" Kejujuran,.. Integritas,.. Kerjasama,.. Hirarki, . . Loyalitas,... . . ."ds

Rabu, 17 September 2014

Diwarnai Keributan Suporter, PSGC Ciamis Ditahan Persis 1-1


Langkah PSGC Ciamis untuk mendapat tiket ke semifinal kompetisi Divisi Utama tampaknya berat setelah pada laga kandang melawan Persis Solo berakhir imbang dengan skor 1-1, pada babak 16 besar Divisi Utama, di Stadion Galuh Ciamis, Selasa (16/09/2014). Bahkan. hasil ini semakin membenamkan posisi Laskar Galuh di posisi juru kunci klasemen sementara Grup K.
Dari jalannya laga, di menit awal babak pertama skuad Laskar Galuh langsung melakukan inisiatif menyerang. Alhasil, di menit kedua PSGC langsung mendapat peluang emas melalui sundulan Eko. Namun sayang, sundulannya masih bisa ditepis penjaga gawang Persis Solo, Agung Prasetya.
Sepanjang babak pertama, kedua tim terlihat bermain ngotot. Pasalnya, sama-sama ingin meraih poin penuh. Namun sayang, pada menit ke 17 wasit memberhentikan pertandingan karena terlihat terjadi aksi lempar antar dua pendukung suporter.
Setelah melihat kondisi sudah tak terkendali, sejumlah aparat keamanan dari Polres Ciamis dan TNI diterjunkan untuk melerai keributan suporter. Akhirnya, keributan pun mereda dan pertandingan kembali digelar setelah terhenti selama 28 Menit.
Setelah pertandingan dilanjutkan, terlihat skuad PSGC Ciamis terus melakukan serangan. Namun sayang, serangan yang dibangun anak-anak Ciamis dapat dipatahkan oleh lini pertahanan Persis Solo.
Para pemain PSGC Ciamis tidak patah semangat untuk memenangkan pertandingan. Akhirnya, di menit 43, M Arozi berhasil mencetak gol lewat tendangan kerasnya yang mengarah ke sisi kiri gawang. Skor pun berubah 1-0 untuk keunggulan PSGC Ciamis. Sampai pluit babak pertama dibunyikan, skor tetap 1-0 untuk keunggulan PSGC.
Memasuki babak kedua, skuad PSGC langsung memberikan tekanan ke kubu lawan. Namun serangannya selalu dipatahkan oleh lini pertahanan Persis.
Sebaliknya, Persis Solo lebih mengandalkan umpan-umpan balap dengan strategi serangan balik. Dan akhirnya di menit ke 63, petaka datang ke gawang PSGC. Bayu Nugroho berhasil membobol gawang PSGC sekaligus mengubah skor menjadi 1-1.
Setelah kedudukan 1-1, membuat motivasi pemain PSGC meningkat. Serangan demi serangan terus dibangun. Namun peluang yang tercipta tidak ada satupun yang berhasil dikonversi menjadi gol. Sampai pluit babak kedua dibunyikan, tidak merubah keadaan tetap 1-1.
Setelah pertandingan usai, kembali terjadi aksi saling lempar antar suporter dari Ciamis dan Solo. Dari informasi yang diperoleh di lapangan, ada beberapa suporter dari Ciamis dan Solo yang mengalami luka-luka akibat terkena lemparan batu.

Bentrok Antar Suporter Pecah Usai Laga PSGC Ciamis Kontra Persis Solo

Setelah terjadi bentrok antara suporter PSGC Ciamis dengan Persis Solo, di babak pertama, hingga laga sempat dihentikan selama 28 menit, ternyata kembali pecah usai laga yang berakhir imbang 1-1, di Stadion Galuh Ciamis, Selasa (16/09/2014) sore.
Dari informasi yang dihimpun di lapangan, bentrok antar suporter ini berawal dari saling ejek ketika kedua kubu pendukung memberikan dukungan langsung di stadion. Tiba-tiba pendukung Persis Solo yang berada di tribun timur melemparkan batu ke arah kerumunan suporter Balad Galuh Ciamis yang berada di tribun selatan.
Mendapat serangan batu, suporter Ciamis pun tidak terima. Akhirnya bentrokan pun pecah saat laga babak pertama baru berjalan 17 menit. Melihat situasi yang semakin tidak terkendali, akhirnya wasit menghentikan pertandingan selama 28 menit.
Aparat gabungan dari Polres Ciamis dan Kodim Ciamis langsung melerai keributan. Setelah bentorkan bisa diredam, kemudian wasit kembali melanjutkan pertandingan.
Meski keributan sudah dilerai, aksi saling ejek antar dua pendukung suporter ini terus terjadi sepanjang laga. Puncaknya, ketika laga usai, pendukung Persis Solo langsung turun ke lapangan kembali melakukan penyerangan ke suporter Ciamis. Aparat keamanan pun kembali bergerak dan menghalau kedua kubu suporter yang akan melakukan bentrok di dalam stadion.

Suporter Ciamis yang berseragam Balad Galuh dan Viking Galuh ini mencoba melakukan aksi balasan dengan mengejar pendukung Persis Solo. Namun, upaya mereka dihadang oleh aparat keamanan yang menjaga ketat suporter tamu. Supoter Persis Solo dikumpulkan di lapangan dan suporter Ciamis dihalau untuk keluar stadion.
Ketika berada di luar stadion, suporter Ciamis pun sempat menunggu kelurnya suporter Persis. Namun, lagi-lagi aparat keamanan membubarkan kerumanan suporter Ciamis yang akan melakukan aksi balasan terhadap suporter tamu.
Akhirnya, suporter Ciamis melampiaskan kekesalannya dengan merusak kendaraan milik suporter Persis Solo yang terparkir di halaman Gedung GGT Ciamis. Akibatnya, belasan mobil dan puluhan motor milik suporter tamu mengalami kerusakan.
Dari informasi yang dihimpun di lapangan, aksi pengrusakan kendaraan suporter tamu oleh suporter Ciamis tidak hanya karena keributan di dalam stadion, tetapi dipicu juga oleh tindakan suporter Persis Solo yang melakukan pengrusakan terhadap fasilitas Stadion Galuh.
Suporter Persis Solo melakukan pengrusakan terhadap keramik yang terpasang di tempat duduk penonton yang berada di tribun timur. Keramik yang dirusak itu dijadikan senjata untuk melempar kerumunan suporter Ciamis.
Setelah dua jam berselang, ribuan pendukung Persis Solo yang tertahan di dalam stadion secara bertahap dikelurkan oleh aparat keamanan. Rombongan pertama yang keluar adalah suporter yang menggunakan Bus Parawisata.
Ternyata, suporter Ciamis menunggu mereka di sepanjang jalur Ciamis- Banjar. Bentrokan pun kembali pecah di perempatan toko netral atau depan Pasar Ciamis dan berlanjut hingga ke perempatan Kodim. Dikabarkan, 6 Bus yang ditumpangi pendukung Solo dilempari batu saat melintas dari Pasar Ciamis hingga perempatan Kodim.
Pecahan kaca mobil pun berserakan di sepanjang jalan mulai dari Pasar Ciamis hingga ke jalur Ciamis- Banjar. Bahkan, satu Bus yang ditumpangi rombongan suporter Solo menabrak trotoar jalan hingga akhirnya menabrak sebuah kios bunga yang berada di perempatan toko Netral atau depan Pasar Ciamis.
Menurut Apoy, salah seorang suporter Ciamis, pihak yang memulai memancing keributan adalah suporter Persis Solo yang tergabung dalam kelompok suporter Casual Solo. “ Mereka yang memulai melakukan pelemparan ke kerumunan suporter Ciamis,” katanya, usai pertandingan.
Apoy mengatakan, kelompok suporter Persis Solo yang tergabung dalam kelompok Pasoepati justru tidak terlibat bentrok dengan suporter Ciamis saat berada di dalam stadion.
”Hanya, ketika suporter Ciamis marah, mereka tidak tahu mana suporter Pasoepati dan mana suporter Casual Solo. Memang banyak dari suporter Ciamis yang tidak mengetahui adanya perbedaan kelompok suporter di tubuh pendukung Persis Solo. Makanya, Pasoepati pun terkena sasaran amukan suporter Ciamis,” terangnya. (Ab@h**=HR-Online.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar