" Kejujuran,.. Integritas,.. Kerjasama,.. Hirarki, . . Loyalitas,... . . ."ds

Senin, 28 September 2015

Debt Collector di Ciamis Babak Belur, diserang Sekelompok Orang

Nasib seorang Debt Colecctor (DC) bernama Egi (32) memang sial. Senin (28/09/2015) siang tadi, DC salah satu perusahaan leasing di Lingkungan Kota Kidul RW 09 Kelurahan Ciamis dikeroyok massa sampai klenger dan dilarikan ke RSU Ciamis.

Menurut Irsan (33) warga Lingkungan Kalapajajar Kelurahan Ciamis Kecamatan Ciamis Kabupten Ciamis Jawa Barat. Saat itu ia bersama beberapa temanya berikut korban sedang ngobrol di Jalan Murod Idrus komplek Pasar Hewan Kelurahan Cigembor Kecamatan Ciamis. Tiba-tiba ada serombongan orang yang mengendarai sepeda motor dan mobil turun dari mobil dan langsung tanpa sebab memukulinya.
“Kejadianya tadi sekitar pukul 14.00 saat Saya dan beberapa teman yang berada di tempat tersebut langsung dihajar tanpa diberi kesempatan untuk bertanya,” katanya.
Irsan juga mengatakan, karena jumlah mereka banyak dirinya bersama korban tidak bisa berbuat banyak dan pasrah saat dikeroyok tersebut.
“Saya berusaha melindungi diri dengan menahan semua pukulan yang dilancarkan mereka,”ucapnya.
Irsan juga menjelaskan, saat terjadi pengoroyokan tersebut korban sepertinya mengalami luka parah.
“Sepertinya korban mendapat hantaman yang berlebihan sehingga sampai dirawat di sini (RSUD),” jelasnya.

Kejadian bermula sa’at sekelompok orang tak dikenal yang berjumlah sekitar 10 orang dilaporkan menyerang 6 orang DC (Debt Collector) perusahaan lising motor, yang tengah berkumpul di prapatan jalan Jenderal Idrus atau tepatnya di daerah Pajagalan, Kelurahan Cigembor, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Senin (28/09/2015) sekitar pukul 14.00, tadi siang. Akibat kejadian itu, 1 orang DC dilaporkan babak belur dan harus dilarikan ke RSUD Ciamis.

Dari informasi yang kami himpun, keributan itu dipicu ketika kelompok DC tersebut dituduh telah menarik sebuah motor Honda Beat milik warga Tasikmalaya. Tak terima motor itu ditarik, kemudian sekelompok orang tak dikenal mendatangi tempat berkumpul kelompok DC dan langsung melakukan penyerangan.

Ucu (38), warga Pajagalan, yang juga saksi mata, mengatakan, sebelum terjadi keributan, dirinya melihat ada sekitar 6 orang DC berkumpul dekat perempatan Pajagalan. Tak lama kemudian, tambah dia, datang sekelompok orang yang diperkirakan berjumlah 10 orang dan tanpa basa basi langsung memukuli sejumlah DC yang sedang berkumpul dengan membabi buta. “Saya lihat mereka menganiaya korban sangat brutal sekali,” ungkapanya.

“Menurut salah seorang dari kelompok yang memukuli DC, sempat berbicara kepada saya bahwa alasan mereka memukuli DC, karena telah menarik motor rekannya dan melakukan pemerasan kepada rekannya yang motornya ditarik,” kata Ucu.

Ucu menambahkan, saat keributan tengah memanas, datang sebuah mobil sedan yang tampak pada body mobilnya terdapat gambar atribut salah satu Ormas. Orang yang mengendarai mobil tersebut, lanjut Ucu, kemudian melerai keributan. Setelah dilerai, kemudian sekelompok orang tak dikenal itu membubarkan diri.

Sementara itu, korban parah dari kelompok DC adalah, Egi, warga Lingkungan Kota Kidul, Kelurahan Ciamis. Akibat kena pukulan, dia harus dilarikan ke RSUD Ciamis karena mengalami luka memar di sekitar wajahnya.

Salah seorang teman korban, Irnan (33), mengatakan, saat itu dirinya tengah berkumpul di Perempatan Pajagalan bersama lima orang temannya satu profesi (DC) yaitu Ace (45), Nandang (35), Andri (28), Damos (28) dan Egi (32). Tiba tiba, kata dia, datang sekelompok orang tak dikenal yang menggunakan sepeda motor dan tanpa basa basi langsung menyerang.
“Kami tidak kenal mereka itu siapa. Hanya mereka menuduh bahwa kami adalah DC yang menarik motor temannya. Tanpa kami diminta penjelasan, mereka langsung saja memukuli kami,” katanya.

Menurutnya, dirinya dan rekan-rekannya tidak merasa telah menarik motor Honda Beat milik orang Tasikmalaya. “ Terus terang, kami tidak menarik motor beat tersebut,” ujarnya. ( Ab@h**/HR-Online)

Kamis, 24 September 2015

Ketua DPRD Ciamis Hj Asep Roni Tutup Usia

Kabar duka menyelimuti hari raya Idul Adha di Ciamis pagi ini. Ketua DPRD Ciamis H Asep Roni dikabarkan meninggal dunia di RS Adven Bandung pukul 05.00 WIB Kamis (24/09/2015) pagi tadi.

Tatar Galuh CIamis kehilangan putra terbaiknya, Ketua DPRD Ciamis, H. Asep Roni meninggal dunia karena sakit, Kamis (24/9/2015), pukul 5.00 WIB. Almarhum yang kelahiran 20 Agustus 1972 meninggal setelah beberapa lama dirawat di Rumah Sakit Advent, Kota Bandung.

Kabar meninggalnya Asep Roni yang saat ini menjabat Ketua DPRD Ciamis untuk kedua kalinya, membuat kaget pimpinan dan anggota wakil rakyat di wilayah tatar Galuh Ciamis.

Selain menyebar lewat pesan singkat, Bupati CiamisI ing Syam Arifien juga mengabarkan berita lelayu tersebut sebelum pelaksanaan Shalat Iduladha 1436 H yang digelar di Alun-alun Ciamis.

Penghormatan terakhir almarhum dilakukan di Gedung DPRD Ciamis. Tampak hadir, selain Bupati Ciamis Iing Syam Arifien didampingi Sekda Herdiat, Wali Kota Banjar Ade Uu Sukaesih, Wakil Wali Kota Banjar, Darmadji Prawirasetia, Ketua DPRD Kota Banjar Dadang Kalyubi.

Selain itu Ketua DPC PDIP Ciamis Oih Burhanudin, serta ketua partai lainnya, mantan Wakil Bupati Ciamis Jeje Wiradinata serta mantan Wali Kota Banjar Herman Sutrisno.

Duka mendalam juga tampak dari rekan sejawat di DPRD Ciamis. Bahkan, beberapa di antaranya menitikkan air mata haru. Terlebih, ketika jenazah Asep Roni disemayamkan di Ruang Paripurna DPRD Ciamis, hendak dibawa ke tempat peristirahatan terakhirnya di permakaman keluarga Desa mangkubumi, Kecamatan Sadananya, Ciamis.

Sebelumnya, dari RS Advent Bandung jenazah Asep Roni langsung dibawa ke rumah duka di lingkungan Cibitung Girang, Kelurahan Kertasari Kecamatan Ciamis. Selanjutnya dibawa ke Gedung DPRD Ciamis. Di tempat tersebut seluruh rekan sejawatnya memberikan penghormatan terakhir. Kemudian dishalatkan di masjid Agung Ciamis, tidak jauh dari DPRD Ciamis.

Selanjutnya, jenazah Asep Roni di bawa ke daerah kelahirannya di Mangkubumi, Sadananya.

Di bawah tatapan mata haru dan titik air mata tangis ratusan pelayat, perlahan almarhum di masukkan ke dalam liang lahat, tempat peristirahatan terakhirnya.

Almarhum meninggalkan seorang istri, Hj. Ida Farida dan dikaruniai 3 putra, yakni, Dani M Ridwan, Annisa Purnama Sari, dan Ade Raja M Ridwan.

Selama ini Asep dikenal sebagai politisi yang merakyat. Selain itu juga memiliki dedikasi tinggi terhadap jabatan yang diembannya.

"Kami kehilangan salah satu putera terbaik tatar Galuh Ciamis, Pak Asep Roni. Selama ini almarhum banyak jasanya membangunan Ciamis. Semoga almarhum diterima di sisi NYA. Dia orang yang baik," tutur Bupati Ciamis Iing Syam Arifien.

Karir politik H. Asep Roni di tatar Galuh Ciamis terbilang cukup meroket. Sebelum menekuni politik, almarhum bergelut dalam usaha ayam pedaging. Di sela kesibukannya, almarhum merintis politiknya di PDIP, mulai dari bawah.

Karir politiknya semakin menanjak ketika terpilih sebagai wakil rakyat periode 2009 -2014. Meskipun termasuk belum lama, akan tetapi perolehan suara Asep Roni paling tinggi di tatar Galuh Ciamis, pada Pemilu 9 April 2014. Dari daerah pemilihan 2 (dengan sebanyak 107 calon legislatif, 12 partai politik) dengan jumlah 152.135 pemilih, Asep Roni mempu mendulang 23.846 suara, 15,67 persen.

Pada saat itu Asep Roni, juga menjadi ketua DPRD Ciamis periode 2009-2014. Pada pemilu legislatif berikutnya, Asep Roni kembali terpilih sebagai wakil rakyat serta Ketua DPRD Cianmis untuk kedua kalinya, periode 2014 -2019. Selamat jalan Pak Asep Roni. ( Ab@h ** ).

Jumat, 11 September 2015

PSGC Berhasil Angkat Prestise Ciamis di Kancah Nasional

Bupati Ciamis H. Iing Syam Arifin, mengaku salut dan bangga dengan penampilan PSGC Ciamis yang sudah memperagakan sepakbola berkualitas dan mampu bersaing dengan klub-klub papan atas Indonesia di turnamen Piala Presiden, meski akhirnya harus terhenti di babak penyisihan.
“Yang membuat saya bangga, ketika PSGC mampu menahan imbang klub sekelas Arema di kandangnya. Pada dua laga sebelumnya pun PSGC bermain bagus, meski harus kalah tipis dari Sriwijaya FC dan imbang lawan Persela, “katanya, Kamis (10/09/2015).
Iing mengatakan, setelah PSGC berhasil membuat kejutan, dengan dua kali berhasil menahan imbang klub yang berkasta di kompetisi ISL, tentunya menjadi pusat perhatian publik sepakbola nasional.
“Ketika sudah menjadi perhatian publik sepakbola nasional, otomatis PSGC berhasil mengangkat pretise Ciamis di kancah nasional. Hal itu sangat luar biasa dan tentunya masyarakat Ciamis akan bangga memiliki klub sepakbola yang mampu berbicara dilevel nasional,” ungkapnya.
Hal senada pun dikatakan Dandim 0613 Ciamis Letkol Ruddy Jan Pribadi. Dia mengatakan penampilan PSGC di turnamen Piala Presiden sangat luar biasa.
“Meski gagal lolos ke babak 8 besar, tetapi PSGC yang terbilang klub baru bermain di level nasional sudah mampu menunjukan taringnya dengan berhasil menahan imbang 2 klub ISL,” katanya,

Rudi pun mengaku dirinya mendapat banyak pesan singkat (SMS) dan BBM dari rekan-rekannya di kalangan petinggi TNI yang menyebut salut dengan penampilan yang ditunjukan PSGC di turnamen Piala Presiden. “Jangankan saya, para petinggi TNI di beberapa daerah pun menyatakan salut melihat penampilan PSGC yang bermain sangat luar biasa di turnamen Piala Presiden,” ujarnya.

Setelah menempuh perjalanan darat selama 13 jam dari Malang, rombongan PSGC diterima langsung oleh Bupati Ciamis, Drs H Iing Syam Arifin di Pendopo Ciamis, Jumat (11/9) pukul 06.45 pagi.
Rombongan PSGC disambut hangat para bobotoh fanatik yang tergabung dalam Balad Galuh yang mengiring bus PSGC dengan konvoi sepeda motor saat akan memasuki halaman pendopo. Namun dalam rombongan skuat yang berjuluk Laskar Ciung Wanara tersebut tak terlihat Osas Saha dan sejumlah pemain lainnya.
“Osas danTile (kipper M Irpan) langsung ke Jakarta naik pesawat. Enam pemain lainnya turun di Solo,” ujar seorang official PSGC.

Meski PSGC gagal lolos ke babak 8 besar setelah mengikuti 3 laga di babak penyisihan Grup B Piala Presiden di Malang, Bupati Ciamis Drs H Iing Syam Arifin mengaku bangga dan senang dengan prestasi yang sudah diraih PSGC bisa main dengan klub-klub papan atas ISL.

“Dengan tampilnya PSGC di Piala Presiden, nama Ciamis semakin sohor di tanah air. Ciamis makin terkenal. Meski PSGC tidak lolos ke babak berikutnya, perjuangan jangan sampai terhenti. PSGC harus berlanjut,” ingat Bupati Iing dalam pidato sambutannya.


Selain mendapatkan penyambutan yang terhormat di pendopo dan suguhan jamuan sarapan pagi, pemain PSGC yang baru pulang dari Malang tersebut pun mendapat kadedeuh dari pendukung PSGC yang diserahkan langsung oleh Camat Ciamis, Drs Yayat.

Rabu, 09 September 2015

PSGC Galuh Ciamis menahan imbang tuan rumah Arema Cronus

PSGC Galuh Ciamis sukses menahan imbang tuan rumah Arema Cronus pada laga penutup Grup B Piala Presiden 2015, Rabu (9/9) malam, di Stadion Kanjuruhan.  Singo Edan yang cukup mendominasi pertandingan dibuat kesulitan oleh permainan solid dari kubu  Laskar Galuh .

Kurnia Meiga menandai  comeback -nya dari cedera pada laga ini. Sayang, ia memberikan penalti bagi tim lawan dengan tekelnya di menit 86' kepada Ganjar Kurniawan. Osas Saha pun menghindarkan armada Heri Rafni Kotari dari kekalahan dengan sukses menyempurnakan tugasnya sebagai algojo penalti.

Hasil ini membuat Arema gagal menjadi juara Grup B kendati bertindak sebagai tuan rumah. Mereka hanya mampu mengoleksi lima poin dari tiga penampilan. Selisih satu angka dari Sriwijaya FC yang sebelumnya mengandaskan Persela Lamongan.

Babak Pertama

Tampil sebagai tim yang diunggulkan, Arema Cronus pun langsung coba menekan daerah pertahanan dari PSGC. Namun, pertahanan solid dari PSGC tak mudah untuk dioprek. Menit 5', serangan balik PSGC nyaris membuat publik Kanjuruhan terhenyak. Bola mengarah ke Osas Saha, sedikit kontrol Saha pun mengopernya kepada Budiawan. Sayang, Budiawan kurang tenang sehingga tendangannya hanya melambung dari sasaran.

Samsul Arif mulai menunjukkan aksinya pada menit ke-14, pemain lincah itu coba menusuk lewat sisi kiri, ia pun melepaskan tembakan keras yang masih mampu diblok bek dari PSGC. Sepak pojok yang didapatkan Arema pun tak menghasilkan. PSGC langsung merespons, kali ini Andi Kurniawan mengancam lewat tendangan jarak jauh - yang masih meleset dari sasaran.

Serangan dari berbagai arah terus dilancarkan kubu Arema selaku tuan rumah. Tapi pertahanan dari PSGC begitu rapat dan terorganisir. Lancine Kone pun tak diberi ruang untuk mengeksplorasi ruang karena beberapa kali dikepung pemain PSGC. Hingga 30 menit laga berjalan, kedua tim masih buntu. Usai  water break , PSGC sempat mengejutkan Arema lewat Osas Saha. Tapi sontekan Saha meleset.

Menit 37', Arema mendapat peluang lewat tendangan bebas dari jarak ideal. Lancine Kone jadi eksekutor dan tendangannya meluncur tepat ke tangkapan kiper PSGC, Irpan. Jelang turun minum, Cristian Gonzales dilanggar Ipan Priyanto di kotak terlarang. Kesempatan tersebut tak disia-siakan oleh Samsul Arif sebagai algojo, dengan tenang eks Persela Lamongan itu mencetak gol dari titik putih. 1-0 untuk Arema, bertahan hingga turun minum.

Babak Kedua

Pelatih Heri Rafni Kotari mulai berpikir untuk lebih mendobrak lini belakang Arema, ia pun melakukan dua pergantian sekaligus pada menit 47'. Dicky Nugraha dan Rinto Hermawan masuk menggantikan Vinsens dan Dimas Galih. Sedangkan dari kubu Arema, Joko Susilo memperkuat lini tengah dengan menarik Sukadana dan Bustomi untuk digantikan Hendro Siswanto serta Juan Revi pada menit ke-56.

Inisiatif untuk terus menyerang diperlihatkan oleh PSGC, tapi apa daya, serangan kerap dikandaskan lini tengah Arema yang kini dihuni Juan Revi. Sementara Arema mengancam lewat tendangan jarak jauh secara beruntun. Mulai dari Hendro Susilo, Cristian Gonzales hingga tendangan yang sedikit saja meleset dari sasaran oleh Samsul Arif pada menit 68'.

Sepuluh menit jelang laga usai, Kurnia Meiga yang lama diparkir karena menderita cedera masuk menggantikan I Made Wardana. Sedangkan Morimakan Koita yang sempat bermain kurang maksimal kala menghadapi Sriwijaya masuk menggantikan Dendi Santoso. PSGC yang tertinggal pun masih terus berusaha menekan  Singo Edan .

Tak manis bagi Meiga, baru saja kembali bermain, Meiga langsung melakukan pelanggaran di daerahnya. Ganjar Kurniawan yang melakukan akselerasi mendapat tekel keras dari Meiga. Wasit pun tak segan menunjuk titik putih dan memberikan kartu kuning kepada Meiga. Osas Saha yang jadi algojo penalti dengan mulus melaksanakan tugasnya. Skor kembali sama kuat 1-1 di menit 87'.


Arema coba membalas gol dari PSGC demi menghindari hasil imbang. Penetrasi dilakukan Sunarto hingga Koita. Namun tak ada kans yang tercipta hingga wasit meniup peluit tanda laga berakhir. (Ab@h ** )

Jumat, 04 September 2015

DPRD Ciamis: Buktikan Dulu Kalau Terjadi Konflik! ( Soal Pilkades Serentak )

Meski pasal mengenai penyebaran Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Pilkades Serentak yang dimuat dalam Raperda tentang Pemilihan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Desa, menuai pro dan kontra, namun DPRD Ciamis tetap memasukan aturan tersebut. Raperda itu sudah disyahkan menjadi Perda oleh DPRD Ciamis pada Jum’at (28/08/2015) pekan lalu.

Ketua Balegda DPRD Ciamis, Nanang Permana, mengatakan, munculnya pro dan kontra di sebuah Negara demokrasi, hal yang wajar. Namun, dia menjamin aturan mengenai penyebaran TPS di Pilkades Serentak tidak akan menimbulkan konflik. “ Itu hanya kekhawatiran sebagian element masyarakat saja,” katanya, kepada Koran HR, Selasa (01/08/2015).

Nanang menambahkan, munculnya aturan mengenai penyebaran TPS di Pilkades Serentak merupakan terjamahan dari Undang-undang Desa. Karena dalam undang-undang tersebut terdapat pasal mengenai solusi apabila terjadi 2 calon kepala desa memiliki jumlah suara yang sama.

“Menurut Undang-undang tersebut, apabila 2 calon kepala desa memiliki jumlah suara yang sama, maka solusinya dilihat dari sebaran suara. Kalau TPS-nya tidak disebar, bagaimana mungkin panitia Pilkades bisa menilai sebaran suara 2 calon kepala desa yang jumlah suaranya sama,” katanya.

Nanang menegaskan, apabila pada pelaksanaan Pilkades Serentak nanti aturan itu benar menimbulkan konflik, tinggal cari kembali solusinya dan kemudian dilakukan revisi pada Perda tersebut. “Jadi, selama belum terjadi konflik kenapa harus khawatir. Buktikan dulu kalau memang terjadi konflik. Pada pelaksanaan Pileg dan Pilkada Ciamis pun aman-aman saja dengan dilakukan penyebaran TPS,” tegasnya.

Menurut Nanang, tujuan awal dilakukan penyebaran TPS di Pilkades Serentak justru untuk meminimalisir kecurangan, terutama mencegah permainan politik uang. “ Kita membuat aturan ini agar Pilkades Serentak di Kabupaten Ciamis benar-benar berkualitas,” tandasnya.

Sementara mengenai aturan jumlah calon kepala desa di Pilkades Serentak, Nanang mengatakan, dalam Undang-undang sudah tegas bahwa maksimal calon kepala desa berjumlah 5 dan minimal berjumlah 2.

“Memang saat konsultasi ke Kemendagri minggu lalu kami sempat menanyakan terkait solusi apabila terjadi calon tunggal di Pilkades Serantak. Karena kami bercermin pada Pilkada Serantak tahun ini banyak yang pelaksanaannya gagal akibat calon tunggal. Namun, Kemendagri tetap memerintahkan agar kami patuh kepada undang-undang,” katanya.

Dengan begitu, kata Nanang, apabila Pilkades di salah satu desa hanya diikuti oleh satu calon, maka pelaksanaannya ditunda dan kemudian digelar kembali di Pilkades Serentak berikutnya.


“Pelaksanaan Pilkades Serentak di Ciamis rencananya digelar dalam 3 gelombang selama 6 tahun yang dimulai dari tahun 2016. Nah, kalau seandainya Pilkades di salah satu desa ditunda akibat hanya diikuti satu calon, maka pelaksanaannya ditunda dan digelar kembali di Pilkades Serentak gelombang 2. Mengenai pelaksanaan Pilkades Serentak gelombang 2 dan 3 digelar tahun berapa, itu diserahkan kepada Bupati,” terangnya. ( Ab@h**/ HR)

Kamis, 03 September 2015

Bupati Ciamis: Hadapi MEA, Jangan Jadi Pembantu di Negeri Sendiri

Bupati Ciamis Iing Syam Arifien menggembleng mahasiswa baru Universitas Galuh (Unigal) Ciamis tentang nasionalisme dalam menghadapi pasar bebas Asean (MEA). Mahasiswa sebagai agen perubahan harus mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
"Mahasiswa sebagai agen perubahan harus mampu membawa Indonesia menjadi lebih baik. Semangat tersebut harus ditumbuhkan, terutama dalam waktu dekat menghadapi pasar bebas Asean, yang kehadirannya tidak mungkin ditolak," tutur Iing Syam Arifien.
Dia mengemukakan hal itu saat memberikan suntikan semangat terhadap mahasiswa baru Unigal, yang dikemas dalam Bimbingan Akademik Mahasiswa Baru (Bamba), Kamis 93/9/2015). Memasuki pasar bebas, menuntut sumber daya manusia yang handal, serta tetap menjunjung tinggi semangat nasionalisme.

"Kehadiran MEA pada akhir Tahun 2015 sudah tidak mungkin dihalangi. Jangan kaget ketika harus berhadapan dengan tenaga kerja asing yang bakal banyak ikut ambil peran. Hal itu tentunya harus dihadapi, dengan upaya meningkatkan sumber daya manusia dalam negeri," ujarnya.
Iing menambahkan keterbukaan tersebut, berlaku untuk semua sektor. Sehingga tidak menutup kemungkinan Indonesia banyak dibanjiri pengusaha asing, dokter asing yang membuka praktik di Indonesia. Apalagi, lanjutnya, Indonesia merupakan salah satu sasaran pemasaran bagi negara di Asean.

"Jangan sampai terlambat, sudah harus dihadapi mulai dari sekarang. Jangan kaget ketika nantinya membeli mie instan produk Malaysia, air minum kemasan produk Singapura dan lainnya," katanya.
Yang lebih mengkhawatirkan, lanjut Iing, adalah ancaman semakin banyaknya tenaga kerja profesional yang akan menyerbu Indonesia. Tanpa upaya meningkatkan sumberdaya manusia, tenaga indonesia akan banyak yang tersingkir.
"Itu adalah tantangan. Jangan sampai menjadi pembantu di negeri sendiri, sedangkan bos nya orang asing," tutur Iing Syam Arifien.

Universitas sebagai tempat studi mahasiswa, katanya, dituntut membentuk manusia yang lebih berkarakter, sehingga mampu bersaing dengan tenaga asing. Hal itu, tentunya tergantung pada semangat mahasiswa sendiri dalam menuntut ilmu.
"Saya berharap alumni Unigal mampu menjawab tantangan tersebut. Lima tahun ke depan, mahasiswa baru sudah harus menjadi intelektual yang memiliki daya saing lebih kuat untuk merebut kesempatan," ujarnya.

Sementara itu Rektor Unigal Yat Rospia Brata sependapat bahwa kehadiran MEA harus menjadi pemicu semangat mahasiswa meningkatkan sumber daya manusianya. Dengan sumber daya manusia yang unggul, maka tenaga asing dapat diminimalisasi.
"Salah satu kuncinya adalah terus memacu diri untuk menjadi manusia yang unggul. Selain meningkatkan keilmuan, juga terus memupuk nasionalisme," ujarnya.


Dia mengatakan tahun 2015 Unigal menerima 2.915 mahasiswa baru. Sebelum menjalani perkuliahan, mahasiswa baru mengikuti Bamba. Selain Bupati Ciamis, pemateri lainnya adalah Komandan Kodim 0613, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Ciamis. ( Ab@h** )

Rabu, 02 September 2015

Penanggulangan Kekeringan di Ciamis Dinilai Belum Maksimal

Luas lahan pertanian yang mengalami gagal panen (puso) di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, semakin meluas. Pada akhir Juli tercatat, area persawahan seluas 567 hektare mengalami puso. Sebulan kemudian luas tanaman padi yang puso bertambah menjadi 3.520 hektare. Namun, penanggulangan masalah kekeringan masih dinilai kurang siap.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Ciamis, Pipin Apilin mengatakan, bencana kekeringan setiap tahun selalu terjadi dan sudah dianggap biasa oleh pemerintah. Menurutnya, untuk menanggulangi masalah kekeringan harus diperhitungkan sejak awal karena masalah kekeringan terjadi setiap tahun.

"Jadi untuk menghadapi kekeringan di tahun 2016 harus dipersiapkan dari sekarang untuk mengurangi dampaknya," kata Pipin kepada ROL, Selasa (1/9).

Pipin menjelaskan, sebaiknya anggaran untuk sektor pertanian dibuat anggaran murni, artinya jangan dimasukan ke anggaran perubahan. Kalau di anggaran murni, bantuan penanggulangan bencana kekeringan akan turun di waktu yang tepat. Sementara, jika di anggaran perubahan, bantuan pompa air dan sebagainya kerap tidak terpakai karena datang terlambat.

"Bantuan mesin pompa kalau turun setelah tiba musim hujan ya tidak terpakai," ujar Pipin.

Berdasarkan catatan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Ciamis. Pada akhir Juli, luas lahan persawahan yang kekeringan sekitar 3.955 hektare. Luas yang mengalami puso masih sekitar 567 hektare.

Pada catatan Dinas Pertanian Tanaman Pangan bulan Agustus, total luas lahan perswahan yang mengalami kekeringan mencapai 7.285 hektare dari luas tanam 28.393 hektare. Luas tanaman padi yang telah dinyatakan puso saat ini mencapai 3.520 hektare.

Kendati luas tanaman yang dipanen akan menurun karena banyak yang puso. Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan Kehutanan dan Ketahanan Pangan (BP4KP) Kabupaten Ciamis, Yayat Sudaryat mengatakan, ketersediaan beras di Kabupaten Ciamis masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan beberapa bulan kedepan.

Yayat menjelaskan, ketersediaan beras sampai Juni masih sebanyak 91.486 ton. Kebutuhan atau konsumsi masyarakat Kabupaten Ciamis akan beras sekitar 15.765 ton perbulan. Di bulan Agustus, ketersediaan beras tercatat masih sebanyak 60.503 ton.


Ketersediaan beras tersebut berasal dari produksi petani, cadangan, penyaluran raskin, beras yang keluar dan masuk ke wilayah Ciamis. Menurut Yayat, ketersediaan beras untuk mencukupi kebutuhan masyarakat masih dalam kondisi aman untuk beberapa bulan ke depan.( Ab@h ** )

Selasa, 01 September 2015

Pangandaran Minta Ciamis Ganti Nama Taman Raflesia



Setelah bunga raflesia dijadikan symbol pada logo atau lambang daerah Kabupaten Pangandaran, DPRD Pangandaran meminta Pemkab Ciamis agar segera mengganti nama taman Reflesia yang berada di Alun-alun Ciamis. Karena, nama reflesia akan dijadikan nama tempat di Kabupaten Pangandaran.
               
Ketua DPRD Pangandaran, Iwan M. Ridwan, mengatakan, setelah lambang daerah Kabupaten Pangandaran disyahkan melalui Perda, langkah selanjutnya perlu dilakukan upaya hak paten terhadap ciri khas atau symbol kedaerahan Kabupaten Pangandaran.

“Kenapa bunga reflesia dimasukan ke dalam lambang daerah Pangandaran, karena bunga itu hanya ada di Pangandaran. Makanya, ketika lambang daerah Kabupaten Pangandaran disempurnakan, symbol bunga raflesia lebih ditonjolkan sebagai ciri identitas kedaerahan,” katanya.

Iwan mengatakan, ketika Pangandaran berpisah dari Kabupaten Ciamis, konsekuensinya Pemkab Ciamis harus melepas seluruh ciri kedaerahan yang berada di wilayah Pangandaran. “Karena besar kemungkinan nama Raflesia akan dijadikan nama tempat di Pangandaran. Bahkan, tidak menutup kemungkinan nantinya akan dibuat semacam area untuk melestarikan nama bunga raflesia,” katanya.

Menurut Iwan, bunga raflesia dengan 5 buah kelopak hanya tumbuh di Pangandaran. Meski bunga serupa ada di daerah lain, lanjut dia, namun yang tumbuh di Pangandaran berbeda dari yang lain. “ Makanya, dengan keunikan bunga raflesia yang tumbuh di Pangandaran, perlu dipatenkan bahwa itu milik Kabupaten Pangandaran,” tegasnya.

Dihubungi terpisah, Asda II Setda Pemkab Ciamis, Soekiman, mengatakan, tanpa diminta oleh Pemkab ataupun DPRD Pangandaran, pihaknya sudah berencana akan mengubah nama Taman Raflesia.

“Sudah kita agendakan akan mengganti nama Taman Raflesia. Memang benar bunga Raflesia milik Kabupaten Pangandaran,” katanya.

Namun begitu, lanjut Soekiman, sebelum melakukan penggantian nama taman Raflesia, pihaknya akan melakukan kajian terlebih dahulu bersama DPRD, tokoh masyarakat dan budayawan Ciamis. “ Kajian itu dilakukan untuk menentukan nama yang tepat untuk mengganti nama Raflesia. Tentunya nama yang akan dipilih nanti mencirikan indentitas kedaerahan Ciamis,” ujarnya. ( Ab@h ** )