" Kejujuran,.. Integritas,.. Kerjasama,.. Hirarki, . . Loyalitas,... . . ."ds

Rabu, 18 Februari 2015

Menjelang Imlek Sejumlah Personil di Siagakan

Menjelang perayaan tahun baru Imlek 2566 pada tanggal 19 Februari nanti, Polres Ciamis mulai menyiapkan strategi pengamanan. Rencananya 80 orang personel akan diturunkan untuk mengamankan acara. Jumlah itu terdiri dari satuan Reserse, Intel, Sabhara dan Satuan lalulintas serta bantuan dari Polsek Ciamis.

Mereka akan ditempatkan di sejumlah titik, terutama seputaran Klenteng Hok Tek Bio Jalan Ampera II. 
“Untuk (pengamanan, Red) malam tahun baru Imlek pada malam Kamis nanti, kita sudah koordinasi dengan ketua pelaksananya. Kegiatannya dipusatkan di klenteng saja dengan melaksanakan ibadah dari pukul 20.00 sampai tengah malam,” ujar Kabag Ops Polres Ciamis Kompol Sutisna.

Dia menjelaskan pengamanan tidak hanya dilakukan pada tempat peribadatan tetapi juga sejumlah titik keramaian masyarakat. Hari ini polisi akan memulai proses sterilisasi lokasi kegiatan dan pusat keramaian itu. 
“Ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban supaya mereka (umat konghucu, Red) beribadah dengan tenang,” jelasnya.

Ketua Majelis Agama Khonghucu Indonesia (Makin) Kabupaten Ciamis Anton Kristiono mengatakan tidak ada acara khusus dalam merayakan tahun baru Imlek. Perayaan hanya dilakukan dengan ritual ibadah mulai pukul 24.00.
“Yang hadir sekitar 150 orang, dari beberapa wilayah. Mulai dari Bandung sampai wilayah Priangan Timur biasanya selalu hadir,” singkatnya usai bertemu aparat kepolisian di Mapolres Ciamis.

Kegiatan Imlek di Ciamis

Jelang perayaan tahun baru Imlek 2566/2015 yang jatuh pada Kamis (19/02/2015), membuat umat Konghucu yang mayoritas keturunan Cina sudah bersiap-siap untuk merayakannya, tak terkecuali di Ciamis. Di Klenteng Hok Tek Bio Ciamis, segala persiapan untuk menyambut Imlek tampak sudah dipersiapkan. Yang menarik, pada setiap jelang imlek, para penganut Konghucu berlomba-lomba untuk menulis doa pengharapan di sebuah lampion yang digantung di setiap sudut Klenteng.
“Menurut kepercayaan jemaat konghucu, kalau menulis doa pengharapan di lampion klenteng pada jelang Imlek, maka segala doanya akan terkabul,” kata pengurus Klenteng Hok Tek Bio Ciamis, Kiki Rizki.

Karena itu, lanjut Kiki, sudah hampir 3 hari ini Klenteng Hok Tek Bio Ciamis sering didatangi jemaat yang hanya sekedar ingin menuliskan doanya di lampion tersebut.
“Tidak hanya umat Konghucu saja, tetapi warga lokal pun ada yang datang ke sini hanya sekadar untuk menulis doanya di lampion,” ujarnya. Menurutnya pula, pada setiap lampion yang digantung di Klenteng, masing-masing sudah ada pemiliknya. Makanya, masing-masing lampion pasti akan berbeda tulisannya. “Pada setiap lampion pasti ada tulisan doa berbahasa Tiongkok dan tulisan orang yang memasangnya,” terangnya.

Menjelang perayaan tahun baru Imlek 2566, puluhan patung di klenteng Hok Tek Bio Ciamis dibersihkan oleh para pengurusnya. Ritual pembersihan itu biasanya digelar empat atau lima hari sebelum perayaan Imlek.
Prosesi pembersihan patung dewa itu dimulai dengan sembahyang, dilanjutkan dengan memandikan patung menggunakan air dicampur bunga mawar dan minyak wangi. Ada sekitar 20 patung yang dibersihkan dalam ritual tersebut. Antara lain Hok Tek Ceng Sin, Hian Thuan Siang Tee, Wu Yu Cai Sen, Kuan Sing Te Kun dan Kwan Im.

“Tidak ada syarat khusus untuk membersihkan tapi yang jelas tujuannya untuk merawat supaya tidak cepat rusak dan kotor. Namanya tahun baru semua harus bersih dan baru,” ujar Ketua Kelenteng Hok Tek Bio Hidajat Kuswaja kemarin.
Menurut dia patung Hok Tek Ceng Sin penghuni kelenteng diperkirakan ada sejak 200 tahun lalu. Karena itu kelenteng di Ciamis dinamakan Hok Tek Bio. Ritual pembersihan patung itu dimaknai sebagai upaya menjadikan setiap umat menjadi lebih bersih.
“Dengan kita memandikan patung dewa ini, ada kedamaian kehidupan manusia yang sejahtera dan doa kita terkabulkan,” tandasnya.
Selain membersihkan patung, para pengurus klenteng juga mulai memasang lampion dan membersihkan isi seluruh kelenteng

Sejarah Imlek

Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting orang Tionghoa. Perayaan tahun baru imlek dimulai di hari pertama bulan pertama (bahasa Tionghoa: 正月; pinyin: zhēng yuè) di penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh 十五冥 元宵 di tanggal kelima belas (pada saat bulan purnama). Malam tahun baru imlek dikenal sebagai Chúxī yang berarti "malam pergantian tahun".

Di Tiongkok, adat dan tradisi wilayah yang berkaitan dengan perayaan Tahun Baru Imlek sangat beragam. Namun, kesemuanya banyak berbagi tema umum seperti perjamuan makan malam pada malam Tahun Baru, serta penyulutan kembang api. Meskipun penanggalan Imlek secara tradisional tidak menggunakan nomor tahun malar, penanggalan Tionghoa di luar Tiongkok seringkali dinomori dari pemerintahan Huangdi. Setidaknya sekarang ada tiga tahun berangka 1 yang digunakan oleh berbagai ahli, sehingga pada tahun 2009 masehi "Tahun Tionghoa" dapat jadi tahun 4707, 4706, atau 4646.

Dirayakan di daerah dengan populasi suku Tionghoa, Tahun Baru Imlek dianggap sebagai hari libur besar untuk orang Tionghoa dan memiliki pengaruh pada perayaan tahun baru di tetangga geografis Tiongkok, serta budaya yang dengannya orang Tionghoa berinteraksi meluas. Ini termasuk Korea, Mongolia, Nepal, Bhutan, Vietnam, dan Jepang (sebelum 1873). Di Daratan Tiongkok, Hong Kong, Makau, Taiwan, Singapura, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan negara-negara lain atau daerah dengan populasi suku Han yang signifikan, Tahun Baru Imlek juga dirayakan, dan pada berbagai derajat, telah menjadi bagian dari budaya tradisional dari negara-negara tersebut.(Ab@h**)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar