" Kejujuran,.. Integritas,.. Kerjasama,.. Hirarki, . . Loyalitas,... . . ."ds

Kamis, 03 September 2015

Bupati Ciamis: Hadapi MEA, Jangan Jadi Pembantu di Negeri Sendiri

Bupati Ciamis Iing Syam Arifien menggembleng mahasiswa baru Universitas Galuh (Unigal) Ciamis tentang nasionalisme dalam menghadapi pasar bebas Asean (MEA). Mahasiswa sebagai agen perubahan harus mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
"Mahasiswa sebagai agen perubahan harus mampu membawa Indonesia menjadi lebih baik. Semangat tersebut harus ditumbuhkan, terutama dalam waktu dekat menghadapi pasar bebas Asean, yang kehadirannya tidak mungkin ditolak," tutur Iing Syam Arifien.
Dia mengemukakan hal itu saat memberikan suntikan semangat terhadap mahasiswa baru Unigal, yang dikemas dalam Bimbingan Akademik Mahasiswa Baru (Bamba), Kamis 93/9/2015). Memasuki pasar bebas, menuntut sumber daya manusia yang handal, serta tetap menjunjung tinggi semangat nasionalisme.

"Kehadiran MEA pada akhir Tahun 2015 sudah tidak mungkin dihalangi. Jangan kaget ketika harus berhadapan dengan tenaga kerja asing yang bakal banyak ikut ambil peran. Hal itu tentunya harus dihadapi, dengan upaya meningkatkan sumber daya manusia dalam negeri," ujarnya.
Iing menambahkan keterbukaan tersebut, berlaku untuk semua sektor. Sehingga tidak menutup kemungkinan Indonesia banyak dibanjiri pengusaha asing, dokter asing yang membuka praktik di Indonesia. Apalagi, lanjutnya, Indonesia merupakan salah satu sasaran pemasaran bagi negara di Asean.

"Jangan sampai terlambat, sudah harus dihadapi mulai dari sekarang. Jangan kaget ketika nantinya membeli mie instan produk Malaysia, air minum kemasan produk Singapura dan lainnya," katanya.
Yang lebih mengkhawatirkan, lanjut Iing, adalah ancaman semakin banyaknya tenaga kerja profesional yang akan menyerbu Indonesia. Tanpa upaya meningkatkan sumberdaya manusia, tenaga indonesia akan banyak yang tersingkir.
"Itu adalah tantangan. Jangan sampai menjadi pembantu di negeri sendiri, sedangkan bos nya orang asing," tutur Iing Syam Arifien.

Universitas sebagai tempat studi mahasiswa, katanya, dituntut membentuk manusia yang lebih berkarakter, sehingga mampu bersaing dengan tenaga asing. Hal itu, tentunya tergantung pada semangat mahasiswa sendiri dalam menuntut ilmu.
"Saya berharap alumni Unigal mampu menjawab tantangan tersebut. Lima tahun ke depan, mahasiswa baru sudah harus menjadi intelektual yang memiliki daya saing lebih kuat untuk merebut kesempatan," ujarnya.

Sementara itu Rektor Unigal Yat Rospia Brata sependapat bahwa kehadiran MEA harus menjadi pemicu semangat mahasiswa meningkatkan sumber daya manusianya. Dengan sumber daya manusia yang unggul, maka tenaga asing dapat diminimalisasi.
"Salah satu kuncinya adalah terus memacu diri untuk menjadi manusia yang unggul. Selain meningkatkan keilmuan, juga terus memupuk nasionalisme," ujarnya.


Dia mengatakan tahun 2015 Unigal menerima 2.915 mahasiswa baru. Sebelum menjalani perkuliahan, mahasiswa baru mengikuti Bamba. Selain Bupati Ciamis, pemateri lainnya adalah Komandan Kodim 0613, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Ciamis. ( Ab@h** )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar