" Kejujuran,.. Integritas,.. Kerjasama,.. Hirarki, . . Loyalitas,... . . ."ds

Kamis, 31 Juli 2014

Polda Jabar Prediksi Puncak Arus Balik ......

Puncak arus balik Lebaran 2014 di jalur Pantura maupun selatan Jawa Barat diperkirakan terjadi mulai Jumat (1/8/2014) hingga Minggu (3/8/2014). Kepolisian Jawa Barat siap mengatur arus balik.
"Puncak arus balik akan terjadi mulai Jumat hingga Minggu. Kami antisipasi dengan penguatan personil di lapangan, termasuk memaksimalkan penggunaan jalur alternatif," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul di Bandung, Selasa (29/7/2014), seperti kami kutip.
Ia menyebutkan, gerakan arus balik dari arah timur ke barat atau ke sejumlah kota di Jabar dan DKI Jakarta akan mulai mengalir mulai Rabu ini, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

"Kami antisipasi agar gerakan arus balik tidak sampai menumpuk berbaur dengan arus wisata. Pengaturan akan dilakukan maksimal, meski hal itu sulit untuk dihindarkan di beberapa ruas jalan," katanya.
Kombes Pol Martinus Sitompul menambahkan, banyaknya titik kepadatan dan antrean di sepanjang jalur mudik mengakibatkan laju kendaraan tidak terlalu deras. Selain itu, kesadaran pemudik untuk berkendaraan aman dan tertib semakin meningkat.
"Pengamanan maksimal dan kesadaran pengendara di jalan raya menurunkan angka kecelakaan lalu lintas di jalur mudik sekitar 20 persen," ujarnya.
Padahal, dari sisi peningkatan jumlah arus mudik yang melintas di jalur pantura dan selatan Jabar meningkat sekitar dua persen dibandingkan Lebaran 2013.
Lebih lanjut, ia menyebutkan, arus balik sudah diantisipasi, termasuk hambatan di sejumlah titik seperti di Jalur Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis yang terganggu amblasnya jembatan sehingga hanya bisa dilintasi satu jalur.
"Arus lalu lintas dialirkan melalui jalur Kota Tasikmalaya dan sebagian dialirkan melalui jalur Singaparna - Garut," katanya.
Namun di sisi lain, karakter arus balik sedikit berbeda, sebab pada saat arus balik pengendara cenderung lebih santai dan tidak terburu-buru di jalanan. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan antisipasi maksimal dan mengingatkan pengendara untuk mentaati rambu lalu lintas dan berkendaraan secara aman. Sosialisasi dilakukan melalui pengeras suara di Pos pengamanan di sepanjang jalur mudik dan balik lebaran.
"Sosialisasi dan imbauan dilakukan di setiap Pospam, termasuk mengatur jam istirahat di jalan. Bila telah mengemudi selama empat jam, maka diimbau untuk beristirahat agar konsentrasi tetap terjaga," kata Kabid Humas Polda Jabar itu.
Sementara itu, titik kepadatan arus lalu lintas di jalur selatan diprediksi terjadi di kawasan Ciawi, Tanjakan Gentong, Malangbong, Limbangan dan persimpangan Cikaledong-Lingkar Nagreg.
Selain itu, di persimpangan Cileunyi juga menjadi titik rawan kepadatan, termasuk di jalur Tanjungsari Sumedang. Sedangkan di kawasan Pantura, kepadatan potensial terjadi di kawasan Palimanan, Tegalgubuk, Losari, Pamanukan, dan Simpang Jomin.

Sementara itu di Nagreg - Iring-iringan pemudik balik mulai memadati jalur selatan Nagreg dari arah Garut dan Tasikmalaya menuju Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis ini.
Kepadatan arus lalu lintas mulai terasa di jalur Limbangan menuju lingkar Nagreg. Pertemuan arus dari Garut sempat membuat antrean panjang. Namun, setelah memasuki jalan utama, ramai lancar hingga pertigaan Cicalengka.
Diperkirakan volume kendaraan akan makin padat, selain pemudik balik dari Tasikmalaya dan Garut, potensi di jalur wisata akan memicu kemacetan, seperti ke arah Cipanas dan Limbangan.
"Tiga hari setelah Idul Fitri 1435 Hijriah arus lalu lintas dari Garut dan Tasikmalaya melalui jalur lingkar Nagreg padat akibat tingginya volume kendaraan," kata Komisaris Polisi Edi pengawas Pos Pam Lebaran di Nagreg, Kamis (31/7/2014).

Prediksi kepadatan arus lalu lintas akan terjadi hari Jumat dan Sabtu 1-2 Agustus. Sehingga jalur Nagreg diberlakukan buka tutup dan mengalihkan pemudik melalui jalan alternatif Cijapati-Majalaya-Cicalengka.(Ab@h**

Senin, 28 Juli 2014

Jumlah Pemudik dengan Kendaraan Pribadi Naik 100%

Tahun ini, jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi ternyata naik hampir 100%. Kondisi macet, serta rusaknya jembatan Comal di Pemalang tidak menyurutkan niat para pemudik.
"Di sini menarik, kendaraan pribadi naik dua kali lipat. Naiknya hampir 100% dibanding tahun lalu. Kecendurungan pakai naik pribadi," ujar Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono ditemui di Jakarta, Senin (28/7/2014).
Sementara untuk pemudik dengan sepeda motor ada kenaikan 40% atau sekitar 600 ribuan kenaikannya. "Tahun lalu sampai H-1, jumlah pemudik dengan sepeda motor tercatat 1,3 juta," ujar Bambang.
Untuk transportasi udara atau pesawat terbang, Bambang mengatakan, kenaikannya hanya 3% dibandingkan musim mudik lebaran tahun lalu.
Bambang mengatakan, untuk transportasi penyeberangan feri di Pelabuhan Merak, Banten, puncak kepadatan terjadi pada H-2. Pemerintah bersyukur, kepadatan penyeberan tidak ekstrem, karena sarana feri ditambah menjadi 30 buah.
Kenapa kepadatan tidak ekstrem? "Kebanyakan yang pada menyebrang ke Sumatera melakukannya malam, sampai di sana pagi, sehingga kerentanan masalah keselamatan kecil," jelas Bambang.


Dorong Proyek Tol Cikampek-Palimanan

Pada kesempatan itu, Bambang juga mendorong agar proyek tol Cikampek-Palimanan yang lama tertunda bisa segera selesai. Paling tidak pada musim mudik lebaran tahun depan, tol ini bisa digunakan.
Bila tol ini beroperasi, maka kemacetan di Simpang Jomin, Karawang bisa diatasi. 
"Cikampek-Jomin masih padat, dari 8 jalur, kendaraan masuk 8 jalur juga jadi penuh. Tahun depan harapan bisa Cikampek-Palimanan diselesaikan. Sehingga bisa difungsikan sementara, meskipun belum untuk komerisal tapi harapan bisa menolong mudik tahun depan. Yang jelas penyelesaian infrastruktur Cikampek-Palimanan terlebih dahulu," papar Bambang.(Ab@h**

SUMBER: detikNews

Kamis, 24 Juli 2014

Cibaruyan Amblas, Pemerintah Siapkan Jembatan Darurat

Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap merampungkan dengan cepat perbaikan Jembatan Cibaruyan, Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis. Mereka menargetkan jembatan bisa dilewati kembali tiga hari ke depan, Ahad (27/7/2014), atau satu hari sebelum (H-1) Lebaran.

Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat berencana memasang jembatan darurat sepanjang 50 meter dan lebar tiga meter di Cibaruyan. "Kami akan berusaha melakukan pemasangan jembatan darurat menggunakan besi belly dan diperkirakan akan memakan waktu tiga hari pekerjaan," kata Yayat, staf Bina Marga Provinsi Jawa Barat Balai V, Kamis (24/7/2014).
Namun, target itu bisa saja meleset jika cuaca di sekitar Cibaruyan tidak mendukung. "Kalau hujan mungkin lebih dari tiga hari," jelas Yayat.
Dari pantauan kami, petugas Bina Marga telah berupaya membangun jembatan darurat sejak kamis pagi tadi.

Sementara itu, arus mudik Idul Fitri 2014 mengalami kemacetan di sekitar Cibaruyan, baik di wilayah Ciamis maupun Tasikmalaya. Kemacetan tampak di jalur Sindangkasih Ciamis-Karangresik-Simpang Lima-Mitra Batik-Ir Juanda-Indihiang-Rajapolah-Ciawi-Pamoyanan-Gentong. Kemacetan juga terjadi di jalur Cimaragas-Manonjaya-Sutisna Senjaya-Mitra Batik-Indihiang, Rajapolah, Ciawi, Pamoyanan, dan Gentong. (Ab@h**

Kapolda Jawa Barat

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol M. Iriawan mengunjungi jembatan Cibaruyan, Kampung Cianda, Desa Sukahaji, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat yang mengalami ambrol dari tiang penyangga. Dimana sebelumnya Kapolda melalukan pantauan dari udara.
Kapolda Jawa Barat mengungkapkan, untuk arus lalu lintas berada di arah Timur – Barat tepatnya Ciamis – Bandung bisa menggunakan jalur Singdangkasih, Karangresik, Simpanglima, RE Martadinata, Indihiang menuju Rajapolah arah Bandung atau bisa melalui jalur Ir Juanda, Singaparna, Garut menuju Bandung sampai Jakarta.
Sedangkan untuk jalur Barat – Timur atau Bandung – Ciamis, Banjar dan Jawa Tengah bisa menggunakan jalur Pamoyanan, Jamanis, Rajapolah dan melalui Kota Tasikmalaya menuju Karangresik menuju Ciamis, Banjar dan Jateng.
"Kalau arus mudik dari arah Gentong akan menuju Ciamis bisa melalui jalur Pamoyanan Suryalaya Panumbangan – Panjalu – Kawali Ciamis, tanpa menggunakan jalur Cihaurbeuti menuju jalur Ciamis," ungkapnya, saat meninjau lokasi longsor, kamis (24/7). Iriawan didampingi Kapolres Ciamis dan Kapolres Tasikmalaya Kota.
Kepadatan arus lalu lintas berada di jalur selatan Jawa Barat akan terjadi kepadatan penumpang pada H-3 besok. Karena semua arus mudik akan memenuhi jalur Kota Tasikmalaya.
"Besok puncaknya arus mudik lebaran dan jalur selatan Jawa Barat akan terjadi kepadatan kendaraan, akan tetapi untuk anggota berada di jembatan ini. Polres Ciamis akan menurunkan jumlah penuh," ungkap Iriawan.

Sementara di tempat terpisah Ciamis, Bupati Ciamis, Iing Syam Arifin, mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk dilanjutkan ke pemerintah pusat menyusul Jembatan Cibaruyan di Desa Sukahaji, Kecamatan Cihaurbeuti,Kabupaten Ciamis, proteksi dan abudmen penahan gelagar jembatan ambrol tergerus aliran sungai tersebut, Rabu (24/07/2014). Hal itu dilakukan, karena jalan dan jembatan berstatus jalan nasional.
“Kami dari pemerintah daerah sifatnya koordinasi. Secara teknis, jalan ini merupakan kewenangan pemerintah provinsi dan pusat. Kami hanya membantu memfasilitasi,” ungkap Iing saat ditemui di lokasi kejadian.
Selain berkoordinasi dengan pemerintah, Iing pun mengaku koordinasi pun sudah dilakukan dengan jajaran kepolisian. Koordinasi dengan kepolisian dilakukan karena jembatan tersebut berada di jalur utama mudik.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Binamarga Ciamis, Ika Damaswara, saat meninjau lokasi bencana, mengatakan, kerusakan jembatan tersebut berpangkal di pondasi jembatan yang tergerus air Sungai Cibaruyan.
“Kalau melihat kondisi yang rusak akibat kejadian ini, perbaikan tidak bisa dilakukan cepat,  berbeda dengan Jembatan Comal di jalur Pantura,” ujar Ika.
Lebih lanjut diungkapkan Ika, jembatan yang berusia 32 tahun tersebut, mengalami kerusakan parah pada bagian proteksi dan abudmen penahan gelagar. Namun demikian, perbaikan Jembatan Cibaruyan bukan kewenangan Pemerintah Kabupaten  Ciamis, karena status jalan tersebut merupakan jalan nasional.
“Kami sebatas membantu melaporkan dan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.
Disinggung mengenai beresnya perbaikan jembatan sehingga jalan pun bisa kembali digunakan untuk jalur mudik, Ika tidak bisa memperkirakan hal tersebut. Namun yang pasti, kata Ika, jalur di jembatan itu sudah tidak bisa digunakan untuk mudik dalam beberapa waktu ke depan.
Dari pantauan di lapangan, akibat kerusakan proteksi dan penahan gelagar jembatan itu, mengakibatkan kondisi aspal retak-retak. Bagian gelagar jembatan pun keropos dan hanya meninggalkan lapisan aspal. Untuk menghindari beban berlebih di sekitar jembatan dan dikhawatirkan menimbulkan korban, polisi pun langsung memasang garis polisi. (Ab@h**

                                                                    

Jembatan Cibaruyan Ambrol, arus mudik tersendat,,,,,,

Kapolsek Cihaurbeuti, AKP Dies Ratmono mengungkapkan, kondisi jembatan Cibaruyan kritis. Oleh karena itu, penutupan arus lalu lintas Jalur Selatan via Cihaurbeuti harus dilakukan lantaran satu tiang jembatan (land hoop) ambrol tergerus luapan sungai di bawahnya.
Jembatan diberi garis polisi agar tidak digunakan. Sejumlah personel polisi juga disiagakan di lokasi. Sejumlah petugas diturunkan untuk mengatur kepadatan kendaraan yang terjadi di sekitar lokasi pada arus mudik ini.
Luapan sungai ini tidak hanya meruntuhkan tiang jembatan yang berlokasi tak jauh dari rumah pemotongan ayam “Jabal Nur” tersebut, tetapi juga menumbangkan satu tiang listrik. Pondasi setinggi sekitar 8 meter dan selebar 15 meter tergerus air sungai. Cukup mengkhawatirkan jika dilewati kendaraan.
Diberitakan sebelumnya, hujan lebat yang mengguyur wilayah Dusun Cianda Desa Sukahurip, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis mengakibatkan Sungai Ciburial meluap dan membuat jembatan Cibaruyan runtuh, Kamis (24/7/2014) dinihari.
Arus kendaraan mudik Jalur Selatan via Cihaurbeuti dialihkan ke Tasikmalaya. Dari arah Barat ( Bandung), kendaraan dialihkan di fly over Rajapolah masuk ke arah Kota Tasikmalaya.
Sementara kendaraan dari arah Timur (Ciamis) dialihkan dipertigaan Sindangkasih ke Kota Tasikmalaya untuk terus melanjutkan perjalanan ke arah Bandung. Juga  bisa melewati Indihiang dari arah pertigaan Sukamulya setelah melewati jalan raya Gunung Cupu.

Derasnya arus sungai menyebabkan pondasi Jembatan Cibaruyan, Kabupaten Ciamis, di jalur mudik Selatan ambrol, Kamis (24/7/2014) dini hari tadi. Akibatnya, jalur mudik utama selatan menuju Ciamis-Banjar dan Cilacap dialihkan ke Kota Tasikmalaya.
Kondisi jembatan tersebut dilaporkan sudah membahayakan, aspal sudah ngegantung, tanpa ada penahan. “Sekarang jalur utama ini ditutup karena aspalnya menggantung dan bawahnya tergerus air,” jelas Kepala Satlantas Polres Ciamis, AKP Yudi Sadikin, di lokasi kejadian, Kamis (24/7/2014) pagi.

Penutupan total jalur selatan ini, sebagaimana dikutip TribunNews, ditujukan untuk menghindari korban jiwa saat kendaraan melintasi jembatan tersebut.
Jalur mudik dari arah Bandung, dialihkan dari Rajapolah menuju Kota Tasikmalaya, kemudian tembus kembali di Sindangkasih, Kabupaten Ciamis. Dari arah Ciamis atau Jawa Tengah, jalur dibelokkan ke kiri dari Sindangkasih menuju Kota Tasikmalaya.
“Kita terpaksa ditutup total jalur utama ini. Arus dialihkan ke wilayah Kota Tasikmalaya,” tambah Yudi.
Terkait dengan kondisi Jembatan Cibaruyan, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Ciamis Aef Saefulloh mengatakan, ambrolnya jembatan diduga akibat pondasi terkikis arus sungai yang sangat deras. Soalnya di daerah ini sejak sore kemarin terus menerus diguyur hujan deras. Terlebih terjadi banjir di hulu sungai ini sejak malam kemarin.
“Ditemukan saat itu ada laporan dari PLN. Ada tiang listrik hampir roboh karena terbawa longsor,” ungkap dia.

Sampai berita ini diturunkan, petugas kepolisian bersama pemerintahan setempat masih menutup jalan nasional tersebut. Beberapa petugas terlihat tengah meneliti pondasi jembatan ambrol itu untuk diperbaiki.(Ab@h**

Rabu, 23 Juli 2014

Kendaraan Melintas ke Ciamis Meningkat 4 Persen

Terkait jumlah kendaraan yang melintas di Kabupaten Ciamis, dijelaskan Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi Kabupaten Ciamis Aef Saefulloh, sejak H-7 hingga saat ini mengalami peningkatan sekitar 4 persen. Jumlah kendaraan tersebut masih didominasi kendaraan sepeda motor. Meski jumlah kendaraan yang melintas mengalami peningkatan dari hari ke hari, namun kondisi lalu lintas di Kabupaten Ciamis masih normal dan tidak ada kemacetan lalul intas.
“Jalur mudik yang ada di wilayah Kabupaten Ciamis ini Alhamdulillah terbebas dari pasar tumpah. Jadinya, tidak ada kemacetan lalulintas yang berarti. Namun, kami tetap menyiagakan personel di setiap pos pantauan arus mudik. Hingga saat ini kondisi lalulintas terpantau stabil,” tutur Aef saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (23/7/2014).
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, pada H-7 Lebaran jumlah kendaraan yang melintasi jalur utama di Kabupaten Ciamis menuju Jawa Tengah, terutama kendaraan sepeda motor mencapai rata-rata 1.000 unit dari kedua arah. Demikian juga halnya dengan kendaraan mobil yang melintas sekitar 100 unit. Sedangkan pada H-5, jumlah kendaraan sepeda motor mencapai rata-rata 1.250 unit dan mobil mencapai 125 unit per jam.
Kepala Bidang Lalulintas pada Dishubkominfo Kabupaten Ciamis Edi Yulianto mengatakan, lonjakan pemudik diperkirakan akan terjadi mulai H-3 Idulfitri. Sebab, pada saat itu bertepatan dengan dimulainya cuti bersama Idulfitri.


“Saat ini kendaraan banyak yang melintas dari arah timur ke barat sebab ada perbaikan jembatan Comal di Pemalang Jawa Tengah. Kebanyakan yang melintas bus dari daerah Jawa Tengah menuju Jakarta. Kemungkinan bus-bus tersebut menjemput pemudik yang ada di Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur,” ucap Edi. (Ab@h**

Minggu, 20 Juli 2014

Jelang Arus Mudik, Jalan Raya Banjarsari-Pangandaran Masih Rusak

Jelang arus mudik lebaran, sejumlah ruas jalan di jalur selatan Kabupaten Ciamis Jawa Barat, tepatnya di daerah Kecamatan Banjarsari, masih mengalami kerusakan. Di sepanjang jalur tersebut, masih terdapat jalan yang bergelombang dan bolong-bolong.
Saat memantau kesiapan anggota kepolisian dalam mengamankan arus mudik, Kapolda Jabar Irjen Muhamad Iriawan, mengkhawatirkan kondisi jalan selatan Ciamis- Pangandaran yang masih ada mengalami kerusakan. Menurutnya, jalur tersebut dipastikan akan padat dipenuhi kendaraan pemudik pada arus mudik lebaran tahun ini.
“ Ya mestinya Kementrian Pekerjaan Umum segera memperbaiki  jalan yang akan digunakan oleh para pemudik. Kalau jalannya masih rusak, tentunya akan mengancam terhadap keselamatan pengendara, “ katanya, saat berkunjung di Kota Banjar, pekan lalu.
Kondisi jalan yang rusak, menurut Kapolda, bisa membahayakan para pengemudi, terutama pengendara sepeda motor. Bahkan, juga bisa mengakibatkan kecelakaan yang merengut korban jiwa. “ Kami berharap seluruh jalur yang dipastikan padat saat arus mudik nanti, harus segera diperbaiki,” katanya.

Dari pantauan HR, di jalan nasional yang berada di daerah Kecamatan Banjarsari, tepatnya yang menuju Kabupaten Pangandaran, tidak sedikit jalan yang rusak dan berlubang. Kerusakan jalan akan ditemui di daerah Cikohkol Banjarsari. Kerusakan serupa juga terdapat di jalan raya yang berada di Desa Sukasari hingga Desa Ciherang Banjasari. Diperkirakan kerusakan jalan sepanjang 3 kilometer. (Ab@h/HR-Online)

Kamis, 17 Juli 2014

AMBULANCE SIAP LAYANI PEMUDIK.

Arus mudik lebaran tahun 2014 diprediksi akan mengalami kenaikan 7 hingga 10 per­sen. Untuk memberikan kenyamanan pada pemudik yang melintas di jalur Jabar Selatan, Dinas Kesehatan kabupaten Ciamis menyiapkan 37 Ambulance.

Selain itu, juga akan menyiapkan, empat ru­mah sakit 24 jam, Pos­ko pelayanan terpadu dan 37 Pus­kesmas. Hal itu guna mengura­ngi resiko kecelakaan dan korban ji­wa saat padatnya arus mudik 2014 ini.
“Arus mudik diperkirakan me­ningkat dari tahun lalu, otomatis fasilitas dan tenaga medis juga harus lebih dimaksimalkan. Ter­u­tama di tengah cuaca ekstrim saat ini para pemudik harus selalu sehat kuat agar selamat di perjalanan,” ujar Asda 2 Pemkab Ciamis H. Soe­kiman didampingi Kadis Kesehatan Ciamis drg Dendy Rahayu, M.Kes saat apel kesiapsiagaan arus mudik 2014, di area Gedung Islamic Center, (17/7/2014).
Apel Kesiapsiagaan Di­nas kesehatan Ciamis kemarin diwarnai dengan konvoi 37 ambulance mengelilingi alun-alun Ciamis. Konvoi ambulan pertama kali di Ciamis membuat warga kaget karena semua ambulance membunyikan sirinenya. 
“Konvoi ini selain so­sialisasi ke­pada ma­sya­rakat sekitar juga me­ngecek kendaraan ambulan kare­na sebagian ambulan sudah tua dan sudah kurang layak pakai. Yang baru hanya 6 buah pengadaan ta­hun 2013 lalu, sisanya ada yang buatan tahun 1983,” ujar Soe­kiman. 
Dendy menambahkan, saat mu­dik biasanya yang banyak membutuhkan pe­layanan kesehatan, pe­ng­guna sepeda motor karena benar-benar me­ng­uras tenaga yang bisa.
Sementara itu, Kapol­res Ciamis AKBP Witnu Urip Laksana berh­arap pembuatan posko mudik baik kesehatan, TNI, perhubungan, jasa raharja, palang merah, lokasinya berdekatan dengan posko Polres Ciamis. 
" Sehingga menjadi posko terpadu. yang akan memudahkan pelayanan , karena ada unsur kepolisian, tenaga me­dis, perhubungan dan tenaga lainnya,” ujar Kapol­res Ciamis AKBP Witnu Urip Laksana.(Ab@h

Rabu, 16 Juli 2014

Toko Mas di Pasar Ciamis Dibobol Maling,

Toko Mas Aryani di Blok A  Pasar Manis Ciamis, Selasa (15/07/2014) dini hari, dibobol maling. Anehnya, maling masuk ke toko tersebut tanpa menghilangkan jejak. Maling pun berhasil menggondol perhiasan emas dengan total 4 kilogram dan Perak 1 kilogram. Pemilik toko mengalami kerugian diperkirakan sekitar Rp. 4 milyar.
H.Tatang, pemilik toko, mengatakan, dirinya mengetahui  tokonya dibobol maling  sekitar pukul 06.30 WIB, saat akan membuka toko. Selasa (15/07/2014).”Saat rolingdoor dibuka, tidak ada hal mencurigakan. Karena semua kunci gembok masih utuh pada tempatnya,” ujarnya.
Tatang menambahkan, namun dirinya kaget saat rolingdoor dibuka, perhiasan yang ada di etalase sudah raib tidak bersisa. “Saya cek juga uang serta perhiasan yang ada di brankas pun hilang,” katanya.
Dihubungi terpisah, Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Eris Yadi Cahyadi membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, pihaknya saat ini tengah melakukan proses penyelidikan. “Iya memang ada kejadian pencurian dan kini anggota kami masih di lapangan untuk melakukan penyelidikan,” ujarnya.

TEREKAM CCTV
Yuni Marlina (19), penjaga toko baju --yang bekerja di depan toko emas-- menjelaskan pagi itu melihat H Tatang membuka toko emas. Setelah itu, H Tatang kaget karena emasnya hilang. "Pak Haji Tatang langsung menghubungi satpam," ujarnya di Pasar Manis kemarin.
Yuni melihat posisi gembok toko emas H Tatang masih digembok. "Pertamanya membuka pintu sebelah kanan tapi karena sulit Pak Haji membuka bagian depannya," ungkapnya.
Hasil rekaman CCTV yang terpasang di Toko Emas AA-- di samping toko H Tatang- polisi menemukan pria berbaju biru berlengan pendek dan bersarung kotak-kotak. Pria itu terekam pukul 01.46. Dia melewati toko emas. Pukul 02.22, pria tersebut terekam kembali. Dia melintasi toko milik H Tatang.
KBO Reskrim Polres Ciamis Ipda Ref Effendi mengatakan sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). "Saat ini kami masih menyelidikinya," ujarnya di kantornya kemarin.
Tadi malam, Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Kusnadi Erisyadi MM mengatakan dugaan sementara pencurian emas tersebut masuk kategori pembobolan biasa dan tidak ada kaitannya dengan sindikat atau teroris.
"Kita tidak membuat tim khusus, ini pembobolan biasa, insya Alloh tidak akan lama doanya saja dari semuanya. Sekarang masih dalam penyelidikan, perkembangan lebih lanjut besok (hari ini, red) saja," ungkapnya saat dihubungi Radar pukul 21. 19 Wib. Saat ini kepolisian mendalami rekaman CCTV. Korps busur panah ini pun meminta keterangan pemilik toko maupun karyawan toko.
Terpisah, Kepala Satpam Pasar Manis Ciamis Opin Aripin mengaku baru kemarin pagi mengetahui toko emas milik H Tatang dibobol maling. Padahal, dia sampai pukul 01.00 ikut mengecek keamanan pasar. Dia pulang pukul 01.00 karena tidak enak badan.
Soal pengamanan di Pasar Manis, Opin menjelaskan setiap malam, lima blok dijaga lima orang. Satu satpam berjaga di satu blok. Sedangkan di luar blok dijaga dua orang.

Pengontrolan rutin setiap blok, terangnya, dilakukan hingga pukul 06.00."Namanya juga manusia tidak terus stanby seperti robot. Setelah muter-muter mungkin tidur," ujarnya  (Ab@h/HR-Online)

Senin, 14 Juli 2014

Rumah Warga Ciamis Tertimpa Longsor

Rumah Asikin (46), warga Dusun Carik, Desa Nasol, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, tertimpa longsoran tanah tebing, Minggu (13/7/2014). Pasalnya, tebing yang berada di sekitar rumah Asikin longsor setelah diguyur hujan semalaman. Tebing akhirnya mengalami erosi dan menimpa rumah Asikin.
Akibat kejadian itu, kerugian yang dialami keluarga Asikin diperkirakan mencapai belasan juta rupiah. Dalam peristiwa itu, Asikin dan anaknya terluka akibat tertimpa reruntuhan bangunan rumah.
Relawan Tanggap Bencana (TAGANA) Desa Nasol, Iman, mengungkapkan, kejadian berawal saat hujan lebat yang mengguyur wilayah Desa Nasol dan sekitarnya sejak semalaman. Tiba-tiba tebing diatas rumah korban mengalami longsor dan langsung menimpa rumah tersebut.”Kedua korban saat kejadian sedang berada di dalam rumah,” ucapnya.
Sementara itu, Camat Cikoneng, Syarif Murhidayat, membenarkan kejadian bencana longsor tersebut. Pihaknya mengaku sudah berupaya untuk mengevakuasi semua korban ke tempat yang lebih aman.

“Kami sedang menginventarisir kerugian akibat kejadian tersebut, untuk mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah,” katanya. (Ab@h=HR-Online)

Kamis, 10 Juli 2014

Bus Harum Tabrak Motor, Satu Orang Tewas

Sebuah Mobil Bus milik perusahaan Harum dengan nomor polisi D 7824 AC jurusan Bandung-Purwokerto yang dikendarai Sul (40), Warga Ciamis menabrak motor Honda Vario warna hitam yang dikendarai Dedi Mulyadi (21), warga Dusun Bojongsari, Desa Dewasari, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis. Kecelakaan itu terjadi di jalan Raya Ciamis-Banjar, tepatnya di Dusun Bojongsari Depan Kantor DPC PKB Ciamis. Kamis (10/07/2014) siang.
Akibat kecelakaan tersebut, pengendara motor honda vario, Dedi Mulyadi, tewas setelah mengalami masa kritis saat mendapat perawatan di RSUD Ciamis. Korban mengalami patah kaki kanan serta pendarahan hebat di bagian kepala akibat benturan dengan aspal.
Jaka (50), saksi mata, menjelaskan, kecelakaan berawal saat korban berada di depan antrian kendaraan dan akan berbelok ke arah kanan jalan menuju kampung Bojongsari. “Saat akan berbelok, dari arah berlawanan muncul kendaraan, sehingga korban pun ragu untuk berbelok,” katanya.
Jaka menambahkan, ketika korban menghentikan laju motornya, tanpa diduga dari arah belakang muncul Bus Harum dan kemudian menabrak korban dengan keras. “Korban pun sempat terlempar akibat hantaman Bus yang tengah melaju kencang. Saat terlempar kemudian korban jatuh ke aspal jalan,” ungkapnya.
Melihat kejadian tersebut, warga yang berada di lokasi kejadian langsung menolong korban untuk dilarikan ke rumah sakit.
Sementara itu, menurut Haris (18), teman korban, saat itu korban mau pulang dari tempat kerjanya yang tidak jauh dari lokasi kejadian untuk menunaikan salat duhur. “Korban sudah biasa apabila istirahat kerja, dia suka pulang ke rumah untuk menuanaikan shalat  di rumahnya,” ungkapnya.

Kini peristiwa kecelakaan tersebut sudah ditangani pihak Satlantas Polres Ciamis untuk diproses lebih lanjut. (Ab@h=HR-Online)

Rabu, 09 Juli 2014

Di Ciamis, Panitia TPS Bagi-bagi Hadiah kepada Pemilih

Untuk meningkatkan animo dan memeriahkan pesta demokrasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014, ada saja kreatifitas unik yang dilakukan oleh warga agar moment tersebut tampak berbeda. Seperti di TPS 27, Kelurahan Ciamis, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, menyediakan doorprize hadiah untuk masyarakat yang sudah melakukan hak pilihnya, Rabu (09/07/2014).
Alhasil, ide gemilang itu tampaknya berhasil. Warga yang sudah melakukan hak pilihnya tidak langsung bergegas pulang ke rumah. Tetapi, mereka tampak berkerumun di lokasi TPS untuk menyaksikan siapa pemenang yang mendapat hadiah doorprize tersebut. Suasana TPS yang bertempat di Aula kantor UPTD Pendidikan Ciamis pun tampak riuh dan meriah.
Ketua KPPS TPS 27, Agus Yani, menjelaskan, pemberian doorprize kepada warga, sebagai tanda terimakasih setelah mereka meluangkan waktu untuk memberikan hak suaranya pada Pilpres kali ini.
“Adanya pemberian hadiah doorpres kepada pemilih, bertujuan ingin menciptakan suasana lain di TPS. Selain itu, hal itu pun agar masyarakat yang datang tidak merasa jenuh dengan kondisi TPS,” ungkapnya, di sela-sela pencoblosan.
Adapaun sumber dana untuk membeli hadiah, kata Agus, merupakan hasil patungan warga yang ingin berpartisipasi dalam memeriahkan hajat demokrasi lima tahunan ini. “Setelah melakukan pencoblosan, pemilih langsung mengambil undian yang didalamnya sudah tertera nomor dan tulisan anda beruntung dan tidak beruntung,” terangnya.
Agus menegaskan, adanya pemberian hadiah tersebut, bukan sebagai alat iming-iming agar warga mudah diarahkan memberikan dukungan kepada Capres tertentu. Namun, hadiah itu dimaksudkan agar warga lebih antusias datang ke TPS. “ Jadi, doorprize ini bukan sebuah agenda politik tertentu, ini murni untuk memeriahkan saja, “ imbuhnya.

Di TPS 27, lanjut Agus, total hak pilih sebanyak 374 orang. Namun warga yang hadir ke TPS berjumlah 309 orang. “ Warga yang tidak hadir ke TPS, mereka yang tengah merantau ke luar kota dan tidak pulang ke Ciamis,” katanya. (Ab@h=HR-Online)

Selasa, 08 Juli 2014

3 Warga Meninggal, Diduga Demam Berdarah

Lagi, seorang bocah di Desa Cibadak, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, meninggal dunia setelah terserang penyakit demam berdarah (DBD), Senin (07/07/2014). Bocah itu diketahui bernama Regi (8). Dia meninggal setelah mendapat perawat medis di Rumah Sakit Mitra Idaman Kota Banjar.
Sebelumnya, di Desa Cibadak sudah dua orang meninggal akibat penyakit tersebut. Meninggalnya Regi akibat penyakit demam berdarah merupakan kasus ketiga di Desa Cibadak dalam sebulan terakhir ini. Dari 3 korban meninggal, seluruhnya adalah anak-anak yang masih berusia 5- 10 tahun.
Meski sudah 3 warga meninggal akibat penyakit Demam Berdarah, namun pihak Dinas Kesehatan Ciamis belum menetapkan Desa Cibadak sebagai daerah endemik demam berdarah. Dinas Kesehatan baru melakukan foging setelah di Desa Cibadak terjadi korban beruntun akibat demam berdarah.
Azan (48), ayah korban, warga RT 23/RW 06 Dusun Mekarsari, Desa Cibadak, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, mengatakan, dirinya belum mengetahui penyebab hingga anaknya bisa terjangkit penyakit demam berdarah. Padahal, kata dia, di rumahnya tidak ada tempat yang dicurigai sebagai sarang nyamuk demam berdarah.
“ Saya juga tidak mengerti, kenapa anak saya bisa terjangkit demam berdarah. Perasaan di rumah saya pada bersih, tidak ada genangan-genangan air yang bisa menjadi sarang nyamuk demam berdarah, “ ujarnya.
Seorang korban bernama Regi umur 8 th  meninggal setelah sebelumnya sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit mitra idaman kota banjar  regi  warga dusun mekarsari rt 23 rw 06 desa cibadak kecamatan banjarsari ini sebelum nya biasa biasa saja bahkan DBD menyerang kakak kandungnya sendiri namun kakak kandung regi namun sang kakak setelah mendapatkan perawatan medis kondisinya kembali membaik dan sehat
Sementara itu, salah seorang warga Desa Cibadak, Misbah, mengatakan, dirinya berharap Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui dinas terkait segera turun tangan untuk menangani kasus demam berdarah yang sudah menelan 3 korban jiwa di daerahnya.
“Kemarin sudah dilakukan foging, tetapi tetap saja masih ada warga yang terjangkit demam berdarah. Kami minta pemerintah melakukan upaya lain agar tidak kembali jatuh korban berikutnya,” ujarnya.

Misbah mengaku was-was dalam kurun waktu sebulan ini sudah ada 3 warga yang meninggal akibat penyakit demam berdarah tersebut. Apalagi seluruh korban merupakan anak-anak. “Kami yang memiliki anak kecil kini khawatir dengan sudah mewabahnya penyakit demam berdarah hingga sudah menelan 3 korban jiwa,” ujarnya. (Ab@h=HR-Online)

Minggu, 06 Juli 2014

H. Yat Dikukuhkan Jadi Rektor Unigal Ciamis

DR. H. Yat Rospia Brata, Drs.,M.Si, akhirnya dikukuhkan menjadi Rektor Universitas Galuh (Unigal) Ciamis, Sabtu (5/7/2014), di Gedung Auditorium kampus setempat. Pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Yayasan Pendidikan Galuh (YPG), disaksikan Dewan pembina, Senat Universitas dan Sivitas Akademik.
Sebelumnya, Yat menjabat sebagai Pj Rektor selama satu bulan, menggantikan Prof. Suherli Kusmana, karena mengundurkan diri dari jabatan Rektor Unigal. Kini, Yat resmi menjabat Rektor untuk masa jabatan 2014-2018.
Dalam sambutannya, Yat meminta agar semua jajaran struktural yang ada di bawah komando Rektor, menjalin kerjasama yang baik, untuk memajukan kampus Unigal. Dia ingin, kondusifitas kampus selalu terjaga.
“Sebab, tanpa ada kerjasama yang baik, saya pun tidak bisa berbuat apa-apa,” ucapnya.

Namun demikian, Yat menegaskan, pihaknya akan bertindak secara tegas bila ada upaya-upaya untuk mencoreng nama baik Unigal. Apalagi sampai membuat kampus Unigal menjadi tidak kondusif. (Ab@h=HR-Online)

Jumat, 04 Juli 2014

WASPADA, UANG PALSU MULAI BEREDAR

Masyarakat diminta waspadai dan berhati-hati. Karena menjelang Idul Fitri, uang palsu (Upal) pecahan lima puluh ribu mulai beredar di wilayah Ciamis.
Salah seorang yang sudah menjadi korban yakni Anngia Herfiaty warga jalan Kartini Ciamis.
Menurut pengakuannya ia mendapatkan uang palsu pecahan lima puluh ribu dari salah satu bank di Kota Banjar.
Ia mengetahui bahwa uang itu palsu ketika dirinya akan melakukan transaksi di salah satu bank di Ciamis. Oleh petugas bank, dijelaskan jika uang pecahan lima puluh ribu tersebut palsu.
“Saya dapat uang tersebut dari sodara saya di Banjar, sodara saya mengaku memberikan uang tersebut dari bank, tapi heran ketika akan di tabungkan ke bank lain di wilayah Ciamis tidak diterima karena palsu,” ucap Anggia, Kamis (3/7/2014).
Dikatakan Anggia, setelah di cek memang sangat jelas per­bedaanya, mulai dari ukuran kemudian, warna, serta tanda air dalam uang tersebut memang beda sekali, terutama yang paling jelas adalah dari tanda airnya yang berbeda.
“Jika dari warna uangnya seperti luntur, kemudian teksturnya yang lembut tidak seperti uang yang asli yang agak kasar,” tuturnya.

Lanjut Anggia, dirinya sangat heran kenapa upal bisa keluar dari bank, dirinya berharap agar pihak terkait bisa mengawasi uang palsu tersebut mengingat saat ini menjelang lebaran.Ab@h=K-Priangan.

Kamis, 03 Juli 2014

Penyegelan Mesjid Ahmadiyah Sudah Sesuai Aturan Hukum

Bupati Ciamis, H. Iing Syam Arifin, menegaskan, penyegalan Mesjid Jemaah Ahmadiyah, di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Ciamis, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, pekan lalu, sudah sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.
Menurut Iing, setelah melakukan rapat di jajaran Muspida (Musyawarah Pimpinan Daerah) Kabupaten Ciamis, menyusul adanya surat dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang menyebutkan bahwa masih ada aktifitas keagamaan di Mesjid Ahmadiyah Ciamis, maka disepakati untuk dilakukan penyegalan.
“Penyegalan itu berdasarkan SKB 3 Menteri dan Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Barat Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pelarangan Kegiatan bagi Jamaah Ahmadiyah. Bahkan, dalam Pergub ditegaskan, jangankan melakukan kegiatan keagamaan, memasang simbol Ahmadiyah di tempat umum saja dilarang,“ katanya, saat dihubungi HR, via telepon selulernya, Rabu (02/07/2014).
Iing menjelaskan, saat penyegalan mesjid Ahmadiyah beberapa waktu lalu oleh petugas Satpol PP, dihadiri oleh Ketua RT dan RW setempat, Lurah, Camat, perwakilan Muspida dan perwakilan dari MUI. “Jadi, kebijakan penyegalan itu bukan kebijakan Bupati, melainkan keputusan bersama jajaran Muspida setelah menanggapi surat dari MUI, “ terangnya.
Menurut Iing, MUI Kabupaten Ciamis sudah mengirimkan surat teguran ke jamaah Ahmdiyah Ciamis agar menghentikan aktifitas keagamaan di mesjid tersebut. Karena MUI menilai ada pelanggaran SKB 3 Menteri dan Pergub Jawa Barat tentang Pelarangan Kegiatan bagi Jamaah Ahmadiyah di mesjid tersebut.
“Ketika jamaah Ahmadiyah tidak menggubris surat teguran tersebut, kemudian MUI mengadukan hal itu kepada kami. Lalu kami di rapat Muspida mendiskusikan hal tersebut, kemudian disepakatilah upaya penyegalan,” jelasnya.
Iing menegakan, pihaknya mempersilahkan apabila ada pihak yang akan menempuh jalur hukum atas penyegelan tersebut. “Silahkan saja. Itu lebih bagus. Digugat ke pengadilan sekalipun, kami siap menghadapi. Ya pasti, kami melakukan penyegalan, jelas dasar hukumnya,” tegasnya.

Namun demikian, Iing meminta jangan sampai dalam memprotes penyegalan tersebut melakukan cara-cara yang dapat memicu konflik horizontal. “Kita minta jaga kondusifitas Ciamis. Apalagi saat ini tengah dalam suasana bulan suci Ramadhan,” pungkasnya. (Ab@h/HR-Online)

Rabu, 02 Juli 2014

Kapolres Ciamis: Penembakan Diawali dari Main-main Senjata

Kapolres Ciamis, AKBP Witnu Urif Laksana, menegaskan, kronologis penembakan yang dilakukan oleh oknum anggota polisi Polsek Banjarsari, Aiptu Tatang, yang menewaskan sesama rekan polisi bernama Bripka Hadi Purwanto, diawali dari aksi main-main senjata.
Hanya, lanjut Kapolres, aksi main-main oknum polisi tersebut sangat berlebihan, hingga akhirnya mengakibatkan petaka.
“Aksi oknum polisi ini sangat berlebihan. Dia seenaknya bermain-main senjata tanpa aturan, sehingga menimbulkan korban jiwa. Kita sudah amankan pelaku berikut senjata revolver yang digunakan oknum polisi tersebut,“ katanya, kepada wartawan, di kantor Polsek Banjarsari, saat melakukan pemeriksaan menyusul kasus penembakan ini, Rabu (02/07/2014) siang.
Kapolres menegaskan, pelaku akan diberi sanksi tegas, baik sanksi pidana maupun sanksi pelanggaran kode etik kepolisian. “ Kasus ini sudah kami proses, termasuk pelakunya sudah diperiksa, “ ujarnya.
Menurut Kapolres,  proyektil peluru yang ada di kepala korban belum bisa diangkat, karena masih menunggu dokter ahli untuk melakukan tindakan medis tersebut. “ Belum diangkat, karena dokter ahlinya belum datang, “ imbuhnya.
Usai melakukan pemeriksaan ke Polsek Banjarsari, kemudian Kapolres mengunjungi keluarga korban di Desa Ciherang, Kecamatan Banjarsari.


KAPOLDA MINTA MA’AF.....

Menninggalnya Anggota Polsek Banjarsari Bripka Hadi Purwanto  tertembak peluru senjata api (senpi) jenis Revolver yang meletus dari tangan teman sekantornya yaitu Aiptu Tatang Sukran. Respons Kapolda Jabar soal insiden yang terjadi di wilayah hukum Polres Ciamis ini melalui Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul
"Terhadap peristiwa tersebut, kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena masih ada perilaku bawahan kami yang tidak terpuji,"
Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul menjelaskan peristiwa tersebut musibah, namun pihaknya masih menelusuri perihal kejadian memilukan ini.

"Kami selidiki lebih dalam dengan memeriksa saksi-saksi," kata Martin. Selanjutnya Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul  menegaskan, atas peristiwa ini pihaknya akan meningkatkan pengawasan terhadap anggota Polri yang bertugas di wilayah hukum Polda Jabar khususnya yang memegang senjata api. 

Kronologis Kejadian......

Kronologis penembakan yang dilakukan oknum polisi bernama Tatang Sukran (53), Kepala Sentra Pelayanan Polsek Banjarsari, Kabupaten Ciamis, terhadap rekannya Bripka Hadi Puwanto, kini terkuak. Dari hasil pemeriksaan polisi terhadap pelaku dan saksi, diperoleh keterangan bahwa peristiwa itu terjadi gara-gara bercanda sesama anggota polisi.
Dari hasil pemeriksaan, pelaku saat itu bermain-main dengan memutar-mutar senjatanya. Namun naas, tanpa diduga pelatuk senjatanya tertekan hingga menembakan peluru yang mengarah ke tembok, kemudian memantul dan mengenai pelipis kanan Bripka Hadi.
Menurut Kapolres Ciamis AKBP Witnu Urip Laksana S.IK, saat itu pelaku sedang bersanda gurau dengan sesama rekan polisi. Namun, candaannya terlalu berlebihan, karena sambil memamerkan senjata api tanpa memperhatikan aspek keamanan.
“Tiba-tiba pelatuknya tertekan dan keluar letupan peluru mengenai tembok dan memantul ke kepala korban,” katanya, Rabu (02/07/2014).
Setelah kejadian tersebut, korban pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Banjar. Namun naas nyawanya tidak tertolong sampai akhirnya meninggal dunia.
”Dari hasil pendalaman dan keterangan saksi bahwa korban dan pelaku sebelumnya tidak ada masalah. Bahkan, keduanya pun dikenal supel dan mudah bergaul. Jadi, tidak benar jika ada informasi kejadian ini dipicu akibat perselisihan,” katanya.(Ab@h/HR-Online)

Selasa, 01 Juli 2014

Peringatan Ulang Tahun Kepolisian Digelar Sederhana

Polisi Republik Indonesia merayakan hari jadinya yang ke-68 pada hari ini, Selasa (1/7/2014). Peringatan HUT Bhayangkara kali ini dijanjikan digelar sederhana saja.
"Kami buat acara sesederhana itu dikaitkan dengan  kondisi keamanan Pemilu 2014 yang saat ini masih dalam masa kampanye," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (30/6/2014). "Agar tidak mengganggu konsentrasi (aparat)," imbuh dia.
Meski demikian, kata Boy, peringatan ulang tahun kepolisian pada tahun ini akan dilakukan lebih terbuka, tak seperti tahun lalu yang dilaksanakan tertutup hanya untuk kalangan internal. Dia pun mempersilakan wartawan meliput semua rangkaian kegiatan peringatan ulang tahun ini.
Selain menggelar upacara pada Selasa pagi, ujar Boy, Mabes Polri juga akan menggelar syukuran pada Selasa petang. Menurut rencana, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hadir dalam syukuran ini bersama Ibu Negara.
Pada usia 68 tahun, kata Boy, Polri berharap sinergi dengan para mitra keamanan maupun lintas sektoral juga terus membaik, terutama menjelang pemilu presiden ini.

Peringatan ulang tahun pada tahun ini mengusung tema "Sinergi Polisional dan Proaktif demi Mewujudkan Keamanan dalam Negeri yang Mantap dalam Rangka Sukseskan Pengamanan Pemilu 2014 dan Keberlanjutan Pembangunan Nasional".( Ab@h=