" Kejujuran,.. Integritas,.. Kerjasama,.. Hirarki, . . Loyalitas,... . . ."ds

Rabu, 30 Maret 2016

Tragis! Maling Tewas Dihajar Massa

Seorang pria di Pangandaran tewas secara mengenaskan. Sebelum tewas ia dikejar-kejar massa. Ketika tertangkap ia pun menjadi bulan-bulanan warga yang marah atas ulahnya. Dari informasi yang dihimpun, insiden tersebut berawal ketika pelaku yang diketahui berinisial MD dan seorang rekannya nekat mencuri sepeda motor warga yang tengah melakukan panen.

Menurut Kasat Reskrim Polres Ciamis, AKP Roland Olaf Ferdianand, SH, dua orang pelaku berboncengan menggunakan kendaraan Honda Beat melewati lokasi tempat parkir motor korban. “Saat pelaku menemukan ada sebuah kendaraan, satu orang pelaku di atas kendaraan sedangkan satu lagi sebagai pemetik (eksekutor pencurian),” jelasnya.

Nahas, pelaku melakukan aksi pencurian di lokasi yang cukup ramai, yaitu areal pesawahan di mana warga ketika itu tengah melakukan panen raya. Aksi nekat kedua pelaku pun diketahui pemilik motor. Spontan kedua pelaku diteriaki maling hingga mengundang perhatian warga lain yang berada di sekitar lokasi.

Masyarakat yang berang kemudian mengejar kedua pelaku. “Karena ketahuan, pelaku pun sempat melarikan diri. Namun karena dekat dengan kompleks warga yang sedang panen, maka massa pun mengejarnya hingga pelaku pun tertangkap,” lanjutnya.

Seorang pencuri tersungkur karena terkena tali yang dijulurkan salah satu warga untuk menghadang motor yang dikendarainya. Namun salah satu rekannya berhasil melarikan diri.

Pelaku pencurian ini pun menjadi bulan-bulanan warga yang sudah emosi. Tanpa ampun warga mengeroyok keduanya hingga mengalami luka parah.

Polisi yang datang ke TKP kemudian mengamankan pelaku yang sudah tak berdaya. Nahas menurut AKP Roland, korban meninggal dalam perjalanan saat akan dilarikan ke Puskesmas Pangandaran. Dan kini jenazah pelaku berada di RSUD Ciamis.


Adapun peristiwan pencurian itu terjadi di Dusun Cimanggu RT 01 RW 01 Blok Sawah Desa Cikalong, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran. Sedangkan pelaku diketahui merupakan warga Pamugaran, Desa Sidamulih, Kecamatan Sidamulih. (WP Online)

Senin, 21 Maret 2016

Klinik Baru di Ciamis Diresmikan Wakil Bupati

Senin (21/03) pagi, Wakil Bupati Ciamis Oih Burhanudin meresmikan Klinik Pratama Rawat Inap Prima Husada yang beralamat di Jalan Raya Cikoneng Nomor 133. Pembangunan klinik tersebut sebagai langkah Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis memberikan akses layanan kesehatan yang mudah kepada masyarakat.

“Saya meresmikan klinik ini karena punya tanggung jawab moral ingin memberikan pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakat. Saya tidak mau setelah peresmian ada masalah baru,” ucap Oih dalam pidato pembukaannya.

Dia juga mengatakan, Klinik Pratama Rawat Inap sudah mempunyai ijin yang lengkap. Perawat klinik tersebut harus bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada pasien.

“Ijin sudah lengkap, tinggal nanti pelayanannya. Perawat harus bersikap baik kepada pasien,” katanya.

Wakil Bupati Ciamis, Oih Burhanudin, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis drg. Engkan, sedang menggunting pita sebagai tanda diresmikannya gedung baru Klinik Pratama Rawat Inap Prima Husada, Senin (21/03). (foto: dena/wp)
Selain pembangunan klinik, lanjutnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis juga sudah membuat Kartu Waluya. Kartu kesehatan bagi masyarakat tidak mampu yang tidak terakomodir ke dalam program Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Alasan diluncurkannya program Kartu Waluya, tambah Oih, karena  jajaran Pemerintahan Daerah Kabupaten Ciamis sudah bersepakat tidak ada lagi masyarakat Ciamis yang sakit tidak dapat berobat karena tidak ada biaya.


“DPRD (Dewan Prwakilan Daerah Kabupaten Ciamis), Bupati beserta Wakil Bupati sudah sepakat tidak ada lagi masyarakat Ciamis yang sakit tidak berobat karena tidak ada uang,” tegasnya.

Kamis, 17 Maret 2016

POLRES CIAMIS BANTU EVAKUASI WARGA TERJEBAK BANJIR

Ratusan hektare sawah dan ratusan rumah warga tiga desa di Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis terendam banjir setinggi kurang lebih satu meter.

Banjir yang mengenangi tiga desa tersebut akibat luapan air Sungai Citanduy yang tidak bisa menampung curahan hujan selama ini.
“Terjadinya luapan air yang menerjang pemukiman warga karena air sungai yang meluap,” kata Ketua Tagana Kabupaten Ciamis, Ade Waluya, Kamis (17/3/2016).

Menurut Ade, luapan air Sungai Citanduy yang membanjiri perumahan warga dan hektaran sawah tersebut terjadi tadi pagi setelah sebelumnya sore kemarin terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
“Korban yangt rumahnya terendam banjir, kini cukup kesulitan untuk beraktifitas karena air yang mengenangi rumah mereka cukup tinggi,” jelasnya.

Ade melanjutkan, akibat terjangan banjir tersebut selain ratusan hektare sawah dan rumah penduduk, luapan Sungai Citanduy juga menggenangi sejumah bangunan sekolah dan Puskesmas setempat.
“Jumlah pasti keseluruhan yang terkena banjir masih dalam pendataan,” katanya.


Bencana alam banjir tersebut diakibatkan dari luapan aliran sungai citanduy  yang merendam Pesawahan dengan luas ± 1 HA dengan ketinggian air ±1m,10 rumah yg ada di Dusun kaum Desa. Panumbangan dengan ketinggian air mencapai ± 60 cm,Jalan Kabupaten yang menghubungkan Jalan Panumbangan - Panjalu sepanjang ± 200 M tepatnya di blok cikadal Dusun Garahang Desa Tanjung Mulya Kec. Panumbangan, dengan ketinggian air 40 cm beserta 3 Unit Rumah yg tergenang air , kejadian bencana banjir tersebut merupakan kejadian yang ke 3 kalinya, untuk sementara kerugian materil sampai dengan saat ini belum dapat ditaksir namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Kasat Sabhara AKP Kurnia menerjukan anggotanya untuk mengevakuasi warga yang terjebak Banjir dengan  mengunakan perahu karet sebanyak 4 buah serta melakukan pengaturan arus lalin di lokasi jalan kabupaten yg tergenang air oleh sat lantas dan Menyiagakan 1 Peleton dalmas Polres Ciamis di lokasi banjir antisipasi apabila ada Banjir susulan.
Adapun warga masyarakat yang dievakuasi yaitu satu keluarga (pasutri,dua orang anak dan satu orang nenek-nenek) yang terjebak banjir di dalam rumah panggung yang terpencil dari pemukiman warga yang lain, akhirnya keluarga tersebut bisa diselamatkan ke tempat yang lebih aman yaitu ke rumah keluarga yang lebih dekat.

Dengan telah terjadi banjir diwilayah Desa Tanjungmulya dan Desa kertaraharja Kecamatan Panumbangan Kab. Ciamis akibat meluapnya sungai  Citanduy sehingga mengakibatkan arus lalu lintas tersendat Kamis (17//3/2016) Sekira Jam 04.00 Wib. ( Ab@h ** )

Rabu, 16 Maret 2016

Jalur Ciamis-Banjar Rawan Longsor

Pengguna jalan patut waspada jika melintas di Jalan Raya Ciamis-Banjar, tepatnya di kawasan Tanjakan Cibeka, Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis. Pasalnya di jalur tersebut rawan terjadi longsor.

Terbukti pada Sabtu (13/03) yang lalu, salah satu titik di jalur ini mengalami longsor. Material longsor hingga kini belum dibereskan. Akibat bencana ini, material longsoran menutupi saluran drainase yang ada di daerah tersebut.

Jalur di Tanjakan Cibeka ini memang memiliki kerawanan tinggi bencana longsor. Jalur ini dikelilingi tebing dengan kemiringan yang tajam. 
“Hampir di setiap musim hujan, bencana tanah longsor selalu terjadi,” terang salah seorang warga setempat pada Kami, Rabu (16/03).

Lantaran rawan bencana longsor, Endang mengimbau agar pengguna jalan lebih berhati-hati jika sedang melintas di jalur ini, khususnya saat hujan mengguyur. 
Kejadian longsor kemarin lanjut Endang, hingga kini belum bisa diatasi bahkan pihak terkait hingga kini belum melakukan evakuasi material longsor. 
“Saya menghimbau kepada para pengguna jalan untuk selalu waspada karena ada beberapa titik lainnya yang juga rawan terjadi longsor,” ungkapnya.
Hal senada juga diungkapkan  tokoh masyarakat desa setempat, di Tanjakan Cibeka ini para pengguna jalan yang melintas perlu waspada.. Menurutnya, di jalur ini kerap terjadi longsor hingga kecelakaan lalu lintas. 

“Posisi jalur yang menanjak tajam juga menjadi penyebab seringnya terjadi kecelakaan,” tandasnya
Menurutnya, kondisi jalan dan alam kerap kali menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas. Jika musim penghujan kata dia, jalur ini juga licin.
“Selain kendaraan yang sehat, skill pengemudi juga menjadi penting. Jangan sampai melintas di jalur ini bagi pemula. Karena memang medannya sulit,” lanjutnya.

Apeh berharap, pemerintah segera melakukan peninggian tebing di sepanjang jalur ini, sehingga para pengendara yang melintas disaat hujan deras turun akan merasa nyaman dan tidak takut terjadi tanah longsor.( Ab@h / WP )

Senin, 14 Maret 2016

Lagi lagi berulah

PT Magna Finance Cabang Ciamis dilaporkan ke kepolisian oleh masyarakat, Minggu (12/03). Pasalnya pegawai perusahaan yang bergerak di bidang keuangan tersebut telah melakukan kekerasan kepada salah seorang pengendara mobil di Kampung Cibalay Kelurahan Indihiang Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya, Kamis (10/03) pekan lalu sekitar pukul 16.00 WIB.

“Ada empat orang dari Magna Finance mengambil paksa mobil Pickup Grand Max warna putih. Korban yang benama Feri (16)  ditarik paksa dari dalam mobil hingga luka lebam di lengan kirinya,” jelas saksi mata, Dede (26).

Hari itu juga Feri langsung melakukan visum di Rumah Sakit Umum Permata Bunda Kota Tasikmalaya. Minggu (13/03) ia melaporkan tindakan kekerasan yang dialaminya ke Kepolisian Sektor Indihiang.
Pada saat dikonfirmasi Warta Priangan, Senin (14/03) siang, PT Magna Finance menjelaskan, pihaknya hanya menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan. Mengeksekusi mobil pickup Grand max Z 8661 KG karena menunggak selama dua bulan lebih.

“Sesuai dengan Pasal 29 Undang-undang Jaminan Fidusia mobil tersebut harus dibawa, istilahnya dieksekusi oleh kami karena debitur terlambat bayar,” jelas Head Collection PT Magna Finance Cabang Ciamis, Yana Saktiana (42).

“Tapi proses di lapangannya saya pribadi tidak mengetahui seperti apa kejadiannya. Saya masih periksa orang-orang yang kemarin mengeksekusi,” imbuh Yana.

Yana berharap kasus tersebut diselesaikan dengan musyawarah. “Lapor kepada pihak kepolisian adalah hak dia (korban) tetapi kami masih berharap bisa diselesaikan dengan musyawarah,” jelas Yana.

Ari (30) pemilik mobil Pick up Grandmax warna putih menyayangkan tindak kekerasan yang dilakukan oleh pihak Magna Finance.


“Saya kira mereka bisa datang baik-baik bicara. Jangan main kasar seperti itu. Saya juga tidak pernah menerima SP (surat peringatan) 1 dan SP 2-nya. Main diambil paksa,” pungkas Ari

Selasa, 01 Maret 2016

Polres Ciamis Gelar Pasukan dalam Rangka Operasi Simpatik 2016

Polres Ciamis melakukan gelar pasukan dalam rangka Operasi Simpatik 2016, hari Selasa (1/3) pagi. Sebagaimana diketahui, terhitung mulai tanggal 1 – 21 Maret, POLRI dan TNI seluruh Indonesia secara serentak melaksanakan Operasi Simpatik.

Oleh karena itu, bagi pengendara kendaraan bermotor di wilayah Kabupaten Ciamis diminta waspada karena akan ada razia di mana-mana. Jika tidak mau repot, lengkapi semua surat-surat dan perlengkapan kendaraan bermotor Anda, juga jangan melanggar peraturan lalu-lintas yang ada.

Berikut informasikan Kabag Ops Polres Ciamis ; “ Mulai Tanggal 01 s/d 21 maret 2016, Selama 21 hari, POLRI dan TNI seluruh Indonesia secara serentak melaksanakan Operasi Simpatik ”

Adapun sasaran Operasi Simpatik  adalah kelengkapan surat surat kendaraan brmotor, baik Roda-2, Roda-4 atau lebih meliputi :

    – STNK.
    – SIM
    – Helm sesuai SNI
    – Spion
    – Knalpot sesuai standar
    – Ban standar
    – Spektek sepeda motor yg tdk sesuai aturan,
 

Di mohon kepada masyarakat kabupaten Ciamis khususnya supaya tertib berkendara, lengkap surat surat dan kendaraannya serta mematuhi aturan lalu lintas.


Silahkan kepada seluruh pengendara kendaraan bermotor baik roda dua maupun empat untuk segera melengkapi surat-surat dan spesifikasi kendaraannya sebelum melakukan perjalanan demi terciptanya ketertiban berlalu-lintas dan mengurangi angka kecelakaan.