun;
d.      tinggi badan minimal (dengan berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku) :
           1.         pria     : 160 (seratus enam puluh) Cm
           2.         wanita : 155 (seratus lima puluh lima) Cm
e.      bagi yang memiliki prestasi di tingkat provinsi/nasional/internasional agar melampirkan 
       sertifikat untuk dijadikan pertimbangan dalam penentuan kelulusan;
f.        belum pernah nikah, sanggup tidak menikah/kawin selama dalam pendidikan Bintara Polri 
        Khusus Penyidik Pembantu T.A. 2015, belum pernah melahirkan bagi Casis wanita dan belum 
        pernah punya anak kandung/biologis bagi Casis pria
g.      bersedia menjalani ikatan dinas pertama minimal selama 10 (sepuluh) tahun, terhitung mulai 
       saat diangkat menjadi Bintara Polri Khusus Penyidik Pembantu T.A. 2015;
h.      memperoleh persetujuan dari orang tua / wali;
i.        tidak terikat perjanjian ikatan dinas dengan instansi lain;
j.        mampu mengoperasionalkan komputer;
k.       bersedia menandatangani pernyataan kesanggupan sebagai anggota Brigadir Polri;
l.        mengikuti dan lulus pemeriksaan/pengujian dengan sistem gugur, yang meliputi materi dan 
       urutan kegiatan sebagai berikut :
         1.         pemeriksaan administrasi awal;
         2.         pemeriksaan kesehatan tahap I;
         3.         pemeriksaan dan pengujian psikologi tertulis;
         4.         pengujian akademik, yang meliputi :
               a.) Bahasa Indonesia;
               b.) Bahasa Inggris;
         5.         pemeriksaan kesehatan tahap II (termasuk Keswa);
         6.         pengujian kesamaptaan jasmani;
         7.         pendalaman PMK;
         8.         pemeriksaan administrasi akhir;
         9.         sidang terbuka lulus tingkat Panitia Daerah.

Hal-hal lain yang belum diatur dan berkaitan dengan persyaratan penerimaan Bintara Polri Khusus Penyidik Pembantu T.A. 2015, akan diatur dalam keputusan tersendiri.

Selasa, 11 Agustus 2015

Motor Curian Ditemukan di Kebun

Warga Cikole Wetan RT 04/ 06 Desa Cijulang Kecamatan Cihaurbeuti digegerkan penemuan sepeda motor di kebun salah satu warga sekitar pukul 06.00. Motor itu ditemukan oleh Aep Suherman (42). Dia mengatakan ketika ditemukan motor ditutupi daun kopi.
Aep saat itu tengah mencari rumput untuk pakan ternak. Di dekat pohon kayu dia melihat bagian ekor motor yang tidak tertutup. Diduga sepeda motor itu adalah barang curian yang ditinggal sang pelaku. “Saya langsung melaporkan kejadian itu kepada warga sekitar dan polisi,” ujarnya Senin (10/8/2015).
Dia mengaku sempat heran dengan penemuan motor itu. Namun belakangan, dia mendapat informasi bahwa pemilik motor nopol Z 4534 TK itu adalah Ojo Sunaryo (60), warga Kampung Cinangka Pasir RT 05/ 07 Desa Sukasetia Kecamatan Cihaurbeuti. Motor itu sempat dilaporkan hilang tiga minggu yang lalu. “Saya heran kenapa ada motor dibuang dikebun, baru kali ini menemukan motor,” tegasnya.
Pemilik motor Ojo Sunaryo menjelaskankan motor miliknya hilang dicuri sejak tiga minggu kebelakang. Tepatnya pukul 03.00 dini hari. Dia mengaku telah mencari motor itu ke semua tempat, namun tidak ditemukan. Setelah mencocokan data-data STNK dan nomor rangka serta nomor mesin dan nomor plat, dia meyakini bahwa sepeda motor itu adalah miliknya. “Ada tetangga kampung memberitahu saya, ada temuan motor. Saat ke sana (ke lokasi kejadian, Red) ternyata benar motor saya,” kata Ojo.

Ojo mengaku sangat bahagia. Motor satu-satunya yang selalu digunakan mengangkut gabah telah kembali. Pohon itu disimpan pelaku pencurian dengan ditutup daun dan ranting pohon kopi. “Saya benar-benar bahagia,” tuturnya. (Ab@h**/isr/ Radar)

Senin, 03 Agustus 2015

Kejari Ciamis Tetapkan 3 Tersangka Kasus Korupsi PLTMH di Pangandaran

Kejaksaan Negeri (Kejari) Ciamis menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro) yang berlokasi di Desa Harumandala, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran.

Akibat adanya dugaan korupsi pada proyek senilai Rp. 1,1 milyar yang bersumber dari APBD Pemerintah Provinisi (Pemprov) Jawa Barat ini, negara ditaksir mengalami kerugian sekitar Rp. 300 juta.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Ciamis, Priyambudi, SH, didampingi Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Ciamis, Danceu, SH, Senin (03/08/2015), mengatakan, tiga tersangka dalam kasus korupsi tersebut, yakni satu pejabat dari UPTD (Unit Pelaksanan Teknis) ESDM Pemprov Jabar Wilayah IV Tasikmalaya, Direktur Utama dan Manager Project PT Fortal Sejati Utama sebagai pihak rekanan proyek tersebut.

Pejabat UPTD (Unit Pelaksanan Teknis) ESDM Pemprov Jabar Wilayah IV Tasikmalaya yang ditetapkan sebagai tersangka itu diketahui berinisial AT. Pada proyek ini, AT berperan sebagai PPK (Pejabat Pembuat Komitmen). Sementara tersangka lainnya, diketahui berinisial DA selaku Direktur utama PT Fortal Sejati Utama dan BU selaku Manager Project PT Fortal Sejati Utama.

Menurut Priyambudi, sejak proyek PLTMH tersebut selesai dikerjakan pada tahun 2012, hingga saat ini belum pernah difungsikan. “PLTMH ini memang pernah dinyalakan, tetapi hanya pada saat percobaan saja diawal selesai dikerjakan. Setelah itu, alat pembangkit listrik itu dibiarkan tidak berfungsi,” katanya.

Priyambudi menjelaskan, pembangunan pembangkit listrik ini merupakan proyek Pemprov Jabar pada tahun 2012, yang diproyeksikan untuk daerah terpencil yang belum dialiri listrik oleh PLN.


”Sebelumnya kami mendapat laporan dari masyarakat terkait adanya proyek pembangunan PLTMH di Cigugur tidak beroperasi lagi. Kemudian pada Januari lalu kami melakukan cros cek ke lapangan. Setelah dicek, ternyata memang banyak kejanggalan pada proyek itu,” ujarnya. (Ab@h**/HR-Online)