Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis
menyiagakan 60 orang tenaga medis selama arus mudik dan balik Lebaran tahun
ini. 40 unit ambulans juga disiagakan untuk melayani para pemudik yang
melintasi jalur selatan Jawa Barat, terutama Ciamis.
“Kita sudah melakukan persiapan
mudik untuk H-7 dan H+7. Untuk Puskesmas kita memiliki 37 Puskesmas yang berada
di jalur utama mudik dan jalur alternatif,” ujar Kepala Dinas Kesehatan
Kabupaten Ciamis drg Engkan Iskandar saat ditemui senin (6/7/2015).
Dia menjelaskan 60 orang tenaga
medis yang disiagakan terdiri dari dokter umum dan perawat. Jumlah itu
rencananya akan terus ditambah sesuai dengan jadwal piket yang diberlakukan di
masing-masing puskesmas. “Petugas medis akan bersiaga selama 24 jam penuh untuk
memberi pelayanan kepada para pemudik supaya (mereka),” tuturnya.
Dinkes juga telah mendirikan tiga
posko kesehatan di sepanjang jalur mudik. Antara lain di kawasan Alun-Alun
Ciamis, Rest Area Karangkamulyan dan Terminal Ciamis. Pengobatan kepada pemudik
diberikan secara cuma-cuma alias gratis.
Pemudik disarankan beristirahat
di pos kesehatan ketika mengalami kelelahan di jalan. Di sana telah siaga
dokter, ambulans dan obat-obatan untuk menjaga kesehatan para pemudik. Mereka
bisa memeriksa tekanan darah, dan meminta layanan kesehatan lainnya.
“Kita akan mengimbau para pemudik
untuk menjaga kondisi tubuh saat berkendara. Apabila kondisi tubuh capek atau
kurang sehat jangan memaksakan diri, lebih baik beristirahat,” tandasnya
(Ab@h**).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar