Oknum Pegawai Negeri Sipil
(PNS) Kota Banjar ditahan di Polres Ciamis. Pria berinisial DA (34) itu
ditangkap kepolisian pada Minggu (7/6/2015) lalu, karena diduga ikut terlibat
dalam pembobolan kantor pemasaran Perumahan Permata Indah Regency di Kecamatan Cisaga
pada akhir November 2014.
“Hasil lidik anggota kami,
ternyata (pelaku) terlibat pembobolan hingga akhirnya kami tangkap di depan
Alfamart Nagrak (Jalan Jenderal Sudirman),” ujar Kasat Reskrim Polres Ciamis
AKP Kusnadi Erisyadi, S.H, M.M kemarin (9/6).
Dia menjelaskan DA merupakan
staf bagian umum di salah satu instansi di Kota Banjar. Dari tangan pelaku
polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti hasil curian berupa dua unit
komputer, satu mesin pemotong rumput, kipas angin dan kompresor. Total nilai
barang-barang tersebut diperkirakan mencapai Rp 15 juta.
Pelaku, lanjut dia, telah lama
menjadi incaran kepolisian. DA juga pernah ditahan di Lapas Kelas IIB Ciamis
pada tahun 2010, karena kasus kepemilikan ganja. Dua tahun lalu dia juga
ditangkap Polres Kota Banjar karena terlibat kasus narkotika. Kali ini untuk
ketiga kalinya, pelaku masuk penjara dengan kasus berbeda.
Rekan pelaku yang kini menjadi
DPO merupakan residivis kasus pembobolan rumah kosong dan pernah dua kali masuk
penjara. “Kini dia (tersangka Up) DPO kami karena dia yang membobol pintu
kantor pemasaran. Diduga (pembobolan) memakai linggis,” tuturnya.
Menurut AKP Kusnadi Erisyadi, S.H, M.M, semua barang
bukti hasil curian para tersangka masih tersimpan rapi di rumah DA.
Barang-barang itu belum sempt dijual dan kini telah diamankan kepolisian.
Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 363 KUHP Tentang Pencurian dengan
ancaman hukuman lima tahun penjara.
Kepada polisi, tersangka DA
mengaku hanya ikut-ikutan temannya berinisial Up. Pria itu bertindak sebagai
eksekutor pembobolan, sedangkan DA menunggu di mobil untuk mengangkut barang
hasil curian. Setelah beraksi barang itu disimpan di rumah DA, sedangkan
tersangka Up yang kini buron, menghilang entah kemana. “Dia (tersangka Up)
menghilang sampai sekarang, saya hanya ikut-ikutan,” aku pria yang mengaku
masih aktif sebagai PNS di Kota Banjar itu. ( Ab@h**/Rdr)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar