" Kejujuran,.. Integritas,.. Kerjasama,.. Hirarki, . . Loyalitas,... . . ."ds

Kamis, 30 Januari 2014

Kalipucang longsor.........

KALIPUCANG – Longsor tebing batu kapur kembali terjadi di Pangandaran. Kali ini longsor menimpa sebuah bengkel revarasi kendaraan yang berada di Dusun  Cibuluh RT 02/04 Desa Kalipucang Kecamatan Kalipucang, kemarin.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namu pemilik bengkel Yati Rohayati (36) sempat pingsan akibat kejadian tersebut.
Yati Rohayati (36) pemilik bengkel mengatakan saat hujan deras terjadi tiba-tiba material tanah di belakang bengkel longsor. Peristiwa tersebut, kata dia, disusul dengan longsoran tebing batu kapur dalam jumlah yang cukup banyak.
“Longsornya tanah dulu tebingnya ambruk menimpa bengkel saya,” ungkapnya.
Saat kejadian, dirinya sedang berada di samping bengkel yang menjarak hanya sekitar lima meter. “Saya lagi gendong anak pas longsor saya mundur ke belakang terus pingsan, Alhamdulillah saya selamat,” tuturnya.
Akibat peristiwa tersebut bangunan bengkel miliknya rusak berat. Diperkirakan kerugian sekitar Rp 35 Juta. “Peralatan bengkel juga ikut terkubur longsor,” katanya.
Selain itu, kata dia, sepeda motor Vespa, parabola, pompa air serta dua kabin mobil yang sedang diperbaiki juga ikut terkubur longsoran batu.
Sementara itu, Camat Kalipucang Rajiman mengatakan, pihak langsung mendatangi lokasi kejadian setelah menerima informasi longsor di wilayahnya. “Kita langsung inventarisir kerugian dan membuat laporan kejadian,” ungkapnya.
Dikatakannya, Kecamatan Kalipucang memang termasuk salah satu daerah rawan bencana longsor di Pangandaran. Hal tersebut, kata dia, karena banyaknya wilayah perbukitan dan galian batu kapur. Dirinya mengimbau agar masyarakat berhati-hati dan memperhatikan lokasi rumahnya.

“Apabila membangun rumah diusahakan di tempat yang aman, tidak dekat dengan tebing atau daerah yang kontur tanahnya labil,” paparnya. )Ab@h=

Rabu, 29 Januari 2014

Ribuan Orang Ikuti Nyangku

Ribuan warga Panjalu mengikuti upacara adat Nyangku. Sejak pagi, kemarin, mereka ikut mengarak dan menyaksikan pembersihan benda-benda pusaka peninggalan Kerajaan Panjalu tersebut.
Pukul 07.30, pusaka-pusaka dikeluarkan dari Bumi Alit, tempat penyimpanan pusaka peninggalan Kerajaan Panjalu itu. Setelah itu, pusaka-pusaka itu diarak dengan cara digendong (diais).
Asal-usul para penggendong pusaka-pusaka itu tidak sembarangan. Mereka adalah keturunan raja Panjalu dan warga terpilih.
Saat pengarakan pusaka menunu Nusa Gede, di tengah-tengah Situ Lengkong Panjalu, salawat pun berkumandang. Di makam raja Panjalu terakhir Prabu Boros Ngora itu pusaka “dipertemukan” dengan pemilknya. Kemudian, dibawa kembali menuju Taman Boros Ngora. Di sana, pusaka-pusaka itu dibersihkan menggunakan air dari sembilan mata air kahuripan.
Air-air itu diambil dari Gunung Bitung Majalengka, Cilengkong Panjalu, Cipanjalu Desa Bahara, Kapunduhan Cibungir Kertamandala, Batu Bokor Cikadu Sindang Barang, Cilimus Jaya Giri, Citatah Sanding Taman, Karantenan Gunung Syawal, Pangbuangan Garahang Panjalu dan Geger Emas Ciomas. Sebelumnya, air-air tersebut diberi doa selama 42 malam.
Pembersihan pusaka diawali membuka bungkus pusaka. Dari atas panggung, pusaka-pusaka itu kemudian dibawa menuju tempat pembersihan dari bambu.
Setelah dibersihkan, pusaka kemudian dibungkus dan disimpan kembali ke Bumi Alit. Adapun air yang digunakan untuk membersihkan benda pusaka kemudian diperebutkan warga yang diyakini air tersebut mengandung berkah.
Salah satu pewaris Kerajaan Panjalu H Edi Hernawan Cakradinata menuturkan pada tahun ini hanya tiga pusaka yang dibersihkan secara simbolis, yaitu pedang pemberian Sayidina Ali yang dinamai Zulfikar, Kujang Panjalu dan Keris Stokkomando.
“Biasanya lebih dari tiga pusaka yang dibersihkan, namun tahun ini hanya ada tiga saja yang dibersihkan secara simbolis. Untuk pusaka lainnya akan dilakukan pembersihan besok (hari ini),” ujar pria yang juga ketua Yayasan Boros Ngora ini kepada wartawan usai upacara adat.
Nyangku yang biasa biasa dilaksanakan pada Mulud ini, kata dia, berarti membersihkan diri, membersihkan hati bukan hanya membersihkan benda pusaka semata. “Membersihkan pusaka ini hanya sebagai simbolis saja. Namun pada hakikatnya Nyangku ini berarti mensucikan diri atau membersihkan hati, upacara adat nyangku ini juga sebagai peringatan Maulid Nabi (Muhammad SAW, red),” ungkapnya.
Edi yang merupakan turunan ke-17 dari raja Panjalu Prabu Boros Ngora juga menjelaskan air yang digunakan dari sembilan sumber mata air tersebut memiliki makna bahwa sumber mata air  tersebut harus dijaga demi kelangsungan kehidupan.  Salah satu upayanya yaitu memelihara hutan dan gunung sebagai sumber penyimpanan air.
“Hutan dan gunung harus kita jaga karena sebagai sumber mata air. Air sebagai sumber kehidupan, baik sekarang maupun untuk nanti anak cucu kita,” tandasnya.
Edi juga mengatakan tahun depan berencana menyimpan benda-benda pusaka tersebut di Nusa Gede (Pulau di tengah Situ Lengkong).
“Ini juga salah satu cara agar bisa menarik wisatawan bukan hanya dari turis domestik, diharapkan turis asing juga bisa datang. Ini baru rencana tapi sudah 75 persen, insya Allah bisa direalisasikan di tahun depan,” paparnya.
Sesepuh Yayasan Boros Ngora Prof Dr Johar Wiradinata dalam sambutannya menuturkan upacara Nyangku selain untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW juga untuk mengenang dan menghormati jasa dari Prabu Boros Ngora, sebagai raja terakhir Kerajaan Panjalu dan penyebar agama Islam di Panjalu.
“Pada zaman pemerintahan Prabu Boros juga Nyangku ini selalu diadakan setiap tahunnya yang dijadikan media syiar Islam pada waktu itu,” bebernya.
Bupati Ciamis H Engkon Komara dalam sambutannya menuturkan upacara adat Nyangku jangan dianggap musrik, namun sekadar kebudayaan untuk mengenang para leluhur kerajaan Panjalu.
“Upacara adat Nyangku ini merupakan budaya yang harus terus dilestarikan dan menjadi festival masyarakat agar bisa mengangkat perekonomian masyarakat,” tandasnya.
Dalam momen budaya itu, kemarin, diwarnai hilangnya hape Rudiat (26), wartawan Radar Tasikmalaya TV. Saat berkonsentrasi mengambil gambar, dia kehilangan hape yang disimpan di tas yang disolendangnya. Diduga hape tersebut hilang dicopet.

”Pas saya mau pakai hape sudah tidak ada dalam tas. Kalau soal ponsel saya tidak apa apa karena bisa beli di toko, tapi nomor kontak pentingnya dari narasumber. Saya harus kembali mengumpulkan kontak narasumber,” tandasnya. (Ab@h/Rdr Online.)

Selasa, 28 Januari 2014

Tekan Angka Kecelakaan!

CIAMIS – Polres Ciamis menggelar acara gebyar pencanangan gerakan nasional pelopor keselamatan berlalu lintas di Alun-alun Ciamis kemarin (26/1). Kapolres Ciamis AKBP Witnu Urip Laksana SIK berharap gebyar pencanangan gerakan nasional pelopor keselamatan berlalu lintas bisa menekan angka kecelakaan lalu lintas.
Kapolres menjelaskan pencanangan gerakan nasional pelopor keselamatan berlalu lintas adalah program nasional. Hari ini secara serentak dilaksanakan baik di tingkat pusat, provinsi, kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Termasuk, di Kabupaten Ciamis dan Pangandaran.
Menurut dia, program ini dilaksanakan karena dilantarbelakangi angka kecelakaan di Indonesia yang masih signifikan, baik dalam segi kuantitas maupun kuliatas.
Dalam kesempatan itu, kapolres menekankan ada lima poin yang harus dipahami berkaitan dengan keselamatan berlalu lintas. Diantaranya manajemen keselamatan berlalu lintas, jalan yang berkeselamatan, kendaraan yang berkeselamatan dan manusia yang berkeselamatan.
“Saya mengimbau, mari bersama-sama mulai hari ini mencanangkan dari diri pribadi serta dibudayakan berkeselamatan berlalu lintas,” tegas mantan Kapolres Sukabumi Kota ini.
Polres Ciamis sendiri, kata dia, sudah melakukan langkah-langkah preventif. Seperti, menempatkan anggota di titik-titik rawan kecelakaan dan menyosialisasikan kelayakan kendaraan ke sekolah-sekolah dan instansi lainnya.
Pihaknya juga bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Ciamis dan Pangandaran mengenai penambahan rambu-rambu lalu lintas. Penambahan rambu-rambu tersebut merupakan salah satu cara untuk menekan angka kecelakaan.

Wakil Bupati Ciamis Drs H Iing Syam Arifin mendukung program pelopor keselamatan berlalu lintas. Dia mengimbau kepada pelajar, masyarakat umum dan pegawai instansi pemerintah maupun swasta untuk bersama-sama ikut menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.)Ab@h=Rdr-online.

Senin, 27 Januari 2014

Sesosok Mayat Ditemukan Mengambang di Majingklak Pangandaran

Warga Dusun Majingklak, Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Minggu (26/01/2014), digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas mengambang di aliran Sungai Citanduy.
Setelah beredarnya kabar tersebut, warga setempat pun langsung beamai-ramai melihat keberadaan mayat itu. Namun, tidak ada satupun warga yang mengenali identitas mayat tersebut.
Dari pantauan HR di RSUD Ciamis, ciri-ciri mayat tak dikenal ini diperkirakan berumur 55 tahun, dengan memakai baju kemeja strip biru, merah dan putih. Tinggi badan diperkirakan 60 kilogram dan memakai celana training biru bergaris putih.
Ketua Tim SAR Majingklak Pangandaran, Suparman, menerangkan, saat itu pihaknya tengah melakukan patroli rutin di sekitar tempat kejadian. Tanpa disengaja, dari kejauhan terlihat benda yang mencurigakan, seperti sebuah boneka yang mengambang di pusaran aliran Sungai Citanduy, tepatnya di dekat bendungan.
“Setelah kami dekati, ternyata benda yang mengapung dipermukaan sungai itu sesosok mayat manusia,” terangnya, kepada HR, saat ditemui di RSUD Ciamis, Minggu (27/01/2014).
Setelah yakin bahwa benda yang mengambang mirip boneka itu adalah mayat manusia, sambung Suparman, tim SAR yang dibantu warga setempat langsung membawa mayat tersebut ke darat. Setelah itu pihaknya langsung melaporkan penemuan mayat tersebut ke Polsek Kalipucang.
“Untuk menjaga agar mayat tidak hanyut lagi, maka kita berinisiatif dengan dibantu warga setempat langsung mengangkat mayat tersebut ke daratan,” ujarnya. Menurut Suparman, dari pakaian mayat itu tidak ditemukan kartu identitas. Dan warga setempat pun tidak ada yang mengenali sosok mayat tersebut.
Sementara itu, mayat tanpa identitas ini, kini berada di kamar Intalasi Pemulasaraan Jenazah (IPJ) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciamis untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Menurut dokter jaga RSUD Ciamis, Rastam, penyebab tewasnya mayat tanpa identitas itu belum diketahui. Hanya saja, dari pemeriksaan sementara ditemukan luka benturan di kepala serta lidahnya menjulur.

“Diperkirakan mayat ini mengambang di sungai sekitar seminggu lalu. Sedangkan luka yang terdapat di tubuh mayat belum ditemukan ciri-ciri penganiayaan. Adapun luka di kepala merupakan kebiasaan dari mayat yang hanyut. Karena saat terombang-ambing terbawa arus sungai, mayat tersebut membentur benda-benda yang berada di aliran sungai, “ ungkapnya. (Ab@h=/HR-Online)

Sabtu, 25 Januari 2014

Akibat Gempa Kebumen Rumah Warga Pangandaran Ambruk

Ciamis, - Akibat gempa berkekuatan 6,5 Skala Richter (SR) yang mengguncang Kebumen, Jawa Tengah, sebuah rumah di wilayah Dusun Empangsari, Desa Kalipucang, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat roboh.
Eko (50), Pemilik rumah, mengaku, rumah miliknya roboh setelah dilanda guncangan gempa. Sementara ini, kerugian akibat gempa dia taksir sebesar Rp 2 juta. “Warga dan aparat langsung meninjau kesini,” katanya.
Titi, istri Eko, mengatakan, saat gempa terjadi, suaminya sedang melaksanakan sholat dhuhur. Titi sendiri langsung berlari ke luar rumah untuk menyelamatkan diri. “Yang roboh bagian depan rumah,” ucapnya.
Seperti dilansir , gempa Kebumen tesebut juga terasa hingga ke Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar, Jawa Barat. Warga yang berada di kedua wilayah itu merasakan goyangan gempa tersebut.

Acara Seminar di Unigal Ciamis Bubar

Gempa berkekuatan 6,5 SR yang berpusat di Kebumen Jawa Tengah, Sabtu (25/01/2014), sekitar pukul 12.11 WIB, sangat terasa getarannya di daerah Kabupaten Ciamis. Gempa tersebut tampaknya menimbulkan kepanikan di masyarakat Ciamis yang tengah beraktivitas di gedung perkuliahan dan sekolah.
“Saat itu saya tengah memberikan materi seminar di kampus. Saat terjadi gempa, saya langsung lari ke keluar gedung. Untung saja acara sebentar lagi selesai. Tapi, seminar tidak dibereskan, karena peserta keburu panik,” ungkap seorang pemateri Seminar Politik, di Aula Rektorat Unigal (Universitas Galuh) Ciamis, Agus Dedi, beberapa saat setelah terjadi gempa.
Dari pantauan kai di Unigal, seluruh civitas akademika yang tengah menyelenggarakan perkuliahan, seminar dan pelayanan administrasi lari berhamburan keluar gedung saat terjadi gempa. “Guncangannya keras sekali, lantai bergoyang dan atap gedung saja berbunyi keras sekali,” terang Agus.
Senada dengan Agus, Wakasek SMAN 2 Ciamis, Pajar, mengungkapkan, gempa kali ini sangat terasa sekali. “Saya bersama para guru di ruangan guru lari ke lapangan. Begitupun para murid yang sedang melakukan aktivitas belajar,” ujarnya.

Berdasar informasi dari BMKG, diperoleh informasi bahwa pusat gempa berkekuatan 6,5 SR tersebut berpusat di Barat  Daya Kebumen Jawa Tengah dengan kedalaman 48 KM dan 104 km. Titik Gempa terjadi di lokasi 8.84 LS dan 109, 17 Bujur Timur dan tidak berpotensi Tsunami. Ab@h=/HR-Online)

Jumat, 24 Januari 2014

Warga Ciamis Ini Tewas Kesetrum

Ciamis, - Saat memasang panggung untuk acara sosialisasi pertemuan salah seorang Caleg (Calon Anggota Legislatif) DPR RI, di Dusun Sukamulya RT 06/RW 01 Desa Sukasari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Opik Bin Empat (22), seorang pekerja pemasang tenda, tewas kesetrum tegangan listrik, Kamis (23/01/2014), sekitar pukul 14. 00 WIB.
Dari informasi yang dihimpun HR, korban saat itu tengah memasangkan panggung bersama tiga rekannya untuk acara pertemuan salah seorang Caleg DPR RI. Namun, saat proses pemasangan, kebel listrik yang menempel di besi penahan panggung diduga konslet. Akibatnya, besi tersebut teraliri arus listrik dan tersentuh oleh 4 orang pemasang tenda.
Menurut Endang (52), salah seorang saksi mata, saat tegangan listrik mengalir ke tiang besi  panggung, 3 orang pekerja yang tengah mengeser panggung langsung kesetrum hingga kemudian terpental. Sementara korban yang saat itu tengah berada di kolam, juga ikut kesetrum, karena tiang panggung menempel ke kolam tersebut. Namun naas, korban langsung tewas di tempat.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Acara Sosialisasi Caleg, Agus Sudrajat, langsung dipanggil oleh pihak kepolisian sektor (Polsek) Banjarsari untuk dimintai keterangannya. Dihadapan polisi, Agus mengaku bahwa acara sosialisasi Caleg tersebut belum mengantongi ijin dari kepolisian.
“Kami belum mengajukan ijin, karena acaranya hari Minggu (26/01/2014). Saya juga meminta kepada pemilik panggung agar dipasang hari Sabtu. Tapi entah kenapa hari ini panggung sudah dipasang,” ungkapnya. Meski begitu, lanjut dia, pihaknya sudah berencana akan memberikan santunan kepada keluarga korban.
Sementara di rumah duka, tepatnya di Dusun Cibeureung RT 35/RW 08 Desa Cibadak Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis,  isak tangis keluarga korban pecah ketika jenazah korban sudah membujur kaku tak bernyawa. Korban pada hari itu juga langsung dimakamkan di TPU setempat.

Kapolsek Banjarsari, Kompol Ucu Hartono, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, kejadian itu saat ini tengah ditangani pihaknya. (Ab@h-/HR-Online)

Kamis, 23 Januari 2014

Bantu Banjir, Polda Kerahkan Sepertiga Kekuatan

Kapolda Jabar, Mochamad Iriawan bersama beberapa pejabat utama Polda Jabar meninjau lokasi bencana alam banjir di Pamanukan, Subang dan Indramayu, Kamis (23/1).
Selain meninjau beberapa lokasi, orang nomor satu di Kepolisian Daerah Jawa Barat ini memberikan sejumlah bantuan guna meringankan beban para korban banjir.
"Ini yang kedua kali, saya meninjau lokasi bencana banjir di Pamanukan, Subang. Melihat situasi kondisi di sana. Menurut informasi yang kami terima dari Kapolres, air mulai surut. Namun, diperkirakan hari ini akan turun hujan besar," ujar Kapolda sebelum berangkat menggundakan jalan darat atau mobil.

Bantu Banjir, Polda Kerahkan Sepertiga Kekuatan

Polda Jabar menyiagakan 1/3 kekuatannya, atau 10-11 ribu dari 32 ribu personel yang dimiliki untuk membantu penanganan bencana di sejumlah daerah di Jawa Barat. Fokus pertama yaitu membantu penanganan banjir.
Menurut Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Martinus Sitompul, personel saat ini sebagian sudah ditempatkan ke sejumlah wilayah yang mengalami bencana banjir. “Kami siaga. 1/3 kekuatan disiapkan. Mereka dikerahkan dalam tindakan evakuasi para pengungsi. Tempat-tempat pengungsian juga sudah kita siapkan,” jelas Martinus saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (21/1/2014).
Ditambahkan Martinus, untuk personel, paling banyak dikerahkan di wilayah Subang, tepatnya di kawasan Pamanukan. Pemilihan Pamanukan sebagai tempat yang paling banyak disimpan para personel, karena ‎​ada beberapa pengalihan arus di wilayah Pamanukan. Termasuk juga di wilayah Cirebon dan juga di Karawang sebagai jalur utama menuju Jakarta.
Kapoldapun menuturkan, di sejumlah daerah yang terkena bencana banjir, terutama di Pamanukan, banyak jalan yang amblas.
“Lokasi-lokasi persis dari jalan-jalan amblas ini masih kita dalami. Tapi untuk personel paling banyak ‎​​​​​ya di wilayah Subang tepatnya di kawasan Pamanukan,” jelasnya.
Disamping menyiagakan personel, Polda Jabar dan jajarannya juga sudah mendirikan tenda-tenda posko banjir dengan nama “Polda Jabar Peduli”. Tenda-tenda itu tersebar di sejumlah titik lokasi bencana. Di dalam tenda posko, pihaknya menyediakan sejumlah bahan pangan.
“Kami siapkan juga bahan pangan, seperti mie instan, biskuti roti dan minuman ringan. Selain itu kami juga siapkan pampers untuk bayi dan juga pembalut wanita,” ungkap Martinus.
Untuk memudahkan proses evakuasi serta mengantisipasi banjir yang makin parah, Polda Jabar juga telah menyediakan beberapa peralatan untuk persiapan proses evakuasi. Diantaranya telah disiapkan perahu karet dan perahu kano. “Personel dari Polres setempat juga siaga,” tuturnya.
Martinus berharap bantuan yang diberikan Polda Jabar dapat meringankan beban para korban bencana. Ia pun berharap masyarakat lainnya tergerak untuk memberikan bantuan kepada para korban bencana banjir. Saat ini, bencana banjir setidaknya tercatat terjadi di wilayah Karawang, Subang dan Indramayu.

“Ini juga sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat,” imbuh Kapold.)Ab@h=

Rabu, 22 Januari 2014

NELAYAN ENGGAN MELAUT

Akibat cuaca buruk yang melanda kawasan perairan laut pulau Jawa, terutama kawasan pantai selatan membuat sejumlah nelayan enggan melaut. Kondisi ini berdampak pada pasokan ikan sedikit sehingga memicu kenaikan harga ikan hingga mencapai 20 persen.
Seperti diketahui, memburuknya cuaca di perairan pantai selatan memaksa ratusan ne­­layan pesisir pantai selatan menunda keberangkatannya me­­nangkap ikan di laut. Me­nurut nelayan yang nekat me­laut me­nyebutkan, kondisi ge­lom­bang laut diperkirakan men­capai ketinggian 3 sampai 4 meter.
Banyaknya nelayan Kalipu­cang yang tidak melaut, menyebabkan pasokan ikan terbatas sementara permintaan mening­kat. Otomatis dengan kondisi ini memicu kenaikan harga sejumlah ikan di pasaran. Rata-rata kenaikan semua jenis ikan mencapai Rp 2000/kg.
Salma (27), salah satu pedagan ikan di pasar tradisional Kalipucang mengungkapkan, naiknya harga ikan di pasar tradisional diakibatkan kondisi cuaca yang buruk yang berlangsung dua bulan terakhir ini.
Para pedagang ikan yang ada di pasar tradisional Kalipucang berh­a­rap kondisi cuaca cepat membaik, agar nelayan kembali melaut dan pasokan terpenuhi untuk menyetabilkan harga di pasaran.
Hal sama disampaikan nel­ayan asal Pangandaran, Aditia, kondisi cuaca buruk saat ini, otomatis para nelayan enggan melaut karena tidak mau me­ngambil resiko. apabila memaksakan melaut, nyawa nelayan menjadi taruhannya. Terlebih lagi ketinggian gelombang ombak di laut saat ini bisa mencapai 3 sampai 4 meter.

Di tempat terpisah, Koman­dan Pos Angkatan Laut wilayah Pangandaran Pelda Dayat Su­dra­jat, berdasarkan laporan via imail dari BMKG KKP Ban­dung, bahwa cuaca buruk di­perkira­kan sampai tiga hari ke depan. “Saya sudah terima su­rat elektronik dari BMKG KKP bahwa gelombang mencapai ketinggian 1,5 sampai 2 meter dengan kecepatan angin sekitar 10 knot dibarengi curah hu­jan yang tinggi. Tapi kenyataan seperti itulah terkadang gelombang bisa mencapai 3 meter lebih dalam keadaan cuaca sekarang,” ujarnya)Ab@h/KP-Oline.

Senin, 20 Januari 2014

Cabuli Karyawati Hotel, Warga Garut Ditangkap Polisi

PANGANDARAN – Salah seorang pengunjung objek wisata Pangandaran RM (27) yang mengaku warga Kampung/Desa Pataruman Tarogong Kabupaten Garut, Minggu, (19/1/2014) terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian. Pasalnya, RM dilaporkan NH, karyawati salah satu hotel di Pangandaran hendak melakukan percobaan pemerkosaan.
Hingga berita ini dibuat, Minggu (19/1/2014) pukul 19.00 WIB, RM masih menjalani pemeriksaan pihak Polsek Pangandaran, sementara korbannya NH usai membuat laporan belum bisa diwawancara “KP” karena masih shock.
Di ruang pemeriksaan, RM kepada Kabar Priangan mengakui perbuatannya. Menu­rutnya, Ia datang ke Pangan­daran bersama tujuh orang teman satu kampung menggunakan mobil rental malam hari dan langsung bersenang-senang.
“Setelah selesai minum alkohol bersama teman di sekitar pantai, saya langsung jalan-jalan sendirian dan masuk ke hotel,”katanya.
Karena kondisi masih pagi hari, hotel terlihat sepi. RM dalam kondisi pengaruh alkohol melihat sosok perempuan yang sedang tertidur di salah satu kamar tempat istirahat karyawan.
Seperti kerasukan setan, RM langsung memegang bokong NH dan memeluk dari belakang. Sontak saja mendapat perlakuan tidak menyenangkan tersebut korban menjerit. Namun RM malah membekap korban, beruntung Ia masih bisa meronta-ronta sehingga mengejutkan orang sekitar.
RM langsung lari sambil dikejar warga setempat termasuk petugas keamanan hotel. RM berhasil ditangkap dan diamankan petugas, selanjutnya diserahkan ke petugas kepolisian sektor Pangandaran.

Kepala Polisi Sektor Pa­ngandaran Komisaris Bujang Harapan SH melalui Panit satu reskrin Polsek Pangandaran Aipda Endang Wijaya.Sos, membenarkan kejadian tersebut. “Pelaku sudah kami amankan. Saat ini masih dalam proses penyelidikan pihak kami,”ungkapnya.)Ab@h=/kabarpriangan.

Sabtu, 18 Januari 2014

Program Polisi Pelajar Mulai Diaktifkan di Pangandaran

Sejumlah Polisi Pelajar dari siswa-siswi MAN Pangandaran ikut ambil bagian dalam mengatur lalu lintas di jalan raya Ciokong, tepatnya di Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Jumat(17/01/2014). Para pelajar yang memakai seragam layaknya anggota polisi lalu lintas ini diterjunkan di titik padat kendaraan guna membantu menertibkan lalu lintas di jalan tersebut.
Kepala MAN Pangandaran, Drs. Aris Mugiraharjo, M.Pdi, mengatakan, kegiatan ini merupakan program sekolah dalam mengembangkan organisasi Polisi Pelajar yang dibina langsung oleh Polsek Sidamulih.
“Program ini sudah berjalan sejak Desember 2013 lalu, yang memberikan pelatihannya adalah anggota Binmas Polres Ciamis,” ujar Aris.
Menurut Aris, menyusul volume kendaraan di jalur tersebut selalu padat oleh kendaraan, maka Polisi Pelajar di sekolahnya turut dilibatkan untuk membantu anggota kepolisian. Disamping itu, kegiatan itu pun bertujuan untuk membentuk karakter siswa agar taat dan mengetahui peraturan lalu lintas di jalan raya.
“Saat ini kami sudah mempunyai 15 siswa anggota Polisi Pelajar yang bergantian untuk melakukan pengaturan di jalan raya pada jam sebelum masuk sekolah dan sepulang sekolah. Kegiatan ini pun dilakukan setiap hari, kecuali hari Minggu,” ujar Aris.
Ditempat terpisah, Brigadir Hendra Kanit Binmas Polsek Sidamulih, mengatakan, kegiatan Polisi Pelajar ini merupakan program lama. Namun dengan semakin banyaknya kenakalan remaja yang sudah mengarah ke tindak pidana kriminal, maka program ini mulai diaktifkan kembali.
“Dengan adanya kerjasama antara pihak sekolah dengan kepolisian, maka kami ikut membina organisasi ekstrakulikuler ini untuk memberi pembinaan terhadap siswa,” ujar Hendra.
Hendra menambahkan, dua anggata kepolisian diperbantukan untuk melakukan pembinaan dan pelatihan kepada Polisi Pelajar di MAN Pangandaran. Sementara untuk pendampingnya, melibatkan seluruh anggota polisi Polsek Sidamulih.

“Adapun materi yang diberikan kepada siswa, yakni tata cara pengaturan lalu lintas, keamanan sekolah, prilaku serta peraaturan baris berbaris (PBB),” ujar Hendra.)Ab@h=/HR-Online)

Kamis, 16 Januari 2014

Tekan Angka Kecelakaan, Polsek Banjarsari Gelar Operasi

Mengantisipasi tingginya angka kecelakaan lalu lintas dan kriminalitas di wilayah Banjarsari, Kabuapaten Ciamis, jajaran Polsek Banjarsari menggelari operasi kendaraan di jalan raya Banjarsari-Pangandaran, Kamis (16/1).
Kapolsek Banjarsari, Kompol Ucu Hartono, melalui Panit 1 Satlantas, IPDA Agus Mulyadi, mengatakan, operasi kendaran tersebut digelar di pusat Kota Kecamatan Banjarsari, sejak pagi hingga siang.
Menurut dia, pihaknya mengelar operasi kendaraan itu untuk mengatur, menjagaan, serta menertibkan kendaraan roda dua dan empat yang tidak mematuhi aturan lalu lintas. Selain itu, langkah itu untuk menekan angka lakalantas dan kriminalitas.
Agus menjelaskan, wilayah Hukum Lantas Polsek Banjarsari meliputi sangat luas, mulai dari ujung selatan Kecamatan Padaherang, ujung barat Kecamatan Pamarican, Lakbok dan Purwadadi.
Dia juga menyebutkan, tiga bulan terakhir ini, angka lakalantas di wilayah tersbeut terbilang cukup tinggi, terutama roda dua. Peningkatannya mencapai angka 30 persen. Kecelakaan itu juga didominasi oleh kalangan anak muda.

Pada kesempatan itu, Agus mengungkapkan, pihaknya akan berusaha untuk menekan angka tingkat kecelakaan, salah satunya melalui operasi rutin kendaraan. Dengan operasi itu, diharapkan, pengendara mematuhi peraturan berlalulintas. (Ab@h=HR-Online)

Senin, 13 Januari 2014

Dua Rumah Ambruk Tergerus Longsor

Ciamis, - Dua rumah yang berada di Perum Werasari Dusun Desa, Desa Werasari, Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis, separuh bangunannya roboh tergerus longsor, Minggu (12/01/2014). Bangunan yang roboh terdapat di bagian belakang atau ruang dapur. Rumah tersebut diketahui milik Heri (57) dan Wawan (49).
Dari pantauan HR di lokasi, 2 bangunan dapur berukuran 3,5 x 8 meter itu, posisinya persis bersebelahan dengan sungai Sukajaya. Bahkan, bangunan tersebut rapat dengan bibir sungai. Diduga longsor tersebut disebabkan dari air sungai yang menggerus tanah, sehingga bangunan di atasnya ikut roboh ketika terjadi pergerakan tanah.
Beruntung, akibat bencana longsor ini tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, kerugian materil ditaksir mencapai Rp. 30 juta.
Heri (57) pemilik rumah, mengatakan, kejadian ambruknya bangunan dapur diduga karena tanah di bawahnya berongga, akibat gerusan air sungai yang berada di belakang rumahnya. “Mungkin karena tanah yang berada di bawah dapur saya sudah berongga di dalamnya, sehingga bangunan ini ambruk secara tiba-tiba,” ucapnya, kepada HR, Minggu (12/01/2014) malam.
Menurut Heri, bangunan belakang rumahnya, menempel di atas tebing sepanjang 10 meter dan di bawahnya terdapat aliran sungai. Sementara di sebelah barat rumahnya, terdapat sebuah curug yang mengalirkan air ke sungai tersebut.
“Apabila musim hujan, debit air dari curug ke sungai cukup deras. Akibatnya, tebing yang menempel dengan dapur, lambat laun terus mengikis. Pada saat kejadian pun tidak ada hujan, apalagi sungai meluap. Bangunan dapur ambruk akibat pergerakan tanah yang disebabkan dari gerusan air dan ditambah tanah di bawahnya sudah berongga, “ jelasnya.
Heri mengatakan, saat kejadian dirinya bersama keluarganya sedang berkumpul di ruang tengah. Tepatnya sekitar pukul 15.30, terdengar suara gemuruh dari tembok dapur. “ Tak lama kemudian tiba-tiba bangunan dapur saya ambruk. Selang beberapa jam kemudian, sekitar pukul 17.15 WIB, dapur milik Pak Wawan pun ikut ambruk,” katanya.

Setelah dapur rumahnya ambruk, korban untuk sementara mengungsi ke rumah saudaranya. Hal itu untuk menjaga kemungkinan meluasnya pergerakan longsor. “Saya khawatir bangunan depan rumah kembali tergerus longsor dan mengancam keselamatan keluarga kami,” ujarnya.)Ab@h=/HR-Online.

Jumat, 10 Januari 2014

Polisi Gadungan diciduk Polisi Beneran..........

CIAMIS – Satuan Reskrim Polres Ciamis menangkap DH, warga Nambok Kidul RT 01 RW 01 Desa Astapada Kecamatan Tengahtani Kabupaten Cirebon kemarin (10/1). Pria 31 itu mengaku-aku sebagai polisi berpangkat inspektur satu dan menjadi kepala Unit Narkoba di Polda Metro Jaya.
Tersangka DH mengaku nekat menjadi polisi gadungan karena terobsesi menjadi anggota kepolisian. Bahkan, DH pernah dua kali mendaftar menjadi anggota polisi pada tahun 2004 dan 2005 namun gagal.
Dia menjadi polisi gadungan bukan untuk menakut-nakuti warga, melainkan mencari perempuan di Jatinangor (Sumedang), Bandung, Banjar dan Cisaga (Ciamis) untuk dipacari. “Pertamanya saya kenalan di facebook kemudian saya mengaku sebagai anggota polisi,” ungkapnya.
DH telah memiliki istri dan seorang anak di Cirebon. Dia menjadi polisi gadungan dengan bermodalkan kartu tanda anggota Perbakin yang dipalsukan. Nama dan foto pada kartu diedit sendiri di komputer. Dia membeli kaus dan atribut polisi dari Pasar Senen, Jakarta.
KBO Reskrim Polres Ciamis Ipda Ref Effendi menuturkan penangkapan DH dilakukan setelah mendapat informasi dari warga Desa Mekarmukti Kecamatan Cisaga bahwa diduga ada seseorang yang mengaku-aku sebagai anggota polisi.
“Setelah kita melakukan penyelidikan, kebetulan di sana ada seorang perempuan yang telah dipacari polisi gadungan itu, dengan dasar mengaku dia sebagai seorang anggota polisi, sehingga perempuan itu mau,” ungkapnya.

Setelah menangkap dan menggeledah tersangka, polisi menemukan kartu tanda anggota Perbakin yang dipalsukan. Tersangka akan dikenakan pasal 263 ayat 1 KUH-Pidana tentang pemalsuan surat dengan ancaman hukuman enam tahun penjara. )Ab@h=

Anggota Polisi di Bogor Hingga Tewas

Seorang anggota Polsek Kelapa Nunggal, Bogor bernama Briptu Nurul Affandi tewas ditembak. Diduga pelaku adalah kawanan pencuri kendaraan bermotor.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunnews.com, Briptu Nurul ditembak di Jalan Raya Narogong atau tepatnya bersebelahan dengan PT Nippres sekitar pukul 13.30 WIB.
Saat itu Briptu Nurul sedang mengenakan seragam polisi dan ditembak tepat di bagian kepala. Briptu Nurul saat itu sedang kebetulan melintas di lokasi kejadian dan melihat ada peristiwa pencurian kendaraan bermotor.
Melihat ada tindakan kejahatan, Briptu Nurul kemudian bergegas berniat membantu warga. Kini polisi sedang mengejar pelaku.
Kapolda Jabar, Irjen Pol M Iriawan membenarkan kabar tersebut. Ia pun meminta agar jajaran kepolisian di Jawa Barat yang bertugas di mana pun agar lebih waspada.

Pelaku Tembak Kepala Polisi Dari Balik Badan Pemilik Warung

Pelaku yang melakukan penembakan terhadap anggota polisi, Briptu Nurul Affandi dengan posisi bersembunyi dari balik pemilik warung gado-gado dan rujak, Titin (36).
Setelah tepergok hendak mencuri motor yang terparkir di warung, salah seorang pelaku berada di parkiran.
Sedangkan seorang bandit masuk ke pintu belakang warung tersebut. Posisi korban berada di luar tak jauh dari motor yang diduga hendak dicuri kedua bandit tersebut.
"Waktu ditegur, seorang pelaku diam di motornya. Satu orang masuk ke warung lewat pintu belakang, mendekati pemilik warung. Diduga terjadi komunikasi antara pelaku tersebut dan pemilik warung, tak berapa lama terdengar tembakan mengenai kepala bagian belakang korban. Menembaknya dari belakang badan si ibu warung itu," ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Martinus Sitompul di Mapolda Jabar, Jumat (10/1/2014).
Diberitakan sebelumnya, anggota polisi, Briptu Nurul Afandi sempat menegur dua pria tak dikenal yang diduga hendak melakukan pencurian kendaraan bermotor (curanmor), sebelum penembakan terhadap anggota Polsek Kalapa Nunggal, Polres Bogor tersebut.
Kedua bandit itu tidak terima teguran Nurul yang tercatat sebagai anggota Unit Resintel Polsek Kalapa Nunggal.
Salah seorang diantaranya langsung melepas tembakan dengan senjata api. Belum diketahui jenis senjata api yang digunakan pelaku, polisi masih menyelidiki kasus ini.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.45 tersebut, sempat membuat geger pengunjung di sebuah warung makan di Jalan Raya Kalapa Nunggal, Desa Kalapa Nunggal yang berjarak sekitar 2 kilometer dari Polsek Kalapa Nunggal, Bogor. Korban yang tewas di tempat langsung dibawa di Rumah Sakit Polisi di Kramat Jati, Jakarta Timur. )Ab@h=

Kamis, 09 Januari 2014

SOSIALISASI BPJS DINILAI LAMBAT

CIAMIS - Sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional dinilai lambat. Karena meski secara resmi teah dilakukan per 1 Januari 2014 lalu, ternyata masih banyak karyawan dari perusahaan yang belum terdaftar. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Ciamis Eki Baratakusumah menyayangkan lambatnya sosialisasi mekanisme Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terutama kepada pengusaha-pengusaha yang memiliki banyak karyawan.“Sosiasisasi mekanisme pendaftaran JKN bagi karyawan masih lemah. Sehingga banyak pengusaha-pengusaha tidak mengetahui mekanisme perpindahan asuransi kesehatan yang sebelumnya melalu Jaminan Sosial tenaga Kerja (Jamsostek) ke JKN,” ujar Eki kepada “KP” Rabu (8/1/2014). Akibatnya, kata Eki, banyak perusahaan yang belum memproses administrasi pendaftaran karyawannya untuk mendapatkan JKN dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Sehingga dikhawatirkan banyak karyawan yang tiba-tiba sakit , tetapi tidak bisa dicover oleh JKN. “Sampai saat ini belum ada sosialisasi JKN di perusahan-perusahaan besar yang ada di Ciamis,” ujarnya. Meski demikan, kata Eki, pihaknya mengimbau agar perusahaan secepatnya mendaftarkan karyawannya untuk mendapatkan kartu JKN, tidak menunggu kinerja aparat pemerintah yang terkesan lambat. “Kami sangat berharap para pengusaha ‘jemput bola’, tidak menunggu, yang akan merugikan karyawannya,” ucapnya.)Ab@h=

Selasa, 07 Januari 2014

Nasib Pasien Jamkesmas.........

Untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak, seorang Balita bernama Afika Awalia Ramadhani, yang berusia 6 bulan dengan tinggi  badan 47 cm dan berat 3 kilogra, menderita kelebihan cairan di kepalanya atau mengidap Hydrocephalus, sejak usia dua bulan. Akibatnya, hingga kini kepala Afika membesar dengan diameter kepala 40 cm.
Anak pertama dari pasangan, Herman (30) dan Ika Nurtika (28) warga Desa Utama, Kecamatan Cijeunjing Kabupaten Ciamis ini, diasuh oleh pasangan Kama Rukama (55) dan Mamah Fatimah ( 52) yang tak lain adalah Kake dan Nenek Afika.
“Sempat kami bawa ke RSUD Tasik, namun ditolak meski dengan Jamkesmas atas nama Ibunya (Ika-red) , baru kami bawa ke RSUD Ciamis untuk dirawat dari tanggal 20 Desember hingga 1 Januari 2014 kemarin.” Papar Kama, sang Kakek, kepada HR.
Masih dengn menggunakan fasilitas Jamkesmas,imbuh Kama,  cucunya, akhirnya dirawat di Ruangan Kelas Dua Mawar RSUD Ciamis tersebut, harus dipulangkan sebelum kondisinya sembuh .
“Kalau saran Dokter harus tetap dirawat sampai sembuh. Hanya, saran dari petugas perawat harus pulang, karena Cucu kami sudah melebihi sepuluh hari, atau melebihi jadwal program Jamkesmas,” tambah Kama yang diamini Mamah.
Kama mengatakan, keluarganya akhirnya menyerah karena keterbatasan biaya berobat, dengan terpaksa sang cucu tercinta dibawa pulang ke rumahnya pada tanggal 1 Januari lalu.
“Namun, sebelum pulang kami diminta membayar uang administrasi sebesar Rp. 175 ribu, “ katanya. Menurut petugas RSUD, ada aturan baru yang berlaku pada tanggal 1 Januari. “ Kami pun akhirnya menuruti permintaan petugas tersebut,” ujarnya.
Menurut Kama, upaya kesembuhan cucunya hingga kini belum mendapat jalan terang, hingga menantunya yang tak lain Ayah, Afika, yakni Herman, mendaftar program JKN pada Senin (06/01) lalu. Meski Herman yang sehari –hari bekerja sebagai penjual es keliling di Desa Utama.
“Saya nekat saja, dari mana saya harus membiayai premi asuransi sebesar 50 ribu per bulannya untuk saya dan anak saya. Gimana nanti saja, yang penting anak saya sembuh ” katanya dengan mata berkaca-kaca, saat mengantri di kantor BPJS Ciamis.
Herman mengaku ia tak tahu menahu bahwa dalam program JKN tersebut ada kepesertaan PBI, yakni Penerima Bantuan Iuran dimana Premi asuransi kesehatannya ditanggung pemerintah.

Setelah ditelisik lebih jauh, ternyata tak hanya Herman yang tidak mengetahui kepesertaan PBI, Kama dan Mamahp un yang nota bene peserta Jamkesmas tidak tahu menahu soal PBI dalam program JKN. “Saya pun bingung, sebagai orang kecil, uang dari mana harus bayar premi asuransi, kenapa dihapuskan yah program Jamkesmas,” pungkasnya dengan polos.)Ab@h-

TAK LULUS SERTIFIKASI GURU NGADU KE DPRD

CIAMIS – Sebanyak 185 guru SD, SMP dan SLB dari beberapa sekolah di Kabupaten Ciamis mendatangi gedung DPRD Kabupaten Ciamis Senin (6/1). Mereka meminta agar pendidikan dan pelatihan profesi guru (PLPG) tidak lagi digelar di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Mereka menuntut PLPG dilakukan di Jawa Barat.
Seorang guru SDN 2 Selamanik Kecamatan Kawali Nonok Sukayati mengungkapkan tidak akan mau lagi berangkat pendidikan dan pelatihan profesi guru ke Jogja. Dia menginginkan pendidikan dan pelatihan profesi guru digelar di daerah Jawa Barat agar biaya lebih ringan.
“Karena kalau ke Jogja biaya, tenaga, pikiran dan berbagai macam pengorbanan tapi hasilnya tetap tidak ada, (sertifikasi, red) tidak lulus,” ungkapnya usai audiensi dengan Komisi 4 di gedung DPRD Kabupaten Ciamis.
Dia mengaku pada tahun 2013 sudah enam kali bolak-balik Ciamis-Jogja untuk melakukan ujian sertifikasi plus ujian perbaikan. Namun tetap gagal lulus sertifikasi. Padahal, dirinya telah berusaha menghafal modul dan mengerjakan dengan baik.
“Saya sudah habis hampir 10 juta (rupiah) untuk ongkos ke Jogja. Itu juga saya harus pinjam ke sana kemari. Untuk donload modul-modul, satu lembarnya Rp 1.000. Sedangkan satu modulnya itu lebih dari 200 lembar. Kurang apa saya berusaha tapi tetap gagal. Ini ada apa dan kenapa? Masak gagal terus. Dan, kenapa harus di Jogja? Padahal di Jawa Barat juga masih banyak universitas yang bagus,” ujarnya.
Menanggapi aspirasi para guru, Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Ciamis Hendra Marcusi menyatakan akan menindaklanjuti apa yang disampaikan para guru dan berjanji akan segera berangkat ke Jogja untuk berkomunikasi dengan UNY.
“Ini urusannya bukan lulus atau tidak tapi urusannya jarak. Kita akan mengapresiasi ini dan insya Alloh pasti ada solusinya. Kita akan berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan kenapa seperti ini,” ungkapnya kepada wartawan usai audiensi.
Untuk tempat, kata dia, itu merupakan kebijakan dari Dinas Pendidikan. “Kita akan berkomunikasi dua kali. Satu ke UNY, panitianya. Dan, kedua ke Dinas Pendidikan untuk alasan-alasannya kenapa kebijakan Ciamis harus di Jogja. Kita akan memperjuangkan kondisi teman-teman kita ini,” tandasnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Ciamis H Hidayat Taufik menyatakan siap memperjuangkan aspirasi dari guru dan akan menggelar rapat secepatnya. “Kami siap untuk mencari solusinya dan siap berangkat ke Jogja dengan Komisi 4,” ujarnya dalam audiensi dengan para guru.)Ab@h-

Minggu, 05 Januari 2014

Penolakan Pabrik Semen Padaherang

Polemik terkait rencana penambangan bahan baku semen dan pendirian pabrik semen di Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, ternyata menggelinding ke ranah hukum. Pasalnya, surat keputusan BPPT Ciamis yang memberikan ijin eksplorasi panambangan bahan baku semen dan pemberian ijin lokasi pembangunan pabrik semen di Kecamatan Padaherang, dinilai sudah menabrak peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi.
Dian Kuswanto, Ketua Faunder Mesti Indonesia, sebuah LSM Lingkungan di Kecamatan Padaherang, menegaskan, SK BPPT Ciamis tersebut sudah bertentangan dengan Perda RTRW Kab. Ciamis tahun 2007. Pada Perda tersebut, tersirat bahwa wilayah Kecamatan Padaherang sampai dengan tahun 2014 ditetapkan sebagai kawasan pertanian, bukan sebagai  daerah pertambangan.
“Artinya, SK yang mengeluarkan ijin eksplorasi semen dan pemberian ijin lokasi pabrik semen di Padaherang, sudah bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang di atasnya, yakni Perda tentang RTRW Kab Ciamis,” ujarnya.
Menurut Dian, surat keputusan yang akan dipermasalahkan, yakni bernomor 591.4/Kpts.394-Huk/2013 tentang Pemberian Ijin Lokasi untuk Pembangunan Industri Semen di Desa Karangmulya, Desa Kedungwuluh dan Desa Karangsari kepada PT Hutama Bangun Sejahtera tertanggal 12 Juli 2013.
“Kita sudah meminta Pemkab Pangandaran untuk membatalkan surat keputusan tersebut. Kita memberi batas waktu sampai tanggal 12 Januari 2014. Apabila hingga tanggal tersebut Pemkab Pangandaran tidak membatalkan surat keputusan BPPT Ciamis, maka kami terpaksa akan melakukan uji materil ke Mahkamah Agung untuk membatalkan surat keputusan tersebut,“ tegasnya.
Menurut Dian, pihaknya mengajukan uji materil ke Mahkamah Agung, karena dalam surat keputusan BPPT Ciamis tersebut berdasar dan berpegang kepada Undang-undang nomor 4 tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara.
“Jadi, gugatannya sudah bukan lagi ke PTUN, karena SK BPPT Ciamis tersebut seolah berlindung kepada Undang-undang tentang Mineral dan Batubara, “ ujarnya. Dian menjelaskan, dalam surat keputusan BPPT Ciamis tersebut pun sudah mengabulkan permohonan PT. Purimas Sarana Sejahtera mengenai WIUP Batugamping seluas 8.290 hektar yang mencakup wilayah Kecamatan Padaherang, dan Kecamatan Kalipucang. “ Artinya, surat keputusan itu sudah salah kaprah, malah sudah mengingkari Perda RTRW yang dibuat oleh Pemkab Ciamis sendiri,” tegasnya. Ab@h/Koran-HR.

Jumat, 03 Januari 2014

SELAMAT DATANG 2014

walaupun terlambat ijinkan kami mengucapkan SELAMAT DATANG 2014.......... Tahun Politik......
Pesta kembang api, bunyi terompet dimana-mana, alunan musik dan keramaian sepanjang jalan dan sudut-sudut kota, menjadi penghias pergantian tahun, dari tahun 2013 menuju Tahun baru 2014. Apa yang istimewa dari sebuah perayaan pergantian tahun? Karena di tahun 2013 yang lalu, banyak peristiwa yang terjadi pada semua sendi kehidupan, baik sosial, budaya, ekonomi, politik, pertahanan dan keamanan yang penting untuk direfleksikan menuju tahun politik di 2014.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah mengapa 2014 dikatakan tahun politik? Paling tidak ada dua momentum yang sangat menentukan masa depan bangsa Indonesia ditahun ini, pertama, pemilihan umum legislatif yang akan diselenggarakan pada tanggal 9 April 2014. Ini akan menjadi momentum lahirnya para legislator-legislator mulai dari pusat sampai daerah, sekaligus penentu elektabilitas partai politik pemenang pemilu. Kedua, pemilihan presiden Republik Indonesia yang akan diselenggarakan pada tanggal 9 Juli 2014. Ini akan menjadi penentu lahirnya pemimpin Indonesia yang akan menahkodai negeri ini selama lima tahun mendatang.

Dari gambaran diatas jelaslah bahwa konsentrasi negeri ini akan tertuju pada dua momentum besar ini. Tetapi, secara substansi semua sisi penting untuk kita refleksikan dalam menghadapi tahun politik 2014 yakni aspek ekonomi dan aspek hukum yang juga tidak bisa dilepaskan dari relasinya yang sangat dekat dengan politik.

Fenomena Ekonomi Politik Indonesia

Secara simbolik Indonesia direpresantasikan sebagai negara pinggiran yang tersandera oleh negara pusat (core state) sebagai pemain utamanya, sehingga tata hubungan ekonomi politik pada level Internasional menjadi situasi yang timpang. Negara pinggiran semakin terpinggirkan dikarenakan lembaga-lembaga supra-nasional semisal world bank bekerja bahkan melampaui kedaulatan negara. Polarisasi dari tangan-tangan negara adidaya (Amerika Serikat dan Eropa) menjadi konsekuensi globalisasi karena selain hasrat penaklukan di sektor ekonomi dan politik, segmentasi yang lain seperti budaya dan sosio-religus juga menjadi orientasi penaklukan neo imperialisme di Abad 21 yang bernama neo liberalisme.


Secara umum watak neoliberalisme pada level internasional yaitu : Perdagangan bebas untuk barang dan jasa, kebebasan sirkulasi kapital dan kebebasan investasi. Neoliberalisme yang pada mulanya lahir dari pemikiran neo-klasik dan lebih dekat dengan konsep ekonomi politik kapitalis, telah menjadi hegemoni ruang-ruang sosial yang lain.

Dalam Konteks ekonomi, insvestasi asing besar-besaran masuk ke Indonesia dengan dalih kesejahteraan rakyat. Tetapi, nalarnya murni penguasaan aset ekonomi di dalam negeri. Blok perdagangan dunia yang dibentuk oleh negara inti, (di Amerika Latin di bentuk NAFTA dan di asia tenggara dengan AFTA) lebih dilatar belakangi oleh penciptaan sentrum-sentrum perdagangan untuk hasrat pengakuan Amerika.

Skenario globalisasi begitu berdampak terhadap situasi kebangsaan, keIndonesiaan dan keislaman di negeri ini. Dalam konteks kebangsaan misalnya, keutuhan Indonesia begitu dengan keberagaman kultural, tetapi oleh skenario internasional dibuat semakin terpinggirkan dengan ekspor wacana Amerika di era 90-an yaitu developmentalisme.

Pada sisi yang lain, dinamika politik Indonesia yang semakin terbuka, menjadi satu pencapaian demokrasi yang baik. Tetapi ada hal yang lebih substansi dan mesti diperjuangkan hari ini, yakni orientasi dari politik yang telah mengalami pergeseran terlalu jauh. Politik yang semestinya bermakna mensejahterakan rakyat, kini berubah menjadi ‘bagi-bagi kekuasaan’.

Politik yang hanya berorientasi kekuasaan inilah yang menjadi penyebab terjadinya dominasi mayoritas terhadap minoritas di Indonesia. Otonomi Daerah yang pada awalnya diharapkan menjadi pendorong kemandirian daerah untuk mengelola pemerintahan justru berbuah oligarki politik lokal yang lebih jauh menciptakan kesenjangan yang terlalu jauh antara elit politik di daerah dengan rakyatnya.

Pada titik inilah, merefleksikan kembali makna politik menjadi faktor penting dalam menumbuhkan sebuah tatanan politik yang berorientasi untuk kesejahteraan rakyat. Perubahan tafsir politik inilah yang akan mengarahkan kesadaran para politisi kita untuk benar-benar melahirkan kebijakan yang benar-benar bersentuhan dengan rakyat.

Sistem Hukum

Pasca reformasi kita sering mendengan istilah reformasi hukum. Istilah yang dianggap banyak kalangan hanya sekedar pepesan kosong. Betapa tidak, harapan besar masyarakat Indonesia mengenai penegakan supremasi hukum disegala bidang dan tanpa pandang bulu belum benar-benar menjadi kesadaran para elit politik dan para penegak hukum di negeri ini.

Banyak sudah lembaga hukum yang terbentuk di Indonesia, semestinya ini menjadi isyarat bahwa siapapun yang melakukan pelanggaran hukum akan dikenai sangsi yang setimpal. Harapan ini menjadi harapan semua masyarakat kita karena banyak kejahatan yang berimbas pada pemiskinan sistematis. Sebut saja korupsi—kejahatan yang satu ini benar-benar menjadi sebab musabab kemiskinan sistematis di Indonesia. Hampir semua bidang kehidupan menjadi “lahan” untuk melakukan tidak pidana korupsi, mulai dari korupsi pembangunan fasilitas publik, korupsi di sektor migas dan pertambangan, korupsi APBN, korupsi bidang perbankan dan lainnya, menjadi wujud ketamakan para elit terhadap kuasa yang benama “uang”.

Efek terburuk dari korupsi bukanlah pada raibnya uang negara, melainkan kehancuran kepercayaan rakyat (social distrust) terhadap pemimpinnya. Kehancuran kepercayaan membawa efek bola salju di tengah kehidupan berbangsa, yaitu rontoknya nilai-nilai luhur, menipisnya semangat patriotisme, dan berkembangnya mental pragmatis. Dalam titik itu, Indonesia akan menjadi bangsa dengan kadar martabat yang rendah dan artinya jalan mewujudkan nation survivality akan lebih berat.

Pemerintah lewat lembaganya telah melakukan ikhtiyar untuk pemberantasan kejahatan ini, tetapi lagi-lagi belum mencapai titik yang maksimal, sepertinya membutuhkan formulasi dan produk hukum yang tepat agak para pelaku kejahatan benar-benar jera terhadap sebuah keputusan hukum.

Segenap elemen bangsa harus dikerahkan untuk menciptakan tatanan masyarakat yang sadar hukum. Ini akan menjadi alternatif pencegahan pelanggaran hukum di level akar rumput. Pada sisi yang lain, para elit politik pun harus memiliki kesadaran yang sama untuk berhenti membodohi rakyat dengan manipulasi termasuk melakukan tindakan pidana yang bernama korupsi.

2014 : Arus Balik Kejayaan Indonesia

Di tahun 2013 banyak sudah yang telah terjadi, disemua aspek kehidupan—yang paling terlihat menjadi wacana yang mengemuka adalah tertangkapnya parah tokoh yang berasal dari eksekutif, legislatif dan yudikatif karena tindak pidana korupsi. Dari peristiwa ini paling tidak ada dua catatan penting, pertama, bahwa tindak pidana korupsi sudah menjamur disemua sendi kehidupan, mulai dari pusat hingga daerah kedua, tindak pidana korupsi selalu berelasi dengan politik. Hal ini tergambar dari para pelaku korupsi yang berasal dari para petinggi partai politik.

Bagaimana nasib negeri ini dimasa yang akan datang jika semua elemen tidak memiliki kesadaran bersama untuk melahirkan figur-figur pejuang moralitas. Partai Politik memiliki pekerjaan rumah yang sangat banyak menuju Pemilu 9 April 2014, karena ditangan partai politiklah akan lahir “pemimpin yang apabila panen datang dia yang makan paling belakang, apabila rumah kebakaran dia yang paling akhir menyelamatkan diri dan apabila musuh datang dia yang paling depan untuk menyambutnya”.


Semoga di momentum tahun Politik 2014 akan menjadi ruang yang sangat strategis untuk menjadi arus balik kejayaan Indonesia, karena pada momentum Pemilu mendatang rakyatlah yang akan menentukan nasibnya. Melahirkan figur-figur yang memiliki integritas dan menjunjung tinggi moralitas serta memiliki visi KeIndonesiaan yang sadar akan pluralisme dan kebhinekaan.