Bupati Ciamis Iing Syam
Arifien menggembleng mahasiswa baru Universitas Galuh (Unigal) Ciamis tentang
nasionalisme dalam menghadapi pasar bebas Asean (MEA). Mahasiswa sebagai agen
perubahan harus mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
"Mahasiswa sebagai agen
perubahan harus mampu membawa Indonesia menjadi lebih baik. Semangat tersebut
harus ditumbuhkan, terutama dalam waktu dekat menghadapi pasar bebas Asean,
yang kehadirannya tidak mungkin ditolak," tutur Iing Syam Arifien.
Dia mengemukakan hal itu saat
memberikan suntikan semangat terhadap mahasiswa baru Unigal, yang dikemas dalam
Bimbingan Akademik Mahasiswa Baru (Bamba), Kamis 93/9/2015). Memasuki pasar
bebas, menuntut sumber daya manusia yang handal, serta tetap menjunjung tinggi
semangat nasionalisme.
"Kehadiran MEA pada akhir
Tahun 2015 sudah tidak mungkin dihalangi. Jangan kaget ketika harus berhadapan
dengan tenaga kerja asing yang bakal banyak ikut ambil peran. Hal itu tentunya
harus dihadapi, dengan upaya meningkatkan sumber daya manusia dalam
negeri," ujarnya.
Iing menambahkan keterbukaan
tersebut, berlaku untuk semua sektor. Sehingga tidak menutup kemungkinan
Indonesia banyak dibanjiri pengusaha asing, dokter asing yang membuka praktik
di Indonesia. Apalagi, lanjutnya, Indonesia merupakan salah satu sasaran
pemasaran bagi negara di Asean.
"Jangan sampai terlambat,
sudah harus dihadapi mulai dari sekarang. Jangan kaget ketika nantinya membeli
mie instan produk Malaysia, air minum kemasan produk Singapura dan
lainnya," katanya.
Yang lebih mengkhawatirkan,
lanjut Iing, adalah ancaman semakin banyaknya tenaga kerja profesional yang
akan menyerbu Indonesia. Tanpa upaya meningkatkan sumberdaya manusia, tenaga
indonesia akan banyak yang tersingkir.
"Itu adalah tantangan.
Jangan sampai menjadi pembantu di negeri sendiri, sedangkan bos nya orang
asing," tutur Iing Syam Arifien.
Universitas sebagai tempat
studi mahasiswa, katanya, dituntut membentuk manusia yang lebih berkarakter,
sehingga mampu bersaing dengan tenaga asing. Hal itu, tentunya tergantung pada
semangat mahasiswa sendiri dalam menuntut ilmu.
"Saya berharap alumni
Unigal mampu menjawab tantangan tersebut. Lima tahun ke depan, mahasiswa baru
sudah harus menjadi intelektual yang memiliki daya saing lebih kuat untuk
merebut kesempatan," ujarnya.
Sementara itu Rektor Unigal
Yat Rospia Brata sependapat bahwa kehadiran MEA harus menjadi pemicu semangat
mahasiswa meningkatkan sumber daya manusianya. Dengan sumber daya manusia yang
unggul, maka tenaga asing dapat diminimalisasi.
"Salah satu kuncinya
adalah terus memacu diri untuk menjadi manusia yang unggul. Selain meningkatkan
keilmuan, juga terus memupuk nasionalisme," ujarnya.
Dia mengatakan tahun 2015
Unigal menerima 2.915 mahasiswa baru. Sebelum menjalani perkuliahan, mahasiswa
baru mengikuti Bamba. Selain Bupati Ciamis, pemateri lainnya adalah Komandan
Kodim 0613, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Ciamis. ( Ab@h** )

Tidak ada komentar:
Posting Komentar