" Kejujuran,.. Integritas,.. Kerjasama,.. Hirarki, . . Loyalitas,... . . ."ds

Selasa, 19 Januari 2016

Masa anti teror di Ciamis

Penolakan terhadap aksi teror dengan slogan “Kami Tidak Takut” bergema di Kabupaten Ciamis. Sekira 500 orang yang tergabung dalam Forum Ciamis Anti Teror (FCAT) mendeklarasikan aksi menolak terorisme di Alun-Alun Ciamis, Jawa Barat, Senin (18/01).

Massa aksi tersebut terdiri dari gabungan beberapa organisasi masyarakat dan LSM seperti GMBI, GIBAS, Badar, Pemuda Pancasila, KBPPP, Pemuda Panca Marga, OI, Ikatan Motor Ciamis, dan FPI beberapa elemen lainnnya.

Evi Wahyudin koordinator aksi mengatakan, gerakan FCAT merupakan cara menyikapi teror bom yang terjadi di Ibu Kota Jakarta. FCAT juga mengajak masyarakat Kabupaten Ciamis untuk tidak takut pada terorisme. “Kita harus bisa bersatu padu untuk memerangi radikalisme dan aksi terorisme,” jelasnya.

Menurutnya, aksi radikalisme dan terorisme merupakan salah satu bentuk gerakan memecah Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Aksi teror bom telah merusak infrastruktur dan suprastruktur Negara Indonesia juga menghancurkan ide dasar Pancasila,” ucapnya.

Setelah menggelar deklarasi dan menandatangani pernyataan sikap penolakan terorisme di Alun-alun Ciamis. Mereka menggelar konvoi dengan menggunakan kendaraan baik roda dua maupun empat mengkelilingi sekitar Ciamis Kota.

Konvoi kendaraan yang cukup panjang sempat memacetkan jalur utama di Kota Ciamis. Selama konvoi koordinator aksi terus berorasi menyuarakan sikap anti teror. Iring-iringan kendaraan kembali di Alun-alun Ciamis dan membuka mimbar bebas.

Di akhir aksi solidaritas, massa juga membubuhkan tanda tangan dalam spanduk putih sebagai bentuk pernyataan menolak segala bentuk terorisme.



Ribuan Santri Ciamis Deklarasikan Anti Radikalisme dan Terorisme

Dua hari sebelumnya Ribuan santri se-Kabupaten Ciamis mendeklarasikan perang terhadap aksi radikalisme dan aksi terorisme di Gedung Islamic Center Jalan Mr. Iwa Kusumasumantri Ciamis, Jawa Barat, Minggu (17/01).

Dalam acara tersebut, ada lima poin yang menjadi isi deklarasi. Pembacaan deklarasi dipimpin oleh pimpinan Pondok Pesantren Al-Hasan Kabupaten Ciamis, K.H. Syarif Hidayat.

“Kami mendukung keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia. Menentang segala bentuk kekerasan, radikalisme, terorisme, dan faham-faham yang akan meruntuhkan kehidupan bernegara dan beragama,” tegas K.H. Syarif saat membacakan isi dari deklarasi.

Dilanjutkannya, ribuan santri dan pimpinan pesantren yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Pondok Pesantren akan selalu menjunjung nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan Bhineka Tunggal Ika.

“Melawan segala bentuk kegiatan yang akan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar K.H. Syarif dengan antusias.

Selanjutnya deklarasi tersebut ditandatangani oleh seluruh pimpinan pondok pesantren yang hadir, Bupati Ciamis, H. Iing Syam Arifin dan Kapolres Ciamis AKBP Arif Rachman, S.IK., MTCP. ( Ab@h** / WP )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar