Nasib seorang Debt Colecctor
(DC) bernama Egi (32) memang sial. Senin (28/09/2015) siang tadi, DC salah satu
perusahaan leasing di Lingkungan Kota Kidul RW 09 Kelurahan Ciamis dikeroyok
massa sampai klenger dan dilarikan ke RSU Ciamis.
Menurut Irsan (33) warga
Lingkungan Kalapajajar Kelurahan
Ciamis Kecamatan Ciamis Kabupten Ciamis Jawa Barat. Saat itu ia bersama
beberapa temanya berikut korban sedang ngobrol di Jalan Murod Idrus komplek
Pasar Hewan Kelurahan Cigembor Kecamatan Ciamis. Tiba-tiba ada serombongan
orang yang mengendarai sepeda motor dan mobil turun dari mobil dan langsung
tanpa sebab memukulinya.
“Kejadianya tadi sekitar pukul 14.00 saat Saya dan
beberapa teman yang berada di tempat tersebut langsung dihajar tanpa diberi
kesempatan untuk bertanya,” katanya.
Irsan juga mengatakan, karena jumlah mereka banyak
dirinya bersama korban tidak bisa berbuat banyak dan pasrah saat dikeroyok
tersebut.
“Saya berusaha melindungi diri dengan menahan semua
pukulan yang dilancarkan mereka,”ucapnya.
Irsan juga menjelaskan, saat terjadi pengoroyokan
tersebut korban sepertinya mengalami luka parah.
“Sepertinya korban mendapat hantaman yang berlebihan
sehingga sampai dirawat di sini (RSUD),” jelasnya.
Kejadian bermula sa’at sekelompok orang tak dikenal yang
berjumlah sekitar 10 orang dilaporkan menyerang 6 orang DC (Debt Collector)
perusahaan lising motor, yang tengah berkumpul di prapatan jalan Jenderal Idrus
atau tepatnya di daerah Pajagalan, Kelurahan Cigembor, Kecamatan Ciamis,
Kabupaten Ciamis, Senin (28/09/2015) sekitar pukul 14.00, tadi siang. Akibat
kejadian itu, 1 orang DC dilaporkan babak belur dan harus dilarikan ke RSUD
Ciamis.
Dari informasi yang kami himpun, keributan itu dipicu
ketika kelompok DC tersebut dituduh telah menarik sebuah motor Honda Beat milik
warga Tasikmalaya. Tak terima motor itu ditarik, kemudian sekelompok orang tak
dikenal mendatangi tempat berkumpul kelompok DC dan langsung melakukan
penyerangan.
Ucu (38), warga Pajagalan, yang juga saksi mata,
mengatakan, sebelum terjadi keributan, dirinya melihat ada sekitar 6 orang DC
berkumpul dekat perempatan Pajagalan. Tak lama kemudian, tambah dia, datang
sekelompok orang yang diperkirakan berjumlah 10 orang dan tanpa basa basi
langsung memukuli sejumlah DC yang sedang berkumpul dengan membabi buta. “Saya
lihat mereka menganiaya korban sangat brutal sekali,” ungkapanya.
“Menurut salah seorang dari kelompok yang memukuli DC,
sempat berbicara kepada saya bahwa alasan mereka memukuli DC, karena telah
menarik motor rekannya dan melakukan pemerasan kepada rekannya yang motornya
ditarik,” kata Ucu.
Ucu menambahkan, saat keributan tengah memanas, datang
sebuah mobil sedan yang tampak pada body mobilnya terdapat gambar atribut salah
satu Ormas. Orang yang mengendarai mobil tersebut, lanjut Ucu, kemudian melerai
keributan. Setelah dilerai, kemudian sekelompok orang tak dikenal itu
membubarkan diri.
Sementara itu, korban parah dari kelompok DC adalah, Egi,
warga Lingkungan Kota Kidul, Kelurahan Ciamis. Akibat kena pukulan, dia harus
dilarikan ke RSUD Ciamis karena mengalami luka memar di sekitar wajahnya.
Salah seorang teman korban, Irnan (33), mengatakan, saat
itu dirinya tengah berkumpul di Perempatan Pajagalan bersama lima orang
temannya satu profesi (DC) yaitu Ace (45), Nandang (35), Andri (28), Damos (28)
dan Egi (32). Tiba tiba, kata dia, datang sekelompok orang tak dikenal yang
menggunakan sepeda motor dan tanpa basa basi langsung menyerang.
“Kami tidak kenal mereka itu siapa. Hanya mereka menuduh
bahwa kami adalah DC yang menarik motor temannya. Tanpa kami diminta
penjelasan, mereka langsung saja memukuli kami,” katanya.
Menurutnya, dirinya dan rekan-rekannya tidak merasa telah
menarik motor Honda Beat milik orang Tasikmalaya. “ Terus terang, kami tidak
menarik motor beat tersebut,” ujarnya. ( Ab@h**/HR-Online)







