Menjelang perayaan tahun baru Imlek 2566 pada tanggal 19
Februari nanti, Polres Ciamis mulai menyiapkan strategi pengamanan. Rencananya
80 orang personel akan diturunkan untuk mengamankan acara. Jumlah itu terdiri
dari satuan Reserse, Intel, Sabhara dan Satuan lalulintas serta bantuan dari Polsek Ciamis.
Mereka akan ditempatkan di sejumlah titik, terutama
seputaran Klenteng Hok Tek Bio Jalan Ampera II.
“Untuk (pengamanan, Red) malam
tahun baru Imlek pada malam Kamis nanti, kita sudah koordinasi dengan ketua pelaksananya.
Kegiatannya dipusatkan di klenteng saja dengan melaksanakan ibadah dari pukul
20.00 sampai tengah malam,” ujar Kabag Ops Polres Ciamis Kompol Sutisna.
Dia menjelaskan pengamanan tidak hanya dilakukan pada
tempat peribadatan tetapi juga sejumlah titik keramaian masyarakat. Hari ini
polisi akan memulai proses sterilisasi lokasi kegiatan dan pusat keramaian itu.
“Ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban supaya mereka (umat
konghucu, Red) beribadah dengan tenang,” jelasnya.
Ketua Majelis Agama Khonghucu Indonesia (Makin) Kabupaten
Ciamis Anton Kristiono mengatakan tidak ada acara khusus dalam merayakan tahun
baru Imlek. Perayaan hanya dilakukan dengan ritual ibadah mulai pukul 24.00.
“Yang hadir sekitar 150 orang, dari beberapa wilayah. Mulai dari Bandung sampai wilayah Priangan Timur biasanya selalu hadir,” singkatnya usai bertemu aparat kepolisian di Mapolres Ciamis.
“Yang hadir sekitar 150 orang, dari beberapa wilayah. Mulai dari Bandung sampai wilayah Priangan Timur biasanya selalu hadir,” singkatnya usai bertemu aparat kepolisian di Mapolres Ciamis.
Kegiatan Imlek di Ciamis
Jelang perayaan tahun baru
Imlek 2566/2015 yang jatuh pada Kamis (19/02/2015), membuat umat Konghucu yang
mayoritas keturunan Cina sudah bersiap-siap untuk merayakannya, tak terkecuali
di Ciamis. Di Klenteng Hok Tek Bio Ciamis, segala persiapan untuk menyambut
Imlek tampak sudah dipersiapkan. Yang menarik, pada setiap jelang imlek, para
penganut Konghucu berlomba-lomba untuk menulis doa pengharapan di sebuah
lampion yang digantung di setiap sudut Klenteng.
“Menurut kepercayaan jemaat
konghucu, kalau menulis doa pengharapan di lampion klenteng pada jelang Imlek,
maka segala doanya akan terkabul,” kata pengurus Klenteng Hok Tek Bio Ciamis,
Kiki Rizki.
Karena itu, lanjut Kiki, sudah
hampir 3 hari ini Klenteng Hok Tek Bio Ciamis sering didatangi jemaat yang
hanya sekedar ingin menuliskan doanya di lampion tersebut.
“Tidak hanya umat Konghucu saja, tetapi warga lokal pun ada yang datang ke sini hanya sekadar untuk menulis doanya di lampion,” ujarnya. Menurutnya pula, pada setiap lampion yang digantung di Klenteng, masing-masing sudah ada pemiliknya. Makanya, masing-masing lampion pasti akan berbeda tulisannya. “Pada setiap lampion pasti ada tulisan doa berbahasa Tiongkok dan tulisan orang yang memasangnya,” terangnya.
“Tidak hanya umat Konghucu saja, tetapi warga lokal pun ada yang datang ke sini hanya sekadar untuk menulis doanya di lampion,” ujarnya. Menurutnya pula, pada setiap lampion yang digantung di Klenteng, masing-masing sudah ada pemiliknya. Makanya, masing-masing lampion pasti akan berbeda tulisannya. “Pada setiap lampion pasti ada tulisan doa berbahasa Tiongkok dan tulisan orang yang memasangnya,” terangnya.
Menjelang perayaan tahun baru
Imlek 2566, puluhan patung di klenteng Hok Tek Bio Ciamis dibersihkan oleh para
pengurusnya. Ritual pembersihan itu biasanya digelar empat atau lima hari
sebelum perayaan Imlek.
Prosesi pembersihan patung
dewa itu dimulai dengan sembahyang, dilanjutkan dengan memandikan patung
menggunakan air dicampur bunga mawar dan minyak wangi. Ada sekitar 20 patung
yang dibersihkan dalam ritual tersebut. Antara lain Hok Tek Ceng Sin, Hian
Thuan Siang Tee, Wu Yu Cai Sen, Kuan Sing Te Kun dan Kwan Im.
“Tidak ada syarat khusus untuk
membersihkan tapi yang jelas tujuannya untuk merawat supaya tidak cepat rusak
dan kotor. Namanya tahun baru semua harus bersih dan baru,” ujar Ketua
Kelenteng Hok Tek Bio Hidajat Kuswaja kemarin.
Menurut dia patung Hok Tek
Ceng Sin penghuni kelenteng diperkirakan ada sejak 200 tahun lalu. Karena itu
kelenteng di Ciamis dinamakan Hok Tek Bio. Ritual pembersihan patung itu
dimaknai sebagai upaya menjadikan setiap umat menjadi lebih bersih.
“Dengan kita memandikan patung
dewa ini, ada kedamaian kehidupan manusia yang sejahtera dan doa kita
terkabulkan,” tandasnya.
Selain membersihkan patung,
para pengurus klenteng juga mulai memasang lampion dan membersihkan isi seluruh
kelenteng
Sejarah Imlek
Tahun Baru Imlek merupakan
perayaan terpenting orang Tionghoa. Perayaan tahun baru imlek dimulai di hari
pertama bulan pertama (bahasa Tionghoa: 正月; pinyin: zhēng yuè) di
penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh 十五冥 元宵节 di tanggal kelima belas (pada saat bulan purnama). Malam
tahun baru imlek dikenal sebagai Chúxī yang berarti "malam pergantian
tahun".
Di Tiongkok, adat dan tradisi
wilayah yang berkaitan dengan perayaan Tahun Baru Imlek sangat beragam. Namun,
kesemuanya banyak berbagi tema umum seperti perjamuan makan malam pada malam
Tahun Baru, serta penyulutan kembang api. Meskipun penanggalan Imlek secara
tradisional tidak menggunakan nomor tahun malar, penanggalan Tionghoa di luar
Tiongkok seringkali dinomori dari pemerintahan Huangdi. Setidaknya sekarang ada
tiga tahun berangka 1 yang digunakan oleh berbagai ahli, sehingga pada tahun
2009 masehi "Tahun Tionghoa" dapat jadi tahun 4707, 4706, atau 4646.
Dirayakan di daerah dengan
populasi suku Tionghoa, Tahun Baru Imlek dianggap sebagai hari libur besar
untuk orang Tionghoa dan memiliki pengaruh pada perayaan tahun baru di tetangga
geografis Tiongkok, serta budaya yang dengannya orang Tionghoa berinteraksi
meluas. Ini termasuk Korea, Mongolia, Nepal, Bhutan, Vietnam, dan Jepang
(sebelum 1873). Di Daratan Tiongkok, Hong Kong, Makau, Taiwan, Singapura,
Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan negara-negara lain atau daerah
dengan populasi suku Han yang signifikan, Tahun Baru Imlek juga dirayakan, dan
pada berbagai derajat, telah menjadi bagian dari budaya tradisional dari
negara-negara tersebut.(Ab@h**)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar