" Kejujuran,.. Integritas,.. Kerjasama,.. Hirarki, . . Loyalitas,... . . ."ds

Jumat, 30 Mei 2014

Seorang Kakek di Ciamis Tewas Setelah Ditemukan Gantung Diri

Diduga akibat memiliki penyakit  asma yang menahun dan tidak kunjung sembuh, Aim (65), seorang kakek yang juga warga Dusun Badakjalu  RT 27/RW 07 Desa Ciulu, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, nekad mengakhiri hidupnya dengan melakuan aksi bunuh diri di sebuah pohon jambu yang tidak jauh dari rumahnya, Selasa (27/05/2014) malam.
Dari informasi yang dihimpun , sebelum ditemukan tewas, korban sempat menghilang selama 2 jam. Pihak keluarga yang panik terhadap keberadaan korban, langsung meminta warga untuk mencari kakek tua tersebut.
Setelah dilakukan pencarian, warga akhirnya menemukan korban pada sekitar pukul 22. 00 WIB, tadi malam. Saat ditemukan, korban sudah meninggal dengan posisi leher menggantung di sebuah pohon jambu. Korban menggantungkan lehernya dengan memakai ikat samping.
Warga yang menemukan korban  langsung melaporkan ke pihak kepolisian sektor (Polsek) Banjarsari. Polisi yang datang ke TKP langsung mengevakuasi korban dari pohon jambu dan kemudian membawanya ke rumah duka.
Kapolsek Banjarsari, Kompol Ucu Hartono, SH, mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. Korban tewas murni akibat bunuh diri.
“Setelah dilakukan pemeriksaan medis di Puskesmas Banjasari, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dan dokter sudah menyimpulkan bahwa korban tewas akibat bunuh diri,” ujarnya, kepada HR, Selasa (27/05/2014) malam.

Sementara itu, isak tangis keluarga korban pun pecah, saat mayat korban dibawa ke rumah duka. Pihak keluarga juga tidak menyangka kakek tua itu nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. (Ab@h/HR-Online)

Senin, 26 Mei 2014

Dinkes Ciamis: Waspadai Penyakit Diare dan DBD

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ciamis menghimbau seluruh masyarakat Ciamis mewaspadai penyebaran penyakit pada perubahan cuaca kali ini. Penyakit yang sangat rentan dalam perubahan cuaca biasanya adalah demam berdarah (DBD) dan diare.
Kasie Penanganan Penyebaran Penyakit dan Penanggulangan Bencana Alam (P4B) Dinkes Ciamis, Osep Hernandi S,os.S,Kep, Senin (19/5/2014), mengatakan, perubahan cuaca sekarang ini membawa dampak yang kurang baik terhadap kesehatan tubuh.
“Penyakit diare sangat mungkin terjadi terhadap anak-anak kecil. Dan dimungkinkan sekali akan ada banyak penderita DBD,” ungkapnya.
Untuk mencegah wabah diare dan DBD, kata Osep, masyarakat senantisa menjaga kebersihan di lingkungan dan juga pola makan yang sehat. Karena diare disebabkan dari pasokan makanan yang dikonsumsi setiap hari.
Bahkan menurut Osep, untuk penyakit diare, biasanya sangat rentan menyerang anak usia 5 tahun. Alasanya karena anak-anak banyak mengkonsunsi makanan jajanan, sehingga mudah terkena penyakit diare.
Untuk menghindarinya, lanjut Osep, tentunya para orang tua lebih mengawasi terhadap anaknya, terutama anak yang suka sekali jajan dengan makanan yang tidak terbungkus, seperti halnya makanan yang digoreng secara langsung.
“Sekarang ini banyak sekali jajanan dengan beraneka ragam rupa dan bentuk yang sangat menarik bagi anak-anak kecil. Namun hal itu tidak menjamin terhadap kesehatan, terutama anak-anak kecil yang hobi jajan,” jelasnya.
Osep menuturkan, Dinkes menghimbau seluruh puskesmas untuk mensosialisasikan tentang bahanya penyakit diare dan juga DBD. Banyak diantara masyarakat yang tidak mengetahui penyebabnya, terutama DBD.
Hamlan, petugas kesehatan dari Puskesmas Cipaku, mengatakan, apabila mayarakat merasa dirinya terserang penyakit, alangkah baiknya segera memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat.
“Tubuh jika terkena diare biasanya BAB terus. Biasanya masyarakat tidak segera memeriksakan diri dan lebih memilih menggunakan obat yang dibeli dari warung. Padahal jika diperiksa di Puskesmas tentu hasilnya akan berbeda,” katanya.

Hamlan melanjutkan, dengan perubahan cuaca kali ini, pihaknya senantiasa memberikan penyuluhan baik melalui posyandu-posyandu, Puskesdes ataupun PKK. Dan itu efektif sekali dalam memberitahukan tentang bahaya penyakit diare dan juga DBD. (Ab@/Koran-HR)

Kamis, 22 Mei 2014

KNPI Ciamis Bentuk TPF Ungkap Misteri Kematian Henhen

Belum terkuaknya penyebab kematian tokoh pemuda Ciamis, Henhen Hendryana, S.Pd, M.PD, tampaknya membuat pengurus DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Ciamis, mengambil sikap.
Melalui diskusi panjang yang digelar, Rabu (21/05/2014), di sebuah rumah makan di Ciamis, pengurus KNPI Kabupaten Ciamis akhirnya membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) untuk menelusuri misteri meninggalnya Henhen.
Sebelumnya, Henhen, yang juga Wakil Ketua DPD KNPI Kabupaten Ciamis ini, meninggal misterius setelah bertemu dengan 4 orang tamunya, di kantor Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Minggu (14/05/2014), sekitar pukul 18.30 WIB. Setelah berbincang dengan tamu tak dikenal itu, Henhen kemudian ditemukan sudah tak bernyawa.
Sementara 4 orang tamu tak dikenal itu, sudah pergi dengan menggunakan mobil Avanza ketika warga menemukan Henhen sudah meninggal. Kini, misteri kematian aktivis pemuda Ciamis ini, mengundang misteri dan tanya sejumlah pihak. Polisi pun kini tengah menyelidiki penyebab kematian Henhen.
Ketua DPD KNPI Kabupaten Ciamis, Budi Kurnia, mengatakan, meski sudah hampir 4 hari dari meninggalnya Henhen, namun pihak kepolisian belum menemukan perkembangan dalam menelusuri misteri ini. Pihaknya, menurut dia, telah membentuk tim pencari fakta untuk membantu pihak kepolisian dalam mengungkap penyebab kematian Henhen.
“Kami pengurus DPD KNPI bersama pengurus KNPI kecamatan sudah membentuk tim pencari fakta. Melalui tim ini, kita mencoba membantu mencari fakta dan bukti untuk selanjutnya hasilnya akan diserahkan kepada pihak kepolisian,” ungkapnya.
Budi pun mendesak pihak kepolisian agar serius menyelidiki penyebab kematian Henhen. Meski hasil visum tidak menunjukan adanya tanda-tanda penganiayaan, namun kematian Henhen sudah jelas mengundang tanya.
“Kalau polisi sudah mengantongi 4 nama tamu terakhir Henhen, coba mereka panggil untuk dimintai keterangannya. Artinya, jangan sampai penyebab kematian Henhen ini menjadi misteri yang berkepanjangan, “ujarnya.
Menurut Budi, selain membantu dalam mencari fakta dan bukti, tim bentukan KNPI pun akan memantau kinerja kepolisian dalam menyelidiki penyebab kematian Henhen.

Sekedar untuk diketahui, Henhen, adalah tokoh pemuda yang aktif di berbagai bidang organisasi. Selain bergelut di bidang kepemudaan, dia juga aktif di organisasi PGRI Kabupaten Ciamis. Karena tugasnya sebagai Pengawas TK/SD di UPTD Pendidikan Kecamatan Padaherang, akhirnya kini dia dipercaya sebagai pengurus PGRI Kabupaten Pangandaran. (Ab@h /HR-Online)

Rabu, 21 Mei 2014

Konvoi Kelulusan, Siswa di Ciamis Terlibat Kejar-Kejaran dengan Polisi

Paska pengumuman kelulusan Ujian Nasional (UN), sejumlah siswa SMA/SMK di Kabupaten Ciamis yang melakukan aksi corat-coret dan konvoi kendaraan di jalan, terlibat kejar-kejaran dengan aparat kepolisian. Pasalnya, para siswa tersebut melanggar ketentuan larangan yang sudah keluarkan Dinas Pendidikan (Disdik). 
Kapolsek Ciamis, Kompol Mujiran, Selasa (20/5/2014), mengatakan, sejumlah siswa tidak mengindahkan himbauan dari sekolah dan Disdik, terkait larangan melakukan aksi corat-coret dan konvoi di jalan.
Kompol Mujiran mengaku, pihaknya bersama sejumlah anggota polisi, terpaksa mengejar para siswa yang melakukan aksi tersebut. Pengejaran dilakukan mulai dari kawasan Pasar Ciamis sampai Cigembor.
Dari aksi pengejaran itu, kata Mujiran, pihaknya berhasil mengamankan delapan kendaraan yang digunakan oleh siswa SMK. Namun setelah diberi peringatan, para siswa itu dibebaskan dan disuruh pulang
Kompol Mujiran berharap, pihak sekolah lebih ketat memberikan pembinaan kepada para siswa, agar tidak melakukan aksi corat-coret dan menggelar konvoi kendaraan di jalanan. “Soalnya hal ini mengganggu dan meresahkan pengguna jalan yang lainnya,” katanya.
Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Disdik Kabupaten Ciamis, Totong, mengaku tidak mengetahui aksi corat-coret dan konvoi kendaraan yang dilakukan sejumlah siswa, paska pengumuman kelulusan.
“Sesuai jadwal, memang pengumuman kelulusan SMA dan SMK dilakukan hari Selasa 20 Mei 2014. Semuanya diserahkan kepada masing-masing sekolah,” jelasnya.
Totong menjelaskan, persentase angka kelulusan tingkat SMA/ SMK di Ciamis mencapai 99,7 persen. “Soalnya, ada satu siswa yang statusnya belum jelas, apakah dia lulus atau tidak. Kita masih tunggu informasinya sampai hari besok (Rabu),” katanya.

Ketika disinggung soal aksi corat-coret dan konvoi sejumlah siswa salah satu sekolah, Totong menuturkan, pihaknya menyerahkan hal itu kepada sekolah yang bersangkutan. Dia menandaskan, Disdik sudah sejak jauh-jauh hari memberikan warning (peringatan) kepada sekolah. (Ab@h/Koran-HR)

Senin, 19 Mei 2014

WARGA TEMUKAN GRANAT NANAS AKTIF

Warga Dusun Desa Kolot Desa Margaharja, Keca­ma­tan Sukadana, Kabupaten Ciamis, terkesima dengan penemuan granat nanas yang masih aktif.
Granat ditemukan oleh Lili (61) warga setempat, ketika se­dang membersih­kan kolam miliknya di de­pan rumah, Jumat (16/5­/2014) sekitar pukul 08.10 WIB.
Pengakuan Lili, saat itu ia sedang membershkan ko­lam. Ketka mengayunkan cangkul ke tanah, tiba-tiba ada suara “beletuk”.
Menurut Lili, benda ter­sebut awalnya disangka ba­tu biasa. Namun sewaktu benda diambil nya, kemudian dilemparkan ke darat bentuknya aneh.
Setelah diteliti ternyata benda itu adalah granat je­nis nanasdengan kondisi yang telah berkarat.Takut terjadi apa-apa, ia langsung melaporkan ke anggota Babinsa melalui ha­penya. Kebetulan ia emiliki nomor anggota Babinsa.
Danramil Rajadesa, Kap­ten Inf. Asep Saepuloh, mem­benarkan pihaknya telah menerima sebutir gra­nat jenis nanas yang masih aktif. Granat tersebut ditemukan oleh Lili warga Du­sun Desa Kolot Desa Mar­­gajaya, saat membersihkan ko­lam miliknya.
“Setelah kami menerima laporan, bersama Babinsa langsung menuju lokasi. Ketika kami tiba di lokasi, granat sedang dikerumi warga yang ingin melihatnya. Setelah kami periksa ternyata benar granat yang masih aktif tapi sudah berkarat,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi terjadinya ledakan, granat lang­sung di bawa ke Kora­mil dan selanjutkan diserahkan ke Kodim Ciamis.

Menurut informasi dari war­ga, di wilayah itu dulunya bekas lokasi persembunyian Belanda. Bahkan dulu sering terjadi kontak senjata dengan tentara Indonesia. Ab@h

Jumat, 16 Mei 2014

Harapan Disdik Ciamis: Jangan Ada Aksi Ugal-ugalan Saat Kelulusan UN

Kelulusan UN (Ujian Nasional) tingkat SMA/SMK/MA, rencananya akan diumumkan Selasa (20/05/2014). Di Kabupaten Ciamis, Dinas Pendidikan setempat sudah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian agar saat pelaksanaan kelulusan nanti tidak terjadi aksi ugal-ugalan di jalanan yang dilakukan oleh siswa yang lulus.
Kabid Dikmen Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ciamis, Totong, mengungkapkan, pihaknya sudah melayangkan surat ke pihak kepolisian sebagai bentuk koordinasi agar pada saat kelulusan UN bisa berjalan kondusif.
“Yang kami khawatirkan saat kelulusan nanti masih terjadi konvoi kendaraan yang dilakukan oleh siswa yang lulus. Kami juga khawatir siswa melakukan perayaan kelulusannya dengan aksi ugal-ugalan di jalanan, sehingga membahayakan nyawa mereka,“ terangnya, kepada HR, di ruang kerjanya, Rabu (14/05/2014).
Untuk teknis pengumuman kelulusan, apakah akan melalui pos atau dengan pemanggilan orang tua siswa yang diundang ke sekolah, menurut Totong, hal itu diserahkan ke sekolah masing-masing. “Yang penting bisa berjalan lancar dan kondusif,” imbuhnya.
Totong juga meminta pihak sekolah agar bisa mencegah siswanya melakukan konvoi kendaraan dan aksi corat coret seragam sekolah. “ Kalau bisa pihak sekolah memberi pembinaan kepada siswanya agar seragam sekolahnya disumbangkan ke adik kelasnya yang tidak mampu. Bila perlu pihak sekolah yang mengkoordinir penggalangan sumbangan seragam tersebut, “ ungkapnya.
Dihubungi terpisah, Ketua MKKS SMA, DR H. Endang Rachmat, mengatakan, terkait teknis kelulusan nanti, apakah penyerahan surat kelulusan akan melalui pos, orang tua, atau peserta didik langsung yang mengambil ke sekolah, hingga saat ini belum bisa diputuskan.

“Kami akan menggelar rapat dulu dengan seluruh kepala sekolah untuk membahas teknis kelulusan UN. Intinya, kami menginginkan pelaksanaan kelulusan nanti bisa berjalan kondusif,” ujarnya. (Ab@h/HR-Online)

Selasa, 13 Mei 2014

MOBIL TERJUN KE JURANG

Diduga mengantuk, sebuah mobil sarat dengan penumpang terjun bebas ke sungai sedalam 4 meter di tepi sungai Kawasen Banjasari Kabupaten Ciamis, Senin (12/5/2014). Pada musibah tersebut tak ada korban jiwa, bahkan bayi yang berusia 4 bulan pun selamat dari maut. Informasi yang berhasil dihimpun, mobil sedan dengan nopol KT 1483 LK yang dikemudikan oleh Sakti(26) warga komplek Kopo Elok Bandung, terjun di kedalaman 4 meter di te­pi sungai Kawasen Banjasari Kabupaten Ciamis hingga mobil mengalami rusak berat. Meski tidak ada korban jiwa, tetapi akibat musibah tersebut beberapa penumpangnya mengalami luka-luka, termasuk bayi yang berusia empat bulan tadi.
Menurut saksi mata Yani (34) warga setempat, mobil yang berisi rombongan keluarga ini rencananya hendak berwisata ke pantai Pangandaran. Namun saat berada di jalan tikungan tajam tiba-tiba mobil menghantam pagar pembatas jembatan. “Diduga supir dalam keadaan mengantuk,” ujar Yani.
Sementara salah satu korban yang tidak mau disebut namanya mengatakan, Sakti ber­sama istri dan putranya yang masih berusia 4 bulan kini di­evakuasi di rumah yang ber­de­katan dengan lokasi kejadian.
Setelah korban diselamatkan, selanjutnya petugas Polisi Unit Lantas Polsek Banjarsari meng­evakuasi bangkai kendaraan yang berada di dasar sungai meng­gunakan kendaraan de­rek. Karena kondisinya cu­ram, proses evakuasi bangkai ken­daraan mengalami kesulitan na­mun akhirnya berhasil diangkat ke tepi jalan.
Sementara di tempat terpisah Ipda Agus Mulyadi Panit 1 Unit Lantas Kepolisian Polsek Ban­jarsari menjelaskan, kejadian lakalantas terjadi pada pukul 04.00 WIB, dengan kecelakaan tunggal mobil jenis R4 sedan Proton Nopol KT 1483 LK yg dikemudikan oleh Sak­ti(26) warga komplek Kopo Elok Bandung.
“Adapun kronologis kejadian lakalantas tersebut, ken­daraan melaju dari arah Ban­dung me­nuju Pangandaran. Sesam­pai­nya di TKP atau jebatan Ka­wasen Desa Rataw­angi-Cicapar Banjarsari, ken­daraan tersebut tiba-tiba ter­gelincir dan masuk ke dalam jembatan setinggi 4 meter,”ujar Agus.
Agus melanjutkan, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut, korban hanya mengalami luka ringan pada bagian pelipis dan kaki akibat benturan.

Hingga berita ini dibuat, Se­nin, (12/5/2014) sekitar pu­kul 12.00 WIB, korban masih berada di kantor polisi sambil menunggu kendaraannya yang se­dang diperbaiki di bengkel. 

Senin, 12 Mei 2014

Tahanan Polres Ciamis yang Kabur Ditangkap di Banjar

Meski dalam pengejaran polisi setelah kabur dari sel tahanan Polres Ciamis, pekan lalu, 3 dari 6 tahanan tersebut tampaknya masih nekad melakukan aksi kriminal serupa. Saat ditangkap anggota Satreskrim Polresta Banjar, Senin (12/05/2014) dini hari, dari tangan 3 tahanan ini ditemukan dua kunci leter T atau alat yang kerap dipakai saat melakuan pencurian motor.
Saat diperiksa petugas di Mapolresta Banjar, dini hari tadi, salah satu tahanan yang melarikan diri ini mengaku akan melakukan pencurian sepeda motor di areal parkir Statsiun Kereta Api Kota Banjar.
Namun, rencana itu berhasil digagalkan, setelah anggota polisi berhasil membekuk mereka di sebuah parit yang masih di areal Statsiun Kereta Api Kota Banjar. “Saat dalam pengintaian kami, ternyata 3 tahanan itu akan melakukan aksi pencurian sepeda motor. Setelah anggota kami berhasil mengepung keberadaan pelaku, akhirnya mereka kami tangkap, “ ujar Kasat Reskrim Polresta Banjar, AKP Kosasih, tadi pagi.
Seperti diketahui, 6 tahanan Polres Ciamis, Selasa pekan lalu berhasil melarikan diri setelah mereka berhasil menjebol atap WC di ruangan sel tahanan Mapolresta Ciamis. Setelah kabur, mereka dikejar tim khusus bentukan Polres Ciamis. Namun, upaya pengejaran itu selalu tidak membuahkan hasil dan akhirnya 3 dari 6 tahanan yang kabur itu berhasil dibekuk Satreskrim Polresta Banjar, tadi dini hari.
Inilah Identitas 6 Tahanan Polres Ciamis yang pekan lalu kabur dari Sel Tahanan:
1.Hendrik Bin Daspan, tersangka pasal (363 KUHP), alamat Dusun Jetak, RT 6/9, Desa Cisontrol,   
    Kecamatan Rancah, Ciamis. (Masih Melarikan Diri)
2. Dani Ramdani, tersangka pasal (363 KUHP), alamat Dusun Sumur Bandung, RT 22/07, Desa
    Karangkamulyan, Cijeungjing, Ciamis. (Ditangkap di Banjar)
3. Ato Rosdiana, tersangka pasal (363 KUHP), alamat Dusun Mekarsari, Rt 01/06 Desa Mekarjaya,  
    Baregbeg, Ciamis. (Ditangkap di Banjar)
4.Tata Taupik bin Didi, tersangka melangggar pasal (363 KUHP), alamat kampung Cisendong, Rt 04/07,
    Dusun Mekarsari, Kabupaten Bandung. (Masih Melarikan Diri)
5.Iman Bin Sodri, tersangka pasal (363 KUHP), alamat kampung Sinamoyan, RT 01/01, Desa Gunung
    Batu, Ciracap, Sukabumi. (Ditangkap di Banjar)
6.Ridwan Taufik, tersangka pasal (378 Jo 372 KUHP), alamat Dusun Sindangtawang, RT 10/03, Desa  
   Sidanghayu, Banjarsari, Ciamis. (Masih Melarikan Diri)

Agar kejadian serupa tidak lagi terulang, kini sel tahanan yang rusak itu sedang diperbaiki salah satunya mengganti eternit atap bangunan sel tahanan. Sementara untuk tahanan lainnya yang menghuni sel yang sama kini sudah dipindahkan ke Polsek Cijeungjing.

"Ada beberapa tahanan dari Mapolres yang dipindahkan ke sini dulu biar sel tahanan yang ada di sana diperbaiki," kata seorang petugas jaga Polsek Cijeungjing.(Ab@h

Jumat, 09 Mei 2014

PENGUNJUNG DIJAMIN ASURANSI

Selama ini pengunjung di objek wisata Pangandaran belum banyak yang mengetahui asuransi bila terjadi kecelakaan laut atau kecelakaan selama berada di wilayah objek wisata. Padahal, sejak masih bergabung dengan Pemkab Ciamis, asuransi tersebut adalah hak pengunjung setelah mereka membeli karcis secara syah di loket.
Besaran asuransi bagi pengunjung yang mengalami kecelakaan laut bervaratif, tergantung dari musibah yang dialami pengunjung. Misal lakalaut meninggal dunia akan berbeda mendapat santunan asuransi dengan lakalaut cedera hingga cacat tetap, termasuk pengobatan selama menjalani perawatan di rumah sakit.
Untuk kembali mempertegas kerja sama di bidang asuransi objek wisata ini, Kamis, (8/5/­2014), Pemkab Pangan­daran yang langsung dihadiri Pj. Bupati Pangandaran H. En­djang Naffandy menggelar Mou dengan pihak asuransi um­um PT. Sarana Lincung Upa­ya Cabang Bandung yang dihadiri Direktur Pemasaran Suyadhi.
Selain kedua petinggi di masing-masing bidang tersebut, hadir pula Kepala Dinas Pari­wisata, Perindagkop dan UM­KM Kabupaten Pangandar­an H. Suheryana dan Kepala Ca­bang Bandung Eko Budi. “Ini hanya pemisahan MoU secara legalitas, saja. Dulu kan masih dengan Kabupaten Ci­amis, ka­rena sekarang Pangandaran sudah terpisah, maka perlu diadakan MoU lagi dengan Pem­kab Pangandaran,” ujar Eko.
Secara umum materi MoU pun kata Eko tidak jauh berbeda dengan dulu. Seperti asuransi untuk korban meninggal dunia di objek wisata senilai Rp 17,5 juta, korban cacat antara Rp 5-10 juta yang dilihat dari jenis cacat yang diderita korban. Selain itu, untuk biaya pe­ngobatan dan perawatan medis di rumah sakit maksimum Rp 3 juta.
“Dan untuk kawasan yang menjadi daerah kerja sama asuransi adalah, obyek wisata Krapyak di Kalipucang, Pantai Pangandaran, Green Canyon dan Batukaras di Cijulang dan Batu Hiu di Parigi,”ujarnya.
Untuk lebih mengefektifkan pelayanan asuransi, Eko me­rencanakan menyediakan pos asuransi di sekitar lokasi loket tolgate. Namun sebelum hal itu terwujud, bagi wisatawan yang mengalami kecelakaan laut, syarat klaim asuransi adalah menyerahkan KTP disertai buk­ti pembayaran asuran­si yang disatukan dengan tiket masuk. Selain itu kata dia, buk­ti visum dai Puskesmas atau ru­­mah sakit dengan tenggat wak­tu paling lama 30 hari sejak kejadian kecelakaan. “MoU ter­se­but berlaku sampai 2017,”ujar Eko.
Di tempat sama, Kadis Pari­wi­sata Kab. Pangandaran H. Suheryana mengatakan, tujuan MoU ini untuk mempermudah koordinasi dengan pi­hak asuransi apabila terjadi klaim kecelakaan yang menimpa pengunjung wisata.

“Dulu memang ribet karena masih dipegang Pemkab Ci­amis, tetapi sekarang sudah le­bih mudah karena langsung di­ta­ngani Pemkab Pangandar­an. Mudah-mudahan dengan Mo­U ini bisa meningkatan pe­layanan kepariwisataan kepada para pengunjung,”ujarnya. (Ab@h=

Kamis, 08 Mei 2014

TUKANG TEMBOK NYARIS TEWAS TERSENGAT LISTRIK

Curkandi (45) tukang bangunan warga Dusun Bulak Banjar Rt 07 Rw 03 Desa Banjarharja Kecamatan Kalipucang nyaris tewas kesetrum aliran listrik tegangan tinggi, Kamis, (8/5/2014). Meski nyawanya masih bisa diselamatkan, tetapi tidak ayal sebagian tubuhnya melepuh akibat sengatan listrik. Berdasarkan informasi yang dihimpun di Puskesmas Pangandaran, Curkandi saat itu sedang “ngaci” untuk finishing plesteran tembok Ruko berlantai tiga di Dusun Karangsalam RT 01/01 Desa Pananjung tepatnya di depan kantor Polsek Pangandaran sambil tangannya memegang holo atau meteran yang terbuat dari stanles steel. Namun saat holo ditarik, beberapa bagiannya menyentuh kabel induk tegangan tinggi sehingga tak pelak aliran listrik menjalar ke holo dan tubuh Curkandi sehingga terlempar beberapa meter. Rekan korban berusaha menolong dan langsung membawa ke Puskesmas Pangandaran untuk mendapatkan perawatan intensif. Pegawai Puskesmas Pangandaran dr. Arief Kustiadi menjelaskan, nyawa korban terselamatkan, hanya saja lukanya cukup serius yakni mengalami luka bakar di bagian kaki kiri dan kanan, bagian dada, serta luka robek di bagian tangan sebelah kiri. Namun Ia khawatir terjadi luka dalam pada bagian jantung sehingga korban dirujuk ke RSU Banjar untuk pengobatan lebih lanjut. “Kalau di Rumah Sakit Banjar korban akan diperiksa lebih serius karena di sana peralatannya lebih lengkap,”tambahnya.(Ab@h


Rabu, 07 Mei 2014

Penjambret Tas Karyawati Bank di Banjar Dibekuk Polisi



Jajaran Reskrim Polsek Banjar berhasil menciduk AHI (33), pelaku penjambretan tas milik seorang pegawai BJB di Jl. Husein Kartasasmita, saat korban hendak pulang dari tempat kerjanya.
Polisi membekuk pelaku di rumahnya di Dusun Kertajaya, RT.20/09, Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, pada hari Sabtu (03/05/2014), sekitar jam 04.00 WIB. Dari hasil penangkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa satu HP Samsung Galaxi, sepeda motor Soul bernopol Z 4616 VE, serta jas hujan.
Sedangkan yang menjadi korban penjabretan adalah Yuni Susilawati (25), warga Dusun Balokang Patrol, RT.09/05, Desa Jajawar, Kecamatan Banjar, Kota Banjar. Kejadian tersebut berawal ketika korban pulang dari pekerjaannya. Namun, di tengah perjalanan korban dibuntuti oleh pelaku. Saat berada di jalan yang sepi, pelaku langsung mengambil tas korban yang disimpan di bagian dashboard sepeda motornya.
Menurut keterangan pelaku, ketika itu yang ada pikirannya hanya uang dan uang, karena  pelaku sedang membutuhkan uang untuk setor cicilan motor yang nunggak hingga dua bulan. Namun tas hasil jambretannya hanya berisi HP dan surat-surat penting. Setelah mengetahui di dalamnya tidak ada uang, tas milik korban langsung dibuang pelaku ke Sungai Citanduy di sekitar Doboku, sedangkan handphone-nya diambil. “Saya sangat menyesal, dan saya minta maaf kepada korban,” ujar AHI dengan berurai air mata.
Kapolsek Banjar, Kompol Suwignyo, ketika ditemui HR, Selasa (06/05/2014), mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan dalam kasus penjambretan tersebut. “Kami masih melakukan pengembangan dalam kasus ini,” kata Suwignyo.

Sementara pelaku yang kesehariannya bekerja bisnis ayam potong bersama mertuanya, kini hanya bisa menyesali perbuatannya dan harus mendekam di ruang tahanan Polsek Banjar. AHI dijerat Pasal 362 dengan ancaman 4 tahun penjara. (Ab@h-HR.

Senin, 05 Mei 2014

MAMAT DITEMUKAN MENGAMBANG

Setelah hampir 3 malam dinyatakan menghilang dari rumah setelah pamitan hendak mengambil buah sawo dan mencari kayu bakar di kebunnya yang berada di pegunungan, seorang pemuda yang diduga alami keterbelakangan mental Mamat Sobarna ditemukan mengambang tak bernyawa di sungai Sukalemba Dusun Kedngwuluh RT 17/04 Desa Panyutran Padaherang, Sabtu, (3/5/2014) sore hari oleh warga yang hendak memancing ikan di sungai. Sontak saja, penemuan jasad Mamat warga Dusun Nagrak RT 06 RW 03 Desa Karangsari membuat geger kampung tersebut. Berdasarkan keterangan yang dihimpun “KP”, Mamat Sobarna (30) putra Ayat (55) dan Ny Sapnah (50) warga Dusun Nagrak RT 06 RW 03 Desa Karangsari hilang selama tiga hari di kebun blok Tambaksari Desa Bojongsari. Sebelumnya menghilang, Kamis, (1/5/2014) pagi korban pamit dari rumah dengan tujuan akan memetik sawo di kebun. Namun hingga Sabtu kemarin, korban tak pulang dan didapati kabar sore harinya ditemukan sudah tak bernyawa mengambang di sungai. Salah satu kerabat korban Ny. Mila (46) warga setempat mengatakan, sebelum meninggal, Ia pernah berpapasan dengan korban dan mengatakan di sungai Sukalemba tersebut banyak ikan. Ikhwal penyakit yang diderita korban, Ny. Mila ibu korban mengatakan, Mamat mengidap tumor otak sejak 7 bulan lalu. Berdasarkan rotegen dirinya telah divonis dokter terkena tumor otak, akibat penyakitnya itu korban tidak bisa melihat sama sekali. Di tempat terpisah Kapolsek Padaherang Ajun Komisaris H Jumaeli dihubungi melalui telepon membenarkan kejadian tersebut. “Setelah mendapatkan informasi dari warga, kami langsung ke lokasi selanjutnya mengevakuasi jasad korban. Setelah gelar pemeriksaan di TKP, kami serahkan ke pihak keluarga,”katanya. Sebelumnya, setelah dinyatakan hilang, pihak keluarga, warga, aparat Desa Karangsari dibantu pihak kepolisian dan Koramil Padaherang serta Tim SAR melakukan pencarian korban. Namun sayangnya, pencarian berakhir dengan penemuan jasad korban mengambang di sungai. (Ab@h=KP

Jumat, 02 Mei 2014

Gapura Perbatasan Ciamis-Pangandaran Terancam Gagal Dibangun


Dinas Ciptakraya Tata Ruang dan Kebersihan Kabupaten Ciamis, merencanakan pembangunan gapura perbatasan antara Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Pangand aran. Lokasinya di Desa Ciulu Kecamatan Banjarsari. 

Kepala Bidang Pemukiman, Ciptakarya, Agus Komara, ketika ditemui HR, Senin (28/4/2014), mengatakan, pihaknya sedang melakukan negosisasi untuk pembelian lahan di sekitar Desa Ciulu.
“Karena lokasi untuk gapura perbatasan harus melalui pembebasan lahan,” ungkapnya.
Agus menjelaskan, lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan tersebut sekitar 40 bata. Dua puluh bata di bagian kiri jalan, dua puluh bata lagi di kanan jalan. Sayangnya, pembebasan tanah belum bisa dilakukan karena harga tanaha yang dipatok warga sangat tinggi.
Diakui Agus, apabila harga tanah terlalu tinggi, pembuatan gapura akan terkendala. Sementara waktu untuk memulai pembangunan sudah mepet. Dari laporan yang diterima, warga mematok harga tanah hingga Rp 12 juta.
“Apabila harga tanah tidak bisa jatuh di angka Rp 3 juta, jelas kami akan kesulitan untuk mengeluarkan anggaran sebesar itu,” jelasnya.
Agus menambahkan, seandainya harga tanah tidak bisa dinegosiasikan, pembangunan gapura perbatasan Ciamis-Pangandaran akan terhambat. Sebab harus ada penyesuaian anggaran kembali.
M. Surya, tokoh masyarakat Banjarsari, mengatakan, pembangunan gapura perbatasan kabupaten sudah seharusnya dibangun. Gapura merupakan wajah dari kedua kabupaten. “Kami berharap gapura itu segera dibangun. Agar wilayah itu juga bisa dijadikan pusat kegiatan ekonomi baru masyarakat,” ungkapnya. (Ab@h=HR-Online.